MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN RPP MELALUI PENDEKATAN SUPERVISI AKADEMIK DI SMPN 4 PELAIHARI

0
847

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pembelajaran merupakan pokok utama dalam kegiatan di sekolah. Tanpa ada kegiatan pembelajaran maka kegiatan di sekolah tidak terjadi proses pendidikan. Sehubungan dengan itu, maka pembelajaran yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi oleh guru merupakan kegiatan pokok dan penting bagi kegiatan di sekolah. Kegiatan pembelajaran merupakan upaya guru untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang berbagai hal yang bermanfaat kelak bagi siswanya. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru juga mendidik siswanya untuk berperilaku yang baik  sehingga mampu menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negaranya.  Hal ini sesuai dengan pendapat Fazan menyebutkan bahwa pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (http://fazan.web.id/pengertian-pembelajaran-dan-pengajaran.html)

Guru merupakan pendidik yang mempunyai peranan dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurut Undang -Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidik merupakan tenaga profisional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran,menilai hasil pembelajaran,melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Berdasarkan pernyataan dalam Undang -Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di atas, bahwa salah satu tugas pokok guru atau pendidik adalah merencanakan proses pembelajaran, atau yang lebih dikenal dengan istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disingkat  RPP.  Berdasarkan pengamatan dan hasil evaluasi RPP guru selama ini yang  diserahkan kepada penulis selaku Kepala Sekolah,  pada umumnya guru di SMPN 4 Pelaihari masih belum memiliki kemampuan  untuk membuat RPP yang baik. Hal ini didasarkan pada kenyataan  bahwa RPP yang dikumpul dan diserahkan kepada Kepala Sekolah selama ini masih berupa copypaste dari hasil kerja orang  lain tanpa melakukan revisi atau modifikasi sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah sendiri.

Kemudian berdasarkan hasil pengamatan terhadap RPP yang dibuat oleh guru ytang mernjadi subjek penelitian ini, maka diperoleh data sebagai berikut : (1) RPP mata pelajaran IPS kelas VIII semester 1 dengan 3 kali pertemuan/ 6 x 40 menit hanya memiliki 4 tujuan pembelajaran; (2) RPP mata peljaran Bahasa Indonesia kelas IX semester 1 dengan 1 kali pertemuan/ 2 x 40 menit hanya memiliki 1 tujuan pembelajaran; (3) RPP mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas VII semester 1 dengan 1 kali pertemuan/2×40 menit memiliki 4 tujuan pembelajaran; (4) RPP mata pelajaran PKn kelas VII semester 1 dengan 1 kali pertemuan/ 2x 40 menit memiliki 4 tujuan pembelajaran; dan (5) RPP mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII semester 1 dengan 2 kali pertemuan/4 x 40 menit memiliki 5 tujuan pembelajaran.  Dengan memperhatikan dan mencermati RPP guru tersebut di atas, maka RPP guru tersebut dapat diidentifikasi permasalahannya sebagai berikut : (1) Tujuan pembelajaran tidak menggunakan rumus Audien, Behavior, Condition, dan Degre atau disingkat ABCD secara baik, kalau pun ada belum lengkap, (2) Tujuan pembelajaran relatif sedikit dan tidak khusus, (3) Alat  evaluasi tidak mengacu pada tujuan pembelajaran, jumlahnya lebih sedikit dari tujuan pembelajaran.

Kemudian peneliti yang juga selaku  kepala sekolah meyadari sepenuhnya  bahwa  selama ini masih belum maksimal dan optimal melakukan supervisi akademik  kepada guru dalam hal materi dalam perencanaan mengajar atau RPP. Penyusunan perencanaan mengajar  (RPP) diberikan kewenangan sepenuhnya kepada guru karena dianggap telah mampu menyusunnya dengan baik dan benar  dengan sesuai dengan ketentuan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kegiatan supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dapat dilaksanakan secara individual, kelompok, atau kombinasi. Kegiatan secara individual dilaksanakan melalui pertemuan langsung,  tatap muka antara kepala sekolah sebagi supervisor dengan guru yang disupervisi sehingga kegiatan ini lebih intensif dan bersifat ’tertutup’. Kegiatan supervisi secara kelompok dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor dengan beberapa guru yang disupervisi dengan pembahasan dan penyelesaian  masalah yang bersifat umum. Sedangkan pendekatan supervisi secara kombinasi adalah memadukan pendekatan individu dan kelompok.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti sebagai Kepala Sekolah  di  SMPN 4 Pelaihari akan  melaksanakan kegiatan pembimbingan dan pendampingan RPP melalui pendekatan supervisi akademik dan menuangkannya dalam karya ilmiah  dengan judul “ Meningkatkan  Kemampuan Guru Menyusun RPP  melalui Pendekatan Supervisi Akademik  di   SMPN 4 Pelaihari’.  Peneliti  berkeyakinan  bahwa  permasalahan  kurangnya kemampuan guru dalam penyusunan rencana pembelajaran atau RPP  diharapkan dapat  dipecahkan  masalahnya  melalui pendekatan supervisi akademik.

Berdasarkan latar belakang dan masalah yang telah diuraikan   diatas ,maka rumasan masalah  adalah  sebagai berikut:

  1. Apakah dengan pembimbingan melalui pendekatan supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru menyusun  RPP?
  2. Bagaimana efektivitas peran kepala sekolah melakukan bimbingan kepada guru dalam  penyusunan RPP  melalui pendekatan supervisi akademik ?

Adapun tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk:

  1. Meningkatkan kemampuan guru menyusun RPP melalui pendekatan supervisi akademik.
  2. Mengetahui efektivitas peran kepala sekolah melakukan bimbingan kepada guru dalam penyusunan RPP  melalui pendekatan supervisi akademik.

 

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

           Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilakukan di SMPN 4 Pelaihari,   dengan dasar pertimbangan  bahwa sekolah tersebut merupakan tempat bertugas peneliti, yaitu sebagai Kepala Sekolah sehingga dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi kinerja dan mutu sekolah

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilakukan selama 6 (enam)  bulan, yaitu bulan September 2016 s.d Januari 2017

Subjek Penelitian Tindakan Sekolah  (PTS) ini adalah 50 % dari 10  guru SMPN 4 Pelaihari, yaitu  Saeful Bahri, S.Pd ( pengajar mata pelajaran PKn), Halimatus Sa,diyah, S.Pd  (mata pelajaran IPS ), Raliyansyah, S.Pd  dan Analisa,S.Pd ( mata pelajaran Bahasa Indonesia), dan Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I  (mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ).

Sumber data Penelitian Tindakan Sekolah  (PTS) ini adalah hasil penilaian terhadap RPP yang telah dibuat guru setiap siklusnya. Penilaian tersebut mencakup beberapa aspek, yaitu aspek kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun materi pelajaran, dan membuat alat evaluasi.

Data yang dikumpulkan melalui hasil/catatan observasi, cheklist, dan wawancara yang dilakukan sejak awal penelitian sampai dengan siklus II. Dalam rangka  mendukung kegiatan di atas, juga dilakukan dengan dokumentasi melalui foto/gambar atau pun  video.

Catatan observasi dipergunakan untuk mengetahui untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam penyusunan RPP , sedangkan wawancara dan cheklis digunakan untuk mengetahui kondisi awal secara faktual.

Pada bagian refleksi dilakukan analisis data mengenai proses, hambatan dan masalah yang ditemui, kemudian dilanjutkan dengan refleksi dampak pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan. Evaluasi terhadap kemajuan dan keberhasilan serta pencapaian tujuan merupakan salah satu aspek penting dari kegiatan refleksi.

Rancangan tindakan  dilakukan dengan cara :

  1. Jika diperlukan diadakan perpanjangan pengamatan, yaitu penelitian ini dilakukan dengan berulang-ulang diperpanjang waktunya, sampai memperoleh data yang kredibel dan tuntas.
  2. Meningkatkan ketekunan, yaitu melakukan pengamatan secara cermat dan berkesinambungan. Dengan cara ini maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.
  3. Triangulasi, diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu.
  1. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan

cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang

berbeda.

Waktu yang sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan  dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat nara sumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data  yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan  pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.

Indikator keberhasilan penelitian ini adalah:

  1. 80- 100% guru mampu merumuskan tujuan pembelajaran dengan menerapkan rumus ABCD (Audien-Behavior-Conditioning-Degre)
  2. 80- 100% guru mampu /menyusun materi pelajaran yang mengacu pada tujuan pembelajaran.
  3. 80- 100% guru mampu membuat alat evaluasi/ tes yang baik dan tetap mengacu pada tujuan pembelajaran.

 

BAB III

HASIL DAN  PEMBAHASAN

 

  1. Rencana Tindakan dan Kegiatan

Rencana tindakan dan pelaksanaannya dilakukan dalam 2 (dua) siklus, dan setiap siklusnya  mengikuti alur sebagai berikut :(1) Perencanaan ; mencakup penyusunan perencanaan tindakan dan penetapan alokasi waktu pelaksanaan, (2) Tindakan ; meliputi seluruh proses dengan pendampingan dan pembimbingan secara intensif dan maksimal dalam penyusunan perencanaan pembelajaran (RPP) melalui kegiatan supervisi akademik  kepada guru, (3) Observasi; dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan supervisi akademik , meliputi aktivitas guru dalam penyusunan RPP, pendalaman wawasan dan sebagainya, dan (4) Refleksi ; meliputi kegiatan analisis hasil supervisi akademik dan sekaligus menyusun rencana tindakan perbaikan pada kegiatan selanjutnya.

Kegiatan diawali dengan pembimbingan secara kelompok oleh  Kepala Sekolah dengan guru yang menjadi sasaran yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 September 2016.  Kegiatan ini diisi dengan penyampaian  informasi dan tujuan  kegiatan supervisi akademik untuk menyamakan persepsi dan pemahaman guru sasaran. Hadir semua guru yang menjadi sasaran pembimbingan, yaitu  Raliyansyah, S.Pd (Bahasa Indonesia ,kelas IX), Saeful Bahri, S.Pd (PKn, kelas VII dan VIII), Halimatus Sa,diyah,S.Pd (IPS, kelas VII,VIII,dan IX), dan Analisa, S.Pd (Bahasa Indonesia, kelas VII dan VIII) dan Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I (Pendidikan Agama Islam kelas VII-IX)). Guru  diberikan bahan berupa materi singkat tentang penyusunan RPP yang di dalamnya tercantum teori dan rambu-rambu terkait penyusunan tujuan pembelajaran, dan  selanjutnya diberikan tugas untuk menyusun ulang atau revisi terhadap RPP  yang  sudah ada dengan perubahan pada tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan alat evaluasi/tes. Dalam kesempatan ini,  penulis menyampaikan informasi  tentang konsep dasar dan teori mengenai penyusunan RPP, khususnya tujuan pembelajaran dengan menggunakan rumus ”ABCD” (Audien,Behavior,Condition, dan Degree).

Tahap berikutnya dilakukan pembimbingan secara individual terhadap guru sasaran yang diisi dengan diskusi, tanya jawab,dan tugas memperbaiki RPP oleh masing-masing guru. Setiap guru mendapatkan bimbingan sebanyak 2 (dua) kali dalam kegiatan pada siklusnya dan waktu pembimbingan disesuaikan dengan kesiapan dan hasil olah  RPP yang dikerjakan oleh guru setelah direvisi sesuai dengan bimbingan sebelumnya. Jadi, setiap guru akan berbeda jadwal pembimbingannya sesuai dengan tingkat kecepatannya dalam menyerahkan hasil RPP yang telah direvisinya.

Siklus I (pertama)

Kegiatan pembimbingan individual pada kegiatan siklus I (pertama ) ini dilaksanakan  dengan rincian sebagai berikut :

  1. Pada Rabu, 14 September 2016, melakukan pembimbingan individual terhadap Saeful Bahri, S.Pd. Dalam kesempatan ini saya memberikan arahan dan bimbingan tentang tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan alat evaluasi yang semuanya harus sinkron. Tidak lupa menyampaikan pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyusunan tujuan pembelajaran.
  2. Pada Rabu, 21 September 2016, saya melakukan pembimbingan satu per satu guru, yaitu Raliyansyah, S.Pd (Bahasa Indonesia ), dan Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I (PAI).  Setelah diberikan bimbingan yang antara lain menyampaikan hasil analisis RPP yang sudah dikumpul dan memberikan catatan koreksi dan perbaikan secara lisan dan tulisan, khususnya pada tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan alat evaluasi/tes, naskah RPP yang telah dikoreksi dan diberi saran perbaikan tersebut dikembalikan kepada masing-masing guru. Kemudian setiap guru diberi tugas lagi untuk memperbaiki naskah RPP tersebut selama 1 (satu) minggu.
  3. Pada Jumat, 23 September 2016, saya melaksanakan kegiatan pembimbingan individual kepada guru sasaran, yaitu Halimatus Sa,diyah, S.Pd (IPS) dan Analisa, S.Pd (Bahasa Indonesia). Setelah menyampaikan arahan dan catatan koraksi dan perbaikan naskah RPP, kepada masing-masing guru diberikan tugas lagi untuk memperbaiki naskah RPP tersebut sesuai arahan lisan dan tertulis, khususnya yang berkaitan dangan tujuan pembelajaran, materi, dan alat evaluasi/tes
  4. Pada Kamis, 29 September 2016, melakukan pembimbingan terhadap Raliyansyah, S.Pd (Bahasa Indonesia) dan Halimatus Sa,diyah, S.Pd (IPS). Materi pembimbingan terkait masalah penajaman dan pendalaman tentang penggunaan rumus ”ABCD” dalam perumusan tujuan pembelajaran, keterkaitan antara tujuan pembelajaran dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, dan perumusan alat evaluasi yang mengacu kepada tujuan pembelajaran. Disamping itu juga ditambahkan pentingnya penyusunan redaksi dan tata bahasa yang baik dalam menyusun tujuan pembalajaran dan alat evaluasi.
  5. Pada Jumat, 30 September 2016, melaksanakan kegiatan pembimbingan individual terhadap Saeful Bahri, S.Pd (PKn), yang materi pembimbingan antara lain masalah redaksional tujuan pembelajaran dan materi pelajaran yang sesuai kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  6. Pada Senin, 3 Oktober 2016, melaksanakan kegiatan pembimbingan individual terhadap guru sasaran, yaitu Analisa, S.Pd (Bahasa Indonesia), dengan memberikan arahan yang berkaiatan dengan perumusan tujuan pembelajaran, penyusunan materi pelajaran, dan perbaikan alat evaluasi. Selanjutnya meugaskan untuk memperbaiki beberapa hal yang belum sesuai ketentuan, khususnya dalam perumusan tujuan pembelajaran.
  7. Pada Sabtu, 15 Oktober 2016, melaksanakan kegiatan pembimbingan individual terhadap Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I (PAI) berkenaan dengan perbaikan redaksional tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan alat evaluasi.

Berdasarkan evaluasi dan hasil pengamatan terhadap RPP yang telah diserahkan oleh guru setelah mendapatkan pembimbingan secara individual pada siklus I (pertama) ini, maka diperoleh data hasil penilaian terhadap RPP guru tersebut sebagai berikut :

  1. Saeful Bahri, S.Pd, jumlah nilai 157,5, atau 52,2%
  2. Halimatus Sa,diyah, S.Pd , jumlah nilai 265, atau 88,3%
  3. Raliyansyah, S.Pd, jumlah nilai 247,5 , atau 82,5 %
  4. Analisa, S.Pd, jumlah nilai 202,5, atau 67,5%
  5. Ahmad Fuad Hasan,S.Pd.I, jumlah nilai 237.5, atau 79,2%

Berdasarkan hasil penilaian per individu, nilai keseluruhan 370,3 , dengan rata-rata 74,1%

 

 

Siklus II (kedua)

Pada siklus II (kedua) ini  diawali dengan pembimbingan secara intensif  terhadap  guru yang masih belum mampu menyusun perencanaan pembelajaran (RPP) sebagaimana yang diharapkan pada siklus I (pertama). Kegiatan pembimbingan secara individual pada siklus II (kedua) ini dilaksanakan  dengan rincian sebagai berikut :

  1. Rabu, 5 Oktober 2016, melakukan bimbingan dan mencermati hasil RPP yang telah direvisi oleh Raliyansyah, S.Pd. Ada beberapa catatan yang diberikan untuk perbaikan RPP berikutnya, yaitu terkait dengan model NHT yang tidak muncul dalam tujuan pembelajaran tetapi ada dalam metode pembelajaran ,dan buku refernsi guru yang tidak banyak serta tahun penerbitannya relatif lama.
  2. Kamis, 15 Desember 2016, melakukan bimbingan secara umum dengan semua guru sasaran terkait hasil refleksi dan evaluasi siklus I (pertama). Selanjutnya juga dibahas hal-hal nonteknis terkait jadwal pembimbingan individual pada siklus II (kedua) yang perlu menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada, seperti jadwal ulangan umum, adanya guru sasaran yang melaksanakan umroh, dan libur semester 1.
  3. Sabtu, 17 Desember 2016, melaksanakan pembimbingan individual terhadap Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I. Pembimbingan difokuskan pada masalah redaksi/penulisan soal yang baik dan benar sesuai kaidah Bahasa Indonesia dan penulisan soal yang baik.
  4. Rabu, 21 Desember 2016, melaksanakan pembimbingan individual terhadap Halimatus Sa,diyah, S.Pd. Pembimbingan ini difokuskan pada alat penilaian, terutama masalah redaksi /penulisan soal sesuai dengan penulisan soal yang baik berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Kamis, 22 Desember 2016, melaksanakan pembimbingan individual terhadap Analisa, S.Pd. Pembimbingan terkait dengan tujuan pembelajaran yang perlu perbaikan dari sisi penulisan/redaksionalnya.
  6. Senin, 16 Januari 2017, melaksanakan pembimbingan individual terhadap Saeful Bahri, S.Pd. Pembimbingan terkait dengan tujuan pembelajaran dan alat penilaian/ soal.

Pada akhir siklus II (kedua) ini hasil supervisi akademik dengan melakukan pendampingan dan pembimbingan secara lebih intensif kepada Saeful Bahri,S.Pd dan Analisa, S.Pd  karena   siklus I (pertama) masih belum  menunjukkan peningkatan kemampuan dalam penyusunan perencanaan mengajar (RPP) sesuai dengan  harapan dari penelitian ini. Pembimbingan terhadap  Saeful Bahri, S.Pd pada masalah alat evaluasi, sedangkan terhadap Analisa, S.Pd penekanannya pada masalah tujuan pembelajaran. Kemampuan guru yang menunjukkan peningkatan sesuai tujuan kegiatan pembimbingan  ini  pada Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I , Raliyansyah, S.Pd, dan Halimatus Sa,diyah, S.Pd.

Hasil penilaian terhadap RPP guru siklus II  sebagai berikut :

  1. Saeful Bahri, S.Pd, jumlah nilai 285, atau 95 %
  2. Halimatus Sa,diyah, S.Pd , jumlah nilai 290, atau 96,7%
  3. Raliyansyah, S.Pd, jumlah nilai 295, atau 98,3 %
  4. Analisa, S.Pd, jumlah nilai 285, atau 95 %
  5. Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I, jumlah nilai 295, atau 98,3 %

Berdasarkan hasil penilaian per individu, nilai keseluruhan 483,3 , dengan rata-rata 96,7 %

 

  1. B. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan pengamatan penulis selaku Kepala Sekolah selama sekitar 2 tahun menjabat di SMPN 4 Pelaihari, bahwa dapat dikatakan hampir 100% dari 10 (sepuluh) guru yang ada,  RPP mereka copypaste dari hasil kerja orang lain. Perubahan RPP yang copypaste tersebut hanya pada bagian identitas sekolah, tempat dan waktu, serta nama kepala sekolah saja, sedangkan isi yang lainnya nyaris tidak ada perubahan. Kemudian, menurut sebuah hasil PTS Akhmida Helmiyati, S.Pd Kepala SDN Pasirmuncang UPK Purwekerto Barat,pada tahun pelajaran 2014-2015,  bahwa hasil penelitian membuktikan kemampuan guru dalam menyusun RPP pra siklus ke siklus 1, dan siklus  2 mengalami peningkatan dari 48 %, 70.25% sampai 87,5% (www.infopasti.net/peningkatan-kemampuan-guru-dalam-menyusun-rencana-pelaksanaan-pembelajaran-rpp-melalui-supervisi-akademik-di-sdn-pasirmuncang/)

Setelah dilakukan pembimbingan melalui pendekatan supervisi akademik kepada guru yang menjadi sasaran kegiatan penelitian tindakan ini yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus dilaksanakan   dengan  2 (dua) kali pertemuan . Ada 1 (satu) pertemuan pendahuluan.  Pembimbingan dilaksanakan dalam 2 (dua) bentuk, yaitu pembimbingan secara kelompok dan secara individual. Pembimbingan secara kelompok ini dilakukan untuk penyampaian materi umum dan evaluasi, sedangkan pembimbingan secara individual lebih fokus kepada hal-hal yang bersifat teknis dan pemahaman yang lebih mendalam.   Hal tersebut seiring dengan pendapat Sahertian (dalam Muhsin-Albantani, http://muchsinal-mancaki.blogspot.co.id/2012/01/teknik-teknik-supervisi.html)  teknik supervisi dapat dibagi atas dua bentuk yaitu: 1) teknik yang bersifat indivdual dan 2) teknik yang bersifat kelompok. Teknik Individual adalah teknik yang dilaksanaan oleh seorang guru oleh dirinya sendiri, sedangkan kelompok adalah dilakukan oleh beberapa orang atau bersama.

Teknis pembimbingan kepada guru secara individual dilaksanakan dengan  pola sebagai berikut :

  1. Guru menyerahkan salah satu RPP yang telah dibuat dan akan dipakai dalam pembelajaran di kelas kepada kepala sekolah selaku  pembimbing.
  2. Kepala sekolah mencermati dan meneliti RPP yang telah diserahkan guru tersebut.
  3. Kepala sekolah memanggil guru satu per satu dan memberikan masukan perbaikan terhadap RPP yang telah diteliti tersebut, baik secara tertulis maupun lisan.
  4. Guru memperbaiki  RPP yang telah diberikan arahan perbaikan, dan kemudian menyerahkan kembali RPP hasil perbaikan tersebut.

Demikian seterusnya, sampai RPP yang dibuat oleh guru tersebut telah dianggap sesuai dengan yang diharapkan, yaitu guru mampu merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun materi, dan membuat  alat evaluasi /penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian pada siklus I (pertama) rata-rata kemampuan guru 74,1% dengan predikat baik. Pada siklus I (pertama) ini ada beberapa guru yang telah menunjukkan kemampuan rata-rata yang baik, yaitu Halimatus Sa,diyah, S.Pd (88,3), Raliyansyah, S.Pd (82,5), dan Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I (79,2). Namun demikian, masih ada guru yang belum baik kemampuannya, yaitu Saeful Bahri, S.Pd (52,5) dan Analisa , S.Pd (67,5).  Kelemahan yang perlu diperbaiki pada Saeful Bahri, S.Pd ada pada masalah pembuatan alat evaluasi/penilaian, sedangkan pada Analisa, S.Pd terdapat pada masalah perumusan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran. Oleh sebab itu, kedua guru  tersebut pada siklus II (kedua) diberikan pembimbingan yang lebih intensif agar dapat mencapai kemampuan yang sama dengan rekan guru lainnya.

Kegiatan pembimbingan  secara intensif kepada guru yang belum memenuhi harapan pada siklus I (pertama), yaitu Saeful Bahri, S.Pd (52,5) dan Analisa , S.Pd (67,5) dilaksanakan sebagai berikut :

  1. Saeful Bahri, S.Pd

Kegiatan pembimbingan terhadap  Saeful Bahri, S.Pd dilaksanakan pada Kamis, tanggal 15 Desember 2016 dan Senin, tanggal 16 Januari 2017. Kepada guru tersebut  dilakukan pembimbingan tentang pembuatan alat evaluasi atau soal yang terkait dengan tujuan dan materi pelajaran. Selain arahan secara teori  yang terkait dengan alat evaluasi, juga diberikan contoh dan praktik membuat alat evaluasi atau soal yang mengacu pada tujuan pembelajaran. Dalam pembimbingan ini juga ditunjukkan contoh alat evaluasi atau soal dan lembar jawaban yang dibuat oleh peneliti selaku guru PKn  dalam melaksanakan tugas mengajar selama ini. Dengan demikian, diharapkan guru tersebut mampu membuat alat evaluasi/soal yang baik dan mengacu kepada tujuan dan materi pelajaran yang telah disusunnya.

  1. Analisa, S.Pd.

Pembimbingan intensif kepada Analisa, S.Pd dilaksanakan pada Kamis, 15 Desember 2016 dan Kamis, 22 Desember 2016.  Materi pembimbingan difokuskan pada bagaimana menyusun tujuan dan materi pelajaran yang baik. Kepada guru tersebut diberikan bimbingan dan arahan secara teori atau konsep tentang penyusunan tujuan pembelajaran yang harus mengikuti rumus ’ABCD’ sebagaimana yang telah diberikan materinya pada pertemuan awal dalam kegiatan kelompok. Demikian pula diberikan bimbingan tentang penyusunan materi pelajaran yang mengacu pada tujuan pembelajaran.

Kegiatan pembimbingan kepada guru sasaran lainnya, yaitu Raliyansyah, S.Pd, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI),  dan Halimatus Sa,diyah, S.Pd, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) , tetap dilaksanakan dengan melihat pada hasil RPP yang dikumpul setiap pertemuannya. Pembimbingan dilaksanakan dalam bentuk dialog dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru secara lebih mendalam terhadap perumusan dan penyusunan tujuan pelajaran, materi pelajaran, dan alat evaluasi sehingga kemampuan mereka lebih baik lagi.

Pada siklus II (kedua) kemampuan guru yang menjadi sasaran pembimbingan telah dapat  mencapai rata-rata 96,7%. Hal ini menunjukkan suatu peningkatan kemampuan yang signifikan dalam menyusun  RPP.  Dari 5 (lima) guru sasaran  menunjukkan tingkat kemampuan menyusun RPP yang peningkatan kemampuan yang signifikan, khususnya pada siklus II, yaitu Raliyansyah, S.Pd, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, kelas IX (98,3), Ahmad Fuad Hasan, S.Pd.I, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas VII  (98,3);  dan Halimatus Sa,diyah, S.Pd, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII (96,7).

Berdasarkan paparan  di atas, dapat digambarkan bahwa  pada siklus I (pertama)  masih ada guru yang belum menunjukkan kemampuannya yang baik dalam menyusun RPP. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah nilai dan prosentase rata-rata yang berada di bawah rata-rata kelompok serta belum mencapai indikator keberhasilan penelitian ini, yaitu Saeful Bahri, S.Pd (52,5), dan Analisa, S.Pd (67,5).  Demikian pula dengan   nilai rata-rata keseluruhan, yaitu 74,1%. Nilai rata –rata keseluruhan tersebut menunjukkan bahwa pada siklus I (pertama) ini belum mencapai harapan sesuai dengan harapan, yaitu minimal 80 %.

            Selanjutnya,  pada siklus II (kedua) dilakukan pembimbingan secara lebih mendalam dan terfokus kepada guru yang masih belum menunjukkan kemampuannya berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian terhadap RPP yang disusunnya, yaitu Seaful Bahri, S.Pd  dan Analisa, S.Pd. Kepala sekolah selaku pembimbing memberikan bimbingan dan arahan yang lebih mendalam dan terfokus kepada kedua guru tersebut  sesuai dengan kelemahan yang ditemui dalam RPP mereka pada siklus I (pertama).  Perbaikan pemahaman dan kemampuan menyusun RPP, khususnya menyusun tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan alat evaluasi atau soal, tergambar pada hasil pengamatan dan penilaian terhadap RPP yang mereka buat dan dicermati secara seksama.  Hasilnya nampak pada jumlah keseluruhan dan  prosentase individu dan juga kelompok pada siklus II (kedua), yaitu rata-rata 96,7  dengan klasifikasi A.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan dan keterampilan guru menyusun perencanaan pembelajaran (RPP) melalui supervisi akademik dengan pola pendampingan dan pembimbangan yang intensif berhasil mencapai harapan sesuai dengan tujuan pembimbingan ini.  Secara kualitatif,  kemampuan tersebut dapat dilihat dari 3 (tiga) sisi sesuai dengan tujuan dan indikator penelitian ini, yaitu

  1. Kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran yang relatif lebih banyak pada setiap pertemuannya dengan menerapkan rumus ”ABCD” (Audien-Behavior-Conditing-Degre) dengan baik dalam setiap rumusan tujuan pembelajaran yang dibuat.
  2. Kemampuan menyusun materi pelajaran yang mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
  3. Kemampuan menyusun alat evaluasi/ penilaian yang mengacu dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

Secara umum dapat dikatakan bahwa hasil pembimbingan dengan pendekatan supervisi akademik ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan sekaligus keterampilan guru  dalam menyusun RPP yang baik. Hal yang lebih penting dan utama lagi, bahwa pembuatan RPP oleh guru tidak lagi bersifat copypaste, tetapi sudah mendekati atau mengarah kepada RPP  hasil karya sendiri yang mengacu pada kondisi dan situasi sekolah sendiri serta sesuai ketentuan yang berlaku.

 

 

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

 

  1. Simpulan

Dengan memperhatikan hasil kegiatan  sebagaimana tergambar pada pembahasan bab  di atas, maka dapat  disimpulkan  sebagai berikut :

  1. Kemampuan yang telah dicapai oleh guru dengan pembimbingan kepala sekolah melalui pendekatan supervisi akademik tergambar pada kemampuan guru merumuskan tujuan pembelajaran dengan menerapkan rumus ”ABCD” (Audien-Behavior-Conditing-Degre) dengan baik dalam setiap rumusan tujuan pembelajaran yang dibuat, kemampuan menyusun materi pelajaran, dan pembuatan alat evaluasi yang mengacu pada tujuan pembelajaran.
  2. Dengan pembimbingan secara individu dan kelompok melalui supervisi akademik oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru membuat RPP yang baik serta  merupakan hasil pengembangan sendiri, bukan lagi sepenuhnya copypaste  RPP dari pihak lain, serta berdasarkan kondisi dan situasi sekolah sendiri serta ketentuan yang berlaku.

 

  1. Saran -saran

Dari kesimpulan di atas, maka disarankan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kepada semua guru hendaknya menyusun sendiri RPP yang sesuai dengan kaidah atau ketentuan yang berlaku sehingga akan lebih profesional.
  2. Kemampuan menyusun RPP oleh guru akan lebih efektif apabila kepala sekolah mampu melaksanakan pembimbingan terhadap gurunya melalui pendekatan supervisi akademik .

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Albantani, Muhsin.2012. Tehnik-Tehnik Supervisi. http://muchsinal-mancaki.blogspot.co.id/2012/01/teknik-teknik-supervisi.html, diunduh 24 April 2017.

Fazan. 2016. Pengertian Pembelajaran dan Pengajaran

http://fazan.web.id/pengertian-pembelajaran-dan-pengajaran.html, diunduh 24 April 2017.

Helmiyati, Akhmida.2016. PTS SD Menyusun RPP Melalui Supervisi Akademik.http://www.infopasti.net/peningkatan-kemampuan-guru-dalam-menyusun-rencana-pelaksanaan-pembelajaran-rpp-melalui-supervisi-akademik-di-sdn-2-pasirmuncang/

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Stándar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

Views All Time
Views All Time
776
Views Today
Views Today
1
Previous articlePEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN DENGAN MODEL PERMAINAN INOVASI
Next articleIkatan Guru Indonesia, Organisasi Guru yang Mengerti Keinginan Guru
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY