MENGAJAR DAN STRATEGI PEMBELAJARAN (OPINI-2017)

0
260

Kata strategi dalam Kamus Bahasa Indonesia diartikan sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Sedangkan pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.  Dari pengertian ini,  dapat dipahami bahwa strategi pembelajaran adalah rencana yang cermat untuk membantu proses belajar-mengajar (pembelajaran)  dalam mencapai tujuan yang diinginkan/ditetapkan.

Menurut Barizi, Ahmad (2009:87), strategi pembelajaran adalah rencana yang cermat agar peserta didik dapat belajar, mempunyai rasa kebutuhan akan belajar, terdorong belajar, mau belajar, tertarik untuk terus -menerus mempelajari pelajaran, baik untuk kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar maupun memepalajari Islam sebagai pengetahuan.

Menurut Suyanto dan Djihad, Asep (2013:92), stretegi kegiatan pembelajaran merupakan langkah-langkah umum dalam kegiatan belajar yang mesti dilakukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.Sedangkan dalam pengembangan strategi pembelajaran, Dave Maier dalam Suyanto dan Asep Djihad (2013:93) menawarkan pola ‘SIKLUS Empat Tahap” yaitu : (1) Preparation (persiapan), (2). Presentation (penyampaian, (3). Practise (praktik), dan (4) Performance (penampilan hasil). Menurut Hartono, Rudi (2014:43) , strategi dalam dunia pendidikan diartikan sebagai sebuah proses perencanaan yang memuat serangkaian kegiatan yang telah didesain dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan.

Berdasarkan beberapa pengertian tentang mengajar dan strategi pembelajaran yang telah dipaparkan oleh para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa mengajar adalah upaya guru untuk memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan wawasan kepada siswa melalui proses pembelajaran atau belajar-mengajar. Sedangkan strategi pembelajaran adalah bagaimana cara guru menyajikan bahan ajar atau materi pelajaran dengan mendayagunakan segala kemampuan dan sumber daya yang ada sehingga materi pelajaran tersebut dapat dipahami dengan baik oleh siswa.

Daftar referensi

Barizi, Ahmad. 2009. Menjadi Guru Unggul. Yogyakarta. Ar-Ruzz Media.

Hartono, Rudi. 2014. Ragam Model Mengajar yang Mudah Diterima Murid. Yogyakarta. DIVA Press

Suyanto,dkk. 2013. Bagaimana Menjadi Calon Guru dan Guru Profesional. Yogyakarta. Multi Pressindo

Views All Time
Views All Time
423
Views Today
Views Today
1
Previous articleIdentify Alternative educations
Next articleCARA GANTI FOTO PROFIL DI BLOG IGI ALA ALUMNI SUMUT SAGUSAKU[2]
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY