PANDEMI, OH……., PANDEMI…. !!!!

0
7

Setahun sudah pandemi ini bersama kita, seluruh tatanan hidup  dimasyarakat berubah secara drastis, tidak ada yang statis. Segala bidang kehidupan terganggu yang mengakibatkan terjadinya inflasi ekonomi baik diseluruh tempat di dunia ini. Banyak orang yang kehilangan pekerjaannya karena kondisi ini, yang mengakibatkan  banyak terjadi masalah sosial dimasyakat seperti tingkat kejahatan, kriminalisasi, kesenjangan sosial dimana – mana akibat tuntutan kebutuhan hidup yang tidak tercukupi.

Keadaan ini juga memaksa kita untuk berbuat apabila ingin tetap bertahan hidup, diantaranya banyak yang berpindah profesi dari profesi sebelumnya. Yang semula karyawan swasta beralih menjadi pedagang kaki lima, tukang ojek, pedagang makanan, petani dan lain – lain.

Kondisi yang sama dialami dalam dunia pendidikan, walaupun solusi proses pembelajaran diselesaikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh  ( PJJ ), namun tidaklah semudah yang dibayangkan, pembelajaran online yang digadang – gadangkan menjadi solusi agar pembelajaran antar siswa dan guru tetap berlangsung, justru membuahkan masalah baru dimasyarakat. Banyak orang tua yang sudah merasakan betapa tidak menyenangkan menjadi seorang guru, bahkan bagi anak kandung sendiri. Selain itu pembelajaran dari rumah atau online bagi sebagian besar orang tua bukanlah pemecahan masalah atas persoalan ini.

Pembelajaran online via aplikasi telah memberi pelajaran baru bagi para siswa, yakni penyakit online tapi offline. Sudah sering ditemui kasus, karena pembelajaran online ini, siswa tidak lagi bangun pagi seperti biasa, saat belajar online berlangsung, ketika guru memberikan materi banyak siswa yang mengabaikan dan melakukan aktivitas yang berbeda, mengisi absen kehadiran secara online, tetapi tidak mengikuti proses pembelajaran.

Masalah baru yang muncul bagi para orang tua, biaya yang dikeluarkan oleh orang tua untuk pembelajaran online bagi anak- anaknya, yakni persoalan ekonomi, seolah pembelajaran online ini hanya diperuntukkan bagi keluarga yang mampu saja. Dan bagi keluarga yang tidak mampu harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga sering terdengar di telinga kita, ada orang tua yang rela mencuri demi anak  yang mengikuti pembelajaran online.

Kondisi pandemi ini juga tidak bersahabat juga bagi sekolah kejuruan atau vokasi, persoalan dengan pembelajaran online ini mengakibatkan banyak materi pembelajaran  dan indikator pembelajaran tidak tercapai. Pembelajaran online lebih efektif untuk pembelajaran bersifat teori, praktik ringan,  penugasan yang bersifat literasi.

Siswa SMK terbiasa belajar dengan metode unjuk kerja, pembelajarn online membuat siswa jenuh dan tidak menarik. Walapun telah banyak aplikasi belajar yang menyenangkan seperti pembelajaran dengan game online,  video, dan aplikasi lain. Akan tetapi tidaklah dapat mencapai target sasaran yang diinginkan.

Terlepas dari kegiatan belajar online yang diikuti siswa, banyak siswa yang terpaksa bekerja demi membantu ekonomi keluarga. Sehingga pembelajaran sekolah yang seharusnya berlangsung secara daring pun enggan diikuti, dengan latar belakang masalah berkaitan dengan biaya pulsa. Bahkan saat pembelajaran tatap muka sudah dibuka kembali, masih banyak siswa yang tidak masuk sekolah, akibat pekerjaan yang sudah dilakukan selama pandemi, karena keasyikan bekerja dan  mendapatkan bayaran. Hal ini merupakan persoalan lain lagi, yang harus diselesaikan oleh pihak sekolah.  Ada yang berpendapat, bahwa kondisi ini dapat dimanfaatkan guru untuk memberi tugas kepada siswa  sebagai bahagian dari materi kewirausahaan. Tetapi persoalan ini tidak bisa selesai bagi mata pelajaran yang lain disekolah.

Kita semua berharap kondisi ini segera membaik, dan kondisi masyarakat dapat pulih kembali. Sebagai pribadi, masing – masing kita tetap bertahan dengan memperkuat daya tahan tubuh kita dengan berolah raga, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, melakukan aktivitas yang positif, dan bagi orang tua dirumah trus memantau perkembangan pendidikan anak- anak mereka, dan tidak terkecuali bagi sekolah – sekolah harus berupaya lagi mencari solusi dan membuat suasana sekolah kembali normal walaupun dengan pembelajaran tatap muka secara bergelombang, dan menjalin komuikasi dengan orang tua siswa untuk kepentingan masa depan generasi penerus bangsa.

Views All Time
Views All Time
7
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY