Nasehat Pak Budi (Kisah Inspiratif)

0
173
poto diambil dari http://www.google.co.id/search?q=nasehat+guru+kepada+murid&prmd=inv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiA5ZbGh6DTAhVGuI8KHfW_BUMQ_AUIBygB#imgrc=0c7TGep5KcbAaM:&spf=151

Pertemuan adalah cara Allah mengatur silaturahmi yang lama terputus, tanpa di sadari, tanpa ada rencana untuk bertemu. Namun Allah punya cara untuk mempertemukan seorang hamba dengan hamba yang lain. Alhamdullillah hari ini saya dipertemukan kembali dengan sosok guruku di SMP 4 Tembilahan dulu, sosok yang sangat aku kagumi dan hormati karena pribadinya yang tegas, tutur katanya yang membimbing dan sikapnya yang menjadi cerminan panutan orang tua di sekolah.

Pribadi yang menarik dengan bahasa yang tegas menggambarkan beliau sosok yang ideal bagi seorang murid, menyampaikan pesan kebaikan tanpa menggurui, sorot mata yang tajam didukung dengan penyampaian bahasa yang santun saat memberikan arahan.

Secara fisikly beliau biasa saja dengan kulit yang putih, perawakan tubuh yang tidak tinggi, rambut yang sedikit berombak. Dialah pak Budi seorang guru yang memegang mapel Bahasa Inggris menjadikannya guru yang sangat berbeda dengan guru-guru yang lain. Apalagi di tahun angkatan 1997 Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang sangat langka, sulit, dan menjemùkan.

19 tahun sudah berlalu namun sosok guru tauladan bagiku selalu membekas dalam ingatanku meskipun penguasaan bahasa inggrisku sangat jauh banget dari kata BAGUS (cas cis cus). Namun sosok Pak Budi tidak hilang ditelan masa, ia tetap lekang dalam kehidupanku.

Hari ini pertemuan yang Allah atur menghantarkanku kembali untuk menyelami sosok pak Budi yang tegas, lembut dan santun. Tepatnya saya bertemu di BKD Kab. Inhil di ruang tamu. Saya kembali melihat sorotan mata tajam itu dengan senyuman khas dan keramahannya. Beliau langsung bangkit berdiri ketika saya menyalami beliau.

Saya bertanya,  Pak sedang menunggu siapa dan ada urusan apa (mana tahu bisa membantu). Namun sebelumnya saya tidak lupa mengenalkan diri bahwa saya adalah murid beliau angkatan 1997. Tentu saja beliau sudah lupa namun aku mengenalkan diri sebagai anak murid beliau agar ada kedekatan secara emosional yang bisa dibangun kembali (hehe seperti membangun keluarga).

Akhirnya beliau menyampaikan kenapa berada disini… untuk urusan apa. Bapak baru pensiun terhitung 1 april 2017. Kedatangan Bapak di BKD karena adanya kesalahan data kelahiran istri diantaranya tanggal, bulan, dan tahun. Bapak khawatir jika tidak diurus segera nanti akan menyulitkan istri jika Bapak sudah tiada.

Akhirnya banyak kisah yang disampaikan dengan saya sembari menunggu orang yang ditunggu belum datang. Nasehat beliau sebagai guru ” lakukan tugas kita sebagai guru dengan ikhlas, amanah, bertanggungjawab, dan selalu niatkan ibadah sebelum memulai aktivitas”

Nasehat berharga beliau lainnya adalah ” Jangan pernah mengejar sesuatu impian (jabatan) dengan SUAP MENYUAP karena tidak akan pernah kau rasakan keberkahan dari penghasilanmu. Banyak teman bapak pas sudah pensiun hidayah itu baru datang karena sudah tidak ada lagi aktivitas lebih banyak evaluasi diri sehingga Allahpun memberikan hidayah tersebut. Namun harus kita sadari apalagi nak kamu masih muda, jabatan dan rezki yang dikejar dengan cara tidak baik akan menenggelamkanmu pada kehinaan, pada rezki yang tidak berkah dan sakit yang akan dirasakan.

Salah satu penyebab seseorang sakit di usia pensiunnya bukan karena sudah memasuki usia tua saja, namun karena rezki yang diperoleh dengan cara yang tidak halal. Contohnya pemanpaatan dana umat (bos, siswa miskin, dll). Rezki yang diperoleh dengan cara tidak halal dan keridhoanNya akan mengalir dalam darah kita, istri, suami, dan anak-anak. Rezki itu yang kita berikan kepada orang-orang yang kita cintai. Membangun rumah, beli peralatan yang bagus, transportasi yang mewah semua akan kita pertanggungjawabkan kelak. Jika kita bermaksiat kepada Allah kita bisa bertobat dan memohon ampun kepada Allah, bermasalah dengan oranglain kita bisa meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Namun bagaimana rezki yang kita dapatkan dengan cara tidak benar, memperoleh pekerjaan PNS atau yang lain dengan cara suap tentu akan banyak orang yang kita dzolimi karena tindakan kita, memakan uang rakyat jelas berapa banyak orang yang kita dzolimi, memakan uang sekolah berapa banyak siswa-siswa yang miskin, yatim yang seharusnya mereka mendapatkannya namun kita lakukan manipulasi data sebagai laporan. Nah bagaimana ketika bertobat, dengan siapa kita harus minta maaf dan mengembalikan dana tersebut. Begitulah nak, rezki tersebut mampu membuat penyakit dalam diri kita. Penyakit stroke menghampiri bukan karena faktor usia saja namun faktor apa yang kita makan (halal atau tidak).

Saya mendengarkan penuturan sosok yang saya kagumi tersebut. Semakin diusia senjanya semakin bermakna kata yang keluar dari lisannya. Bahasanya yang menyejukkan menjadi nasehat berharga dalam menjalani kehidupan.

Pesan beliau terakhir kepadaku “Jangan pernah mengejar JABATAN dengan cara yang tidak benar, biarkan JABATAN itu datang disaat memang kita layak mendapatkannya, lakukan dengan AMANAH agar Allah ridho terhadap apa yang sudah dilakukan”

Nasehat berharga beliau menjadi semangatku untuk sentiasa menjaga diri dan orang yang kucintai agar rezki yang diperoleh berkah.

Terima kasih sosok guruku yang selalu menginspirasi.

Views All Time
Views All Time
295
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY