METODE MAKE A MATCH TERHADAP PENGENALAN PERALATAN PEMBERSIH BAGI SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN SMK NEGERI 2 TAHUNA (Kajian Pustaka) Oleh. Jevery Paat

0
45

Lanjutan dari tulisan sebelumnya ……..

Tahuna, 26 Februari 2019

 

KAJIAN PUSTAKA

Pembelajaran  Produktif  Public  Area

Pembelajaran  ini  dibuat  dalam  rangka  memenuhi  tuntutan  kurikulum  dan  SKKNI  yang  menggunakan  pendekatan  pemelajaran  berbasis  kompetensi.  Materi  pemelajaran  ini  diharapkan  dapat  dipergunakan  sebagai  sumber  belajar  utama  oleh  peserta  didik  untuk  mencapai  kompetensi  kerja  standar  yang  diharapkan  dunia  usaha  dan  dunia  industri. Secara  garis  besar,  materi  yang  tertuang  dalam  Standar  Kompetensi  ini  ialah  tentang  aplikasi  pengetahuan,  keterampilan,  kenyamanan  dan  keindahan  area  umum  (public  area)  di  hotel  yang  berkaitan  erat  dengan  bagaimana  cara  membersihkan  lokasi  atau  area  dan  peralatan  yang  digunakan  pada  saat  membersihkan  area  umum  yang  ada  di  hotel,  baik  pada  area  umum  bagian  dalam  maupun  area  umum  bagian  luar  hotel,  (Luluk  Darmayanti, 2006 : v). Standar  Kompetensi  (SK)  Membersihkan  Lokasi/Area  dan  Peralatan  (Clean  Premises  and  Equipment)  berada  di  antara  beberapa  Standar  Kompetensi  (SK)  yang  ada  pada  Mata  Pelajaran  Kejuruan  Program  Keahlian  Akomodasi  Perhotelan  di  SMK  Kelompok  Pariwisata  yang  utamanya  terkait  erat  dengan  bidang  tata  graha  (housekeeping).    (L. Damaryanti, 2009 : viii),

Tabel 3. Kriteria Kinerja

Kompetensi  Dasar Kriteria  Kinerja  (Indikator)
Membersihkan Area Kering dan Basah 1.   Area  yang  akan  dibersihkan  disiapkan  dan  bersih  dari  bahaya.

2.   Bila  sesuai  area  kerja  diberi  tanda  untuk  mengurangi  risiko  terhadap  kolega  dan  pelanggan.

3.   Bahan  kimia  yang  benar  dipilih  untuk  area  tertentu  dan  digunakan  sesuai  dengan  prosedur  keselamatan.

4.   Perlengkapan  digunakan  secara  benar.

5.   Sampah-sampah  dan  sisa-sisa  bahan  kimiawi  dibuang  sesuai  dengan  persyaratan  lingkungan  yang  aman  dan  sehat

 

Sumber: L. Damaryanti, 2009:5

 

Berdasarkan  kurikulum  pemelajaran  pada  semester  genap  di  kelas  XI  Akomodasi  Perhotelan  Kompetensi  Dasar  (KD)  yang  dipelajari  Membersihkan  Area  Kering  dan  Basah  dimana  yang  menjadi  fokus  penelitian, Seperti pada tabel 3. Kriteria Kinerja.

 

Media  (Alat  Bantu)  Dalam  Pembelajaran

  1. Konsep Penggunaan  Media  Pembelajaran

Bahan  pengajaran  adalah  seperangkat  materi  keilmuan  yang  terdiri  atas  fakta,  konsep,  prinsip,  generalisasi  suatu  ilmu  pengetahuan  yang  bersumber  dari  kurikulum  dan  dapat  menunjang  tercapainya  tujaun  pengajaran.  Metodelogi  pengajaran  adalah  metode  dan   teknik  yang  digunakan  dalam  melakukan  interaksinya  dengan  siswa  agar  bahan  pengajaran  sampai  kepada  siswa  sehingga  siswa  menguasai  tujuan  pengajaran. Dalam  metodologi  ada  dua  aspek  yang  paling  menonjol,  yaitu  metode  mengajar  dan  media  pengajaran  sebagai  alat  bantu  mengajar.  Sedangkan  penilaian  adalah  suatu  alat  untuk  mengukur  atau  menentukan  taraf  tercapai  tidaknya  suatu  tujuan  pengajaran. Pola  pembelajaran  yang  memanfaatkan  media  pembelajaran  sebagai  sumber-sumber  di  samping  guru  dapat  digambarkan  sebagai  berikut.

 

 

 

 

 

Gambar  1.  Pola Pembelajaran dibantu Media

Sumber : Arifin,  2000

 

  1. Media Kartu  Soal  dan  Kartu  Jawaban  dalam  metode  make  a  match

Pada  penelitian  tindakan  kelas  (classroom  action  research)  ini  dengan  metode  make  a  match,  penulis  yang  melakukan  penelitian  secara  langsung  pada  objek  penelitian  dengan  menggunakan  media  pembelajaran  berupa  penggunaan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban,  hal  ini  bertujuan  untuk  mengupayakan  minat  serta  aktivitas  siswa  dalam  mengikuti  proses  pemelajaran  pada  mata  diklat  membersihkan  lokasi  area  dan  peralatan  lebih  khusus  meningkatkan  pemahaman  peralatan  pembersih  dan  area  umum  di  hotel.

 

Gambar  2.  Media  Pembelajaran  Kartu  Soal  dan  Kartu  Jawaban

Sumber : Penelitian 2013/2014. Karya Media Pembelajaran

 

Salah  satu  keunggulan  teknik  ini  adalah  siswa  mencari  pasangan  sambil  belajar  mengenai  suatu  konsep  atau  topik  dalam  suasana  yang  menyenangkan. Langkah-langkah  penerapan  metode  make  a  match   ialah  Guru  menyiapkan  beberapa  kartu  yang  berisi  beberapa  konsep  atau  topik  yang  cocok  untuk  sesi  tinjauan  (review),  satu  bagian  kartu  soal  dan  bagian  lainnya  kartu  jawaban,  setiap  siswa  mendapatkan  sebuah  kartu  yang  bertuliskan  soal/jawaban,  tiap  siswa  memikirkan  jawaban/soal  dari  kartu  yang  dipegang,  setiap  siswa  mencari  pasangan kartu  yang  cocok  dengan  kartunya.  Misalnya,  pemegang  kartu  yang  bertuliskan  nama  klasifikasi  peralatan  pembersih  akan  berpasangan  dengan  kartu  yang  masuk  dalam  kategori  tersebut  contoh  klasifikasi  peralatan  pembersih  manual  kategori  sapu  dan  sikat  ialah:  sapu  lantai  (floor  broom),  sikat  toilet  (toilet  bowl  brush),  dan  lain  sebagainya.  Setiap  siswa  diberikan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban  yang  berjumlah  24  kartu  dengan  kategori  a) kelompok  sapu  dan  sikat  sebanyak  4  kartu;  b) kelompok  alat  penampung  sebanyak  4  kartu;  c) kelompok  linen  sebanyak  4  kartu;  d) Area  umum  hotel  sebanyak  4  kartu;  e) area  tambahan  di  hotel  sebanyak  4  kartu;  f) area  departemen  di  hotel  sebanyak  4  kartu,  setiap  kartu  mewakili  beberapa  jawaban  berdasarkan  kategori  yang  sesuai. Siswa  dibagi  menjadi  4  kelompok  dengan  klasifikasi  3  kelompok  yang  beranggotakan  4  orang  siswa  dan  1  kelompok  beranggotakan  5  orang  siswa  karena  total  siswa  pada  kelas  XI  akomodasi  perhotelan  berjumlah  17  orang.  Kegiatan  pemelajaran  dimulai  dengan  guru  mengarahkan  siswa  untuk  mengatur  tempat  duduk  dan  meja  mereka  saling  berhadapan  membentuk  persegi  empat  kemudian  guru  membagikan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban.  Selanjutnya  guru  mempersilahkan  seluruh  siswa  dalam  setiap  kelompok  untuk  memulai  permainan  mencari  pasangan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban  dengan  aturan  permainan  seperti  yang  sudah  dijelaskan  pada  minggu  sebelumnya  dan  diulangi  sebelum  permainan  dimulai  dengan  materi  mengklasifikasi  area  umum  di  hotel  dan  peralatan pembersih. Setiap  siswa  yang  dapat  mengumpulkan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban  sesuai  pasangannya  sebanyak  mungkin  maka  siswa  tersebut  dinyatakan  sebagai  pemenangnya,  dan  berhak  masuk  ke babak  kedua  dengan  materi  pengenalan  peralatan  pembersih. Pada  babak  kedua  pemenang  dari  setiap  kelompok  akan  bermain  dengan  posisi  pengaturan  tempat  duduk  dan  meja  yang  sama  dengan  aturan  permainan  yang  sama, dan  pemenang  pada  babak  kedua  ini  dinyatakan  sebagai  pemenang  dan  akan  mendapatkan  reward   yang  diberikan  oleh  guru. Setelah  proses  pembelajaran ini  selesai  guru  melanjutkan  dengan  mengadakan  evaluasi  dengan  instrument  tes  formatif  dan  presentasi  kemudian  membuat  penilaian  hasil  evaluasi,  selanjutnya  guru  dan  siswa  membuat  kesimpulan  pemelajaran. Jika dalam  kegiatan  pembelajaran  ini  hasil  penilaian  siswa  belum  mencapai  kriteria  ketuntasan  minimal  (KKM),  maka  guru  akan  melaksanakan  kegiatan  pemelajaran  dengan  metode  dan  media  pembelajaran  yang  sama  dengan  pemelajaran  yang  sebelumnya  dengan  mengupayakan  pengelolaan  pemelajaran  yang  lebih  inovasi  dari  pemelajaran  sebelumnya  dengan  tujuan  meningkatkan  pemahaman  siswa  guna  mencapai  hasil  belajar   yang  diharapkan.

 

Pembelajaran  Berbasis  Kompetensi

Pembelajaran Berbasis Kompetensi CMS Sekolah Gratis untuk Pendidikan Indonesia Pembelajaran berbasis kompetensi adalah program pembelajaran di mana hasil belajar atau kompetensi yang diharapkan dicapai oleh peserta didik,  sistem penyampaian, dan indikator pencapaian hasil belajar dirumuskan secara tertulis sejak perencanaan dimulai. Dalam  pembelajaran  berbasis  kompetensi  perlu  ditentukan standar  minimum  kompetensi  yang  harus  dikuasai  peserta  didik.  Sesuai pendapat tersebut, komponen materi pembela­jaran berbasis kompetensi meliputi:

(1) Kompetensi yang akan dicapai;

(2) Strategi penyampaian untuk mencapai kompetensi;

(3) Sistem evaluasi atau penilaian yang digunakan untuk menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

Image Kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik perlu dirumuskan dengan jelas dan spesifik. Perumusan dimaksud hendaknya didasarkan atas prinsip “relevansi dan konsistensi antara kompetensi dengan materi yang dipelajari, waktu yang tersedia, dan kegiatan serta lingkungan belajar yang digunakan”. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan perumusan kompetensi yang jelas dan spesifik, antara lain dengan melaksanakan analisis kebutuhan, analisis tugas, analisis kompetensi, penilaian oleh profesi dan pendapat pakar mata pelajaran, pendekatan teoritik, dan telaah buku teks yang relevan dengan materi yang dipelajari. Konsep pembelajaran berbasis kompetensi menyaratkan dirumuskannya secara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan tolokukur pencapaian kompetensi maka dalam kegiatan pembelajaran peserta didik akan terhindar dari mempelajari materi yang tidak perlu yaitu materi yang tidak menunjang tercapainya penguasaan kompetensi. Pencapaian setiap kompetensi tersebut terkait erat dengan sistem pembelajaran. Dengan demikian komponen minimal pembelajaran berbasis kompetensi adalah:

  1. Pemilihan dan perumusan kompetensi yang tepat.
  2. Spesifikasi indikator penilaian untuk menentukan pencapaian kompetensi.
  3. Pengembangan sistem penyampaian yang fungsional dan relevan dengan kompetensi dan sistem penilaian.

Penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan bermanfaat untuk:

  1. Menghindari duplikasi dalam pemberian materi pembelajaran yang disampaikan guru harus benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai dalam mengajarkan suatu mata pelajaran. Dengan kompetensi yang telah ditentukan secara tertulis, siapa pun yang mengajarkan mata pelajaran tertentu tidak akan bergeser atau menyimpang dari kompetensi dan materi yang telah ditentukan.
  3. Meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, kecepatan, dan kesempatan peserta didik.
  4. Membantu mempermudah pelaksanaan akreditasi. Pelaksanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolokukur SK.
  5. Memperbarui sistem evaluasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi, keberhasilan peserta didik diukur dan dilaporkan berdasar pencapaian kompetensi atau subkompetensi tertentu, bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar peserta didik yang lain.
  6. Memperjelas komunikasi dengan peserta didik tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus dilakukan dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajarnya.
  7. Meningkatkan akuntabilitas publik. Kompetensi yang telah disusun, divalidasikan, dan dikomunikasikan kepada publik, sehingga dapat digunakan untuk mempertanggungjawabkan kegiatan pembelajaran kepada publik.
  8. Memperbaiki sistem sertifikasi. Dengan perumusan kompetensi yang lebih spesifik dan terperinci, sekolah dapat mengeluarkan sertifikat atau transkrip yang menyatakan jenis dan aspek kompetensi yang dicapai.

Salah  satu  keunggulan  teknik  ini  adalah  siswa  mencari  pasangan  sambil  belajar  mengenai  suatu  konsep  atau  topik  dalam  suasana  yang  menyenangkan.  Langkah-langkah  penerapan  metode  make  a  match  sebagai  berikut.

  • Guru menyiapkan  beberapa  kartu  yang  berisi  beberapa  konsep  atau  topik  yang  cocok  untuk  sesi  tinjauan  (review),  satu  bagian  kartu  soal  dan  bagian  lainnya  kartu
  • Setiap siswa  mendapatkan  sebuah  kartu  yang  bertuliskan  soal/jawaban.
  • Tiap siswa  memikirkan  jawaban/soal  dari  kartu  yang
  • Setiap siswa  mencari  pasangan  kartu  yang  cocok  dengan    Misalnya,  pemegang  kartu  yang  bertuliskan  nama  atau  gambar  peralatan  pembersih  akan  berpasangan  dengan  kartu  yang  bertuliskan  kegunaan  dan  fungsi  dari  alat  pembersih  tersebut.
  • Setiap siswa  yang  dapat  mencocokkan  kartunya  sebelum  batas  waktu  akan  diberi
  • Jika siswa  tidak  dapat  mencocokkan  kartunya  dengan  kartu  temannya  (tidak  dapat  menemukan  kartu  soal  atau  jawaban)  akan  mendapatkan  hukuman  yang  telah  disepakati
  • Setelah satu  babak,  kartu  dikocok  lagi  agar  tiap  siswa  mendapat  kartu  yang  berbeda  dari  sebelumnya,  demikian
  • Siswa juga  bisa  bergabung  dengan  2  atau  3  siswa  lainnya  yang  memegang  kartu  yang
  • Guru bersama-sama  dengan  siswa  membuat  kesimpulan  terhadap  materi

(A.T.  Kesuma, 2013 : 16)

 

Kegiatan  pemelajaran  dimulai  dengan  guru  mengarahkan  siswa  untuk  mengatur  tempat  duduk  dan  meja  mereka  saling  berhadapan  membentuk  persegi  empat  kemudian  guru  membagikan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban.  Selanjutnya  guru  mempersilahkan  seluruh  siswa  dalam  setiap  kelompok  untuk  memulai  permainan  mencari  pasangan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban  dengan  aturan  permainan  seperti  yang  sudah  dijelaskan  pada  minggu  sebelumnya  dan  dijelaskan  lagi  sebelum  permaian  dimulai  dengan  materi  mengklasifikasi  area  umum  di  hotel. Setiap  siswa  yang  dapat  mengumpulkan  kartu  soal  dan  kartu  jawaban  sesuai  pasangannya  sebanyak  mungkin  maka  siswa  tersebut  dinyatakan  sebagai  pemenangnya,  dan  berhak  masuk  kebabak  kedua  dengan  materi  pengenalan  peralatan  pembersih. Pada  babak  kedua  pemenang  dari  setiap  kelompok  akan  bermain  dengan  posisi  pengaturan  tempat  duduk  dan  meja  yang  sama  dengan  aturan  permainan  yang  sama,   dan  pemenang  pada  babak  kedua  ini  dinyatakan  sebagai  pemenang  dan  akan  mendapatkan  reward yang  diberikan  oleh  guru.

 

 

 

Bersambung…

Next, Metode Penelitian …..

Nantikan Kelanjutannya….

Views All Time
Views All Time
81
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY