Menulis Cerpen Bermodal Majalah Bekas

0
52

Pada saat pertama kalinya bertugas dan masuk mengajar sebagai wali kelas enam, saya sempat pesimis terhadap kemampuan anak-anak. Dimana meskipun sudah kelas 6 mereka masih belum lancar membaca apalagi memahami isi dari suatu bacaan.

Pernah suatu ketika saya memberikan tes membaca pada anak-anak namun bukan tes yang terjadi, saya malah memperbaiki dan mengajarkan cara yang membaca yang benar. Banyak kesalahan-kesalahan pengucapan maupun kesulitan mengucapkan suatu kata dari teks yang mereka baca. Saya pun dengan sabar menuntun mereka menyelesaikan membaca satu paragraf.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut apalagi mereka sudah kelas 6 yang akan menghadapi ujian sekolah dan setelah itu mereka akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu smp. Pada saat itu saya berfikir harus ada bahan bacaan yang disukai oleh anak-anak, yang mana untuk lancar membaca mereka harus lebih dulu jatuh cinta kepada buku. Sedangkan di sekolah ini mereka hanya ada buku paket yang menurut saya sebagai guru saja kurang menarik untuk dibaca.

Akhirnya pada saat itu saya berinisiatif untuk memesan majalah bekas yaitu majalah Bobo yang kondisinya masih layak untuk dibaca. Harga majalah bobo baru untuk di luar pulau jawa sekitar Rp11.000 namun di daerah seperti ini tidak mungkin bisa didapatkan walaupun masih baru, sehingga saya memutuskan membeli yang bekas. Harga majalah bekas bisa didapatkan dengan harga hanya Rp 3.000 saja dengan kondisi yang sangat masih layak untuk dibaca.

Karena di sini tidak ada yang menjual majalah bekas saya pun harus pesan di toko online yang ada di luar pulau kalimantan. Sekitar seminggu dari pemesanan paket majalah Bobo pun sampai di kota sintang. Dan karena saya bertugas di sekolah dasar yang letaknya di pedalaman kabupaten sintang, saya pun harus mengambilnya ke kota yang jaraknya sekitar 4 jam perjalanan.

Setelah saya cek alhamdulillah kondisinya masih sangat bagus bahkan masih seperti baru, saya pun tidak sabar untuk menghadiahkan kepada anak-anak agar mereka semangat untuk membaca. Ketika mereka semangat untuk membaca maka mereka akan mencintai buku dan dan sudah pasti mampu untuk membaca dengan lancar bahkan mampu menghasilkan tulisan pun bukan hal yang mustahil.

Di luar dugaan, setelah tiga bulan program membaca majalah bekas ini dilaksanakan, hari ini saya mencoba mereka untuk menuliskan sebuah cerpen yang berisi pengalaman mereka yang mengesankan dan tidak terlupakan.

Sungguh tidak disangka mereka yang dulu membaca saja susah apalagi untuk memahami isi bacaan hari ini mereka dapat menuliskan cerita pendek dengan sangat cepat. Bahkan dua halaman pun dapat mereka tulis hanya dalam waktu 30 menit.

Alhamdulillah, setelah saya baca hasil tulisan mereka walaupun dengan tulisan yang acak-acakan namun isi yang terkandung sangat bagus dan layak untuk dibukukan.

Insyaallah dalam waktu dekat setelah selesai proses revisi, hasil karya mereka akan dijadikan sebuah buku. Buku hasil karya anak-anak di pedalaman pulau kalimantan yang jauh dari segala  fasilitas dan akses informasi.

Buku ini akan menjadi bukti keberhasilan program literasi di sekolah walaupun dengan berbagai keterbatasan namun jika dilaksanakan dengan serius maka akan membuahkan hasil yang luar biasa dan tentu saja menghasilkan karya yang sangat membanggakan.

Nurlyanto, S.Pd., Gr
Guru SDN 4 Sungai Mali
Kecamatan Ketungau Hilir
Kabupaten Sintang

Ditulis dengan metode Menemu Baling (Menulis Dengan Mulut dan Membaca Dengan Telinga)

Views All Time
Views All Time
127
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY