MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONAL GURU

0
78

Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Adapun kompetensi yang harus dimiliki seorang guru meliputi kompetensi pedagogik ,kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

Kompetensi pedagogik mencakup bagaimana guru mampu memahami karakteristik peserta didik dari berbagai aspek, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual; memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik;memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik;menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik;mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran; merancang pembelajaran yang mendidik; melaksanakan pembelajaran yang mendidik; memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan  belajar dalam konteks kebhinekaan budaya; dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.

 

Kompetensi profesional  seorang guru adalah  kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi. Guru diharapkan menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya;  menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi; mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi; menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran; dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui evaluasi dan penelitian.

 

Dalam Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015  dilakukan pengujian terhadap dua kompetensi guru di atas, yaitu kompetensi pedagogik dan profesional. Hasil UKG terhadap dua kompetensi itulah maka diperoleh data kompetensi guru secara nasional, dan kemudian dilaksanakan kegiatan program Guru Pembelajar (GP) sebagai tindak lanjut UGK untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Jenis dan model pelatihan Guru Pembelajar menggunakan tiga metode, yaitu : (1) Tatap Muka (TM) ; (2) Full Daring atau online penuh; dan (3) Campuran atau kombinasi antara tatap muka dan online (blended).

 

Secara nasional dilaksanakan kegiatan program Guru Pembelajar (GP)  yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  berdasarkan hasil UKG 2015. Namun, program Guru pembelajar ini belum menyentuh semua guru karena kendala geografis, SDM, dan tentunya juga dana. Program Guru Pembelajar pada tahun 2016 terbatas jumlah peserta dan mata pelajarannya sehingga masih banyak guru yang belum dapat mengikuti program tersebut.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, perlu diperhatikan bahwa pembinaan guru memerlukan sinergi dan kerjasama semua pihak, terutama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah yang memiliki guru. Selama ini program peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru belum menyentuh seluruh guru karena terkendala dana,sarana prasarana, letak geografis, dan kendala teknis serta nonteknis lainnya.

 

 

 

 

Peningkatan kompetensi dan profesionalisme secara teknis dapat dilakukan dengan meningkatkan atau mengambangkan  mutu profesionalisme guru secara pribadi/individu (Individual Guided Staff Development ). Kegiatan ini mencakup antara lain dengan mendorong dan menfasilitasi guru mengikuti program Guru Pembelajar (GP); mendorong dan mendukung  guru dalam melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) , seminar ,dan pengembangan profesi lainnya; mendorong dan mendukung guru mengikuti  berbagai kegiatan lomba guru, baik di tingkat kabupaten,provinsi, dan nasional, seperti lomba inovasi pembelajaran, lomba ilmiah guru; mendorong dan meningkatkan motivasi guru untuk mengikuti lomba guru, kepsek, dan pengawas berprestasi nasional;  dan peningkatan kompetensi akademik guru, khususnya yang belum memenuhi jenjang S.1 (program kualifikasi pendidik).

Selanjutnya , peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru dilakukan secara kelompok atau bersama melalui wadah atau  komunitas profesi guru yang bersifat formal maupun nonformal, seperti KKG (kelompok kerja guru ) bagi guru SD sederajat  dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran ) bagi guru SMP sederajat. Kegiatan yang dapat dilakukan melalui wadah atau komunitas profesi guru tersebut diantaranya melaui kegiatan seminar /simposium masalah media ,alat peraga, dan metode pembelajaran; workshop untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi pembelajaran, peningkatan kompetensi maupun pengembangan karirnya. Workshop juga dapat dilakukan misalnya dalam kegiatan menyusun kisi-kisi soal , analisis kurikulum, pengembangan silabus, penulisan RPP, dan sebagainya.

Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru juga dapat dilakukan melalui kegiatan penelitian guru dalam bentuk penelitian tindakan kelas, penelitian eksperimen ataupun jenis yang lain dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran; pembuatan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dibuat guru dapat berbentuk alat peraga, alat praktikum sederhana, maupun bahan ajar elektronik (animasi pembelajaran).

Keberadaan guru yang profesional menjadi bagian yang terpenting dan strategis bagi masa depan bangsa ini. Tidak berlebihan kiranya bahwa sosok guru yang menjadi idaman dan tumpuan harapan bangsa ini adalah guru yang berjiwa pendidik sejati dengan mengedapankan idealisme dalam kehidupan kepribadiannya  dan  sikap profesional dalam melaksanakan tugasnya serta  berkerpibadian sederhana dalam sikap,perilaku, dan perbuatannya.

 

Views All Time
Views All Time
170
Views Today
Views Today
1
Previous articleMENGUATKAN KOMUNIKASI, MENYATUKAN PERSEPSI
Next articlePENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PERSIMPANGAN
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY