Pembuatan Ecobricks dari Limbah Plastik Upaya Menuju Sekolah Adiwiyata Propinsi

0
49

Pembuatan Ecobricks dari Limbah Plastik Upaya Menuju Sekolah Adiwiyata Propinsi

Edy Siswanto

Banyakanya persoalan limbah (sampah) sampai hari ini belum selesai. Persoalan sampah baru sebatas memindah. Belum menyelesaikan masalah sampah. Terutama Persoalan sampah plastik sebagai sumber utama permasalahan sampah.

Sampah plastik tidak bisa terurai sampai 1000 tahun. Tutur Suharto, Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Kendal, yang diwakili Edy Siswanto saat membuka workhsop ecobriks Di Aula SMK tersebut.

Sampah plastik selama ini susah terurai. Berbahaya jika dibuang sembarangan. Belum lagi, pemusnahan plastik dengan cara dibakar juga akan menimbulkan permasalaahan lain, seperti pencemaran udara.

Namun sampah plastik bisa didaur ulang, seperti minyak, bahan bakar, maupun paving blok.

Lebih lanjut disampaikan Edy Siswanto, melihat peliknya permasalahan sampah plastik ini, SMK Negeri 4 Kendal bekerja sama dengan PT. Marimas Indonesia Semarang, mengadakan Workshop ecobricks pada Selasa, 10 Maret 2020. Dilanjut MoU Kerjasama kedua belah pihak untuk pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobricks.

Workshop ini membahas mengenai cara mengatasi masalah sampah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, sebagaimana yang kita tahu bahwa Indonesia adalah penghasil sampah terbesar kedua setelah Cina.

Kini coba manfaatkan sampah plastik menjadi ecobricks.

Ecobricks adalah botol kosong plastik yang diisi padat dengan limbah plastik kresek (non-biological). Dengan berat minimal sepertiga dari volume botol. Bisa dimanfaatkan untuk peralatan kebutuhan kehidupan dalam rumah tangga. Seperti meja, kursi, dan lainnya.

Dengan ecobricks mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik. Ecobricks adalah cara lain untuk utilisasi sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir).

Narasumber dari PT Marimas, Lantip Waspodo selaku pemateri utama. Menjelaskan secara detail mengenai Ecobricks yang merupakan pilihan terakhir untuk mengolah sampah plastik ketika penanggulangan seperti reduce, reuse, recycle sudah tidak bisa lagi diandalkan untuk mengatasi sampah plastik yang kian bertambah setiap harinya.

Ecobricks merupakan metode yang digunakan untuk meminimalisir sampah plastik dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik bersih hingga botol tersebut benar-benar keras dan padat.

Tujuan dari Ecobricks adalah untuk mengurangi sampah plastik. Mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna.

Contoh pemanfaatan pembuatan Ecobricks adalah untuk pembuatan meja, kursi, tembok, maupun barang kesenian bernilai seni lainnya. Lanjut lantip yang sering dipanggil Uud.

Metode ini terbukti mengurangi jumlah plastik di beberapa negara termasuk Indonesia. Yang dipelopori PT. Marimas dengan jaringan ecobrikcs mendunia. Bergerak dibidang minuman kemasan.

Selain memberikan pemaparan, kepada 70 peserta Panitia Sekolah Adiwiyata dan kader Adiwiyata. Peserta diberi alamat link dan masuk di akun ecobrikcs. Dilanjut bimbingan dan latihan membuat Ecobricks secara langsung.

Lebih lanjut Uud menyampaikan. Membuat ecobrick tidaklah sulit, cukup dengan sampah plastik, gunting, batang kayu sebagai pemadat dan media botol plastik sebagi wadah. Botol plastik itu sendiri boleh dengan ukuran beragam dan warna yang bervariasi.

Yang perlu dilakukan adalah menyamakan ukuran botol plastik agar pengaplikasian ecobricks dapat ternilai, sama, tinggi maupun besarannya. Sederhana namun bernilai estetika. Urai Uud yang juga sebagai motivator ecobricks Marimas.

Ecobricks itu sendiri hanya bisa diisi dengan sampah anorganik. Sampah plastik tersebut digunting menjadi lebih kecil agar mudah dimasukkan kedalam mulut botol hingga terisi penuh.

Kemudian botol tersebut ditekan menggunakan pemadat kayu atau bambu (stick) ukuran panjang kurang lebih 40 cm. hingga botol tersebut keras, padat dan terisi penuh dengan plastik. Ini bertujuan agar produk Ecobriks tidak mudah penyok.

Selain memiliki nilai jual, pembuatan ecobricks juga dapat mengurangi limbah plastik yang pada dasarnya tidak dapat diuraikan seperti yang sudah menjadi tujuan dari pembuatan ecobrik itu sendiri. Terlebih, penggunaan kayu juga dapat diminimalisir dengan ecobricks yang hampir memiliki kesamaan dalam pemanfaatannya sebagai bahan pembuatan furniture.

Dengan terlaksananya workshop ini, siswa kader Adiwiyata merasa senang dan antusias. Diharapkan dapat menjadi ajang penggerak untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi bernilai seni tinggi serta mampu menjadi pioner dalam mengurangi penggunaan plastik. Goo Green..Skanifo Joss..
#smk bisa #smk hebat #smk bisa hebat

Views All Time
Views All Time
35
Views Today
Views Today
1
Previous articleMengenal dan Memahami Tes Figural
Next articleCATATAN KUNJUNGAN KE UPTD SDN 1 PELAIHARI
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin Univet Semarang, tahun 2000. Lulus Cumlaude Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2020, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Tahun 2020-sekarang, editor Jurnal Inovasi Pendidikan Indonesia Maju (JIPIM) Banten. Beberapa tulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id ; kompasiana.com/edysiswanto Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY