Paradigma pembangunan sosial ekonomi

0
52
  1. Paradigma pembangunan sosial ekonomi

Model Pembangunan (interacting development paradigm) ada 4 model yaitu:

  1. Model pertumbuhan

Model berorentasi pada peningkatan GNP, dengan anggaran bahwa hal tersebut dapat dicapai dengan menempuh industrialisasi dan penanaman model secara “ big push” dengan semangat moderenisasi, dimana pendapatan perkapita dan pemerataan akan tercapai secara otomatis, sebagai akibat “trickle down”’ sehingga secara sentral berada pada aparatur pemerintahan dan fungsi  administrasi publik. Prioritas model ini adalah tingkat pertumbuhan, GNP, perkapita, tingkat penanaman modal, dan pertumbuhan. Model ini mendapat pengaruh kuat dan teori Harrod –Dogmar dan tingkat pertumbuhan Rostow (Islam dan henault, 1979).

Akhirnya secara umum beberapa pengamat menilai model ini telah mengalami kegagalan, sehingga timbul kepincngan, menurunnya persaingan tenaga kerja.

  1. Model pemerintahan

Dengan ciri-ciri pokok sebagai berikut:

  1. Aspek sosial lingkungan dan perkembangan yang diabdikan dalam model pertumbuhan kini menjadi aspek penting.
  2. Perlunya berorientasi kepada kebutuhan pokok, kemandirian pembangunan pertanian dan pedesaan, untuk pemberantasan pengangguran dan ketidak merataan.
  3. Aspek lainnya yang dianggap adalah penyediaan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, pemberantasan kelaparan dan kekurangan gizi, pemeliharaan kesehatan, air bersih di pandang sebagai strateji yang lebih baik bagi negara berkembang.
  4. Akibat upaya yang simultan dalam upaya pemerataan hasil pembangunan yang berdampak pada kemandirian dan keadilan sosial, namun realitasnya justru menimbulkan banyak ketergantungan kepada pemerintah. Inilah yang mendorong lahirnya pemikiran baru.
  1. Model pembangunan manusia

Dengan aspek pokoknya sebagai berikut:

  1. Penekanan pada pelaksanaan kegiatan yang bertanggung jawab
  2. Pembangkitan kesadaran kemampuan
  3. membangun kualitas manusia atau community based management, dan ciri:
    • terlibat dalam pengambilan keputusan
    • mampu mengelola sumber yang ada
    • adanya social learning antara birokrasi dan komunitas
    • pembaharuan politik yang membuka partisipan

 

  1. Model peningkatan daya saing

Globalisasi yang diwarnai liberalisasi perekonomian condong mengarah pada hilangnya batas-batas negara, paling tidak dibidang perekonomian, hilangnya hambatan dalam perdagangan antar bangsa (free trade) akan meningkatnya volume perdagangan antar bangsa, yag ditandai dengan munculnya organisasi WTO, AFTA, NAFTA, APEC dan sebagainya

Views All Time
Views All Time
192
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY