PARTISIPASI TERHADAP INKLUSI

0
2

Partisipasi Terhadap Inklusi

Inklusi dan partisipasi merupakan hal yang sangat penting bagi harga diri manusia serta memungkinkan orang menikmati dan mempraktekkan hak- hak asasinya sebagai manusia. Di dalam bidang pendidikan, hal tersebut tercermin dalam pengembangan strategi- strategi yang berusaha memberikan kesamaan kesempatan yang sesungguhnya.Dalam pengembangan pendidikan inklusi yang diimplementasikan dalam lembaga sekolah inklusi perlu adanya kesiapan yang matang. Inklusi tidak hanaya terbatas pada aspek peserta didik saja, namun dalam aspek yang lebih luas, mencakup aspek hardware, software, dan brainware.

Pertama adalah aspek hardware, aspek ini berkaitan dengan lokasi, gedung, sarana prasarana, dan fasilitas pendukung lain. Aspek ini haruslah mengacu pada inklusi tadi, bagaimana ketercakupan dalam satu gedung mampu memfasilitasi semua kebutuhan peserta didik yang heterogen. Oleh karena itulah perlu adanya aksesibilitas yang diterapkan pada sekolah inklusi. Aksesibilitas adalah kemudahan yang disediakan bagi difabel guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan, serta menciptakan lingkungan yang lebih menunjang mereka untuk dapat hidup bermasyarakat. Penyediaan aksesibilitas ini dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat secara menyeluruh, terpadu,dan berkesinambungan. Cukup jelas peraturan undang-undang yang mengatur hal tersebut yaitu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat 7 secara tegas memuat, “setiap penyandang difabel mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan dan peghidupan”. yang dilanjutkan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum (PU) Nomor 468 Tahun 1998 tentang Persyaratan Teknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan serta Kepmen Perhubungan Nomor 71 Tahun 1999 tentang Aksesibilitas Penyandang cacat dan Orang Sakit pada Sarana dan Prasarana Perhubungan. Contohnya adalah penyediaan kamar mandi yang aksesibel mampu dijangkau oleh tuna daksa, pemakai kursi roda, terdapat ram pada setiap gedung bertingkat, penyediaan perpustakaan maupun ruang kelas dengan menggunakan fasilitas pembelajaran berbasis IT seperti software yang mampu mereproduksi tampilan visual ke dalam bentuk audio, sehingga dapat diakses oleh pengguna tuna netra, dan lain-lain.
Kedua adalah aspek software, yaitu meliputi kurikulum, silabus, dan perangkat penunjang yang lain. Kurikulum yang digunakan pada sekolah inklusi adalah kurikulum anak normal (reguler) yang disesuaikan atau dimodifikasi sesuai dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa. Modifikasi ini dapat dilakukan dengan cara modifikasi alokasi waktu, materi atau isi, proses belajar mengajar atau pembelajaran, sarana prasarana, lingkungan belajar, dan pengelolaankelas.
Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang cocok  bagi penyelenggaraan sekolah inklusi. Dengan kurikulum ini, maka akan memberikan peluang terhadap tiap- tiap anak untuk mengaktualisasikan segala potensi yang mereka miliki sesuai dengan bakat, kemampuan dan perbedaan yang ada pada setiap anak. Sistem evaluasi pada kurikulum ini berbasis kompetensi yang menggunakan prinsip ounthentic assessment, yang salah- satu bentuknya adalah porto folio, memberikan peluang kepada guru untuk melakukan  evaluasi dengan lebih objektif dan adil.

Ketiga adalah aspek brainware, yaitu meliputi tenaga kependidikan, peserta didik, staf ahli, psikolog, dan staf pendukung lainnya. Tenaga kependidikan atau guru di sekolah inklusi yaitu guru kelas, guru mata pelajaran, dan guru pembimbing khusus. Dalam perannya guru tidak berdiri sendiri, namun kerjasama dari psikolog, dokter anak, bahkan orang tua siswa pun turut andil dalam implementasi menuju sekolah inklusi yang lebih baik.
Inklusi (ketercakupan) selayaknya tidak dimaknai secara sempit pada aspek peserta didik saja. Namun inklusi adalah ketercakupan tiga aspek diatas yaitu aspek hardware, software, dan brainware. Dengan sinerginya ketiga aspek tersebut bukan tidak mungkin sekolah inklusi akan menjadi benar sebagai awal kesetaraan hak difabel dalam memperoleh pendidikan, sehingga mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional. education for all menunggu dukungan dari semua pihak.

Mengingat penanganan ABK tidak sekadarnya, apalagi ketika belajar bersama dengan anak-anak regular, maka dalam menangani anak-anak berkelainan khusus diperlukan psikopedagogis tersendiri, serta guru pembimbing khusus yang lebih mengetahui psikologi anak luar biasa. Selain pembelajaran yang khusus, perlu adanya sebuah kurikulum khusus agar penanganan anak berkelainan tersebut berjalan secara sistematis berdasarkan identifikasi awal, klasifikasi, dan analisis kebutuhan siswa.

Jika kurikulum pendidikan khusus ini dibuat secara ideal, sekolah penyelenggara inklusi tidak akan kesulitan mencari pola-pola pembelajaran bagi siswa-siswanya yang berkebutuhan khusus. Dan program pendidikan inklusi tidak hanya menjadi sebuah kepentingan program Dinas Pendidikan saja, tetapi sekolah-sekolah penyelenggara betul-betul berupaya memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus demi keberlanjutan masa depan mereka.

 

Views All Time
Views All Time
71
Views Today
Views Today
1
Previous articleMANFAAT PENDIDIKAN INKLUSI
Next article
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY