MTQ yang BERKARAKTER

0
72

Tulisan artikel ini didekasikan untuk menyambut penyelenggaraan MTQ Nasional XXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Laut, 19-26 April 2014.

 

Perhelatan akbar yang bernuansa keagamaan, khususnya Islam,  bagi warga banua kembali akan digelar di Kabupaten Tanah Laut. Perhelatan tersebut adalah penyelenggaraan MTQ Nasional XXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-26 April 2014 dan akan diikuti oleh kafilah seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.  Sebagai tuan rumah, Kabupaten Tanah Laut sangat antusias dan siap  menyambut tamu dengan tangan terbuka lebar menyambut dan melayani peserta, dewan hakim, dan pendukung kegiatan penyelenggaraan MTQ tersebut. Pada gelaran MTQ di Kabupaten Tanah Laut ini mengusung tema utama “ DENGAN MTQ NASIONAL XXVII TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DI KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2014 KITA TINGKATKAN PENGAMALAN AL-QUR’AN SEBAGAI DASAR MEMBANGUN DAERAH YANG RELIGIUS DAN TERUNGGUL”.

MTQ yang identik dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur,an yang dilantunkan dengan suara yang merdu dan syahdu yang memang sudah tidak asing lagi bagi mayoritas masyarakat Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai masyarakat yang religius.Tidak berlebihan kiranya dengan pelaksanaan MTQ Nasional XXVII di Kabupaten Tanah Laut ini menjadi momentum bagi lahirnya kembalinya qori dan qoriah Kalimantan Selatan yang mampu mengangkat nama banua ini menjadi salah satu gudangnya qori dan qoriah nasional dan internasional. Sudah saat qori dan qoriah dari Kalimantan Selatan lahir dari MTQ ini dan mampu menunjukkan prestasinya di ajang yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.

Tidak berlebihan kiranya jika penyelenggaraan MTQ Nasional XXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Laut ini dapat menjadi kado dan hadiah bagi pasangan H. Bambang Alamsyah, ST  dan Drs. H.Sukamta , M.AP yang masih relatif  baru menjabat sebagai  Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanah Laut periode 2013-2018. Penyelenggaraan MTQ ini memberikan nuansa dan warna yang berbeda dari bentuk kesyukuran dari warga Kabupaten Tanah Laut atas sukses pilkada dan terpilihnya pemimpin baru masyarakat Kabupaten Tanah Laut. Mementum MTQ ini menjadi barometer keberhasilan pembinaan dan pengembangan tilawatil Qur,an Kalimantan Selatan dalam rangka membangun manusia Indonesia yang seutuhnya, manusia yang berakhlak  dan berkarakter Al Qur,an.

Kalimantan Selatan yang dikenal memiliki masyarakat yang beragam agama, dan mayoritas beragama Islam, hidup dalam suasana kehidupan yang harmonis dan semangat toleransi yang tinggi. Kehidupan beragama yang harmonis ini tentunya menjadi modal dasar dan utama dalam membangun banua tercinta ini. Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang kehidupan masyarakatnya relatif damai dan jauh dari kerusuhan yang bersifat rasial terlebih masalah agama dan kepercayaan. Kondisi ini semakin memberikan peluang dan berkembangnya kehidupan yang keagamaan dan toleransi umat bergama yang sangat mendukung pertumbuhan dan kemajuan banua tercinta ini.

Mementum MTQ Nasional XXVII menjadi salah bentuk rasa syukur kehadiran Allah SWT setelah bangsa ini melawati pemilihan umum anggaota legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang dalam suasana  aman, tertib,dan damai. Pengamalan nilai-nalai Qur,ani yang telah membumi dan menjadi watak, jatidiri, dan karakter umat Islam di banua ini hendaknya terus semakin digelorakan dan ditingkatkan , terlebih melalui pelaksanaan MTQ Nasional XXVII ini, sehingga kehidupan masyarakat yang ‘baldatun tayyibatun warabbun ghofur’ akan semakin cepat dan mudah tercapai.

Kemenangan dalam suatu perlombaan atau evant yang bernuansa agama Islam, seperti MTQ ini,  bukanlah merupakan suatu tujuan. Namun, peningkatan iman dan taqwa, serta syair Islam dan ukhuwah Islamiah menjadi barometer keberhasilan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan MTQ ini. Bukankah pada era globalisasi sekarang ini, kehidupan semakin liberal dan hedonis seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga nilai-nilai Islami yang digariskan dalam kitab suci Al Qur,an banyak yang melupakannya, khususnya kalangan generasi muda penerus estafet bangsa ini.  Kehidupan yang demikian itu menjadi semakin jauh dari nilai-nilai agama apabila tidak diikuti dengan pembacaan, pemahaman, pengkajian kitab suci Al Qur,an.  Pelaksanaan MTQ dalam setiap tingkat menjadi salah satu alternatif memberikan pemahaman dan pengkajian terhadap nilai-nilai Islam yang bersumber langsung kepada Al Qur,an.

Pelaksanaan MTQ Nasional  XXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan  yang diikuti semua kabupaten/kota se Kalimantan Selatan memperlombakan 7 cabang lomba yang diikuti oleh 546 peserta,serta didukung tim offisial dan pendamping, baik putra maupun putri

Views All Time
Views All Time
158
Views Today
Views Today
1
Previous articleMENAKAR EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI BULAN RAMADHAN
Next articlePASAR TERAPUNG YANG TERKEPUNG
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY