Abi Manyu Sang Inspirator

0
22

Namanya Abi Manyu. Dia berumur 40 tahun. Kini Abi Manyu menjadi pengusaha yang sukses. Bisnis yang digelutinya bergerak dalam bidang pendidikan. Siapa yang mengira anak kampung yang berasal dari Purbolinggo ini menuai sukses dan menjadi akar pohon yang kuat bagi keluarga dan penduduk desanya. Dia hijrah ke Jakarta di awal tahun 1997. Satu tekadnya yang membawa dia keluar dari kesengsaraan yang dia rasa dengan menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari pekerjaan.Seusai pendidikannya di tingkat menengah atas, dia terus berpikir untuk mewujudkan tekadnya. Hal yang membuatnya semakin gigih menggapai mimpinya ketika dia menjumpai banyak pemuda desa yang menganggur dan menghabiskan waktu dengan hal yang tidak berguna. Terlebih lagi di Jakarta yang selalu menjadi tujuan orang mencari kerja.
Abi Manyu pandai membaca peluang, kebutuhan akan berbahasa asing sedang marak saat itu. Diamatinya seorang kusir delman di salah satu tempat wisata yang pandai berbicara bahasa inggris menawarkan delmannya pada wisatawan asing. Tak jauh dari tempat itu, tampak seorang ibu jasa urut dengan akrab bercakap sambil asik melayani wanita berambut pirang asal Belanda. Di otak brilliant Abi Manyu terbersit bisnis apa yang akan dilakukannya. Praktik langsung berbahasa asing dengan wisatawan. Yaa seperti kusir delman dan tukang urut yang mahir berbicara bahasa inggris tanpa perlu sekolah tinggi lagi.

Terinspirasi dari kedua orang tadi, Abi Manyu memantapkan diri untuk membuka tempat kursus Bahasa Inggris dengan metode 90% praktik dan 10% teori. Tentu saja ini bertolak belakang dengan kursus kebanyakan. Dengan bermodal ruang kelas 4×3 meter, dia mengawali bisnisnya. Dilengkapi dengan 2 set sofa berbentuk L tanpa meja dan satu buah papan tulis. Staff pengajar hanya 2 dan Abi Manyu bertindak sebagai resepsionis sekaligus marketer.

Didatanginya sekolah sekolah dan dipromosikannya tempat kursusnya dengan cara 2x di awal pertemuan gratis. Disewanya angkutan umum untuk menjemput dan mengantar para siswa yang akan belajar secara gratis juga.

Upaya gigihnya berbuah manis. Banyak siswa yang melanjutkan untuk kursus di tempatnya. Diprogramkannya juga mengundang native speaker setiap bulan atau membawa siswanya berkunjung ke tempat wisata yang banyak wisatawan asing.

Perusahaannya semakin berkembang dengan dibuka banyak cabang di sekitar Jakarta. Pemuda di kampungnya ditawarkan untuk ikut mengembangkan usahanya dengan cara diberikan pelatihan 3 bulan, langsung di tempat kursusnya. Impiannya kini menjadi nyata. Menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari lapangan pekerjaan. Semoga kisah Abi Manyu dapat menginspirasi kita semua.
Noerbad 080519

Views All Time
Views All Time
85
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY