MESIN SCANNER DAN PENGGUNAANNYA

0
1408

MATERI PEMBELAJARAN V

SMK Kelas X Jurusan : Multimedia, RPL, TKJ  (C2)

A. Pengertian :

Adalah suatu alat elektronik untuk memindai dokumen baik berupa kertas maupun barang untuk disimpan, hasilnya pada memory komputer sebagai data digital. Scanner memiliki fungsi mirip dengan mesin fotocopy. Yang dihasilkan mesin fotocopy adalah kertas, sedangkan scanner hasilnya disimpan di memory komputer atau ditampilkan pada layar monitor komputer untuk memudahkan diolah kembali. Hasil scanner biasanya berbentuk RGB (Red Green Blue) yang dapat diubah menjadi gambar yang berformat JPEG, TIFF, Bitmap, dan PNG.

Meskipun sama-sama bekerja dengan merekam gambar namun scanner memiliki sifat berbeda dibandingkan dengan kamera. Apabila karema foto yang mengambil secara keseluruhan pada satu saat, proses dilakukan pemindai memang lebih teliti. Setiap bagian gambar yang akan dipindai datanya baris perbaris untuk diproses menjadi data digital (elekctronik).

Adapun scanner merupakan alat yang akan membaca gambar/ teks dalam bentuk lembaran kertas untuk diubah menjadi data citra digital. Selain untuk melakukan scan gambar, perangkat scanner juga dapat dipergunakan untuk melakukan scan teks yang hasilnya akan tetap terbaca sebagai teks dan langsung dapat dilakukan editing dengan program pengolah kata sehingga semakin praktis dalam pekerjaan. Perangkat scan tersebut dilengkapi dengan OCR (Optical Character Regognition) dengan menggunakan software Omni Page. Namun teks yang dapat discan adalah teks hasil print out yang mimiliki tipe huruf yang teratur, bukan teks yang ditulis dengan tangan.

Scanner merupakan mesin yang dapat menyalin suatu image dan text kedalam bentuk file image (bmp, jpg dan lain-lain) dan file doc. File image dan dokumen tersebut dapat diolah lebih lanjut baik untuk keperluan pelaporan maupun disain suatu halaman gambar. Image dapat berupa foto, gambar dan grafis lainnya.

B. Jenis-Jenis Scanner

  1. Scanner Drum

Jenis ini adalah jenis-jenis yang awal dikembangkan, sering disebut sebagai hight  endscanner dan merupakan scanner yang paling baik dalam mereproduksi gambar hingga pembesaran di atas 500 %.

Sesuai dengan namanya, jenis scanner ini merupakan scanner yang bentuknya seperti drum, alias tabung. Scanner ini pada dasarnya merupakan jenis scanner yang luar biasa, terutama dari segi resolusi gambar yang dapat dihasilkan. Scanner drum ini konon katanya sanggup untuk menghasilkan gambar dan juga hasil scan yang resolusinya mencapai 24.000 ppi atau pixel per inch. Ini berarati menunjukkan bahwa kualitas gambar yang dihasilkan melalui media scanner drum ini sangatlah luar biasa detail dan juga jelas, dan benarbenar high resolution.

  1. Scanner Flatbed (Scanner Gambar)

Jenis scanner berikutnya adalah scanner flat bed. Disebut sebagai scanner flat bed karena scanner ini merupakan scanner yang bentuknya rata dan juga datar, seperti tempat tidur. Ini merupakan jenis scanner konvensional yang umum dan banyak ditemui di dalam dunia perkantoran dan juga dunia scanning dokumen. Merupakan jenis scanner yang paling banyak digunakan, dan juga dimanfaatkan, karena memiliki ukuran yang kecil dan juga kompak, serta kompatibel dengan beberapa ukuran kertas standar, seperti legal dan juga letter, hingga kertas A3. Flatbed Scanner ini menggunakan teknologi CCD atau Charge Coupled Device sebagai mata yang dapat melakukan pemindaian terhadap dokumen yang ditempatkan di dalamnya.

Kelebihan scanner ini adalah karena teknologi CCD dan CIS hanya membutuhkan daya yang amat rendah dalam pengoperasiannya, sehingga amat sering digunakan dengan komputer dengan mengambil listrik dan menyalurkan data dari colokan USB komputer. Hasil scan jenis scanner ini terbilang cukup bagus untuk kebutuhan scan gambar dan foto atau dokumen.

Kekurangan jenis scanner ini adalah keterbatasan scan hanya pada 1 sisi objek. Tidak efektif apabila digunakan dalam memindai dokumen atau gambar dalam jumlah yang banyak

  1. Film Scanner

Mungkin saat ini penggunaan teknologi film negative untuk menyimpan foto dan juga video sudah sangat jarang digunakan. Meskipun begitu, mungkin anda menginginkan kenangan lama anda yang masih berada dalam bentuk film negative untuk disimpan di dalam komputer anda, dan anda cetak sewaktu waktu dengan menggunakan printer anda. Nah, film scanner ini merupakan jawaban yang sangat tepat. Film scanner menggunakan teknologi yang sama seperti flatbed Scanner, yaitu CCD sebagai mata yang melakukan pemindaian, namun dikhususkan untuk objek yang bentuknya adalah film negative. Jadi, selain mengkonversi dan juga merubah objek yang tersimpan di dalam film negative menjadi bentuk digital, dan disimpan dalam komputer.

  1. Roller Scanner

Roller Scanner merupakan jenis scanner yang fungsinya sama seperti flat bed scanner, yaitu untuk melakukan pemindaian pada sebuah dokumen atau gambar yang secara fisik berbentuk lembaran atau objek yang mudah untuk dipindai. Perbedaan utama antara roller scanner dan juga scanner flatbed adalah dari metode yang digunakan. Apabila flatbed menggunakan teknologi CCD yang menjadi “mata” yang bergerak-gerak dalam memindai isi dokumen, maka roller scanner tidak mnggerakkan matanya, melainkan dokumennya yang digerakkan. Cara kerjanya sama seperti printer, dimana dokumen atau kertas diletakkan pada ujung satunya, kemudian kertas tersebut akan masuk ke dalam mesin scanner, lalu keluar pada ujung satunya lagi.

  1. Handheld (Scanner Barcode)

Sesuai dengan namanya, handheld adalah jenis scanner yang bisa kita aplikasikan dengan sangat mudah, karena cukup dengan menggunakan tangan. Handheld secara umum banyak digunakan sebagai peralatan keamanan, untuk mendeteksi dan memindai barang bawaan seseorang, sebagai alat untuk menscan barcode di dalam swalayan, dan juga scanner untuk memindai isi dari sebuah dokumen, dengan cara mengarahkan tangan dan juga scanner tersebut sesuai dengan bentuk dokumen yang ada. Scanner tangan atau hand scanner ini cukup mudah. Dinamakan scanner barcode karena cara kerjanya scanner membaca data-data yang tersimpan dalam barcode kemudian dipindai untuk mengetahui data-data atau spesifikasi produk tersebut. Jenis ini banyak ditemui pada kasir-kasir swalayan.

  1. Scanner Sheet Feed
    Scanner Roller jenis Sheet Feed mirip dengan cara kerja Scanner ADF, akan tetapi tidak mempunyai “tempat” untuk meletakkan kertas/dokumen, dimana dalam proses pindai mengharuskan kita memasukkan kertas satu per-satu. Scanner jenis ini lebih dikenal dengan nama Scanner Mobile / Scanner Notebook / Scanner Portable.Kelebihan scanner ini karena bentuknya yang kecil dan kebutuhan daya listrik yang kecil, hingga mudah dibawa kemana-mana dan biasanya digunakan dengan laptop/notebook. Proses pengiriman data dan daya listrik cukup menggunakan USB-port komputer atau laptop anda. Mobilitas yang tinggi dan tidak adanya ketergantungan dari stabilitas tangan kita.
    Kekurangan jenis scanner ini adalah terbatasnya ukuran dokumen yang dipindai, juga mempunyai spare-part yang harus diganti setelah penggunaan tertentu.

7   Scanner ADF (Automatic Document Feeder)

Scanner ADF ini adalah scanner jenis baru yang dikembangkan khusus untuk pemindaian dokumen dalam jumlah yang banyak. Scanner ini memiliki “tempat” untuk meletakkan dokumen yang ingin dipindai yang kemudian akan “ditarik” secara otomatis untuk dipindai, tidak seperti scanner jenis Flat bed yang mengharuskan meletakkan satu per-satu dokumen yang ingin dipindai.

Kelebihan scanner jenis ini adalah efisiensi dalam pemindaian dokumen dalam jumlah banyak, yang biasa amat dibutuhkan dalam perusahaan modern. Dan bahkan karena adanya tempat untuk dokumen maka menghasilkan posisi pindai yang tepat di setiap dokumennya, sehingga sekarang banyak muncul kemudahan yang bisa ditawarkan dalam scanner jenis ini, seperti contohnya: Scanner Periksa Nilai LJK

Kekurangan scanner jenis ini adalah harga yang cukup mahal dan mempunyai bagian scanner yang harus diganti setelah melakukan pemindaian dalam jumlah tertentu, yaitu: PaperPad dan Roller nya, walaupun begitu harga spare-part nya terjangkau dan mudah diganti.

  1. Scanner 3 Dimensi

Scanner 3 Dimensi membantu mengurangi ketidak stabilan tangan manusia dengan meletakkan patokan-patokan pada tempat ditaruhnya objek pindai.

Kelebihan scanner jenis ini memberikan kemudahan dalam memindai kode-kode, tulisan atau objek dengan tidak menyentuhnya sama sekali. Biasa digunakan pada objek yang sangat langka atau mudah rusak, sehingga tidak boleh disentuh sama sekali.

Kekurangan jenis scanner ini adalah harganya yang amat mahal dan membutuhkan alat pendukung (komputer) dengan spesifikasi yang tinggi.

Penggunaan scanner akan semakin komplek di berbagai bidang seiring dengan kemajuan teknologi, seperti keamanan, kesehatan, dan pemasaran, dan lain sebagainya. Sebagai contoh :

  1. Scanner pemindai logam (Handheld Logam Detector)
  2. Scanner untuk tulang (foto scan)

C. Cara Kerja Scanner

Secara umum scanner flat bed memiliki langkah kerja  sebagai berikut :

  1. Pertama gambar yang akan discan diletakkan di atas permukaan kaca pemindai.
  2. Komputer melalui sensor pada scannr akan menentukan seberapa jauh motor stepper yang membawa lampu akan maju, jaraknya ditentukan oleh panjang gambar dan posisi gambar di kaca pemindai.
  3. Lampu mulai menyala dan motor stepper yang membawa lampu akan maju jaraknya ditentukan oleh panjang  dan posisi gambar
  4. Cahaya yang dipancarkan lampu ke gambar akan segera dipantulkan, kemudian pantulan yang dihasilkan akan dibaca oleh sejumlah cermin menuju lensa scanner
  5. Cahaya pantulan akan sampai ke sensor CCD
  6. Sensor CCD akan mengukur intensitas cahaya dengan panjang gelombang yang dipantulkan dan merubahnya menjadi tegangan listrik analog.
  7. Tegangan analog tsb.akan akan dikonversi mjd nilai digital oleh alat pengubah ADC (analog to digital)

D. Tujuan Melakukan Scan Gambar/ Ilustrasi/ Teks

Tujuan utama adalah untuk mengambil image/ teks/ secara digital menggunakan komputer yang kemudian diolah pada software tertentu. Dengan adanya scanner secara otomatis dapat menggantikan kamera reproduksi untuk memotret suatu model.

E. Fungsi Scanner

  1. Untuk keperluan pribadi, secara umum sebagai penyimpan gambar, foto, surat-surat penting (ijazah, berita koran dalam bentuk file digital yang sewaktu-waktu dapat dicetak.
  2. Untuk keperluan pekerjaan, seperti desain grafis di bidang prepress, multimedia dan animasi. Para animator menggunakan scanner untuk memindahkan rancangan bentuk-bentuk dasar dari gambar yang akan diolahnya.

F. Komponen Scanner

  1. Alas kaca, berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan gambar yang akan dibaca
  2. Sumber Cahaya, berupa lampu dengan intesitas cahaya cukup tinggi yang akan menyinari gambar untuk selanjutnya bisa direkam oleh sensor
  3. Sensor pantulan sinar., jenis umum digunakan untuk scanner flat bed.
  4. Motor stepper dan pita bergerigi, karena data dibaca perbaris, maka dibutukan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD (Carge Couple Device).
  5. Penutup, guna menghindari sinar luar yang masuk.

Materi Dasar Desain Grafis Lainnya :

  1. Prinsip-prinsip Desain Grafis
  2. Unsur-unsur Warna
  3. Prinsip-prinsip Tata Letak
  4. Macam-macam Format Gambar
  5. Mesin Scanner dan Cara Menggunakannya
  6. CorelDraw Pengolah Gambar Vektor
  7. Manipulasi Gambar Vektor Menggunakan Efek
Refferensi :
https://digitalsense.weebly.com/blog/jenis-jenis-scannerhttps://andhanghanyaingindiya.wordpress.com/2011/05/06/langkah-langkah-men-scan-gambar/
Views All Time
Views All Time
440
Views Today
Views Today
1
Previous articleSUKSES PEMBELAJARAN ….
Next articleWAJIB DUA JAM PKB/MINGGU, MUNGKINKAH …?
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah. Pendidikan S1 IKIP Semarang. Kota singgah : Kebumen (1982-1985), Bogor (1981), Semarang (1986-191), Jakarta (1985, 1992), Lampung (1985) Bengkulu (1991), Makasar, Balikpapan, Tarakan, Bulungan (Kalimantan Timur 1991), Malang (2017), Yogyakarta (2018). Adventure : 1. Hutan lindung Bengkulu 1991, Sepeda motor pulang pergi : Purbalingga-Jakarta (2002), Purbalingga-Bandung (2012-2016), Purbalingga-Semarang (2012-2018), Mengelilingi Gunung Slamet melalui Pratin - Guci - Bumi Jawa- Bumi Ayu- Baturaden - Purbalinga - Pratin.(2017). Mengajar tahun 1985 di SD Kretek 1 Kebumen (1985), SMP Muhamadiyah Ayah, Kebumen (1986), SMP PGRI Sempor, Kebumen1993-1995), SMP N 2 Bukateja (1996-2014), SMK N1 Bukateja, Purbalingga ( 2014-sekarang).

LEAVE A REPLY