MENULIS DEMI KEMAJUAN PERADABAN

0
26

Menulis merupakan salah satu keterampilam berbahasa  yang memiliki peran yang sangat signifikan dalam kehidupan ini. Terutama berkenaan dengan perkembanagan ilmu pengetahuan dan kemajuan sebuah peradaban sebuah bangsa. Mengingat begitu esensinya, maka kegiatan tulis-menulis perlu di rangsang, ditumbuhkembangkan dan digalakkan  secara masif kesemua orang mulai sejak usia dini.

Rupanya momentum semacam ini disadari betul  oleh kelompok IGI dan Media Guru. Hal ini dapat dilihat dari melubernya kegiatan workshop kepenulisan yang digagasnya, yang hampir menjangkiti seluruh wilayah NKRI tercinta. Bahkan dari kegiatan ini, telah melahirkan banyak sekali penulis, baik yang bersifat arikel ilmiah populer yang diunggah lewat blog ini, surat kabar dan juga dalam bentuk buku. Tentu saja fenomena sangat fantastis bagi perkembangan keilmuan dan kemajuan pendidikan di negeri ini.

Bahkan virus literasi, khususnya dalam hal kepenulisan. Program ini tidak hanya menyasar ke ranah pendidik – guru dan dosen, tetapi juga sudah merambah dikalangan siswa. Di kalangan guru digulirkan program Sagusabu dan juga Sagusablo. Sedangkan untuk siswa digulirkan melalui program Sasisabu. Dan bahkan keseriusan ini dibuktikan dengan digelarnya pelatihan serta penyeleksian Tutor Nasional Sasisabu yang digelar di kota Batu Malang pada tanggal 27 – 29 Desember 2018 yang lalu, dengan jumlah peserta 50 orang.

Gebrakan dan sekaligus langkah besar yang dimotori IGI dan Media Guru ini telah melahirkan banyak penulis dan juga telah menelorkan banyak karya tulis yang terdokumentasikan lewat buku, baik itu fiksi maupun non fiksi. Yang pasti dengan lahirnya berbagai karya tulis dari para guru/dosen tersebut, semua pemikiran dan ide-ide cemerlang yang telah dicapainya bisa diwariskan kepada generasi penerusnya secara baik. Dengan demikian, laju pergerakan kemajuan peradaban bangsa yang berbasis pada literasi akan terbangun secara apik.

Hal ini sangat berbeda, bila para guru dan dosen tidak mau mengabadikan pemikirannya lewat karya tulis. Tentu seluruh pemikirannya yang perlu diserap generasi penerus akan hilang begitu saja dan akan mengakibatkan sebuah keterputusan yang sangat merugikan perkemnabangan ilmu pengetahuan dan peradaban itu sendiri.

Untuk itu marilah semua untuk sudi menuangkan ide dan gagasanya kedalam bentuk tulisan. Selain itu, dengan karya tulis tersebut nama kita sebagai penulis akan terabadikan dalam sejarah peradaban, bahkan akan tetap berkontribusi terhadap pembentukan pola pikir anak-cucu kita kelak.

 

 

 

Views All Time
Views All Time
51
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY