ON ETERNAL PATROL

0
7
ON ETERNAL PATROL

(KRI Nanggala 402)

Oleh: Ida Rusmiyati

 

Rabu pagi, tanggal 21 April 2021 telepon berdering, terdengar kabar dari sana bahwa KRI Nanggala 402 hilang kontak sejak sekitar pukul 03.46 dini hari di perairan Bali, pada kedalaman 850 meter dengan 53 personil. KRI Nanggala 402 dinyatakan submiss (hilang) pada pukul 06.46, setelah dilakukan pencaharian.

“Ooo Kasihku, Kau masih bertugas di sana . Kemarin memang kau sempat berpamitan padaku akan menjaga samudra nusantara agar NKRI tetap utuh. Ya baru saja kemarin, aku tak percaya berita ini.”

“ Kasihku…kuyakin Kau masih bertahan …masih menjaga lautan…berpatroli dengan KRI Nanggala 402.”

Sejenak kuterpaku diam, terbayang wajah kekasih yang selalu setia kunanti. Walau terkadang tak rela dia pergi menunaikan tugas menjaga pertiwi, tapi izin kuberikan juga dengan sepenuh hati. Lantunan doa dan kalam Ilahi kulantunkan untuknya dan segenap awak KRI Nanggala 402 agar segera mengapung kembali. Harapanku sangatlah besar,

“ Kau harus kembali Kasih…kembalilah padaku! Masih ada persediaan oksigen di kapalmu untuk 72 jam ke depan. Masih sempat Kasih…ayo…segeralah naik bersama kapalmu!” aku masih saja tak berhenti berharap.

Kamis, tanggal 22 April 2021 Indonesia menanti, semua menanti, dan aku pun menanti. Masih juga tak ada tanda-tanda kemunculan KRI Nanggala 402 ke permukaan. Semua semakin bersedih. Namun, harapan masih tersimpan di relung jiwa kami semua.

“Ya Allah…Ya Rabb…kembalikanlah mereka semua pada kami! Jangan Kau biarkan kami kehilangan kekasih, suami, ayah, dan juga pemimpin kami tercinta!”

“ Ya Allah jadikan harapan kami menjadi nyata akan hadirnya semua awak KRI Nanggala 402 di tengah-tengah kami kembali!” air mataku kini  mengucur semakin deras, sederas gelombang samudera yang menyimpan dengan tenang dan erat KRI Nanggala 402.

Jumat, tanggal 23 April 2021, belum juga ada tanda-tanda kemunculan. Prakiraan persediaan oksigen semakin menipis. Kesempatan hidup semakin menyempit. Harapan kami pun semakin menipis.

Sabtu, tanggal 24 April 2021 ditemukan tumpahan minyak, serpihan yang berupa pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye pelumas periskop, serta adanya medan magnet yang berasal dari KRI Nanggala 402.  Diperkirakan terjadi retakan besar pada tubuh kapal. Keberadaan benda-benda yang merupakan serpihan ini menunjukkan bahwa KRI Nanggala 402 dalam keadaan subsunk (tenggelam).

Cadangan oksigen diperkirakan habis pada pukul 03.00 dini hari. Air mataku pun semakin deras mengalir, tak berhenti. Ayah, ibu, dan semua keluargaku berusaha menenangkan diriku,

“ Sudahlah…relakan …ikhlaskanlah…! Berikanlah doa terbaik untuknya agar tenang dan setia menjaga samudera!” aku hanya bisa mengangguk terdiam dan membisu.

Setelah pencarian selama 72 jam dilakukan dan ditemukannya serpihan-serpihan, maka Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bahwa KRI Nanggala 402 tenggelam.

Segenap rakyat Indonesia berduka karena kehilangan prajurit-prajurit TNI AL yang terbaik.

Aku dan kami semua hanya bisa pasrah pada skenario yang Allah takdirkan, semua berjalan atas kehendakNya. Sekarang tercurahlah doa-doa terbaik ke tempat yang tak terduga, tempat yang paling dalam di dasar samudera.

“ Ya Allah…aku titipkan kekasihku dan juga kekasih kami semua kepadaMu. Karena Engkaulah yang sebenarnya Mahakasih. Engkau lebih berhak mengasihi kekasih kami.”

“ Bila mereka semua tak bisa bersama kami saat ini dan seterusnya, maka biarkanlah mereka semua  berada di dalam jannahMu.”

“ Ya Allah di hari ke-13 Ramadhan yang penuh berkah ini berikanlah kesabaran, keikhlasan, ketabahan, dan keluasan hati kepada keluarga yang mereka tinggalkan!”

“Para kekasih yang saat ini On Eternal Patrol, selamat jalan…selamat berpatroli di dalam samudera luas untuk senantiasa menjaga kedaulatan perairan ibu pertiwi, NKRI tercinta.”

 

 

Ungaran, 25 April 2021

 

#30harimenulisramadhan

#gbmharike-13

 

ReplyForward
Views All Time
Views All Time
45
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY