Mengubah Keresahan Menjadi Karya Nyata

0
6

Tidak terasa bahwa hampir dua tahun warga sekolah diam di rumah. Hampir dua tahun pula para guru disibukkan dengan pembelajaran dalam jaringan. Bagi siswa setiap pagi pukul 07.00 WIB, harus sudah duduk di depan meja belajar dengan seragam lengkap sebagaimana layaknya belajar di sekolah. Diawali dengan berfoto mengenakan seragam hari itu, sebagai bukti bahwa ia sudah presensi masuk dan siap melaksanakan Belajar dari Rumah (BdR) dengan metode daring (online). Hasil evaluasi diri sendiri bahwa diam di rumah berkurang daya kreasinya. Kreasi dalam karya tulis, lebih berkutat dalam seputar rumah dan acara televisi.

Dalam kegiatan di rumah yang baik dilakukan adalah mengubah suasana menjadi karya. Mari belajar menyulap keresahan hati menjadi hal yang positif. Ada beberapa pendapat bahwa kesedihan membuat kita semakin produktif menghasilkan karya sastra yang luar biasa. Karena keresahan hati dapat merubah mood yang awalnya gembira menjadi sedih. Atau sebaliknya yang awalnya gembira menjadi sedih, pikiran positif menjadi negatif. Jika kesemuanya itu dituliskan dengan imajinasi penulisnya, tak satupun hal yang membuat sia-sia.

Suasana hati akan menjadi karya nyata dalam bentuk esai dan karya fiktif yang berupa sastra dalam bentuk novel, puisi maupun cerita pendek. Kenangan yang diabadikan dalam bentuk tulisan akan menjadi buku yang spektakuler dan mengundang rejeki. Bisa dibayangkan bahwa dalam beberapa bulan saja kita dapat menerbitkan buku dan buku tersebut dipajang di etalase toko buku ternama. Bukankah angan-angan yang baik harus diwujudkan. Seperti yang banyak dibicarakan dan diagendakan “Mengubah keresahan menjadi karya yang abadi”, bagus untuk diterapkan. Salam literasi, selamat berkarya dan semoga sukses selalu.

 

Malang, Februari2021

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY