Kajian Pustaka 

Pembelajaran  Berbasis  Kompetensi

Oleh. Jevery Paat [SMK Negeri 2 Tahuna]

 

Pembelajaran Berbasis Kompetensi CMS Sekolah Gratis untuk Pendidikan Indonesia Pembelajaran berbasis kompetensi adalah program pembelajaran di mana hasil belajar atau kompetensi yang diharapkan dicapai oleh peserta didik,  sistem penyampaian, dan indikator pencapaian hasil belajar dirumuskan secara tertulis sejak perencanaan dimulai. Dalam  pembelajaran  berbasis  kompetensi  perlu  ditentukan standar  minimum  kompetensi  yang  harus  dikuasai  peserta  didik.  Sesuai pendapat tersebut, komponen materi pembela­jaran berbasis kompetensi meliputi:

(1) Kompetensi yang akan dicapai;

(2) Strategi penyampaian untuk mencapai kompetensi;

(3) Sistem evaluasi atau penilaian yang digunakan untuk menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

Image Kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik perlu dirumuskan dengan jelas dan spesifik. Perumusan dimaksud hendaknya didasarkan atas prinsip “relevansi dan konsistensi antara kompetensi dengan materi yang dipelajari, waktu yang tersedia, dan kegiatan serta lingkungan belajar yang digunakan”. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan perumusan kompetensi yang jelas dan spesifik, antara lain dengan melaksanakan analisis kebutuhan, analisis tugas, analisis kompetensi, penilaian oleh profesi dan pendapat pakar mata pelajaran, pendekatan teoritik, dan telaah buku teks yang relevan dengan materi yang dipelajari. Konsep pembelajaran berbasis kompetensi menyaratkan dirumuskannya secara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan tolokukur pencapaian kompetensi maka dalam kegiatan pembelajaran peserta didik akan terhindar dari mempelajari materi yang tidak perlu yaitu materi yang tidak menunjang tercapainya penguasaan kompetensi. Pencapaian setiap kompetensi tersebut terkait erat dengan sistem pembelajaran. Dengan demikian komponen minimal pembelajaran berbasis kompetensi adalah:

  1. Pemilihan dan perumusan kompetensi yang tepat.
  2. Spesifikasi indikator penilaian untuk menentukan pencapaian kompetensi.
  3. Pengembangan sistem penyampaian yang fungsional dan relevan dengan kompetensi dan sistem penilaian.

Penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan bermanfaat untuk:

  1. Menghindari duplikasi dalam pemberian materi pembelajaran yang disampaikan guru harus benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai dalam mengajarkan suatu mata pelajaran. Dengan kompetensi yang telah ditentukan secara tertulis, siapa pun yang mengajarkan mata pelajaran tertentu tidak akan bergeser atau menyimpang dari kompetensi dan materi yang telah ditentukan.
  3. Meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, kecepatan, dan kesempatan peserta didik.
  4. Membantu mempermudah pelaksanaan akreditasi. Pelaksanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolokukur SK.
  5. Memperbarui sistem evaluasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi, keberhasilan peserta didik diukur dan dilaporkan berdasar pencapaian kompetensi atau subkompetensi tertentu, bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar peserta didik yang lain.
  6. Memperjelas komunikasi dengan peserta didik tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus dilakukan dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajarnya.
  7. Meningkatkan akuntabilitas publik. Kompetensi yang telah disusun, divalidasikan, dan dikomunikasikan kepada publik, sehingga dapat digunakan untuk mempertanggungjawabkan kegiatan pembelajaran kepada publik.
  8. Memperbaiki sistem sertifikasi. Dengan perumusan kompetensi yang lebih spesifik dan terperinci, sekolah dapat mengeluarkan sertifikat atau transkrip yang menyatakan jenis dan aspek kompetensi yang dicapai.

Salah  satu  keunggulan  teknik  ini  adalah  siswa  mencari  pasangan  sambil  belajar  mengenai  suatu  konsep  atau  topik  dalam  suasana  yang  menyenangkan.  Langkah-langkah  penerapan  metode  make  a  match  sebagai  berikut.

  • Guru menyiapkan  beberapa  kartu  yang  berisi  beberapa  konsep  atau  topik  yang  cocok  untuk  sesi  tinjauan  (review),  satu  bagian  kartu  soal  dan  bagian  lainnya  kartu
  • Setiap siswa  mendapatkan  sebuah  kartu  yang  bertuliskan  soal/jawaban.
  • Tiap siswa  memikirkan  jawaban/soal  dari  kartu  yang
  • Setiap siswa  mencari  pasangan  kartu  yang  cocok  dengan    Misalnya,  pemegang  kartu  yang  bertuliskan  nama  atau  gambar  peralatan  pembersih  akan  berpasangan  dengan  kartu  yang  bertuliskan  kegunaan  dan  fungsi  dari  alat  pembersih  tersebut.
  • Setiap siswa  yang  dapat  mencocokkan  kartunya  sebelum  batas  waktu  akan  diberi
  • Jika siswa  tidak  dapat  mencocokkan  kartunya  dengan  kartu  temannya  (tidak  dapat  menemukan  kartu  soal  atau  jawaban)  akan  mendapatkan  hukuman  yang  telah  disepakati
  • Setelah satu  babak,  kartu  dikocok  lagi  agar  tiap  siswa  mendapat  kartu  yang  berbeda  dari  sebelumnya,  demikian
  • Siswa juga  bisa  bergabung  dengan  2  atau  3  siswa  lainnya  yang  memegang  kartu  yang
  • Guru bersama-sama  dengan  siswa  membuat  kesimpulan  terhadap  materi

(A.T.  Kesuma, 2013 : 16)

 

Kegiatan  pemelajaran  dimulai  dengan  guru  mengarahkan  siswa  untuk  mengatur  tempat  duduk  dan  meja  mereka  saling  berhadapan  membentuk  persegi  empat  kemudian  guru  membagikan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban.  Selanjutnya  guru  mempersilahkan  seluruh  siswa  dalam  setiap  kelompok  untuk  memulai  permainan  mencari  pasangan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban  dengan  aturan  permainan  seperti  yang  sudah  dijelaskan  pada  minggu  sebelumnya  dan  dijelaskan  lagi  sebelum  permaian  dimulai  dengan  materi  mengklasifikasi  area  umum  di  hotel. Setiap  siswa  yang  dapat  mengumpulkan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban  sesuai  pasangannya  sebanyak  mungkin  maka  siswa  tersebut  dinyatakan  sebagai  pemenangnya,  dan  berhak  masuk  kebabak  kedua  dengan  materi  pengenalan  peralatan  pembersih. Pada  babak  kedua  pemenang  dari  setiap  kelompok  akan  bermain  dengan  posisi  pengaturan  tempat  duduk  dan  meja  yang  sama  dengan  aturan  permainan  yang  sama,   dan  pemenang  pada  babak  kedua  ini  dinyatakan  sebagai  pemenang  dan  akan  mendapatkan  reward yang  diberikan  oleh  guru.

 

 

Bersambung…

Tulisan selanjutnya

 

METODE PENELITIAN

….

….

….

 

(JP)

 

Views All Time
Views All Time
68
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY