MODEL ALAT PERAGA LAMPU LALULINTAS SEDERHANA

0
13

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar  menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri  dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan.  Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.  Di tingkat SD/MI diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi,  dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi  bekerja ilmiah secara bijaksana.

Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian KI dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.

Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya, Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip  dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan,  teknologi dan masyarakat,Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan,Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam,Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan

Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan,  serta kesehatan , Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas , Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana, Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

Selama ini  pembelajaran IPA di kelas IV SD  diharapkan pada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi,  dan masyarakat)  masih     di dajarkan dengan cara konvensional  mernggunakan metode tanya jawab dan diskusi tanpa disertai dengan media berupa alat peraga, dalam diskusi dan tanya jawab guru hanya menceritakan apa perubahan energi,   lalu menggambarnya dipapan tulis tanpa konsep yang jelas hal tersebut membuat siswa kurang memahami bagaimana bentuk perubahanenergi listrik menjadi tidak jelas dan sulit dipahami siswa sehingga pembelajaran menjadi pasif siswa hanya melakukan duduk dengar hapalkan dan catat.

Untuk mengatasi semua itu dan  agar materi yang diajarkan sesuai Konsep serta  pakta yang sebenarnya dan untuk menciptakan  pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, aktif, kreatif serta  untuk memperjelas fakta dan memberi contoh nyata tentang bentuk yang sebenarnya dari perubahan energi, penulis mencoba membuat alat peraga berupa model alat peraga modifikasi lampu lalulintas.

Nasution, dkk(2002:73), berbicara tentang alat peraga sebagai media pendidikan pengajaran kita dapat melihat dalam pengertian yang luas maupun terbatas. Alat peraga merupakan alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien.

B. Tujuan Pembuatan Karya Inovasi

Tujuan dari pembuatan karya inovasi pembelajaran ini adalah :

  1. Menperjelas Konsep tentang listrik satatis dan dinamis
  2. Memberikan gambaran sebagai pakta tentang arti warna lampu lalulintas
  3. Menciptakan pembelajaran yang aktif inovatif evektif dan menyenangkan

C. Manfaat pembuatan karya inovasi

Manfaat pembuatan karya inovasi pembelajaran ini adalah :

  1. Bagi siswa untuk menperjelas konsep, memberikan gambaran fakta perubahan energi listrik yang sebenarnya lebih dipahami oleh siswa sehingga aktivitas dan daya serap   belajar siswa semakin meningkat.
  2. Guru, untuk menambah wawasan  dan pengetahuan guru dalam memahami dan menerapkan proses pembelajaran IPA SD agar pembelajan lebih efektif, aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan sehingga aktivitas dan daya serap   belajar siswa semakin meningkat.
  3. Kepala sekolah, untuk memberikan sumbangan yang bermanfaat dan berguna dalam rangka memperbaiki proses proses pembelajaran IPA SD di SD Negeri Jamban Bungur, dalam rangka menciptakan pembelajaran PAIKEM (Aktif, Inovaitif, Kreatip, Efektif dan Menyenangkan) dan selanjutnya  dapat lebih meningkatkan kemampuan guru dalam memperbaiki proses  pembelajaran IPA SD  terutama melalui penerapan  media pembelajaran  berupa alat peraga modifikasi lampu lalulintas sehingga aktivitas dan Daya serap belajar siswa dapat ditingkatkan.

BAB II. RANCANGAN/ DISAIN / PROSEDUR/ CARA PEMBUATAN ALAT PERAGA

  1. Alat dan  Bahan yang digunakan dalam pembuatan Alat Praga
  2. Papan
  3. Paku
  4. Gergaji
  5. Pemukul
  6. Lampu berarus DC
  7. Dudukan lampu
  8. Kabel
  9. Baterai / Accumulator
  10. Cat warna merah, kuning dan hijau
  11. Lakban
  12. Kaleng biskuit bekas (benrbentuk bundar)
  13. Lakban
  14. Seng

 

  1. Prosedur Cara Penbuatan
  2. Membuat Media untuk meletakkan dudukan lampu dan baterai dan memberi warna.
  3. Memberi lubang pada dudukan lampu untuk menghubungkan kabel
  4. Memasang dudukan lampu sesuai dengan urutannya
  5. Memberi warna pada tutup lampu
  6. Membiarkan tutup lampu kering dan jika sudah kering dapat dipasang pada lampu
  7. Menyusun dan merangkai kabel sesuai dengan urutan merah, kuning dan hijau dengan rangkaian seri.
  8. Memasang seng pada media kaleng biskuit yang berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus atau skalar.
  9. Alat Peraga siap digunakan

BAB III. PENGGUNAAN ALAT PERAGA

  1. Kompetensi Inti
  1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.
  3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

 

  1. Kompetensi Dasar

Muatan : IPA

No Kompetensi Dasar
3.3 Mengidentifikasi macammacam gaya, antara lain: gaya otot, gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesekan.

 

4.3 Mendemonstrasikan manfaat gaya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya gaya otot, gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesekan.

 

  1. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran

Dalam pembelajaran Perubahan Energi dengan menggunkan alat peraga lampu laulintas :

  1. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok masing masing kelompok  beranggotakan 5 orang
  2. Setiap kelompok diberi Lembar Kerja
  3. Guru menjelaskan cara kerja alat peraga dan semua rangkaiannya.
  4. Siswa secara bergantian mendemonstrasikan alat peraga secara bergantian dengan kelompok lain.
  5. Siswa memeberikan tanggapan tentang cara kerja lampu lalulintas
  6. Siswa menjelaskan kegunaan lampu warna merah, kuning dan hijau sebagai bentuk kegiatan literasi tentang tertib lalulintas dijalan raya.
  7. Guru menjelaskan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalulintas yang ada dijalan raya contohnya memahami arti dari lampu lalulintas.
  8. Siswa mngerjakan evaluasi secara bersama sebagai bentuk penguatan dari kegiatan pembelajaran.

 BAB IV. SIMPULAN DAN SARAN

  1. Simpulan

Dari uraian penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa Alat Peraga Model Lampu Lalunlitas efektif untuk menerangkan konsep perubahan energi listrik menjadi energi cahaya dan memberikan pemahaman akan budaya tertib lalulintas sejak dini dengan mempelajari rambu-rambu lalulintas, sehingga diharapkan akan menurunkan angka resiko kecelakaan berkendaraan.

Penggunaan alat peraga modifikasi lampu lalulintas dapat meningkat keaktifan dan hasil belajar siswa

Saran

     Berdasarkan uraian penggunaan alat peraga berupa modifikasi lampu lalulintas,  dikemukakan saran-saran sebagai berikut :

  1. Alat Peraga dalam Pembelajaran berupa modifikasi lampu lalulintas cukup efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri Jamban Bungur.  berdasarkan hal itu, disarankan kepada para guru untuk menggunakan alat peraga berupa modifikasi lampu lalulintas dalam pembelajaran mengajar di Sekolah Dasar
  2. Pengunaan Alat peraga dalam pembelajaran selalu dipengaruhi oleh perbedaan individu. Para guru disarankan untuk memperhatikan perbedaan individu dalam penerapan Pengunaan Alat peraga
  3. Agar penggunaan Alat peraga bentuk modifikasi lampu lalulintas dalam penggunaannya lebih efektif dan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan hendaknya dalam pernggunaannya guru dapat mengkaitkannya dengan berbagai model pembelajaran dan berbagai metode sehingga tercipta pembelajaran yang aktif kreatip inovatif efektif dan menyenangkan.
  4. Mengingat Pengunaan alat peraga bentuk modifikasi lampu lalulintas dalam penggunaannya mampu menciptakan pembelajaran yang aktif kreatif, efektip dan menyenangkan diharap kan para guru Sekolah dasar dapat membuat alat praga modifikasi lampu lalulintas untuk Standar Kompetensi dan kompetensi dasar yang lain sesuai dengan karakteristik materi ajar yang disampaikan baik dalam berupa alat peraga bentuk modifikasi lampu lalulintas atau dalam bentuk alat peraga lain.

Datar Pustaka

Agraini Sri, 2008. Ilmu Pengetahuan Alam  SD Kelas IV, hal 129-30. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Nasution, dkk. 2002.Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Irene MJK, dkk . 2017. Buku Penilaian, BUPENA untuk SD/MI Kelas IV Tema 7. Jakarta: Erlangga

Views All Time
Views All Time
9
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY