PASAR TERAPUNG : ANTARA KENYATAAN dan HARAPAN

0
48

Kalimantan Selatan memiliki banyak objek wisata yang potensial yang diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.  Potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kalimantan Selatan cukup beragam, baik wisata alam, wisata bahari dan pantai, wisata religi, wisata budaya, dan sebagainya.

Kondisi Kalimantan Selatan relatif stabil, baik dalam bidang politik, ekonomi, kamtibmas, dan sosial budaya. Di samping itu, Kalimantan Selatan juga memiliki infrastruktur sektor perhubungan yang cukup memadai, seperti pelabuhan laut dan bandar udara.

Pasar terapung  merupakan salah satu objek wisata potensial yang dimiliki oleh  Kalimantan Selatan dan sudah cukup dikenal luas, baik nasional maupun internasional. Posisi pasar terapung sekarang ini sudah makin terdesak dalam persaingan bisnis lokal,  karena maraknya pembangunan mal, supermarket, dan minimarket. Memang, keberadaan mal, supermarket, dan minimarket merupakan konsekwensi dari globalisasi dan modernisasi ekonomi.

Para pemilik modal atau investor pelaku pasar modern yang dengan kekuatan modal dan jaringan kerjanya sudah merambah ke segenap polosok, tidak terkecuali Kalimantan Selatan. Bagi pemodal besar,  setiap peluang usaha mereka cari, dan tidak terkecuali juga dengan merebut konsumen pasar tradisional seperti pasar terapung.

Persaingan bisnis pada masa globalisasi ini sudah menjalar ke setiap jengkal kehidupan masyarakat, termasuk persaingan dalam merebut konsumen dan pelanggan  pasar tradisional. Demikian pula dengan keberadaan pasar terapung,  yang merupakan pasar tradisonal khas masyarakat dan menjadi ikon Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Sebagai anak bangsa yang hidup di ‘Banua’ Kalimantan Selatan tercinta ini,  merasa prihatin dan khawatir,  karena semakin maraknya pasar modern yang didukung oleh modal dan manajemen yang kuat, berdiri dan berusaha di Kalimantan Selatan. Persaingan dalam bidang bisinis dan perdagangan sangat cepat dan nyaris memasuki sendi dan urat nadi ekonomi rakyat yang terbawah, seperti pasar tarapung khas masyarakat Banjar ini.

Keberadaan pasar terapung pada era globalisasi dan persaingan bisnis yang sangat ketat seperti sekarang ini dan masa datang,  sangat ditentukan oleh bagaimana kepedulian dan persepsi  kita semua saat ini terhadap eksistensi dan fungsi pasar terapung itu sendiri. Saat ini,  persepsi kita semua terhadap pasar lebih banyak pada nilai ekonomi semata, yaitu proses jual-beli yang dilakukan oleh pedagang dan pembeli.

Pedagang di pasar terapung adalah tergolong ekonomi lemah ke bawah dan dengan modal yang sangat minim serta sarana yang sederhana. Demikian pula dengan konsumen dan pelanggan pasar terapung, juga merupakan kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah dengan tingkat penghasilan yang juga pas-pasan.

Dari sisi pedagang dan pembeli ini,  kita  dapat melihat dan memprediksi bahwa eksistensi pasar terapung ke depan akan sangat sulit berkembang dan bersaing dengan pasar modern. Tidak menutup kemungkinan pula nantinya hanya tinggal kenangan dalam sejarah peradaban masyarakat Banjar.

Selanjutnya, dalam konteks modernisasi sekarang, eksistensi pasar terapung lebih dipersepsikan sebagai obyek wisata yang langka,  dan menjadi salah satu  warisan budaya daerah yang perlu dijaga dan dilestarikan  untuk kepentingan pariwisata. Motivasi dan dorongan ekonomi yang menjadi dasar dan tujuan awal terbentuknya pasar terapung,  secara lambat dan pasti akan  tergeser oleh makin maraknya pertumbuhan pasar modern sebagai bagian dari gaya hidup dari kehidupan masyarakat modern.

Kini, keberadaan pasar tarapung mulai dilirik dan diperhatikan karena membaiknya pertumbuhan pariwisata  lokal, nasional, dan  dunia. Sektor pariwisata yang diharapkan dapat menjadi andalan pendapatan daerah, maka keberadaan pasar-pasar yang unik seperti pasar terapung di banua kita ini mulai dilirik.

Dengan adanya pertumbuhan parawisata inilah, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tetap eksisnya pasar terapung di tengah gempuran pemodal besar  yang masuk berinvestasi di daerah-daerah. Selama ini sektor pariwisata di Kalimantan Selatan masih belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan perekonomian rakyat, seperti di pulau  Jawa dan Bali.

Kalau  kita berwisata di daerah di pulau Jawa maupun Bali, kita banyak menemukan dan bahkan  kemudian membeli oleh-oleh yang khas daerah tersebu yang bersifat unik. Dengan terjualnya oleh-oleh yang dibuat oleh rakyat tersebut, maka dapat membantu meningkatkan perekonomiannya sehingga taraf kehidupan masyarakat akan lebih baik lagi.

Pasar terapung sebagai salah satu objek wisata yang telah mampu menarik pengunjung luar daerah, termasuk mantan Presiden SBY beserta para petinggi negara saat itu, hendaknya dapat dikembangkan lebih baik lagi di masa mendatang. Pasar terapung, andalan dan harapan masa depan pariwisata Kalimantan Selatan tercinta. Ayo, berkunjung ke pasar terapung, Kalimantan Selatan.

 

 

Views All Time
Views All Time
199
Views Today
Views Today
1
Previous articleHARI GURU NASIONAL (HGN): MEWUJUDKAN SEMANGAT DEMOKRASI DALAM BERORGANISASI PROFESI
Next articlePASAR TERAPUNG YANG TERKEPUNG. Bagian 5. Masa Depan Pariwisata Banua
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY