Pembukaan Sagusaku yang Sangat Inspiratif di Kota Padang

0
128

Indonesia adalah negeri yang kaya. Kaya akan sumber daya alam, kaya sumber daya manusia dan kaya sumber pengetahuan dan pengalaman. Namun, satu persatu kekayaan itu mulai memudar bahkan hilang ditelan zaman, tanpa dokumentasi. Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Dodi Ahmad Fauji, Narasumber kegiatan Sagusaku (Satu Guru Satu Buku) di Padang pada 26 Agustus 2017 lalu. Beliau menyampaikan hal tersebut pada acara pembukaan untuk memotivasi para guru agar mau menuliskan pengalaman-pengalaman berharga yang dimiliki oleh guru sebelum hilang dari ingatan. Tulisan itu, tidak hanya akan menjadi manfaat bagi guru yang bersangkutan, namun lebih luas lagi dapat menginspirasi guru-guru lainnya dari pengalaman-pengalaman tersebut.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat, Bapak Drs. Burhasman, M.M yang bertindak sebagai keynote speaker menyampaikan bahwa, menulis best practice bagi guru adalah upaya untuk mengokohkan pengetahuan dan kompetensi diri, itu akan bermanfaat bagi diri guru dan bermanfaat bagi orang lain. Jika kita jeli, ada terlalu banyak aspek pengalaman guru yang dapat dituliskan. Ia mengalir dari apa-apa yang telah dilakukan oleh para guru, dan sumber ini tidak akan pernah habis. Guru tidak perlu khawatir menjadi plagiat dengan sumber ini, karena menuliskan pengalaman yang telah dilakukan oleh guru dijamin bukan termasuk plagiat.

Selain motivasi untuk menulis, beliau juga berharap agar guru mampu mewarnai dunia teknologi saat ini. Era sekarang adalah era teknologi, dimana masyarakat sangat dekat dengan gadget, begitu juga dengan anak didik kita. Jangan alergi dengan teknologi, karena arus ini tidak akan bisa kita bendung, melainkan yang bisa kita lakukan adalah mewarnai dan mengarahkannya untuk kemajuan anak didik kita. Hendaknyalah guru berada dibalik itu, sehingga bisa mewarnai aktivitas anak didik saat menggunakan gadget.

Beliau juga berpesan kepada para guru: “tugas guru memang banyak, tapi bukan untuk dikeluhkan”. Ada sebagian guru yang kerjanya hanya mengeluh. Padahal, jika kita mau jujur, semua pekerjaan itu kan tidak sekali kerjakan pada waktu yang bersamaan. Kita harus belajar kepada para guru yang mampu memenej waktu dan kegiatannya dengan baik. Tidak sedikit guru dengan tugas yang sama juga dapat menyelesaikan tugas-tugas tersebut, plus menulis buku, menyelesaikan S2/S3 nya dan berprestasi dalam berbagai even. Zaman berubah dengan sangat cepat, maka untuk bisa bertahan, gurupun harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat pula. Walau mungkin guru belum mendapat pelatihan dalam bidang-bidang tertentu yang terkait dengan profesinya, namun guru harus berusaha belajar mandiri agar menguasainya, karena itu adalah konsekuensi dari profesi kita, jangan hanya menunggu, bersikaplah pro aktif.

Lebih lanjut, Bapak Kepala Dinas menaruh harapan besar kepada IGI (Ikatan Guru Indonesia) untuk tetap berkarya dan berkembang. Berikanlah yang terbaik untuk peningkatan kompetensi guru Indonesia. Beliau mengatakan, organisasi ini akan tetap hidup dan menjadi besar jika terus memberikan sesuatu yang bermanfaat sesuai kebutuhan anggotanya, tetaplah fokus pada pengembangan kompetensi guru. Guru perlu banyak upaya untuk meningkatkan kompetensinya. Menguasai secara akademik, tidak menjamin guru mampu menguasai secara kompetensi, beliau memberi contoh: seorang yang membaca buku dan menguasai teori tentang renang, belum tentu dapat berenang dengan baik. Beliau menaruh harapan, agar IGI mampu melihat peluang ini demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Hadir juga pada kegiatan tersebut, Ketua Umum IGI Pusat, Bapak Muhammad Ramli Rahim. Pada kesempatan tersebut beliau mengucapkan terimakasih atas respon yang sangat baik dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas kegiatan yang diangkatkan oleh IGI. Beliau mengatakan, IGI hadir untuk menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi para guru Indonesia. Selama ini, kegiatan-kegiatan pengembangan yang diselenggarakan oleh pemerintah belum mampu menyentuh seluruh guru di Indonesia. Hadirnya IGI diharapkan mampu berkontribusi menutupi ruang-ruang kosong tersebut.

Views All Time
Views All Time
313
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY