ORANGTUA GALAU JELANG TAHUN PELAJARAN BARU

2
46

Menjelang tahun pelajaran baru 2019/2020 yang hampir bersamaan dengan menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H, maka hal tersebut dapat menjadi beban tersendiri bagi kalangan orangtua  yang memiliki anak usia sekolah. Persiapan menghadapi lebaran yang berdekatan dengan awal tahun pelajaran baru dapat membuat galau banyak orangtua yang masih memiliki anak usia sekolah, terlebih bagi orangtua yang tidak berpanghasilan tetap atau keluarga yang kurang mampu.

Kebutuhan menjelang tahun pelajaran baru menjadi masalah tersendiri bagi banyak orangtua, terutama  bagi yang anak-anaknya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sekolah  atau kuliah di perguruan tinggi. Tahun pelajaran baru identik dengan perlengkapan sekolah yang serba baru, seperti baju seragam, tas, sepatu, dan sebagainya. Demikian pula dengan lebaran, tidak terlepas dengan adanya hal yang serba baru, khususnya baju atau pakaian untuk anak-anak.

Tahun pelajaran baru dan lebaran bagi anak-anak  menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu, namun tentunya berbeda dengan orangtua mereka yang kurang mampu tetapi ingin menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan merayakan lebaran sebagaimana layaknya. Bagi kebanyakan orangtua, keinginan anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi merupakan suatu beban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan,  meski harus dengan berpikir dan bekerja keras untuk memenuhi keinginan sang anak tercinta.

Banyak keperluan yang mesti harus dipenuhi dalam rangka menjelang dan saat awal tahun pelajaran baru. Mulai dari mempersiapkan baju seragam, peralatan sekolah, alat transportasi, rumah kontrakan/kost bagi yang jauh dari rumah orangtua, dan pengeluaran lainya.  Kondisi inilah yang kemudian membuat kegaulauan orangtua dari kalangan yang tidak mampu, disertai kondisi pergerakan harga sembako dan keperluan rumah tangganya yang tidak stabil dan cenderung menjalang lebaran hari raya Idul Fitri 1440 H ini.

Kemudian, pada awal tahun pelajaran baru biasanya di sekolah yang menerima anaknya menjadi peserta didik baru, ada lagi pengeluaran yang berkaitan dengan siswa baru di sekolah, seperti pengeluaran untuk sumbangan gedung  dan berbagai macam sumbangan lainnya. Orangtua menjelang tahun pelajaran 2019/2020 ini memang harus banyak menyiapkan dana untuk mengantasipasi pengeluaran biaya sekolah anaknya.

Program sekolah gratis bagi jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas bagi sekolah negeri,  tidak berarti semua serba gratis. Memang, biaya pendidikan selama sekolah tidak dipungut pihak sekolah seperti sekolah swasta, namun beberapa keperluan anak sekolah harus dipenuhi orangtua untuk menunjang kelancaran sekolah anaknya. Kenyataan menunjukkan bahwa pengeluaran orangtua bagi anaknya yang sekolah pada jenjang menengah atas lebih banyak pada biaya transportasi dan komunikasi, karena anaknya memakai sepeda motor pulang pergi ke sekolah, dan menggunakan handphone canggih gaya anak muda zaman now.

Kondisi dilematis yang banyak dialami kalangan orangtua menjelang tahun pelajarn baru yang hampir bersamaan dengan lebaran Idul Fitri 1440 H harus dihadapi dan disikapi dengan penuh kearifan. Satu sisi harus menyiapkan berbagai keperluan biaya untuk keberlangsungan pendidikan anak-anaknya, pada sisi lain menyiapkan biaya untuk keperluan keluarga untuk lebaran atau hari raya  idul fitri.  Harga sembako yang cenderung terus naik menjelang lebaran merupakan persoalan tersendiri yang harus dihadapi oleh banyak keluarga. Kenyataan ini harus dihadapi dengan penuh keprihatinan yang mendalam, terutama bagi kalangan keluarga yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Kini, tahun pelajaran baru bagi kebanyakan orangtua dari kalangan menengah ke bawah menjadi kondisi yang memprihatinkan dan membuat mereka harus  berpikir dan bekerja keras untuk memenuhi keperluan anaknya menjelang dan saat awal tahun pelajaran baru. Bagi orangtua memenuhi keperluan menjelang dan saat anaknya sekolah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi demi anak tercinta. Orangtua sangat berharap anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik dan dapat meraih prestasi yang sebaik-baiknya, oleh sebab itu apapun dilakukan dan dikorbankan demi masa depan anak mereka.

###1490###

Views All Time
Views All Time
64
Views Today
Views Today
1
Previous articleDukung Pengembangan Diri Wajib K13
Next articleUlama’ku
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY