MENGEMBALIKAN TAMAN KOTA YANG HILANG (Bagian III) Tamat

0
92

Efek pemanasan global sebagai dampak yang ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pembangunan yang tidak ramah lingkungan, rusaknya lapisan ozon yang salah satunya akibat dari efek rumah kaca sangat mengancam keberlangsungan dan kelestarian hidup seluruh mahluk hidup di atas permukaan bumi, hal ini seharusnya sudah mampu membuat para pemegang kekuasaan mulai memikirkan masa depan bangsa ini. Ditambah lagi dengan punahnya berbagai keanekaragaman hayati sebagai akibat kurangnya pertimbangan upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan, kebakaran hutan yang tidak terkontrol, penebangan pohon secara illegal yang sering terjadi, paling tidak sudah bisa dijadikan tolak ukur dalam pembenahan tata ruang kota yang lebih menfokuskan pelestarian lingkungan.
Sebagai gambaran dan solusi ke depan mungkin sudah selayaknya para pemangku jabatan yang memiliki wewenang dalam mengatur dan menata tata ruang perkotaan untuk mau melakukan evaluasi dan review atas institusi penanggung jawab pertanahan dan institusi penanggungjawab pengelolaan sumber daya alam serta pelestarian lingkungan hidup, sehingga lembaga-lembaga tersebut mampu mengintegrasikan isu-isu sosial, ekonomi dan isu pelestarian lingkungan hidup dalam menyelamatkan bumi kita. Perlunya penguatan kembali mekanisme koordinasi kerja antar lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas pertanahan dan institusi penanggungjawab atas pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup, sehingga memiliki kapasitas yang memadai dalam melakukan tindakan-tindakan nyata dalam membenahi taman-taman besar menjadi taman-taman yang memiliki multifungsi yang bisa bermanfaat bagi manusia, alam, terutama bagi penerus bangsa ini nantinya.
Alhamdulillah, kondisi terakhir hari ini, April 2017, Pemerintah Kota Pekanbaru mengadakan perbaikan terhadap taman kota Politehnik Caltex Rumbai. Penjual-penjual pinggiran jalan diberi tempat khusus, dan diberi bangunan sederhana agar tersusun rapi dan menarik. Sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar area taman. Tinggal bagaimana para masyarakat pengguna taman mau berbenah diri dan peduli, bahwa lingkungan yang indah, bersih dan tertata rapi justru jauh lebih berharga daripada bersikap tidak peduli dan mementingkan diri sendiri. Semoga taman kota kembali indah dan asri dengan tetap menjaga kebersihan dan keasriannya.

(Artikel ini pernah dimuat di kolom opini media cetak Haluan Riau)

Views All Time
Views All Time
131
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY