SAGUSAKU-IGI Satu Hati Membangun Kota Jayapura, Hasilkan Guru Banyak Karya

3
71

“Hen tecahi yo onomi t’mar ni hanased”, tema Kota Jayapura disandingkan dengan kegiatan yang diselenggarakan IGI melalui kanal Sagusaku. “SAGUSAKU-IGI Satu Hati Membangun Kota Jayapura, Hasilkan Guru Banyak Karya”. Jumat, 30 November 2018, 113 Guru Hebat Kota Jayapura memadati Aula Disperindag selama dua hari ke depan untuk mengikuti kegiatan spektakuler IGI melalui kanal Sagusaku. Pelatihan ini adalah pelatihan menulis buku selama 2 hari dan dilanjutkan dengan bimbingan on-line sampai buku terbit ber-ISBN. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan guru banyak karya melalui kerja nyata.
Tidaklah mudah menghadirkan IGI di Kota Jayapura. Selama ini Peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan kanal Sagusaku-IGI setiap minggu berkeliling Indonesia, bahkan hingga ke manca negara selalu disambut baik oleh guru Indonesia. Berbeda dengan di Kota Jayapura, sambutan baik terhadap IGI justru diawali oleh Walikota Kota Jayapura “Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M”. Pemimpin bangsa yang sangat peduli dengan kemajuan pendidikan. Para guru yang semula ragu untuk mengikuti kegiatan ini, akhirnya mampu menghadirkan 113 orang guru hebat Kota Jayapura dan Kerom.
Antusias para peserta saat kegiatan membayar lelah panitia yang kesulitan mendapatkan tempat kegiatan, Ucap Since, M.Pd selaku Ketua wilayah IGI Jayapura. Kegiatan Spektakuler Sagusaku-IGI menghadirkan langsung Wakil Bidang Humas dan Sosial Pengurus Pusat IGI yang juga Founder Sagusaku: Nurbadriyah, M.Pd sebagai narasumber. Mengawali materinya, beliau memaparkan gerakan nasional yang sudah dilakukan Sagusaku-IGI. Selain workshop guru dalam menulis,Sagusaku juga memiliki gerakan yang bernama Gelis. Gelis adalah salah satu kegiatan literasi IGI yang bukan hanya fokus meningkatkan kompetensi gurunya saja, tetapi juga mampu menggali kreativitas siswa.
Akhir dari pelatihan 2 hari ini, peserta akan menghasilkan 2 buku, yaitu satu buku antologi artikel pendidikan Kota Jayapura dan satu buku lagi adalah buku kumpulan puisi karya masing-masing peserta sebagai karya mandiri. Hal ini dimaksudkan agar guru berani untuk menelurkan karya sehingga kenaikan golongan tak lagi menjadi hal yang ditakutkan karena guru tidak kreatif dan inovatif. Kehadiran Sagusaku-IGI memberikan cahaya terang bagi guru Kota Jayapura. Ini diungkapkan langsung oleh para peserta yang sudah lama merindukan pelatihan guru seperti ini. Pelatihan guru yang sesuai dengan harapan para guru yang ingin keluar dari zona ‘nyaman” yaitu guru yang haus akan perubahan. Kini mereka dapat menerbitkan buku karya sendiri dengan pracetak GRATIS melalui Sagusaku-IGI.
Harapan senada disampaikan oleh Dr. Frans Pekey, M.Si yang hadir dalam kegiatan, mewakili Walikota Kota Jayapura. Dalam sambutannya, Beliau menyatakan setiap kegiatan positif guru akan selalu didukung oleh pemerintah setempat, dari mana pun asalnya. Beliau menegaskan, guru diberikan kebebasan mengikuti organisasi profesi sesuai dengan perundangan yang berlaku, sama seperti di bidang kesehatan yang juga memiliki beberapa organisasi profesi yang memiliki satu tujuan yang sama. Dukungan serupa ditambahkan oleh Majid, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura. Beliau berpesan agar kegiatan serupa ini ditularkan ke guru yang belum sempat hadir dalam kegiatan ini agar Kota Jayapura memiliki guru berprestasi melalui literasi.
Sebagai penutup kegiatan di hari pertama, para peserta sudah berhasil membuat tulisan berupa artikel pendidikan terkait literasi yang sudah diterapkan di sekolahnya. Peserta menulis menggunakan aplikasi yang tersedia di Smartphone yang mereka punya. Ya, menulis semudah berbicara adalah ciri dari kegiatan Sagusaku-IGI yang sudah akrab di telinga guru Indonesia. Mari hasilkan banyak karya melalui kerja nyata. Nantikan peluncuran karya para guru hebat ini saat Hardiknas 2019. Sagusaku-IGI memberikan bukti BUKAN Janji. Noerbad 011218

Views All Time
Views All Time
110
Views Today
Views Today
1

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY