Mengenal Otak

0
247

Anda adalah apa yang Anda makan”, demikian ungkap Brian dan Roberta Morgan dalam Brain Food. Pernyataan ini berkaitan dengan fungsi otak, jadi kalau ubi yang kita makan maka ubilah isi otak kita, atau jika ikan asin berformalin lauk pauk anak kita, maka ikan asin berformalin-lah isi otak anak kita, begitulah tafsiran makna kasarnya. Ekstrim memang, tapi itulah faktanya. Hal senada juga dinyatakan oleh Richard M. Restak dalam The Brain; Ia menyatakan “Kineja otak sangat bergantung pada kualitas makanan Anda”. Hal ini selalu ditemukan di kelas-kelas sekolah kita, disaat pagi hari anak-anak didik kita saat belajar matematika ataupun mata pelajaran eksakta, matanya merah dan selalu menguap. Ngantukkah mereka? Tidak, mereka tidak mengantuk. Tetapi otak mereka tak mampu berpikir pada tingkat tinggi, karena otak mereka kekurangan suplai energi/kalori dan mereka tak terlatih berpikir pada tingkat tinggi.

Fakta Tentang Otak

Otak manusia terdiri dari sekitar 72-78 % air, 10-12 % protein dan 8-10 % lemak. Otak orang dewasa beratnya sekitar 1,4 kg atau ± 2 % dari total berat tubuhnya. Otak wanita sedikit lebih ringan 100-150 gram dari otak pria. Walaupun hanya ± 2 % dari total berat tubuh, otak ternyata mengkonsumsi sekitar 20 % dari suplai oksigen tubuh, 20 % dari kalori yang kita butuhkan. Semakin keras kita berpikir, akan semakin banyak kalori yang dibakar.

Saat dilahirkan, anak sudah dilengkapi otak yang luar biasa. Satu organ yang terdiri dari 1 trilyun sel otak. Dari 1 triliun ini, 100 miliar adalah sel otak aktif dan 900 miliar sel otak pendukung. Semua manusia lahir dibekali jumlah sel otak yang sama banyak, tidak ada yang diberi lebih banyak atau lebih sedikit. Namun perlu disadari, jumlah yang sedemikian banyak itu berupa potensi yang harus kita kembangkan.

Kecerdasan manusia tidak hanya ditentukan semata oleh jumlah sel otaknya, tetapi lebih ditentukan oleh seberapa banyak koneksi yang bisa terjadi di antara masing-masing sel otak. Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatih otak kita. Semakin sering otak digunakan dan dilatih, semakin banyak koneksi yang terjadi. Namun perlu diingat bahwa koneksi itu hanya akan terjadi jika kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari. Sungguh tepat dan bijak jika Descartes berkata : “I think, therefore I am”, yang artinya “Aku berpikir, maka Aku ada “.

Otak “Three in One “

Konsep tiga otak dalam satu kepala (otak triune) dikembangkan oleh Dr. Paul Maclean. Menurutnya, otak terdiri dari tiga bagian yaitu; otak reptil, otak mamalia dan otak neo cortex. Otak reptil bermula dari batang otak yang terletak di dasar otak dan terhubung dengan tulang belakang. Otak reptil berfungsi sebagai pusat kendali, sistem syaraf otonomi, dan untuk mengatur fungsi utama tubuh seperti denyut jantung dan pernafasan. Otak reptil juga berfungsi mengatur reaksi seseorang terhadap bahaya atau ancaman dengan menggunakan “ lari atau lawan “. Saat otak reptil aktif, orang tidak akan bisa berpikir, yang berperan adalah insting. Otak reptil akan aktif jika seseorang merasa takut, stres, terancam, marah, kurang tidur, atau kondisi tubuh dan pikiran yang lelah.

Dari otak reptil, otak berkembang menjadi otak mamalia yang di dalamnya terdapat sistem limbic yang terdiri dari amygdala, hippocampus, thalamus, dan hyphothalamus. Otak mamalia berperan dalam mengatur kebutuhan akan keluarga, strata sosial, dan rasa memiliki, mengendalikan sistem kekebalan tubuh, hormon, memori jangka panjang, serta emosi.

Peran otak mamalia dalam proses pembelajaran sangat penting karena sistem limbic berkaitan erat dengan emosi dan memori jangka panjang. Sistem limbic di dalam otak mamalia berperan sebagai sakelar yang menentukan otak mana yang aktif, otak reptil atau otak neo cortex. Jika seseorang sedang dalam keadaan tegang, stres, takut atau marah, maka informasi yang diterima oleh otak akan diteruskan ke otak reptil. Jika seseorang dalam keadaan bahagia, tenang, dan rilaks, maka otak neo cortex akan aktif dan akan digunakan untuk berpikir. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang tegang saat mengerjakan ujian, atau anak didik yang dimarahi dan ketakutan, biasanya pikirannya kosong dan tidak dapat mengingat apa yang telah dipelajari sebelumnya.

Otak bagian atas yang menyerupai topi yang menutupi otak mamalia dan otak reptil disebut Otak berpikir atau Thinking cap/neo cortex. Otak neo cortex merupakan 80 % dari total otak manusia. Oleh karena itu, pendekatan-pendekatan pembelajaran modern sangat menyarankan menciptakan atmosfir kelas yang menyenangkan dan rileks dalam proses pembelajaran, bukan menegangkan apalagi menakutkan.   

Otak Kiri dan Otak Kanan

Selain terdiri dari tiga bagian otak, yaitu otak reptil, otak mamalia, dan otak neo cortex, otak manusia terbagi lagi menjadi dua bagian (hemisfer), yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Masing-masing hemisfer mempunayi fungsi yang berbeda tetapi saling mendukung. Hemisfer kiri dan hemisfer kanan dihubungkan dengan satu jembatan yang disebut corpus collosum yang terdiri dari sekitar 100 juta sel otak. Hemisfer kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan, dan hemisfer kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri. Hasil penelitian Dr. Iacciano menunjukkan bahwa hemisfer kiri ternyata memainkan peran yang lebih besar tanpa melihat posisi tubuh yang di atur.

Secara umum, otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan, yang disebut pembelajar akademis. Sedangkan otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi, yang disebut dengan aktivitas kreatif.

Makanan Otak

Otak membutuhkan energi, dan ia mendapatkannya dari makanan. Jika makanan Anda bergizi rendah, maka otak Anda tidak dapat bekerja dengan baik. Berilah otak makanan bergizi tinggi, sehingga ia dapat bekerja dengan cepat dan efisien. Semakin berat kerja yang dilakukan otak dalam proses berpikir, semakin banyak otak membutuhkan bahan bakar. Sel-sel otak yang sedemikian banyak ternyata hanya membutuhkan dua komponen sebagai bahan bakar yaitu oksigen dan  glukosa. Jumlah oksigen dan glukosa yang minim/kurang dalam darah dapat mengakibatkan  rasa lelah dan mengantuk.

Glukosa dapat diperoleh dari buah segar dan sayuran. Otak juga butuh kalium yang dapat diperoleh dari berbagai buah-buahan dan sayuran seperti pisang, jeruk,aprikot, alpukat, melon, kentang tomat, labu, dan artichoke.

Gorgon Dryden dalam “ The Learning Revolution”  memberikan tips agar otak bekerja efesien dalam belajar dan bekerja sebagai berikut :

  • Sarapan setiap pagi, lebih baik dengan mengkonsumsi banyak buah-buahan segar
  • Makan sianglah dengan baik, disarankan untuk mengkonsumsi salad sayuran yang segar
  • Jadikan ikan, kacang, dan sayuran sebagai sumber “lemak” nabati yang utama. Minyak ikan dan sayuran memegang peranan penting dalam menumbuhkan miliaran sel glial. Minyak kacang dan sayuran adalah sumber utama asalinoleat yang diperlukan otak untuk memperbaiki penyekatan mielin di sekitar “jalur pesan “ otak.
  • Berolahragalah secara teratur untuk mengoksidasi darah
  • Bersih diri dari racun. Satu cara melakukannya adalah dengan minum banyak air. Air yang dimaksud adalah air putih, bukan soft drink, teh, kopi atau yang sejenisnya. Air berguna untuk menjaga kesehatan otak karena otak terdiri dari 72-78 % cairan, dan dibutuhkan untuk transmisi sinyal neuron dalam otak. Bila kekurangan air (cairan), kecepatan transmisi dan efisiensinya juga akan menurun.

Mengetahui “makanan otak” sebagai bahan bakarnya merupakan salah satu langkah awal yang tepat dalam meningkatkan prestasi/kualitas pembelajaran menuju yang lebih baik.

Otak dan Belajar

Tidak dapat dipungkiri bahwa elemen terpenting dalam belajar adalah otak. Adi W. Gunawan dalam buku Born to be a Genius menjelaskan bahwa otak belajar dengan menggunakan urutan prioritas; untuk keselamatan hidup/diri, membangkitkan emosi, dan belajar hal yang baru. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari  sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita.

Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berhubungan dengan keselamatan diri, semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup, maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu. Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi.

Prioritas kedua adalah apabila informasi tersebut membangkitkan emosi, baik emosi sedih maupun gembira. Dalam proses belajar tentu saja kita akan memprioritaskan emosi-emosi positif. Oleh karena itu, banyak pendekatan pembelajaran modern mengedepankan pembelajaran yang refresh dan fun, seperti Active Joyfull Efective Learning (AJEL) atau PAKEM, Quantum Learning, Quantum Teaching, Accelerated Learning, dsb mengedepankan pendekatan yang menggunakan emosi positif.

Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa. Informasi ini akan mendapat perhatian dan konsentrasi paling sedikit. Oleh karena itu agar pembelajaran efektif,  guru harus bijaksana dalam menggunakan pendekatan sehingga dapat memposisikan informasi pada prioritas keselamatan hidup  atau  emosi. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif, yaitu dengan permainan, menciptakan suasana yang kondusif, menetapkan tujuan belajar, menciptakan atmosfir kelas yang nyaman dan menyenangkan.

Menjaga Kesehatan Otak

Dalam Genius Learning Strategy, Andi W Gunawan menjelaskan beberapa tips menjaga kesehatan otak, antara lain :

  • Melakukan olahraga yang teratur dan dalam kadar yang cukup
  • Minum air putih
  • Nutrisi yang sesuai
  • Tidak merokok, menghindari alkohol, dan tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang
  • Tantang otak Anda
  • Pilih lingkungan yang positif dan mendukung

Sedangkan Dr. Martin Leman, DTM & H menjelaskan ada 10 kebiasaan yang dapat merusak otak, yaitu :

  • Tidak sarapan pagi
  • Makan terlalu banyak
  • Merokok
  • Mengkonsumsi gula terlalu banyak
  • Polusi udara
  • Kurang tidur
  • Menutup kepala saat tidur
  • Menggunakan pikiran saat sakit
  • Kurang menstimulasi pikiran
  • Jarang berkomunikasi

Seorang guru besar Universitas Oxford, Colin Blakemore, dalam The Mind Machine, menggambarkan otak manusia sebagai “ mesin yang paling kompleks sejagat raya ini”. Bill O’Brien, menyatakan, “wialayah tak terjamah yang terbesar di dunia ini adalah ruang di antara kedua telinga kita”. Namun yang perlu kita camkan adalah aksioma kuno berikut tentang eksistensi otak; “ If you don’t use it, you lose it”. Mari kita gunakan otak kita agar kita tidak kehilangan otak.

Daftar Pustaka

  1. Gunawan, Adi W (2003). Born to be a Genius. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  2. Gunawan, Adi W (2003). Genius Learning Strategy. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  3. Porter, Bobbi De & Reardon, Mark (2001). Quantum Teaching. Bandung: Penerbit Kaifa.
  4. Dryden G; & Jeannette Vos, (2002). Revolusi Cara Belajar. Bandung: Penerbit Kaifa.

Semoga Bermanfaat.                                                                                           Purnawanto, S.Pd, M.Si. IGI Sumatera Utara

Views All Time
Views All Time
440
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY