Mengapa Siswa Diculik?

0
15

Mengikuti dan menyimak perkembangan berita koran Banjarmasin Post tentang kasus penculikan terhadap salah satu siswa SMP di Kota Banjarbaru dalam beberapa hari ini, tepatnya sejak Jumat, 11 Januari 2019 hingga Senin, 14 Januari 2019. Semua pemberitaan tentang kasus penculikan pelajar  tersebut ditulis pada halaman 1. Judulnya pada Jumat, 11 Januari 2019 “ Korban Dibuang dengan Mulut Terlakban”, Sabtu, 12 Januari 2019, dengan judul “ Korban Penculikan Kembali Sekolah”, dan Senin, 14 Januari 2019 “ Penculik Siswi Kabur dari Ruang Reskrim”.

Drama penculikan terhadap salah satu siswa dari SMP Negeri 5 Banjarbaru menjadi topik utama pemberitaaan koran Banjarmasin Post, karena peristiwa tersebut baru  pertama terjadi selama ini di daerah ini. Peristiwa yang cukup mengejutkan dan menggegerkan kalangan masyarakat, khususnya dunia pendidikan, karena terkait dengan penculikan seorang anak yang masih berstatus sebagai pelajar SMP. Tentu, peristiwa ini menjadi keprihatinan bagi banyak orangtua yang punya anak perempuan yang mengikuti pendidikan atau sekolah, khususnya di Kota Banjarbaru.

Kota Banjarbaru yang selama ini cukup aman dan tenang, tiba-tiba menjadi heboh dengan adanya kasus penculikan pelajar. Menurut berita koran tersebut,  pihak penculik meminta uang tebusan yang relatif besar, yaitu Rp 150 juta. Meski akhirnya siswa yang menjadi korban penculikan tersebut dilepas tanpa ada uang tebusan, namun peristiwa ini sempat membuat masyarakat prihatin dan khawatir.

Alhamdulillah, dengan kesigapan aparat kepolisian akhirnya penculik yang menurut berita koran tersebut, merupakan anggota kepolisian berinisial Bripka AG dapat diringkus, meski sebelumnya sempat kabur dari ruang Reskrim Polres Banjarbaru. Peristiwa penculikan yang terjadi  pada Rabu sore, 9 Januari 2019,  membuat kalangan aparat kepolisian harus bekerja keras dalam menangani kasus yang cukup langka terjadi di Kalimantan Selatan selama ini. Terlebih lagi, pelaku penculikan tersebut tidak lain merupakan oknum anggota kepolisian itu sendiri.

Bagi kalangan masyarakat, khususnya orangtua, peristiwa penculikan yang menimpa salah satu siswi SMP di Kota Banjarbaru ini merupakan sebuah peringatan bagi kita semua, khususnya kalangan orangtua. Terlepas apapun motif kasus penculikan tersebut, peristiwa penculikan sudah terbukti ada atau nyata. Peristiwa tersebut telah mengusik rasa ketenangan dan kenyamanan kalangan pelajar dan orangtua, khususnya di Kota Banjarbaru. Semoga kasus penculikan siswa ini segera terungkap motifnya, dan ke depannya tidak akan terjadi lagi peristiwa penculikan seperti itu, dalam bentuk dan motif apapun. Semoga.

###1308###

Views All Time
Views All Time
54
Views Today
Views Today
1
Previous articleRakorda IGI Flotim Awali Kiprahnya di Tahun 2019
Next articlePUISI MBAK DIVA SD 1 INDRAPURI
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY