PEMBANGUNAN DAN DAMPAKNYA

3
86

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman pembangunan berlangsung di mana-mana, manfaatnya sangat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama dalam perputaran roda perekonomian. Sebagian besar masyarakat merasakan manfaat pembagunan daripada dampak yang dialami. Dengan pembangunan terutama infrastruktur dapat dijadikan tolok ukur suatu keberhasilan pemerintahan, karena terlihat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa pembangunan telah meninggalkan dampak, dimana dampak itu akan mengena pada masyarakat itu sendiri.

Pada era pemerintahan sekarang pembangunan infrastruktur sangat luar biasa, kebutuhan akan bahan, material, dan lahan juga sangat besar, sehingga akan berpengaruh pada keadaan lingkungan yang ada, seperti : berkurangnya lahan terutama lahan-lahan produktif. Misalnya pembangunan jalan tol dan jalan raya melalui lahan pertanian, lahan perkebunan dan hutan. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah, karena dengan jalan tol / jalan raya akan lebih besar manfaatnya bila dibanding dengan belum adanya sarana tersebut. Pembangunan jalan tol / jalan raya, penambahan rel kereta, gedung-gedung dan pelabuhan tentu sangat membutuhkan material yang sangat besar. Untuk membangun infrastruktur tersebut dibutuhkan berjuta-juta kubik tanah, pasir, batu, kapur, dan material lainnya. Apabila digunakan sebagaimana mestinya tidak menjadi masalah. Yang menjadi permasalahan adalah dampak dari ekplorasi alam untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Jutaan kubik batu dan pasir di kali dan pantai dieksplore setiap hari, hal tersebut akan berpengaruh besar terhadap ekosistem dan lingkungan sekitar. Masyarakat di sekitar sungai tersebut akan mengalami dampaknya, meskipun keuntungan yang didapat juga ada yaitu dapat meningkatkan perekonomian di lingkungan setempat.
Pengaruh pembangunan infrastruktur lainnya adalah berkurangnya lahan pertanian, perkebunan dan hutan. Hal tersebut tentu dapat menurunkan nilai produktifitas alam di sekelilingnya, terutama dengan berkurangnya lahan pertanian yang digunakan sebagai pemukiman dan pembangunan jalan. Tidak ada yang perlu dipersalahkan apabila pembangunan berpengaruh pada lingkungan yang ada, karena semua itu akan membawa manfaat yang lebih besar bagi umat manusia. Yang perlu kita usahakan adalah bagaimana menimimalisir dan menekan dampak yang terjadi, misalnya dengan cara:

  1. Dalam mengeksplorasi alam dilandasi dengan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), artinya jangan sampai lingkungan sekitarnya tidak mengalami kerusakan seperti banjir, tanah longsor,  kekeringan, hutan gundul dll.
  2. Manfaatkan lahan yang ada se-efektif mungkin, misalnya dibutuhkan 100 hektar untuk pembangunan jalan, maka lahan seluas itu yang digunakan.
  3. Pembangunan sarana lainnya sebagai ulpaya penanggulangan bila terjadi dampak negatif. mislanya pembangunan tanggul anti banjir, reboisasi di daerah yang rawan longsor dan abrasi.
  4. Peningkatan pemanfaatan kualitas dan hasil lahan-lahan produktif guna menutup kekurangan akibat pembangunan infrastruktur.

Demikian artikel ini sebagai bentuk kepedulian penulis terhadap kelangsungan hidup masyarakat dan alam sekitarnya sebagai dampak dari pembangunan.

Janga lupa artikel lainnya :

  1. Kapan Pendidikan di Indonesia Maju
  2. Menanamkan Kesadaran Lebih Susah daripada Membangun
Views All Time
Views All Time
276
Views Today
Views Today
1
Previous articleSemaraknya Sharing and Growhing to Gether bersama IGI
Next articleBELAJAR dari ORANG LAIN
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah. Pendidikan S1 IKIP Semarang. Kota singgah : Kebumen (1982-1985), Bogor (1981), Semarang (1986-191), Jakarta (1985, 1992), Lampung (1985) Bengkulu (1991), Makasar, Balikpapan, Tarakan, Bulungan (Kalimantan Timur 1991), Malang (2017), Yogyakarta (2018). Adventure : 1. Hutan lindung Bengkulu 1991, Sepeda motor pulang pergi : Purbalingga-Jakarta (2002), Purbalingga-Bandung (2012-2016), Purbalingga-Semarang (2012-2018), Mengelilingi Gunung Slamet melalui Pratin - Guci - Bumi Jawa- Bumi Ayu- Baturaden - Purbalinga - Pratin.(2017). Mengajar tahun 1985 di SD Kretek 1 Kebumen (1985), SMP Muhamadiyah Ayah, Kebumen (1986), SMP PGRI Sempor, Kebumen1993-1995), SMP N 2 Bukateja (1996-2014), SMK N1 Bukateja, Purbalingga ( 2014-sekarang).

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY