Jalan Mewujudkan Mimpi dengan Workshop Sagusaku

1
153

Salah satu impian saya sejak SMA adalah menjadi penulis, bisa menghasilkan buku. Sejak kuliah selalu mengikuti komunitas menulis. Dan, hingga sekarang belum juga menghasilkan buku sendiri. Saya bingung harus memulai dari mana untuk bisa menulis dan membuahkan karya sebuah buku.

Alhamdulillah, ada roadshow kegiatan Workshop Literasi Sagusaku (Satu Guru Satu Buku), berbasis tablet, yang dilaksanakan di Palembang, yang merupakan tempat pelaksanaan ke-14, berlangsung di Palembang, 29-30 April 2017. Diikuti oleh peserta yang begitu antusias dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, termasuk saya, yang harus menempuh 7 jam perjalanan menuju Palembang. Saya begitu ingin belajar menulis buku dan menghasilkan karya berupa buku. Kalau bisa buku ber-ISBN International Standart Book Numbering lagi.

Kegiatan yang diadakan oleh IGMP Bahasa Indonesia ini sungguh menarik, dengan pemateri master coach Sagusaku, Drs. Slamet Riyanto, M.Pd, yang telah menghasilkan karya 175 buku. Beliau juga merupakan Pengurus IGI Pusat, sebagai ketua bidang literasi. Dengan metode interaktif dan sebagian besar praktek langsung, kegiatan workshop ini berjalan mengasyikkan.

Kegiatan sagusaku ini menurut Bapak Drs. Slamet Riyanto, M.Pd., bertujuan untuk mengajak guru menghasilkan karya berupa buku, dan dengan target menghasilkan 1.700 buku yang akan diluncurkan secara serentak pada tanggal 26 November 2017, tepat 8 tahun IGI berbadan hukum sebagai organisasi profesi bagi guru.
Tentu saja, harapan saya mau ikutan menampilkan buku saya kelak disana.

Banyak hal yang membuat saya bersemangat dalam kegiatan ini, bahwa menulis itu tidak harus menggunakan pulpen kertas, atau mengetik dengan komputer atau laptop, ternyata kecanggihan teknologi, beragam aplikasi, membuat menulis itu mudah. Di kegiatan ini ada konsep “Menemu Baling” yang merupakan singkatan dari menulis dengan mulut dan mendengar dengan telinga dengan menggunakan tablet. Berbagai trik dan tips untuk menulis buku diberikan oleh Bapak Slamet. Entah, saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti kegiatan ini.

Menulis buku membutuhkan komitmen dan kekonsistenan. Semoga setelah tiga bulan kedepan pelatihan yang diberikan bisa membuat saya mewujudkan impian saya, yaitu menghasilkan buku, yang bermanfaat bagi dunia pendidikan, terutama guru dan siswa dalam pembelajaran. Semoga.

Views All Time
Views All Time
260
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY