Mulai Menulis dari yang Terdekat : Menulis tentang Tugas atau Kegiatan Khusus

0
9

Bagi seorang guru yang bertugas relatif lama, baik yang berstatus ASN maupun honorer, dalam waktu tertentu pernah mendapat tugas atau kegiatan khusus yang diberikan oleh atasan atau pihak lainnya. Misalnya menjadi peserta pelatihan di tingkat nasional atau internasional, mengikuti seleksi atau lomba guru berprestasi, dan sebagainya. Tidak menutup kemungkinan pula mendapat tugas dan kegiatan khusus yang diluar tugas dan fungsi sebagai guru, seperti menjadi panitia pemilihan kepala desa, panitia pemungutan suara pemilihan umum di desa, dan sebagainya.

Pada hakikatnya, mendapat tugas dan kegiatan khusus ini merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan dari atasan atau pihak lain terhadap diri kita, karena dinilai memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kepercayaan tersebut hendaknya menjadi sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baik, sehingga tidak mengecewakan pihak yang memberi kepercayaan tersebut.

Selain melaksanakan kepercayaan yang dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi, maka alangkah baiknya lagi jika tugas dan kegiatan khusus tersebut ditulis untuk menjadi sebuah kenang-kenangan di masa mendatang. Bukankah, setiap adanya penugasan kedinasan yang diberikan kepada kita tersebut pada umumnya diikuti dengan permintaan laporan tertulis atas pelaksanaan tugas tersebut? Nah, dengan menulis laporan pertanggungjawaban tugas yang diemban tersebut, sekaligus menulisnya dalam bentuk lainya yang bersifat nonformal atau tidak resmi.

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali menjalankan tugas dan kegiatan, khususnya yang bersifat kedinasan, kita dapat menulis untuk memberikan laporan resmi dengan format atau sistematika yang telah digariskan, dan juga bentuk tulisan lain yang dikembangkan dari laporan resmi tersebut yang bersifat nonformal. Menulis cerita dari tugas atau kegiatan khusus memang berbeda dengan laporan resmi yang bersifat formalitas.

Dengan menulis hasil melaksanakan tugas dan kegiatan khusus tersebut, maka dapat menceritakan dengan sebebas-bebasnya sesuai dengan keinginan kita, tanpa terikat dengan sistematika yang bersifat formal. Kebebasan yang dimiliki dalam menulis cerita atau artikel merupakan hal yang lumrah, karena setiap orang memiliki gaya tulisannya masing-masing. Setiap penulis dapat berekpresi dalam menulis, termasuk memakai bentuk tulisan apa yang dikehendakinya, misalnya cerpen, puisi, artikel, dan sebagainya.

Kini, banyak orang memiliki akun media sosial yang menjadi wadah bagi orang tersebut mempublikasikan aktivitas sehari-hari. Pemanfatan media sosial diera digital ini telah mewabah dan menjadi fenomena sosial sekarang. Fenomena sosial tersebut hendaknya juga dapat dimanfaatkan oleh siapa pun untuk mempublikasikan hal-hal positif, termasuk guru ketika melaksanakan tugas dan kegiatan khusus tersebut. Selain dipublikasikan dalam akun media sosial masing-masing, maka alangkah baiknya juga dikembangkan dalam bentuk tulisan yang  lebih bersifat informatif yang lengkap dan mendalam.

Alangkah hebatnya, jika tugas atau kegiatan khusus dapat dilaksanakan dengan baik, dan kemudian kita juga mampu menulisnya menjadi cerita yang informatif bagi banyak orang.  Semakin sering atau banyak kita mendapatkan dan melaksanakan tugas atau kegiatan khusus, maka tentu akan semakin banyak pula kita memiliki koleksi tulisan cerita dari tugas atau kegiatan khusus yang telah dilaksanakan tersebut. Suatu kebanggaan tersendiri apabila kita mampu menulis dan mengoleksi banyak tulisan cerita yang diangkat dari melaksanakan tugas atau kegiatan khusus.

 

 

Views All Time
Views All Time
18
Views Today
Views Today
1
Previous articleMulai Menulis dari yang Terdekat : Menulis tentang Perjalanan
Next articleLiterasi di SDN Montasik, Aceh Besar
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY