MERAJUT ACARA PERPISAHAN YANG BERMAKNA

0
777

Acara perpisahan sudah menjadi salah satu budaya di sekolah. Mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), sekolah di negeri ini selalu mengadakan acara perpisahan. Jika kita amati, sebagian besar sekolah tersebut, mengisi acara perpisahan untuk siswanya dengan hiasan panggung yang gemerlap, menyewa gedung yang mahal, atau dengan istilah yang modern yaitu Gathering Together dan sebagainya. Setelah itu, penampilan siswapun diadakan, dan mereka yang memiliki bakat dalam menyanyi, menari maupun pidato semua bisa tampil di ajang tersebut. Bahkan, sebagian besar siswa-siswa di SMA dan SMP tersebut kadang merayakan hari perpisahannya dengan corat-coret baju, berkonvoi ria di jalan raya, yang mengakibatkan para pengendara sangat terganggu dengan ulah mereka.
Demikianlah fenomena yang sering kita jumpai. Apakah dengan acara perpisahan tersebut sebagai wujud rasa syukur mereka, karena telah berhasil menyelesaikan berbagai ujian di sekolah, sehingga kegembiraan mereka belum mencerminkan generasi yang berakhlakakul karimah. Dimana sebenarnya peran sekolah, sebagai pendidik generasi muda, membentengi anak-anak kita dari perbuatan yang kurang terpuji tersebut. Bahkan, tingkah laku yang mereka perlihatkan, belum menggambarkan kualitas akhlak anak muda yang berbudi pekerti. Sungguh sangat disayangkan, bila hal ini dibiarkan berlarut-larut. Generasi muda akan kehilangan kontrol, jika tidak segera kita arahkah dengan baik.
Dengan kegembiraan yang tampak dari ekspresi anak-anak muda kita ketika merayakan perpisahannya, apakah mereka mampu menemukan makna dari kegiatan tersebut? Apakah moment tersebut bisa mereka jadikan pelajaran kelak mereka telah meninggalkan sekolahnya, atau justru sebaliknya?. Apakah kegiatan yang seperti ini yang memberi kesan mendalam bagi mereka? Apa manfaatnya bagi kehidupan nyata mereka? Tidak ada. Justru hal itu tersebut membawa kerugian bagi orang lain maupun lingkungan sekitarnya, bahkan bagi dirinya sendiri. Banyak masyarakat yang terganggu dengan aksi mereka, bahkan merasa tidak nyaman dengan kelakuan anak-anak muda yang seperti itu. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan. Betapa berat beban orang tua yang harus rela merogoh kocek agar kegiatan tersebut terlaksana demi sang buah hati. Sungguh, sangat disayangkan. Mari ikuti lanjutan pembahasan artikel ini pada bagian selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Views All Time
Views All Time
1133
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY