MENULIS dan BUDAYA DAERAH

0
8

Banjarmasin Post, sebuah koran lokal yang terbit dan terkemuka di Kalimantan Selatan, memberikan kesempatan kepada pembacanya untuk menanggapi sesuatu masalah yang lagi hangat dibicarakan atau jadi tranding topik melalui kolom “Kata Mereka” yang dapat diakses melalui akun facebook B.Post Online. Dengan mengikuti atau mengakses akun sosial media tersebut, maka setiap orang yang dapat menyampaikan pendapatnya sesuai dengan tema atau topik bahasan yang sudah ditentukan.

Penulis selaku pembaca setia koran tersebut, hampir setiap hari mengikuti dan menanggapi dengan memberikan pendapat sesuai dengan tema atau topik yang diarahkan oleh redaksi.  Namun, bedanya dengan orang lain yang dalam menanggapi, penulis menggunakan kata atau bahasa Banjar, maklum penulis sebagai urang Banjar berkewajiban  untuk semampunya menjaga dan memilihara bahasa Banjar  sebagai bahasa daerah yang patut dilestarikan, khususnya dalam bahasa tulis.

Ternyata, menggunakan bahasa Banjar dalam bentuk bahasa tulis lebih sulit dari pada menggunakannya dalam bahasa lisan sehari-haru.  Kesulitannya terletak pada mencocokkan atau mencari padanan kata yang sesuai antara bahasa Indonesia dengan bahasa Banjar itu sendiri. Kalau menulis bahasa Indonesia dapat lebih mudah, karena sudah ada kata baku dan mudah mencarinya dalam kosa kata yang ada, sedangkan kosa kata dan redaksi kata bahasa Banjar masih perlu disesuaikan padanannya dengan bahasa Indonesia sehingga dapat sesuai dengan yang dimaksud.

Bagi koran Banjarmasin Post, sebagai koran lokal namunberwawasan global, sudah sejak lama mengangkat dan mengembangkan bahasa Banjar melalui kolom “Si Palui” , yaitu cerita atau kisah yang lucu yang dikemas dalam bahasa Banjar dengan tokoh imajinatifnya yang bernama “Palui”.  Terinspirasi dari  kisah atau cerita “Si Palui” tersebut , penulis mencoba menggunakan bahasa Banjar dalam menanggapi dan mengisi kolom “Kata Merekafacebook B.Post Online koran Banjarmasin Post

Melalui kolom “Kata Mereka” di media massa cetak atau koran Banjarmasin Post, penulis belajar menggunakan dan menulis bahasa Banjar saat menanggapi  tema atau topik pada akun facebook B.Post Online  yang terbit setiap hari. Kehadiran tema atau topik pada akun facebook B.Post Online  biasanya sudah dapat diakses pada sore setiap harinya, yaitu sekitar pukul 17.00 WIT.  Dengan menggunakan bahasa Banjar dalam bentuk bahasa tulis ini diharapkan dapat ikut membantu memelihara dan mengambangkan bahasa Banjar sebagai bagian dari budaya bangsa tercinta ini.

Setiap orang dapat memberikan perannya dalam memelihara dan mengembangkan budaya daerahnya masing-masing, sesuai dengan kemampuan dan keahliannya yang dimilikinya. Bagi kita yang hobby, senang, dan mampu menulis, maka tidak salahnya kita membantu dan berpartisipasi memelihara dan mengembangkan budaya daerah melalui kemampuan menulis tersebut.  Melalui tulisan yang kita buat tersebut diharapkan banyak orang yang mengetahui dan menghargai budaya daerah kita sebagai salah satu bagian dari budaya Nusantara yang sangat beragam tersebut. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan  lagi. Budaya daerah adalah budaya bangsa dan negaraku.

 

#####

 

 

Views All Time
Views All Time
35
Views Today
Views Today
1
Previous articleMENULIS dan IBADAH PUASA RAMADHAN
Next articleKEGIATAN BIMBINGAN PENULISAN SOAL dengan MODEL BmW
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY