PANTUN KARYA SISWA SDN MUREU

0
10

Pergi ke pasar melihat baju

Bajunya indah dan cantik-cantik

Wahai adik janganlah bersedu

Nanti kakak beli baju yang cantik

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Seorang kakak menghibur adiknya yang bersedih dan menangis tersedu, kakaknya berjanji akan membelikan baju baru yang cantik untuk adiknya. Pesan moralnya adalah sayangilah adik atau saudara kita.

         

Pergi ke sawah menanam padi

Nasi ditanak didalam tungku

Pergi sekolah berbaju rapi

Jangan  lupa pula membawa buku

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Lewat isi pantun penulis menyampaikan bahwa anak sekolah harus berpakaian rapi bila pergi ke sekolah, serta tidak boleh lupa membawa buku tulis atau buku pelajaran lainnya. Pesan moral dari pantun tersebut yaitu patuhilah peraturan sekolah seperti berpakaian yang rapi dan jangan pernah lupa membawa buku sesuai roster pelajaran.

Anak ayam belajar berkokok

Meniru suara ayam jantan

Anak kecil jangan merokok

Karena merokok menjadi penyakitan

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Merokok membunuhmu !, slogan yang sering kita jumpai pada iklan rokok,lewat isi pantun penulis juga mengingatkan kita agar jangan merokok, apalagi bila kita masih anak-anak jangan-coba-coba untuk merokok karena banyak kerugiannya daripada manfaatnya, yang lebih bahaya lagi merokok menyebabkan timbul berbagai macam penyakit seperti kanker, penyakit jantung, gangguan kehamilan.

 

Jalan-jalan ke toko inggris

Jangan lupa membeli manggis

Cantik-cantik orang inggris

Lebih cantik adek manis

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Melalui isi pantun penulis mengungkapkan bahwa orang keturunan inggris memang berparas cantik-cantik, tetapi dia tetap  setia mengagumi seorang gadis berparas manis.

Jika ingin membuat kubur

Maka harus menggali tanah

Lihatlah orang yang sudah kufur

Hilang malu Imannya punah

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Manusia yang sudah kufur dan durhaka kepada Allah SWT senantiasa akan berbuat yang dilarang, orang tersebut juga sudah hilang rasa malu serta binasa imannya sehingga apabila berbuat suatu maksiat atau kekejian tidak ada masalah baginya. Pesan moralnya yaitu jangan menjadi manusia yang kufur dan berbuat maksiat serta tiada mau mengerjakan perintah Allah.

 

Pakai baju warna biru

Pergi ke sekolah pukul satu

Murid senantiasa hormati guru

Karena guru pembekal ilmu

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

Kajian inpiratif dari isi pantun diatas adalah tentang murid yang harus menghormati guru karena guru pemberi ilmu pengetahuan dan mendidik murid dengan penuh kesabaran serta keikhlasan,maka hargailah, hormatilah jasa guru agar ilmu yang diberikan dapat menjadi berkah.

 

Anak-anak pergi ke sekolah

Pintar membaca dan menulis huruf latin

Kalau ada kata saya yang salah

Mohon dimaafkan lahir dan batin

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Meminta maaf selalu atas semua kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja merupakan salah satu perbuatan terpuji, kita tidak perlu malu untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada orang lain.

Jalan-jalan ke atas bukit

Jangan lupa bawa pisang mas

Kalau ada yang jatuh sakit

Jangan lupa ke puskesmas

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Lewat isi pantun penulis menyampaikan atau mengingatkan bahwa bila ada orang yang sedang jatuh sakit jangan dibiarkan, harus diobati atau langsung dibawa ke rumah sakit/puskesmas agar penyakitnya tidak menjadi parah dan segera sembuh. Pesan moral dari isi pantun tersebut yaitu bersikaplah waspada selalu terhadap segala penyakit yang akan menimpa kita.

Langit cerah terang berawan

Itu semua karena sang kuasa

Guruku adalah sang pahlawan

Pahlawanku tanpa tanda jasa

 

Kajian oleh : Mutia Irawati, S.PdI dan Juwita,S.Pd

          Kekaguman penulis pada seorang guru diungkapkan lewat isi pantun yang dibuatnya dimana guru bagaikan sang pahlawan baginya, dan guru merupakan pahlawan yang tidak pernah diberi tanda jasa. Pesan moral dari kajian isi pantun tersebut adalah hargai jasa seorang guru karena ibarat pahlawan yang mencerahkan dan memperjuangkan masa depan kita, memberi berbagai ilmu pengetahuan, dan berkat jasa guru kita menjadi manusia yang berguna bagi agama dan bangsa.

Views All Time
Views All Time
33
Views Today
Views Today
1
Previous articleNEXT PANTUN SISWA SDN MUREU
Next articleBagian 17. Buku ToR : Makna Di Balik Nuzulul Qur’an
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY