NASIONALISME DI ERA NEW NORMAL

0
11

NASIONALISME DI ERA NEW NORMAL

Oleh; Sriyanto, M.Pd

Guru SMP Al Hikmah Surabaya

 

Sekelumit sejarah Bangsa

Lahirnya bangsa Indonesia memilki sejarah panjang. Tahapan perjuangan bangsa dimulai sebelum 1908. Perjuangan saat itu di motori peran Ulama dalam melawan penjajah. Perlawanan terhadap Kolonial itu dilandasi oleh kondisi bangsa yang semakin menderita akibat kebijakan tanam paksa (kerja rodi) dan Tanam Paksa (Culturstelsel) oleh bangsa Belanda. Dari situlah semangat melawan penindasan muncul berkobar-kobar. Namun perjuangan itu belum berhasil, karena masih bersifat kedaerahan dan mudah di adu domba oleh Belanda dikenal dengan politik devide at ampira. Meskipun perjuanganya belum membawa hasil, ada kesadaran untuk lepas dari penjajahan.

Pada etape kedua, lahirlah masa kebangkitan nasional. Masa ini dipelopori oleh kaum muda yang terdidik mengenyam pendidikan di School Tot Opleiding Van Indische Artsen (STOVIA). Kaum muda itu berunding untuk membentuk organisasi Boedi Utomo. Tokoh sentralnya Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Soetomo dan Goenawan Mangunkoesumo. Dari sinilah cikal bakal munculnya organisasi-organisasi lainnya punya spirit yang sama memperbaiki kondisi bangsa dari ekonomi, sosial dan budaya serta melawan penindasan kolonial.

Kemudian para pemuda-pemudi daerah bersatu padu mengikat diri dengan semangat persatuan bangsa lahirah peristiwa sumpah pemuda. Sumpah pemuda terinspirasi dari organisasi yang lahir pada abad 20 yakni Sarekat Islam, Boedi Outomo dan Indisch Partij. Para pemuda mendobrak kemampatan, mengelorakan perubahan. Organisasi pemuda daerah Jong Java, Jong Sumatra, Jong Batak, Jong Celedes, dan Jong lainya bersatu tanpa memandang perbedaan daerah, suku, agama, ras, Bahasa, dan antar golongan.

Perbedaan suku, bahasa, dan agama, bukan menjadi halangan bagi bangsa Indonesia untuk menyusunan bangunan nasionalisme Indonesia. Justru dengan berbagai perbedaan (pluralism) yang ada pada bangsa ini telah menjadi batu bata bangunan yang saling memperkuat sehingga terbentuk suatu “rumah bersama” yang disebut Indonesia. Bangsa dan masyarakat Indonesia telah membuktikan tentang nasionalisme yang dimiliki, terutama ketika merebut kemerdekaan. Dan berhasil memproklamsikan kemerdekaan Indonesia. (Rahman, 2020;4)

Moment yang tepat di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke-75 ini menyadarkan kembali nasionalisme yang dirajut dari kebhennikaan bangsa untuk melawan penjajah. Tentu sangat berbeda masa lalu dan masa sekarang. Dulu musuhnya jelas melawan bangsa kolonial, sekarang kita dihadapkan ‘musuh bersama’ yang tidak nampak yakni Covid-19.

Covid-19 ini menyerang seluruh elemen bangsa tidak mengenal suku, ras dan agama yang sangat mematikan. Sudah ribuan orang yang sudah meninggal, dan berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Kondisi saat ini diberlakukan new normal life, kebiasaan baru yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada titik inilah nasionalisme bangsa dibutuhkan.

 

Konsep Nasionalisme

Nasionalisme merupakan paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa, memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.

Secara historis, nasionalisme Indonesia tidak dapat dilepaskan dari gerakan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme yang di dasari solidaritas dan persatuan bangsa. Saat itu ada faktor yang mendukung terwujudnya nasionalisme antara lain: Adanya ikatan rasa senasib sepenanggungan, bertempat tinggal dalam satu wilayah yang sama, dan Ingin melepaskan diri dari penjajahan. (Hariyono, 2014:59).

Dalam konteks sekarang kita semua dihadapkan nasib yang sama menghadapi pandemi Covid-19, seluruh wilayah Indonesia tertular Covid-19, dan kita semua ingin bebas dari virus ini, saya kira ini memenuhi prasyarat membangun nasionalisme di era new Normal.

 

Wujud Nasionalisme Era New Normal

Kemudian apa yang bisa kita lakukan sebagai bentuk nasionalisme di Era New Normal? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Pertama, Adanya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat secara kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan. Misalnya memakai masker ketika keluar rumah, menghindari kerumuman, jaga jarak aman (physical distancing), cuci tangan, atau memakai hand sanitizer, dan mengonsumsi vitamin dan makanan yang bergizi.

Kedua, Adanya kesadaran mematuhi berbagai ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Seperti tidak korupsi dana pemulihan ekonomi yang digelontorkan oleh pemerintah.  Ketiga, adanya rasa empati bersama untuk bergotong-royong membantu warga masyarakat yang terdampak. Salah satu caranya memberikan bantuan berupa obat-obatan dan logistik bahkan menggalang donasi untuk dapat membantu yang terdampak kemudian bersatu pula untuk melakukan pemulihan (recovery) ekonomi dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Keempat, ada kepedulian bersama membangun sistem pendidikan di era new normal. Tentu sistem lama sudah tidak relevan lagi, maka butuh sinergi bersama pejabat pemerintah dengan  seluruh steakholder pelaku pendidikan. Dalam hal ini dinas pendidikan, para praktisi pendidikan, kepala sekolah dan untuk merumuskan format baru sistem pendidikan yang dibutuhkan di masa depan. Inovasi-inovasi baru sangat diharapkan untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi generasi bangsa. Sehingga visi para pendiri bangsa yang termaktub dalam konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan bangsa bisa terwujud meskipun kondisi pademi covid-19.

Tanpa memiliki rasa nasionalisme yang didukung dengan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat melaksanakan new normal life secara baik, terasa sulit lepas dari Covid-19. Nasionalisme dalam situasi saat ini sangat diperlukan, karena dapat menjadi pemersatu bangsa dan untuk mempertahankan keutuhan NKRI dari ancaman Covid-19. Jika di masa lalu seluruh komponen bangsa dengan rasa nasionalisme bersatu berjuang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan, maka sekarang ini kita butuh rasa nasionalisme melawan Covid-19 di Era New Normal. Waallualam bishowab …

Nb; Dimuat di Majalah Pendidikan Jatim Edisi Agustus 2020

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY