MENULIS ITU ASYIK

0
15

Gerakan literasi di negeri Seribu Parit semakin menggema bahkan menggeliat, tidak hanya dengan kanal Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) ataupun Gerakan Literasi Sekolah (GELIS) saja yang bergerak namun mellaui berbagai komunitas maupun orgabisasi yang ada di Kab. Indragiri Hilir kerjasama pun terbangun.

Dibuktikan dengan kegiatan “MENULIS ITU ASYIK” yang dimotori oleh kerjasama PGRI, IGI, PERADI, dll. Menjadi langkah awal terbangun kerjasama untuk semakin memperkuat gerakan literasi yang ada di Kab. Indragiri Hilir. Peserta yang hadir lebih kurang 45an dari berbagai utusan sekolah baik SMP, SMK, PT, bahkan komunitas pun ikut mengambil bagian seperti Volunter TBM HAMFARA LIBRARY.

Kegiatan menulis yang menghadirkan empat nara sumber Ridhoul Wahidi selaku Dekan FIAI UNISI, Titin Triana, SH., MH selaku penggerak Lawter Masuk Sekolah/PGRI/PERADI, Guslaini, S.Si., M.Pd selaku Pengurus Pusat IGI/KPLS Inhil, serta PI Arfan, SH jurnalis Posmetro Indragiri. Acara dibuka secara resmi oleh Kepsek SMA PGRI.

Semangat peserta begitu antusias ketika pasca nara sumber menyampailan materi, peryanyaan demi pertanyaan pun tersampaikan. Bahkan salah satu peserta Zulkifli dari Sekolah Agama Sabilal Muhtadin yang sudah berani menulis sampai 100 halaman dengan tulisan tangan mengangkat tentang sejarah bagaimana “Kehidupan Suku Duano”. Ketika saya menanyakan alasan kenapa menulis kepada Zulkifli. Jujur sayabtidak menyangka jawabannya sangat luar biasa. Bukan saja ingin mengaktualisasikan diri namun bagaimana juga mengangkat martabat Suku Duona dari tulisan yang dibuatnya. Tema sejarah yang diangkat menggambarkan bahwa anak tersebut tidak hanya memiliki semangat dan motivasi yang tinggi akan tetapi adanya kepeduliaan terhadap sukunya sendiri. Hebatnya lagi ia menuliskan semua dengan tulisan tangan bukan diketik karena keterbatasan ekonominya juga sama sekali ia tidak memiliki apa yang dimiliki oleh teman-temannya.

Potensinya terlihat jelas semoga ini bisa menjadi perhatian bagi semua pihak baik penggerak literasi di Kab. Indragiri Hilir bidang Literasi Laila Suryani, Wirdayane Tanjung, Yarni N untuk bersama-sama kita bisa mengarahkan dan membimbingnya sampai tulisannya selesai dalam bentuk buku. Perhatian yang penuh juga kita harapkan kepada Balai Bahasa Provinsi Riau untuk bisa mengapresiasi atas tulisan yang mengangkat tema kearifan lokal suku laut yang dituliskan siswa tersebut.

Berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh peserta yang semuanya ikut ambil bagian dari kegiatan ini benar-benar tercipta suasana yang tidak biasa karena tanpa ragu-ragu dan malu-malu mereka bertanya mulai dari perbendaharaan kata, mengatasi kebosanan dalam menulis, bagaimana memunculkan ide ketika berhenti disaat mandeg, bagaimana kalau hobi baca namun belum bisa untuk menuliskan, hak cipta sebuah karya bagaimana dan masih banyak pertanyaan yang terkait dengan menulis. Pertanyaan untuk menjadi seorang jurnalis dan seluk beluk dunia jurnalis pun diungkap habis oleh nara sumber Posmetro Indragiri.

Pasca kegiatan ini akhirnya kita mencoba memfollowup untuk membimbing peserta supaya tetap semangat berkarya dalam bimbingan offline/online.

Harapan dari kegiatan ini akan lahir para penulis cilik dari masing-masing sekolah dan hidupnya majalah sekolah yang sudah mereka bangun bersama.

Salam literasi

Views All Time
Views All Time
78
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY