MENGELOLA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI, SEBUAH TANTANGAN BAGI GURU MASA KINI Oleh Ridhawati, S.Pd, Guru UPTD SMPN 2 Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel

0
37

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia dilanda pandemi covid 19 sejak awal tahun 2020. Sebagai akibatnya, dunia pendidikan terkena dampaknya dan pembelajaran tatap muka dihentikan sejak pertengahan Maret 2020. Tatap muka boleh terhenti tapi pembelajaran harus tetap berjalan. Para guru ditantang untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran online, seperti melalui WA, Google Classroom, dan lain-lain. Begitu juga dengan penilaian akhir semester dilakukan secara online.

Kondisi ini ternyata belum berakhir, padahal dunia pendidikan sedang bersiap untuk menghadapi tahun pelajaran baru 2020/2021. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut mengadakan sebuah webinar pada tanggal 1 Juli 2020 dengan tema “Mengelola Kurikulum Pembelajaran dan Penilaian di Masa Pandemi Covid 19”. Nara sumbernya adalah Bapak Dr. Zainal Fanani, M.Ed, Plt Kepala LPMP Kalsel. Webinar ini pertama kali diadakan di Kabupaten Tanah Laut, sehingga para peserta sangat antusius untuk mengikutinya. Peserta lebih dari 200 orang terdiri dari berbagai unsur pendidikan, seperti pengawas, kepala sekolah, guru, dan dosen.

Menurut nara sumber, pembelajaran di masa pandemi bisa dilakukan secara daring (online), luring (offline), maupun kombinasi keduanya. Secara daring, guru bisa memanfaatkan teknologi informasi baik secara visual (melalui zoom, webex, teams, google meet, dll), Learning Management System (seperti google classroom, google docs, Microsoft teams, dll). Teknologi ini tentu memerlukan perangkat seperti HP atau Laptop dan jaringan internet. Yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan guru untuk mengelolanya. Bagi guru-guru muda tentu bukan hal yang sulit, tapi bagi guru-guru yang sudah berumur 40 tahun ke atas seperti penulis, hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk belajar lagi. Ternyata, kondisi pandemi membawa efek positif bagi guru untuk belajar meningkatkan kompetensinya.

Kendala yang paling sering ditemui di lapangan, seperti yang disampaikan beberapa peserta webinar adalah jaringan internet yang tidak memadai dan ketersediaan perangkat HP atau laptop. Bila ini terjadi, menurut nara sumber, maka pembelajaran bisa dilakukan secara luring. Hal itu dapat dilakukan dengan cara misalnya mengantar jemput tugas secara door to door ke rumah-rumah siswa oleh guru. Selain itu, pembelajaran bisa juga dilakukan secara kombinasi antara daring dan luring. Misalnya tugas diberikan secara daring lewat grup WA, tugasnya diantar ke sekolah oleh siswa atau orangtuanya secara bergantian.

Jadi, selama pandemi ini berlangsung, pembelajaran tetap dilaksanakan sesuai dengan kondisi di lapangan. Kurikulum yang dipakai akan disederhanakan terutama pada standar isi dan proses. Sedangkan standar penilaian akan dilaksanakan melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) san survey karakter.

Demikian antara lain materi yang disampaikan oleh nara sumber. Kesimpulannya adalah bahwa dengan adanya kondisi pandemi ini menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi dan berinovasi dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Terima kasih kepada panitia penyelenggara yang sudah memberikan kesempatan kepada penulis untuk berpartisipasi dalam kegiatan webinar ini. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju.

 

 

Views All Time
Views All Time
12
Views Today
Views Today
1
Previous articleREFORMASI PENDIDIKAN HARUS DILAKUKAN di TENGAH PANDEMI INI Oleh Isteri Sakti Andayani, S.Pd , Guru MTsN 2 Tanah Laut, Kalsel
Next articleDilema Pendidik di Masa Pandemi Oleh Luwis Kusumawati , Guru UPTD SDN 1 Kintap Kecil, Tanah Laut, Kalsel
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY