MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI PENDEKATAN SUPERVISI AKADEMIK

0
402

Guru merupakan pendidik yang mempunyai peranan dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurut Undang -Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidik merupakan tenaga profisional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran,menilai hasil pembelajaran,melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Berdasarkan pernyataan dalam Undang -Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di atas, bahwa salah satu tugas pokok guru atau pendidik adalah merencanakan proses pembelajaran, atau yang lebih dikenal dengan istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disingkat  RPP.  Berdasarkan pengamatan dan hasil evaluasi RPP guru selama ini yang  diserahkan kepada penulis selaku Kepala Sekolah ,  pada umumnya guru di SMPN 4 Pelaihari masih belum memiliki kemampuan  untuk membuat RPP yang baik. Hal ini didasarkan pada kenyataan  bahwa RPP yang dikumpul dan diserahkan kepada Kepala Sekolah selama ini masih berupa copypaste dari hasil kerja orang  lain tanpa melakukan revisi atau modifikasi sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah sendiri.

Kemudian berdasarkan hasil pengamatan terhadap RPP yang dibuat oleh guru ytang mernjadi subjek penelitian ini, maka diperoleh data sebagai berikut : (1) RPP mata pelajaran IPS kelas VIII semester 1 dengan 3 kali pertemuan/ 6 x 40 menit hanya memiliki 4 tujuan pembelajaran; (2) RPP mata peljaran Bahasa Indonesia kelas IX semester 1 dengan 1 kali pertemuan/ 2 x 40 menit hanya memiliki 1 tujuan pembelajaran; (3) RPP mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas VII semester 1 dengan 1 kali pertemuan/2×40 menit memiliki 4 tujuan pembelajaran; (4) RPP mata pelajaran PKn kelas VII semester 1 dengan 1 kali pertemuan/ 2x 40 menit memiliki 4 tujuan pembelajaran; dan (5) RPP mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII semester 1 dengan 2 kali pertemuan/4 x 40 menit memiliki 5 tujuan pembelajaran.

Dengan memperhatikan dan mencermati RPP guru tersebut di atas, maka RPP guru tersebut dapat diidentifikasi permasalahannya sebagai berikut : (1) Tujuan pembelajaran tidak menggunakan rumus Audien, Behavior, Condition, dan Degre atau disingkat ABCD secara baik, kalau pun ada belum lengkap, (2) Tujuan pembelajaran relatif sedikit dan tidak khusus, (3) Alat  evaluasi tidak mengacu pada tujuan pembelajaran, jumlahnya lebih sedikit dari tujuan pembelajaran.

Kemudian peneliti yang juga selaku  kepala sekolah meyadari sepenuhnya  bahwa  selama ini masih belum maksimal dan optimal melakukan supervisi akademik  kepada guru dalam hal materi dalam perencanaan mengajar atau RPP. Penyusunan perencanaan mengajar  (RPP) diberikan kewenangan sepenuhnya kepada guru karena dianggap telah mampu menyusunnya dengan baik dan benar  dengan sesuai dengan ketentuan sebagaimana tercantum dalam Permendiknas Nomor 65  tahun 2013  tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Salah satu tugas guru sebagai pendidik adalah menyusun perencanaan pembelajaran yang dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan yang disingkat  RPP. Menurut pengamatan penulis di SMPN 4 Pelaihari,  bahwa pada umumnya RPP yang disusun guru masih merupakan hasil karya orang lain atau copypaste. Kondisi tersebut menjadi keprihatinan dan PR bagi penulis untuk memperbaikinya  agar RPP yang disusun guru merupakan hasil karya sendiri dengan mengacu pada ketentuan yang ada dan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.

Berdasarkan permasalahan di atas, penulis  selaku Kepala Sekolah  melaksanakan kegiatan bimbingan penyusunan RPP kepada 5 (lima)  guru sasaran dari 10 (sepuluh) guru yang ada di sekolah melalui pendekatan  supervisi akademik. Kegiatan pembimbingan dilaksanakan secara kelompok dan individu. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap dengan 6 (enam) kali pertemuan sejak September 2016 sampai dengan Januari 2017. Adapun materi bimbingan tentang penerapan rumus”ABCD” (Audien-Behavior-Conditing-Degre) dalam tujuan pembelajarn, menyusun materi pelajaran, dan  alat evaluasi yang mengacu pada tujuan pembelajaran.

Hasil pengamatan dan penilaian terhadap RPP yang dibuat guru pada tahap I (pertama) dengan nilai rata-rata kelompok, yaitu 74,1%. Sementara itu ada 2 (dua) guru yang berada di bawah rata-rata kelompok, yaitu  Seaful Bahri, S.Pd (52,5), dan Analisa, S.Pd (67,5). Nilai rata–rata keseluruhan tersebut menunjukkan bahwa pada tahap I (pertama) ini belum mencapai target, yaitu minimal 80 %.

Selanjutnya, pada tahap II (kedua) dilakukan pembimbingan kepada semua guru, khususnya  kepada  yang masih belum menunjukkan kemampuannya, yaitu Seaful Bahri, S.Pd  dan Analisa, S.Pd. Kepala sekolah selaku pembimbing memberikan bimbingan lebih mendalam dan terfokus kepada kedua guru tersebut sesuai dengan kelemahan yang ditemui dalam RPP mereka pada tahap I (pertama).  Perbaikan kemampuan menyusun RPP, khususnya menyusun tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan alat evaluasi atau soal.  Hasil bimbingan tahap II (kedua) tergambar pada jumlah keseluruhan dan  prosentase individu yang di atas 80,0 , dan juga kelompok pada tahap II (kedua), yaitu rata-rata 96,7  dengan klasifikasi A.

Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan dan keterampilan guru menyusun perencanaan pembelajaran (RPP) dengan pembimbingan secara intensif melalui pendekatan supervisi akademik berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian,  yang lebih penting dan utama lagi, bahwa penyusun RPP oleh guru tidak lagi bersifat copypaste, tetapi sudah mendekati atau mengarah kepada RPP  hasil karya sendiri yang mengacu pada kondisi dan situasi sekolah sendiri.

 

 

Views All Time
Views All Time
415
Views Today
Views Today
1
Previous articleMODEL PERMAINAN (GAME) RANKING I
Next articlePERTEMUAN KE II MGMP AL-KHAWARIZMI RAYON I INHIL
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY