MENDİKBUD DAN HARAPAN GURU

0
55

Saat penulis berada di lobby Perpustakaan Nasional Depok Jakarta sambil menunggu jam pelayanan dimulai, penulis mengambil selembar koran Harian Nasional Republika terbitan Senin (28 Oktober 2019), penulis terhenti pada satu tulisan yang bertajuk “Guru  Minta Pelatihan Dimaksimalkan”. 

Pada tulisan tersebut, redaksi mengulas harapan salah satu pengurus organisasi profesi guru  Federasi Syarikat Guru Indonesia (FSGI), Wakil Sekjend, Satriawan Salim terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dilantik, Nadiem Makarim.

Dalam ulasannya ada beberapa harapan para guru terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru ini, antara lain persoalan kesejahteraan guru dan perlindungan guru saat ini, serta kompetensi kualitas guru yang harus terus dimaksimalkan melalui pendidikan dan latihan (Diklat) guru.

Menurutnya para guru Indonesia saat masih kurang mendapatkan pelatihan pemerintah. Jika pun ada, pelatihan dilakukan dengan format yang tidak efektif. Sehingga, saat pelatihan selesai, guru sudah lupa dan tidak bisa menerapkannya dalam pembelajaran di sekolahnya masing-masing. Oleh karena itu, Wakasekjen FSGI memberikan rekomendasi kepada Kemendikbud dalam hal pelatihan dengan menggunakan rumus 4B1E. 

B pertama adalah berbobot dan berkualitas. Artinya, pelatihan tidak harus lama dan tidak juga cepat, yang terpenting adalah efektif, efisien, dan mengena sasaran. B yang kedua, adalah bermakna dan bermanfaat atau sesuai kebutuhan guru bukan kemauan negera atau hanya proyek, karena permasalahan guru di tiap-tiap daerah berbeda.

Kemudian, B yang selanjutnya adalah berdampak dan berkelanjutan. Artinya pelatihan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran, mulai dari cara mengajar guru hingga hasil belajar yang diperoleh oleh siswa-siswinya. Terakhir adalah Evaluasi. Artinya setelah semuanya dilaksanakan pelatihan tersebut harus dievaluasi untuk mengetahui bagian mana yang masih kurang dan diperbaiki untuk kegiatan pelatihan yang akan datang sehingga guru sebagai tonggak pelaksanaan pendidikan menjadi bermutu dan berkualitas.

Disamping itu, harapan seluruh komponen pendidikan terhadap menteri yang baru ini juga adanya percepatan terhadap terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan ramah lingkungan serta melek teknologi terutama di era informasi dan komunikasi yang serba cepat secepat aplikasi android.

Jakarta, 28 Oktober 2019

Views All Time
Views All Time
30
Views Today
Views Today
2

LEAVE A REPLY