LAMBATNYA PELAYANAN DI ERA DIGITAL

0
170

Bukan hal yang asing apabila kita melihat layanan publik yang lambat, bahkan lebih lambat dibanding dengan layanan yang menggunakan sistem manual.  Mengapa penulis mengangkat hal tersebut ke permukaan ? mengingat era sekarang adalah era yang serba otomatis, dimana segala macam pekerjaan dapat diselesaikan dengan serba cepat bahkan kecepatannya bisa beberapa kali lipat dibanding zaman itu ketika masih serba manual.

Namun yang aneh, pada zaman yang serba cepat dan canggih didukung dengan sarana komputer, dan perangkat lainnya, ternyata tidak sedikit kita jumpai beberapa pekerjaan yang lebih lambat ketika masih menggunakan sistem manual. Hal tersebut dapat kita lihat beberapa contoh berikut :

  1. Pembuatan KTP, sebelum menggunakan sistem e-KTP hanya hitungan beberapa hari sudah jadi, tetapi setelah adanya e-KTP bagi pemohon baru terpaksa mengunggu sampai berbulan-bulan, mungkin sampai lupa. Haruskan seseorang bepergian dengan mengantongi KTP sementara yang lebarnya 1 lembar folio dan mudah rusak lagi.
  2. Ijazah, ketika masih manual dan belum ada komputer maupun alat cetak masih terbatas, Ijazah langsung dapat dibagikan pada siswa yang telah lulus sekolah sehingga dapat dimanfaatkan untuk persyaratan ke selolah lebih tinggi ataupun melamar pekerjaan. Berbeda dengan sekarang yang serba canggih dengan kecepatan pencatakan modern, seorang pelajar yang telah dinyatakan lulus harus menunggu berbulan-bulan ijazah kelulusannya. Bahkan gagal mendapatkan pekerjaan gara-gara belum memiliki ijazah yang sah.
  3. e-Rapor, ada beberapa sekolah yang membagikan rapornya terlambat hingga dibagikan setelah libur berakhir, banyak guru kesulitan bahkan tidak mampu mengimput data ke dalam e-rapor. Bukankah dulu ketika masih manual dan ditulis tangan rapor dapat terbagikan tepat waktu, dalam bentuk simpel, sederhana dan mudah dipahami pembaca/orang. tua. Berbeda dengan rapor sekarang, meskipun detail tapi membingungkan terutama bagi orang tua yang pendidikannya masih kurang.
  4. Pengadaan plat nomor kendaraan,  apa sulitnya menambah bahan dan alat untuk mempercepat pembuatan plat nomor kendaraan. mengingat pertumbuhan kendaran cepat, otomatis pendapatanpun meningkat. Orang kecil saja dapat membuat plat nomor kendaraan, tidak sampai satu jam di pinggir jalan, mengapa di  lembaga yang  resmi harus dan memiliki kemampuan untuk memiliki teknologi cepat dan layanan cepat terpaksa pengguna harus bersabar menunggu plat nomor kendaraan sampai berbulan-bulan, bahkn sampai tahunan. Bukankah ketika mengendarai kendaraan tanpa nomor polisi pasti kena tilang.  Hal itulah yang mengakibatkan praktek percaloan di berbagai tempat. Apabila hal tersebut terjadi siapakah sebenarnya yang bersalah.

Demikianlah,  beberapa contoh  kontroversi antara layanan publik dengan kemajuan teknologi, tetapi tetap jalan setiap hari dan masih banyak hal yang menyerupai  seperti contoh tersebut . Apa sulitnya mencetak selembar ijazah, bukankah data siswa yang hendak menerima ijazah telah ada jauh sebelum dilaksanakannya ujian, bukankah kertas ijazah tidak berbeda jauh dengan kertas lainnya, kena air juga basah mengapa seorang pelajar harus menunggu berbulan-bulan sampai kehilangan kesempatan kerja. Di manakah nurani pengambil kebijakan. Bukankah presiden telah menginstruksikan agar segala urusan jangan dipersulit dan diperlambat. Mengapa di era digital kalah dengan ketika masih manual ?, bagaimana sebenarnya kinerja para profesional yang membidangi ?

Bagaimana menurut para pembaca ?

Baca juga :

  1. Penilaian otomatis ringankan pekerjaan guru
  2. Cara membuat kartu pelajar dengan word
Views All Time
Views All Time
338
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY