MENGAJAR DARI RUMAH SELAMATKAN ANAK SEKOLAH

0
9

       Berikut ini adalah coretan seorang guru yang mengajar jarak jauh/ online, ketika siswanya diliburkan, sebagai dampak pandemi virus corona. Pembaca dapat mengamati, tapi tolong tidak melibatkan dalam pembelajaran online yang sedang dikerjakan siswa kami.

BAB  III

MASA DEMOKRASI LIBERAL – DEMOKRASI TERPIMPIN

(1950-1966)

  1. Masa Demokrasi Liberal ( 1950 – 1959 )

Masing-masing negara bagian RIS menyadari bahwa bentuk negara RIS mempersulit bangsa Indonesia untuk bersatu dan menguntungkan Belanda. Oleh karena itu pada tanggal 17 Agustus 1950 masing-masing negara bagian melebur menjadi satu dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Dan RIS dinyatakan bubar serta tidak ada ikatan lagi dengan pemeritah Belanda.

Dengan berubahnya RIS menjadi NKRI maka UUD RIS diganti dengan UUD Sementara (UUDS) sampai tersusunnya UUD yang baru. Pemerintahan RI pada saat ini berubah menjadi demokrasi liberal, karena memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berpolitik baik membentuk partai baru ataupun menjadi anggota partai. Kekuasaan pemerintahan ada pada Perdana Menteri (Parlementer), sedangkan presiden menjadi kepala negara. Partai-partai besar yang ada saat itu antara lain : PNI, Mayumi, NU, dan PKI. Banyaknya partai di Indonesia menyebabkan sering kali terjadi pergantian Perdanan Menteri, bahkan dalam waktu 9 tahun telah terjadi pergantian pedana menteri sebanyak 7 kali. Apabila demikian kapankah bangsa Indonesia akan stabil dan membangun ?

Kabinet yang memerintah pada masa Demokrasi Liberal antara lain :

  1.  Kabinet Natsir (6 Sept. 1950 – 21 Maret 1951)

Kabinet Natsir gagal menyelesaikan masalah Irian Barat, kemudian jatuh setelah mendapatkan mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah tentang DPRD dan DPRDS.

  1.  Kabinet Sukiman (26 April 1951 – 23 Februari 1952)

Jatuhnya kabinet Sukiman disebabkan ia mengadakan kerja sama dengan Amerika Serikat di bidang ekonomi dan militer.

  1.  Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 3 Juni 1953)

Kabinet Wilopo mendapat sebutan sebagai Zaken Kabinet karena para menteri terdiri dari para ahli di bidangnya. Kabinet ini mengalami tantangan berat, yaitu dengan adanya gerakan separatisme di berbagai daerah. Dan yang paling berat adalah peristiwa Tanjung Morawa paa tanggal 17 Oktober 1952 yg menyebabkan kabinet tersebut jatuh.

     Dan seterusnya ……

TRAINING ASSESMENT 3 !

Views All Time
Views All Time
8
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY