Mulai Menulis dari yang Terdekat : Menulis tentang Kegiatan Sehari-hari

0
26

Menulis sudah menjadi bagian dari kegiatan dan aktivitas kita sehari-hari, terlepas apakah itu untuk konsumsi sendiri atau diterbitkan dan disebarkan melalui media cetak, media online, atau media sosial. Menulis tentang apa saja yang sesuai dengan bakat dan  genre masing-masing, apakah menulis puisi, cerita pendek (cerpen), sejarah, artikel, buku, dan sebagainya.

Bagaimana memulai tentang kegiatan yang kita lakukan? Ada baiknya kita mulai menulis dari hal-hal yang sangat kita ketahui, pahami, dan menjadi bagian dari kehidupan kita selama ini, seperti menulis mengenai kegiatan penting dalam kehidupan diri kita sendiri. Menulis hal-hal yang kita lakukan dalam kegiatan penting dengan kehidupan kita sehari-hari  merupakan solusi termudah untuk memulai menulis bagi penulis pemula yang memiliki kemauan dan kemampuan menulis yang masih terbatas.

Pilihlah kegiatan yang penting, jarang terjadi, memiliki nilai khusus, dan bermakna bagi diri kita atau pihak lain. Banyak kegiatan penting yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari yang memiliki nilai penting, seperti kegiatan keluarga, kegiatan di lingkungan masyarakat, kegiatan kedinasan, dan sebagainya. Misalnya kegiatan menikah, melaksanakan upacara resepsi pernikahan, ulang tahun diri sendiri atau keluarga yang terdekat, dan sebagainya.

Sekarang ini kemudahan menulis semakin dimanjakan. Melalui handphone yang berbasis android, kita diberikan peluang dan kemudahan untuk menulis apa saja kegiatan kita sehari-hari yang menurut kita penting. Apakah semua kegiatan kita sehari-hari dapat dijadikan tulisan?  Boleh saja kalau ingin ditulis, karena semua tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi kisah kehidupan yang lengkap dan dapat menjadi inspirasi untuk menjadi tulisan cerpen atau bentuk tulisan lainnya.

Bagi seorang guru, kegiatan sehari-hari di sekolah atau di kelas banyak cerita dan kejadian yang dapat ditulis dan dibagikan kepada orang banyak. Sekolah, kelas, siswa, dan kegiatan pembelajaran sehari-hari merupakan sumber inspirasi yang tidak habis-habiskan untuk digali dan dikembangkan menjadi sebuah tulisan. Misalnya, cerita ketika  masuk ke sekolah yang baru untuk melaksanakan tugas pertama diangkat sebagai guru, dilanjutkan dengan cerita hari-hari pertama melaksanakan tugas mengajar tersebut.

Kegiatan kedinasan sebagai guru yang sudah lama mengabdikan dalam dunia pendidikan di sekolah, tentunya memiliki banyak sekali pengalaman penting yang sudah dilaksanakan atau dialami. Dengan demikian, semakin banyak pengalaman dalam melaksanakan tugas sebagai guru dan berbagai tugas kedinasan yang telah dilaksanakan diluar mengajar sehari-hari, maka semakin banyak pula sumber dan bahan yang dapat ditulis menjadi tulisan.

Maaf, cukup banyak guru yang enggan memanfaatkan waktunya, baik ketika di sekolah maupun di rumah, menulis atau mencatat kegiatan hariannya sebagai guru. Guru sebenarnya mampu menulis apa yang telah mereka alami, rasakan, atau terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sebagai guru. Peristiwa penting sebelum, saat, dan sesudah menekuni profesi sebagai, merupakan sumber inspirasi yang sangat potensial untuk menjadi tulisan. Terlebih lagi, bagi guru sudah sejak masuk sekolah, kuliah, dan kemudian menjadi guru tentu pernah menulis tentang berbagai macam hal. Lalu pertanyaanya, mengapa masih ada guru yang mengatakan, saya tidak mampu menulis?

Guru dapat menulis cerita tentang hari pertama praktik mengajar, cerita mengenai ketika pertama mengajar di sebuah sekolah yang baru, dan sebagainya. Semua kejadian dan peristiwa seputar kehidupan guru akan menjadi sumber inspirasi untuk menjadi  tulisan yang tidak akan habis-habisnya untuk ditulis. Semuanya kembali tergantung sejauh mana guru tersebut mau menulis.

Guru dikenal sangat fasih dan lancar menjelaskan pelajaran seraya bercerita panjang lebar tentang berbagai hal, sehingga hampir waktu atau jam mengajarnya di kelas diisinya  dengan ceramah dan cerita guru yang panjang.  Bahkan, guru  akan semakin lancar dan fasih bercerita ketika guru bertemu dengan rekan dan kawan di ruang kantor, terlebih di kantin atau warung dan sebagainya.

Kini, sesudah menekuni profesi sebagai seorang guru, maka tentunya potensi dan  kemampuan menulis bagi seorang guru  selayaknya sudah bukan merupakan sesuatu yang asing dan sulit lagi. Menulis,  bagi kehidupan seorang guru yang sekarang sangat  terbuka dan memiliki peluang besar menjadi penulis buku, terlebih bagi seorang guru yang telah lama mengabdi dan menekuni profesi sebagai guru. Tentunya,  potensi dan kemampuan yang besar tersebut harus diwujudkan dari sekarang dengan menulis sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan banyak orang, seperti menulis buku pelajaran, buku sejarah, dan sebagainya.

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
56
Views Today
Views Today
1
Previous articlePERLUKAH FANATISME DALAM MENULIS??
Next articleRumah Sakit SMEC Pekanbaru Riau
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY