PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA II SISWA KELAS V SDS IT MUTIARA TAHUN PELAJARAN 2017/2018

0
877

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA II SISWA KELAS V SDS IT MUTIARA TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

 

 

Oleh :

MONA EKAWATI, S.Pd,M.M

 

 

 

 

 

 

 

 

SDS IT MUTIARA DURI

KABUPATEN BENGKALIS

RIAU

2017

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

            Meningkatnya mutu pendidikan adalah menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama guru SD. Guru SD adalah orang yang paling berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang dapat meningkatkan karakter bangsa. Guru SD harus bisa menggunakan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang memudahkan siswa memahami materi yang diajarkannya.

Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh perancangan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran berfungsi untuk memandu jalannya proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang digunakan berdasarkan standar proses. Perangkat pembelajaran terdiri atas silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, dan lembar penilaian.Ketersediaan perangkat pembelajaran yang memadai, akan membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sehingga tujuan dan sasaran belajar yang diharapkan. Silabus merupakan pedoman dalam perencanaan pembelajaran yang memberikan proyeksi tentang kegiatan pembelajaran. Langkah-langkah penyajian silabus secara lengkap dan sistematis dikemas dalam bentuk RPP. Kegiatan pembelajaran dalam RPP disusun dengan mengutamakan proses pembelajaran secara aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat dan minat peserta didik (Kemendiknas,2010:1).

Komponen rencana pembelajaran memegang peranan penting dari keseluruhan isi kurikulum adalah materi ajar. Guru harus memilih materi ajar dari berbagai sumber belajar untuk mencapai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran sesuai dengan prinsip pengaruhnya. Untuk memudahkan guru dalam menyajikan materi ajar dalam proses pembelajaran dan memudahkan peserta didik untuk mempelajarinya, guru perlu mengorganisasikan materi ajar yang telah dikembangkan kedalam bahan ajar.

Bahan ajar perlu dikembangkan karena dalam Standar Isi hanya memuat materi pokok yang membutuhkan penjabaran menjadi bahan ajar lengkap. Pola penyajian bahan ajar disesuaikan dengan model pembelajaran yang telah dipilih dalam RPP. Panduan yang digunakan siswa untuk memahami perolehan informasi pembelajaran terhadap kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan di dalam RPP oleh guru disusun dalam bentuk lembaran kerja siswa (LKS). LKS berisi lembaran petunjuk bagi siswa untuk melakukan kegiatan secara jelas. Penyusunan LKS dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik materi, siswa, lingkungan, metode pembelajaran, dan kemampuan kognitif siswa. LKS perlu dikembangkan mengingat bahwa tujuan utama pembelajaran adalah membuat siswa belajar, hingga dituntun untuk mencapai tujuan tersebut.

Pembelajaran tematik pada tingkat satuan Sekolah Dasar pada dasarnya diarahkan pada pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Karena siswa kelas V belum bisa untuk berpikir abstrak sehingga perlu pembelajaran yang menggunakan tema tertentu dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Tema II merupakan salah satu materi yang membuat konsep, fakta, prinsip, dan prosedur yang berkaitan dengan udara bersih bagi kesehatan yaitu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa dituntut untuk memahami pengunaan kata tanya apa, dimana, siapa, kapan, bagaimana dan mengapa. Pada mata pelajaran IPA siswa mampu mengidentifikasi tentang organ pernafasan hewan dan manusia. Pada mata pelajaran PKn tentang makna hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pada mata pelajaran IPS mempelajari tentang peran ekonomi dalam menyejahterakan masyarakat serta pada mata pelajaran SBdp siswa mampu membedakan tangga nada mayor dan minor.  Oleh karena itu siswa dituntut untuk mampu menguasai materi pembelajaran secara holistic dan mengembangkan kemampuan mengingat jangka panjang (long term memory). Pengaruh  RPP dengan menggunakan strategi yang tepat akan mampu mengakomodir suasana pembelajaran yang diharapkan dan salah satunya strategi Discovery Learning

Kecendrungan pembelajaran Tematik yang terjadi sekarang, siswa hanya menerima informasi dari guru. Siswa belajar dalam lingkungan yang minim motivasi, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif kurang menjadi perhatian. Siswa sering dilatih untuk memanfaatkan belahan otak kiri saja. Peranan guru lebih ditekankan untuk melakukan transfer ilmu kepada siswa untuk menyelesaikan materi pelajaran sehingga kreativitas dan potensi peserta didik tidak dapat sepenuhnya tercapai. Akibatnya pencapaian hasil belajar belum optimal.

Kenyataan yang dijumpai di lapangan berdasarkan observasi terhadap siswa pada Juli 2017 pada saat pembelajaran tematik tema I di SDS IT Mutiara Duri, ditemukan fakta bahwa pembelajaran Tema I belum berjalan sesuai harapan, antara lain (1) partisipasi siswa masih rendah sekitar 50 dan 60%, (2) siswa cepat merasa bosan karena tidak terlibat secara langsung dalam pembelajaran dan materi yang dipelajari belum dikaitkan dengan manfaat dalam kehidupan siswa, (3) penyajian lembar kerja belum sesuai model pembelajaran, (4) siswa belum memiliki sumber yang memadai untuk dijadikan panduan dalam memahami pelajaran, dan (5) siswa tidak terbiasa berpikir dan mengembangkan kreativitas sesuai kemampuannya.

Berbagai upaya dilakukan agar siswa dapat berhasil dalam belajar, kita perlu memahami bilamana siswa dikatakan berhasil dan bilamana dikatakan belum berhasil. Keberhasilan belajar siswa biasanya dapat diketahui dari hasil belajarnya (Poerwanti,2008 dalam Dahlan, 2012:45). Hasil belajar siswa dapat diklasifikasikan ke dalam tiga ranah yaitu (1) Kognitif, pengetahuan yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika-matematika, (2) Afektif, sikap dan nilai yang mencakup kecerdasan antar pribadi dan  kecerdasan intra pribadi dengan kata lain kecerdasan emosional, (3) Psikomotor, keterampilan yang mencakup kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spasial, dan kecerdasan musikal (Syaefudin,2008:13 dalam Dahlan,2012:22)

Sehubungan dengan hal di atas, fakta yang ditemukan berdasarkan data peneliti yang dilakukan pada semester I 2017/2018 di kelas VB SDS IT mutiara hasil belajar siswa dikategorikan rendah pada Tema I, hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian di dalam pencapaian KKM dengan nilai rata-rata 65,76. Dari 30 orang siswa hanya 12 (40) % orang yang mendapatkan nilai 7 keatas, 18 orang siswa (60) % yang tidak mencapai KKM, dengan rata-rata kelas 62.15.

Permasalahan di atas akan memiliki dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Respon siswa terhadap pertanyaan yang diberikan guru sangat kurang. Perhatian belajar berkurang dan kreativitas siswa belum mendapat tempat yang cukup. Berbagai macam tipe atau gaya belajar belum terakomodir sehingga terkadang siswa dianggap suka membuat keributan dan tidak acuh dalam pembelajaran.

Berdasarkan data hasil belajar Tematik selama 2 tahun belakang ini yaitu tahun 2014 dan 2015 banyak hasil belajar siswa yang tidak tuntas. Hasil belajar siswa tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini :

 

A                                                               B

Gambar 1. A. Ketuntasan hasil belajar dengan KKM 7,5  B. Ketuntasan hasil belajar dengan KKM 8,5 (Arsip Penilaian SDS IT Mutiara, 2014)

Model Pembelajaran Discovery Learning  sebagai salah satu model pembelajaran khususnya menyangkut keterampilan guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, menggairahkan dan memiliki keterampilan hidup (Farhatani,2014,hal.15). Dengan demikian model pembelajaran Discovery Learning merupakan bentuk inovasi penggubahan bermacam-macam interaksi yang ada didalam dan di sekitar item belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa dalam belajar. Dari proses interaksi yang dilakukan mengubah kemampuan dan bakat ilmiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain (Dahlan, 2012, hal.45).

Rendahnya hasil belajar dan tidak terealisasinya ketuntasan KKM baik secara individu maupun klasikal disebabkan oleh beberapa faktor yaitu 1) cara guru yang mengajar dengan ceramah,2) guru tidak menggunakan media,3) Kesulitan dalam memahami pelajaran, 4) tidak berani mengelurkan pendapat, 5) sebagian tidak dapat memecahkan masalah,6) kesulitan dalam menjawab tes evaluasi.

. Model pembelajaran Discovery Learning mengarah pada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan langsung oleh guru tapi siswa yang mencari dan menemukan materi pelajaran. Guru hanya sebagai fasilitaor dan pembimbing . kelebihan model pembelajaran Discovery Learning adalah pembelajaran lebih bermakna, menghilangkan keragu-raguan karena mengarah kepada kebenaran, lebih tahan lama dalam ingatan dan siswa memperoleh kepuasan intelektual. (Kemendiknas). Model Pembelajaran Discovery Learning ini telah dicobakan oleh Yondridefi tahun 2012 terhadap siswa SD yang didapatkan hasilnya bahwa siswa mendapatkan ketuntasan belajara diatas KKM dan 85 % siswa tuntas dalam belajar pada mata pelajaran IPS di keIas IV siswa SDS IT Mutiara.

Berdasarkan  diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema II Siswa Kelas V SDS IT Mutiara  Tahun Pelajaran 2017/2018.”

B.Identifikasi Masalah

Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa peranan seorang guru SD sangatlah penting, karena guru merupakan sebagai edukator (pendidik), sebagai motivator dan juga fasilitator bagi anak didik kita dalam mencapai keberhasilan untuk meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasikan beberapa masalah yang berkaitan terhadap hasil belajar siswa sebagai berikut :

  1. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran Tematik
  2. Penyajian materi oleh guru memberatkan kemampuan berpikir siswa karena belum mampu menganalisis gaya belajar siswa.
  3. Guru belum memberikan cara menyimpan dan mengolah informasi yang mampu untuk menjadikan pembelajaran yang berkesan dengan daya ingat yang lebih baik.
  4. Guru belum menggunakan variasi sumber belajar dalam menyajikan pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning.
  5. Bahan ajar belum mengacu pada urutan dan alokasi waktu yang sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.
  6. Bahan ajar belum disesuaikan dengan bakat dan minat siswa seperti warna-warna yang menarik dan sekaligus memiliki efek fisiologis terhadap pembelajaran.
  7. Guru belum mengembangkan LKS yang mampu untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran yang memiliki manfaat bagi siswa untuk mempelajarinya dan pertanyaan dalam LKS belum memiliki variasi soal dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
  8. Perlu penyusunan perangkat pembelajaran berupa RPP, bahan ajar, LKS yang sesuai dengan strategi pembelajaran dan bakat- minat serta karakteristik siswa. Bahan ajar dan LKS yang ada khususnya pada Tematik masih menonjolkan tulisan, sedikit gambar dan belum berorientasi untuk memudahkan penguasaan materi dengan pemberian pengalaman belajar secara langsung.
  9. C.Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan dan agar penelitian yang dilakukan lebih terarah, maka masih banyak masalah-masalah lain yang tidak kalah pentingnya menyangkut hasil belajar siswa. Namun penulis membatasi masalah sebagai berikut :

  1. Penerapan Perangkat Pembelajaran yang mencakup RPP, bahan ajar dan LKS menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada Tema II untuk mengkondisikan suasana pembelajaran yang menarik dan melibatkan partisipasi peserta didik
  2. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang menyangkut aspek kognitif dalam memahami materi-materi pelajaran pada Tema II kelas V

D.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas. Maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:“Apakah Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar Tema II siswa kelas V SDS IT Mutiara Tahun Pelajaran 2017/2018?”

E.Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Tema II siswa kelas V SDS IT Mutiara tahun Pelajaran 2017/2018 dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang positif, baik bagi penulis maupun bagi Sekolah Dasar Swasta Islam Terpadu Mutiara Duri Riau sebagai berikut :

  1. Siswa, membantu memudahkan mempelajari materi dalam memperoleh informasi dengan tipe belajarnya masing-masing sehingga memberikan hasil belajar yang optimal.
  2. Guru, sebagai salah satu alternatif model dan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik peserta didik
  3. Peneliti lain, sebagai bahan masukan untuk memotivasi timbulnya inspirasi atau ide-ide baru dalam rangka mengaplikasikan perangkat pembelajaran di sekolah.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

A. Model Pembelajaran Discovery learning Learning

  1. Pengertian Discovery learning Learning

            Discovery Learning merupakan bagian dari inkuiri berarti pertanyaan,atau pemeriksaan,dan penyelidikan. Sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi(Sund dalam Trianto,2010,hal.166). Discovery  Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran tidak disajikan secara final tetapi siswa menemukan sendiri (Yondridefi,2012,hal.44).

Discovery  Learning menurut Seel (dalam Fatani,2014,hal.14) adalah belajar penemuan yaitu belajar dari studi kontemporer dalam psikologi kognitif untuk mendorong pengembangan metode yang lebih spesifik yang didefinisikan karakteristiknya adalah siswa harus menghasilkan unit dan struktur pengetahuan abstrak seperti konsep. Menurut Sudjana (2005,hal.49) metode penemuan (Discovery Learning) adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahui dalam artian peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dari pengalamannya sendiri bukan dari informasi guru.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2013) menjelaskan tentang metode pembelajaran penemuan atau Discovery  Learning. Penjelasan tersebut dipaparkan dalam bagian dari Kurikulum 2013, Discovery  Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajaran tidak disajikan dengan pembelajaran dalam bentuk finalnya tetapi diharapkan siswa mengorganisasikan sendiri.

  1. Kelebihan model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran tidak ada yang sepenuhnya baik dan tidak mempunyai kelemahan dan kelebihan, berikut adalah kelebihan dari model pembelajaran Discovery Learning (Farhatani, 2014,hal.16).

a. Membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan dan proses kognitif

b. Pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran ini sangat bersifat long time memory karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer.

c. Menimbulkan rasa senang pada siswa karena akan menimbulkan penyelidikan yang berhasil.

d. Model ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat.

e. Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajar sendiri dan motivasi dari dirinya sendiri.

f.Berpusat pada siswa dan guru berperan sama aktif .

g. Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik.

h. Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa.

i. Kemungkinan siswa melibatkan banyak sumber belajar.

j. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.

Berdasarkan keunggulan model Discovery Learning siswa akan benar-benar memahami bahan-bahan pelajaran akan membuat pembelajaran lebih bermakna, lebih tahan lama dalam ingatan. Hal ini tentu akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Jadi hubungannya adalah pembelajaran tematik tema II dengan menggunakan model pembelajarn Discovery  Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

  1. Kelemahan model pembelajaran Discovery Learning

Adapun kelemahan yang dimiliki model Discovery  Learning (Farhatani, 2014,hal 19) adalah :

a. Bagi siswa yang kurang pandai akan mengalami kesulitan karena adanya hubungan antara konsep, yang tertulis dan lisan untuk mengemukakan hal abstrak dan berpikir.

b. Metode ini memerlukan waktu yang panjang sehingga sulit ditentukan dengan waktu yang tersedia.

c. Sulit merencanakan pembelajaran karena kebiasaan siswa dalam belajar.

Memperhatikan kekurangan dari model Discovery Learning ada kemungkinan siswa tidak dapat memyelesaikan tugas-tugas akibat dari siswa tidak bisa menyelesaikan masalahnya secara mandiri, maka usaha peneliti adalah dengan memanfaatkan Lembar Kerja Siswa yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat berpikir kreatif dan dapat menggunakan waktu seefisien mungkin.

  1. Tahapan dalam Pelaksanaan model pembelajaran Discovery Learning

Tahapan dalam pelaksanaan model ini dimulai dengan langkah persiapan  dan  pelaksanaan (Kemendiknas,2013).

Tahapan dalam pelaksanaan Discovery  Learning (Trianto,2010,hal.169) adalah sebagai berikut:

a. Tahap 1 Stimulasi

Mengajukan pertanyaan atau permasalahan kepada siswa, Untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah jelas maka pertanyaan tersebut di tulis di papan tulis kemudian siswa diminta untuk merumuskan hipotesis

b. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yangdapat diuji dengan data. Untuk memudahkan proses ini guru menanyakan kepada siswa gagasan mengenai hipotesis yang mungkin dari semua gagasan yang ada, dipilih satu hipotrsis yang relevan dengan permasalahan yang diberikan.

c.Mengumpulkan data

Mengumpulkan data sebanyak-banyaknya , data yang dikumpulkan dapat berupa tabel atau matrik .

d. Analis data

Siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisa data yang diperoleh.Faktor penting dalam menguji hipotesis adalah pemikiran benar atau salah.

e. Membuat kesimpulan

Proses menarik kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum yang berupa kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.

B. Hasil Belajar Tema II

  1. Pengertian Belajar

Menurut Biggs, belajar adalah kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya, diharapkan siswa banyak menguasai materi (Syahrilfuddin,dkk,2009,hal.28).

Menurut Gagne (dalam Suprijono,2011,hal.2), belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah. Menurut Slameto (dalam Hamdani,2011,hal.20).belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.Dari uraian diatas dapat disimpulkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

  1. Pengertian hasil belajar tema II

Menurut Bloom, hasil belajar mencakup kemampuan kognitif,afektif dan psikomotorik (dalam Suprijono,2011,hal.6). Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Sudjana, Nana (2009,hal.3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Suyono (2011,hal.3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar mengakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar dan dari sisi siswa hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.  Benjamin S. Bloom (Suyono,2011,hal.26-27) menyebutkan 6 jenis prilaku kognitif sebagai berikut:

a.Pengetahuan mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip, atau metode.

b. Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.

c. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyatadan baru. Misalnya menggunakan prinsip.

Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan kedalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang lebih kecil

Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Misalnya kemampuan menyusun suatu program.

Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan criteria tertentu. Misalnya kemampuan menilai hasil ulangan.

Berdasarkan pengertian hasil belajar diatas, disimpulkan bahwa hasil belajar adalah  kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah belajar. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif yang mencakup tiga tingkatan yaitu pengetahuan, pemahaman dan penerapan. Instrument yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif adalah tes.

Sehubungan dengan penelitian ini maka hasil belajar tema II yang dimaksud adalah nilai yang diperoleh siswa setelah melaksasnakan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil belajar yang dimaksud adalah perubahan dari segi kognitif saja yang didapat dari ulangan setiap siklus.

  1. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Tema II

Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Rusman (2010,hal.344) memyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut :

a. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi : jasmaniah dan psikologi.

b. Faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal meliputi : faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat

Menurut Syahrilfuddin,dkk (2009,hal.49-51), secara global faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat kita bedakan menjadi 3 macam yaitu :

a. Faktor Internal (factor dalam diri siswa)

  • Aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah)

Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah apalagi jika disertai pusing-pusing kepala dapat menurunkan kualitas ranah kognitif sehingga materi yang dipelajari tidak berbekas.

  • Aspek psikologis (yang bersifat rohaniah)

Diantaranya faktor-faktor rohaniah siswa yang dipandang lebih esensial adalah sebagai berikut:

a).Tingkat kecerdasan intelegensi siswa

b).Sikap siswa

c).Bakat siswa

d).Minat siswa

e).Motivasi siswa

b. Faktor ekstenal (faktor dari luar siswa) yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa.

  • Lingkungan sosial

Lingkungan social sekolah sperti guru, staf administrasi, teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar siswa. Para guru yang menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatakan suritauladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar misalnya rajin membaca dan berdiskusi dapat menjadi daya dorong bagi kegiatan belajar siswa.

  • Lingkungan non-sosial

Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

  1. Faktor pendekatan belajar (approach to learning)

Faktor pendekatan belajar merupakan jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran

C. Hubungan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar

Discovery Learning  merujuk pada situasi-situasi akademik dimana kelompok-kelompok kecil siswa (4 sampai 5 orang) berupaya menemukan jawaban-jawaban atas aspek topik Discovery Learning. Dalam situasi-situasi tersebut siswa dapat menenmukan rincian konsep atau rincian informasi. Model Discovery Learning  dapat dilakukan kepada seluruh kelas sebagai kegiatan-kegiatan discovery learning  yang disebut Sosial Discovery Learning  (Yondridefi,2012,hal.13).

Model Discovery learning  paling banyak mendapat dukungan dan digunakan oleh para pendidik (Hamalik, 2011,hal.220) karena:

a. Dapat melatih keterampilan kritis dan keterampilan deduktif yang diperlukan berkaitan dengan pengumpulan data yang bertalian dengan kelompok hipotesis

b. Keuntungan bagi siswa dari pengalaman kelompok dimana mereka berkomunikasi, berbagi tanggung jawab dan bersama-sama mencari pengetahuan.

c. Kegiatan belajar disajikan dengan semangat berbagai Discovery Learning menambah pengetahuan.

Menurut Kourilsky(dalam Hamalik,2011,hal.103), pengajaran berdasarkan Discovery Learning  suatu strategi yang berpusat pada siswa dimana kelompok siswa mencari jawaban isi pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan struktural kelompok. Penggunaan model Discovery Learning  dalam pengajaran Tema II dapat membantu siswa menemukan sendiri data,fakta dan informasi dari berbagai sumber sehingga dapat memberikan pengalaman pada siswa(Wahab,2009,hal.92).

Dengan pembelajaran Discovery Learning  siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi Tema II , siswa berpikir kreatif dan siswa menjadi terampil dalam memperoleh dan menganalisa informasi sehingga hasil belajar Tema II siswa meningkat.

D. Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah “Jika diterapkan model pembelajaran Discovery Learning  maka dapat meningkatkan hasil belajar tema II siswa kelas V SDS IT Mutiara Duri tahun Pelajaran 2017/2018”.

BAB III

 METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat Penelitian

Tempat dan lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Mutiara Duri Riau yang beralamat di komplek Sebanga PT. Chevron Pasifik Indonesia kelurahan Titian Antui Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis.

B. Subjek Penelitian

            Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDS IT Mutiara tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah murid 29 orang yang terdiri dari laki-laki 15 orang dan perempuan 14 orang. Kemampuan akademik, jenis kelamin, suku dan latar belakang siswa heterogen.

C. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2017/2018 pada bulan Agustus-September 2017. Jadwal penelitian dapat dilihat tabel 3.1 dibawah ini.

Tabel 3.1

Jadwal Penelitian
No Hari/Tanggal Jam Pelajaran Materi Pembelajaran
1 Senin

21 Agustus 2017

1-6 Pembelajaran 1
2 Selasa

22 Agustus 2017

1-6 Pembelajaran 2
3 Rabu

23 Agustus 2017

1-6 Pembelajaran 3
4 Kamis

24 Agustus 2017

1-6 Pembelajaran 4
5 Jum’at

25 Agustus 2017

1-8 Pembelajaran 5

dan 6

6 Senin

28 Agustus 2017

1-3 UH siklus I
7 Senin

28 Agustus 2017

4- 8 Pembelajaran 1
8 Selasa

29 Agustus 2017

1-6 Pembelajaran 2
9 Rabu

30 Agustus 2017

1-6 Pembelajaran 3
10 Kamis

31 Agustus 2017

1-6 Pembelajaran 4
11 Senin

4 September 2017

1-8 Pembelajaran 5

dan 6

12 Selasa

5 September 2017

1-3 UH siklus II

 

D. Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru kelas atau di sekolah tempat  mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran (Arikunto,2010,hal.135). PTK saya lakukan dengan observer Rina Lestari S.Pd sebagai guru kelas V paralel. Bagan penelitian dapat dilhat pada gambar 3.1 tentang siklus Penelitian Tindakan Kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

Perencanaan
SIKLUS I
Pelaksanaan
Refleksi
Pengamatan
Perencanaan
SIKLUS II
Pelaksanaan
Refleksi

 

Siklus Penelitian Tindakan Kelas

(Arikunto,2010,hal.11-16)

            Berdasarkan bagan penelitian, maka penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dengan empat tahap yang akan dilalui yaitu:

  1. Perencanaan (planning)

Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa,dimana, oleh, siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Penelitian tindakan yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati tindakan. Istilah untuk cara ini adalah penelitian kolaborasi. Dalam tahap menyusun rencana ini peneliti menentukan fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian dan instrument apa yang akan dibuat.

  1. Pelaksanaan tindakan (acting)

Penelitian tindakan kelas adalah pelaksanaan yang merupakan penerapan rancangan mengenai tindakan kelas. Hal yang perlu diingat dalam tahap ini adalah guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapai harus berlaku sewajarnya dan tidak dibuat-buat.

  1. Pengamatan (Observasi)

Kegiatan pengamatan dilakukan oleh pengamat. Guru pelaksana sebagai pengamat agar melakukan pengamatan baik terhadap apa yang terjadi ketika tindakan berlangsung. Sambil melakukan pengamatan guru mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya.

  1. Refleksi (reflecting)

Refleksi merupakan kegiatan untuk merenungkan kembali kelemahan-kelemahan apa yang terjadi dalam model pembelajaran Discovery Learning yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi tindakan.

E. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan instrument penelitian yaitu perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data dengan uraian sebagai berikut:

  1. Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran pada penelitian ini terdiri dari:

  1. Silabus

Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berdasarkan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran,dan rancangan penelitian. Dengan kata lain silabus adalah rencana pembelajaran pada mata pelajaran/tema yamg mencakup Kompetensi Inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar (Trianto dalam Yondridefi, 2012,hal.20).

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran yaitu langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Setiap pertemuan dirancang dalam tiga rencana pembelajaran yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup untuk setiap pertemuan 140 menit dan 120 menit. Kegiatan pembelajaran dikembangkan dari rumusan tujuan yang mengacu pada indikator untuk mencapai hasil belajar sesuai Kurikulum 2013(Kemendiknas,2013).

  1. Lembaran Kegiatan Siswa (LKS)

Lembaran Kegiatan Siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah.Lembaran Kegiatan Siswa dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif atau aspek pembelajaran berupa eksperimen atau demonstrasi.Lembaran kegiatan Siswa dibuat dalan upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indicator pencapaian hasil belajar (Trianto,2011,hal.222).

  1. Instrumen Pengumpulan data

Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Lembar Observasi Guru

Yang dimaksud dengan lembar observasi guru adalah lembar pengamatan kegiatan guru selama pembelajaran berlangsung yang berfungsi untuk mengamati aktivitas guru.

b. Lembar Observasi Siswa

Yang dimaksud lembar observasi siswa adalah lembar pengamatan peserta didik selama proses pembelajaran Tema II berdasarkan instrument tertentu.

c. Soal tes Hasil Belajar

Tes adalah instrument untuk mengukur sampel dengan memberikan serangkaian pertanyaan dan tes juga menjawab pertanyaan (Eveline dsn Nara,2011,hal.143). Jadi tes hasil belajar adalah untuk menentukan nilai prestasi siswa dengan menggunakan patokan-patokan agar mencapai tujuan pengajaran yang telah dilakukan.

d. Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan penting untuk melihat hasil belajar sehingga dapat menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan sebelumnya.Dokumentasi diperoleh dari catatan guru.

F. Teknik Pengumpulan Data

 1. Observasi

Observasi adalah pengamatan proses penilaian melalui pengamatan objek tertentu yaitu guru dan peserta didik selam proses pembelajaran Tema II menggunakan model Discovery Learning. Observasi dapat mengukur proses belajar misalnya tingkah laku siswa, tingkah laku guru, kegiatan diskusi, partisipasi siswa dan penggunaan alat peraga waktu mengajar. Observasi dilakukan saat kegiatan berlangsung.

2.Tes Hasil Belajar

Tes hasil belajar merupakan butir tes yang digunakan untuk mengamati hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran model Discovery Learning. Tes hasil belajar yang dikembangkan sesuai dengan kemampuan kognitif. Untuk penskoran hasil tes menggunakan panduan evaluasi yang memuat kunci jawaban dan pedoman penskoran setiap butir soal.

G. Teknik Analisis Data

            Untuk menganalisis data pada penelitian digunakan analisis statistic deskriptif.

  1. Analisis Aktivitas Guru

Aktivitas guru yang diamati meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, dengan rumus :

F

P =       X 100 %

N

Keterangan;

P = Angka Persentase

F = Jumlah nilai aktivitas guru (frekuensi aktivitas guru)

N = Jumlah nilai maksimal aktivitas guru

Interval kategori aktivitas guru dapat dilihat tabel 3.2 dibawah ini:

Tabel 3.2

Kategori Penilaian Aktivitas Guru

 

No Interval Kategori
1 91%-100 % Baik sekali
2 71% – 90 % Baik
3 61% – 70% Cukup
4 Kurang dari 60% Kurang

 

Sumber : Rionika (2012,hal.25)

  1. Analisis Aktivitas Siswa

Untuk mengukur persentase aktivitas siswa pada setiap pertemuan dari  masing-masing siklus digunakan rumus sebagai berikut :

F

P =       X 100 %

N

Keterangan;

P = Angka Persentase

F = Jumlah nilai aktivitas siswa (frekuensi aktivitas siswa)

N = Jumlah nilai maksimal aktivitas siswa

Tabel 3.3

Kategori Penilaian Aktivitas Siswa

 

No Interval Kategori
1 91%-100 % Baik sekali
2 71% – 90 % Baik
3 61% – 70% Cukup
4 Kurang dari 60% Kurang

 

Sumber : Rionika (2012,hal.25)

  1. Analisis Hasil Belajar
  2. Ketuntasan individu

Kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan di kelas V SDS IT Mutiara untuk Tematik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah 74, KKM IPA adalah 78, KKM IPS adalah 74, KKM Pkn adalah 81 dan KKM SBdP adalah 78. Siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai KKM yang telah ditetapkan.Kriteria hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 3.4. Ketuntasan individu dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Jumlah Jawaban yang Benar

Ketuntasan Individu =                                                  X 100

Jumlah Soal

Tabel 3.4

Kategori Hasil Belajar Siswa

 

No Interval Kategori
1 80-100 Baik sekali
2 70-79 Baik
3 60-69 Cukup
4 50-59 Kurang
5 0-49 Kurang sekali

 

Sumber : Depdiknas,2006,hal.25

 

  1. Ketuntasan Klasikal

Ketuntasan klasikal tercapai jika telah mencapai 80 % dari jumlah siswa yang tuntas dengan nilai pencapaian KKM untuk setiap mata pelajaran. Ketuntasan klasikal menurut Trianto(2010,hal.241)dapat dihitung dengan rumus:

Jumlah Siswa yang Tuntas

Ketuntasan Klasikal =                                               X 100%

Jumlah Siswa

 

 

Dalam penelitian ini siswa dikatakan tuntas jika telah mencapai criteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah ditentukan sekolah.

  1. Peningkatan Hasil Belajar

Peningkatan hasil belajar siswa menurut Aqib (2009,hal.53) dianalisis dengan rumus sebagai berikut:

       Posrate -baserate

P =                                X 100 %

baserate

 

 

Keterangan :

 

P                      = Peningkatan Hasil Belajar

 

Posrate            = Nilai sesudah diberikan tindakan (UH 1 dan UH 2)

 

baserate           = Nilai dasar sebelum tindakan (skor dasar)

 

BAB IV

GAMBARAN UMUM  OBYEK PENELITIAN

 

  1. Lokasi Tempat Penelitian

    Lokasi penelitian berada di SDS IT Mutiara yang bertempat di Komplek PT.CPI Duri. Dengan fitur bangunan seperti gambar 5 dibawah ini :

Gambar 6. Bangunan SDS IT Mutiara Duri di Komp.PT.CPI duri (Website YPIT Mutiara)

  1. Sejarah Singkat SDS IT Mutiara

Sebagai penyelenggara pendidikan negeri nasional menciptakan generasi yang tumbuh sebagai insan yang bertaqwa, membangun watak dan kepribadian yang berkualitas, serta menggali bakat dan minat secara optimal sesuai dengan perkembangan teknologi.

Mengingat kurikulum serta metode pembelajaran yang berkesinambungan dari sekolah Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah Atas, terutama pada materi pelajaran pokok dan agama dengan mengedepankan akhlak dan moral serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional tenaga pendidik sesuai dengan perkembangan zaman.

Meski harus menjalani waktu belajar yang padat dan ketat, siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu Mutiara Duri masih berkesempatan untuk menyalurkan bakat dan hobinya di bidang ekskul seperti: pramuka. Disamping itu dengan lingkungan pergaulan yang mengasikkan para siswa dapat berkumpul dan berkelompok dengan membentuk sanggar sains, tari dan seni, bola dan alqu’an.

  1. Visi dan Misi
  2. Visi :

Menjadi Lembaga Pendidikan Islam Terpadu yang diakui berhasil dalam membina generasi terbaik yang berkepribadian islami.

  1. Misi :
  1. Penyelenggara dan pengembangan program pendidikan Islam Terpadu secara professional pada tingkat pra sekolah, dasar dan menegah.
  2. Membina dan mengoptimalkan potensi rohani, jasmani, akal dan akhlak peserta didik dengan memandu potensi orang tua, guru, masyarakat, pemerintah dan lingkungan.
  3. Membentuk insan yang sehat, cerdas, kreatif, disiplin dan mandiri.
  4. Membimbing peserta didik agar mengamalkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya untuk menjadi insan bertaqwa dan berdaya guna sesuai Alqur’an dan hadist.
  5. Mengembangkan dan membina kerjasama dengan lembaga pendidikan islam dan umum lainnya secara regional, nasional dan internasional.

 

  1. Tata Nilai

Untuk mencapai visi dan misi, SDS IT Mutiara menerapkan nilai –   nilai :

  1. Taat pada Syariat islam, undang-undang dan hukum yang berlaku.
  2. Jujur, amanah, professional, mandiri dan berakhlak mulia.
  3. Nirlaba dari swadaya masyarakat dan untuk masyarakat.
  4. Berkembang dan maju dengan masyarakat sekitar dengan mengutamakan ukhuwah islamiyah
  5. Menghargai potensi terbaik guru, karyawan, peserta didik dan orang tua sebagai bagian integral kemajuan yayasan.

f.Mengutamakan kedisiplinan, kebersihan, kerapian, keamanan, ketenangan, kenyamanan dan lingkungan belajar yang menyenangkan.

 

  1. Program Unggulan Sekolah
  2. Sanggar Alqur’an : Tahsin, Tahfiz dan Tilawah
  3. Sanggar Science Club (IPA dan Matematika)
  4. Sangar Kesenian (Tari, Nasyid, Theater, puisi, dai cilik dan cerpen)
  5. Sanggar Olahraga
  6. Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa)
  7. Dokter Kecil
  8. Pramuka
  9. Fasilitas Sekolah
  10. Berada di lingkungan aman dan terkendali di lingkungan PT.Chevron Pacific Indonesia
  11. Laboratorium IPA
  12. Laboratorium Komputer
  13. Lapangan olahraga
  14. Perpustakaan
  15. Mesjid “Nurul Ilmi “ yang berkapasitas lebih dari 2000 orang

7.. Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS)

8.. Aula Serba Guna

  1. Pos Keamanan

10.Ruang Bimbingan dan Konseling (BK)

  1. Tempat Parkir yang luas
  2. Kantin yang bersih dan sehat
  3. Mini Market

Gambar 6. Mesjid Nurul Ilmi YPIT Mutiara (Website YPIT Mutiara)

  1. Struktur Organisasi Sekolah1. Struktur Pengurus

Gambar 7. Struktur Yayasan YPIT Mutiara (Website YPIT Mutiara)

 

 

 

 

  1. Struktur Pengurus SDS IT Mutiara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8. Struktur organisasi Sekolah

 

  1. Guru – Guru SDS IT Mutiara

 

No Guru – Guru Jabatan
1 Nama: Mintowati, S. Pd. Ing

TTL  : Nganjuk, 14 September 1968

Jabatan     : Kepsek / B. Inggris

 

2 Nama       : Ahmad Syarwani, S. Pd

TTL          : Tg.Sari, 14 Juni 1972

Jabatan     : Wakakur/ Guru Kelas

 

 

 

 

3 Nama       : Maisarah, S. Pd. SD

TTL          : Kota Kecil, 11 Maret 1968

Jabatan            : Wakakur / Guru Kelas

 

 

 

 

5.

 

 

 

6.

 

 

 

 

7.

Nama       : Yondridefi, S. Pd

TTL          : B. Tinggi, 25 Februari 1967

Jabatan     : Wakasis / Guru Kelas

 

 

Nama       : Erizal, S. Ag

TTL          : Koto Baru, 24 Mei 1972

Jabatan     : Wakasar / PAI

 

 

Nama       : Ratnawilis, S. Pd

TTL          : Panyalaian, 27 Nov 1963

Jabatan     : Kaurkur 1 / Guru Kelas

 

 

Nama       : Elwati, S. Pd. SD

TTL          : A. Gadang, 14 Nov 1968

Jabatan     : Kaurkur 2 / Guru Kelas

 

8 Nama       : Yetnawarti, S. Pd. SD

TTL          : Kt. Marapak, 20 Sept 1969

Jabatan            : Kaursis 1 / Guru Kelas

 

 

9. Nama       : Dra. Aliyah

TTL          : T. Kuantan, 23 Juli 1959

Jabatan     : Kaursis 2 / Guru PAI

 

 

10 Nama       : Drs. Erizal Sutanto

TTL          : Baso, 13 Maret 1964

Jabatan     : Kaursar 1 / Guru Penjas

 

 

11 Nama       : Drs. Jasrul

TTL          : BalaiTangah, 13 Juli 1964

Jabatan     : Kaurkur 2 / Guru Kelas

 

 

12 Nama       : Kaharni, SIQ

TTL          : Tanah Datar, 31 Des 1965

Jabatan     : Koord. Rohis / Guru Pai

 

 

13 Nama       : Rasyidah, SIQ STh. I

TTL          : R. Lombang, 13 Nov 1974

Jabatan     : Koord. Al-Quran/Al-Quran

 

14 Nama       : Sulaiman, S. Ag

TTL          : TabingRanah, 2 Mei 1970

Jabatan     : Koord. Pramuka/Guru PAI

 

 

15 Nama       : Syamsuardi, SIQ

TTL          : Suliki, 30 Desember 1969

Jabatan     : Koord. Green Project /

Guru PAI

 

16 Nama       : Tisafur, SIQ

TTL          : BatuTebal, 1 Maret 1972

Jabatan     : Walas 1 A / Guru Kelas

 

 

17 Nama       : Yurna, S. Ag

TTL          : Pagu-pagu, 28 Juni 1972

Jabatan     : Walas 1 B / Guru PAI

 

 

 

18 Nama       : Yuki Fitria, S. Pd. I

TTL          : Padang, 5 Februari 1983

Jabatan     : Walas 1 C / Guru Kelas

 

19 Nama       : Nelfiati, STh. I

TTL          : LasiMudo, 31 Agustus 1976 Jabatan   : Walas 1 D / Guru Al-Quran

 

 

17 Nama       : AprianiSatiawaty

TTL          : Jakarta, 1 April 1977

Jabatan     : Walas 1 E / Guru Kelas

 

 

18 Nama       : Daryanti, S.Ag

TTL          : Jumrah, 21 Januari 1980

Jabatan     : Walas 1 F / Guru Kelas

 

 

19 Nama       : WidyaSaswita, SP

TTL          : Bukittinggi , 07 Juni 1978

Jabatan            : Walas 2 A / Guru Kelas

 

20 Nama       : Saswiyetri, S. Pd. SD

TTL          : Buuruh, 10 Juni 1973

Jabatan     : Walas 2 B / Guru Kelas

 

21 Nama       : EniHuriani, S. Sos

TTL          : Duri, 17 Februari 1977

Jabatan     : Walas 2 C / Guru Kelas

 

22 Nama       : Nelfarina, S. Pd

TTL          : TanjungPati, 1 April 1973

Jabatan     : Walas 2 D / Guru Kelas

 

23 Nama       : DewiJuniarti, S. Pd

TTL          : Medan, 27 Februari 1984

Jabatan     : Walas 2 E / Guru Kelas

 

24 Nama       : Nurlaili, S. Pd

TTL          : Cingkaring, 18 Oktober 1979 Jabatan   : Walas 2 F / Guru Kelas

 

25 Nama       : Yusnelly, S. Pd

TTL          : Duri, 10 Februari 1962

Jabatan     : Walas 3 A / Guru Kelas

 

26 Nama       : Rustia Warnida, S. Pd

TTL          : Palembayan, 7 Des 1969

Jabatan     : Walas 3 B / Guru Kelas

 

27 Nama       : Rita Handayani, S. Pd

TTL          : Bt. Sangkar, 11 Juni 1975

Jabatan     : Walas 3 C / Guru Kelas

 

28 Nama       : Zelnedi, S.Ag

TTL          : Koto Tinggi, 11 April 1971

 

Jabatan     : Walas 3 D / Guru Kelas

 

 

29 Nama       : Arina Sauma K, S. Ag

TTL          : Medan, 23 Sept 1973

Jabatan     : Walas 3 E / Guru B. Arab

 

30 Nama       : Sarilam, SIQ. S. Pd. I

TTL          : D. Kandang, 16 April  1990

Jabatan     : Walas 3 F / Guru Al-Quran

 

 

31 Nama       : Irtadewi, S. Pd

TTL          : P. Baru, 22 Desember 1969

Jabatan     : Walas 4 A / Guru Kelas

 

32 Nama       : Dra. Hamnah

TTL          : Bintuju, 05 Januari 1963

Jabatan     : Walas 4 B / Guru PAI

 

33 Nama       : Maslina Hayati, S. Ag

TTL          : Bukittinggi, 5 Juni 1971 Jabatan     : Walas 4 C/Guru Al-Quran

 

34 Nama       : Femilia Putri, S. Si

TTL          : Koto Baru, 24 Des 1982

Jabatan            : Walas 4 D / Guru Kelas

 

35 Nama       : Irwan Darma, S. PdI

TTL          : Duri, 15 Maret 1977

Jabatan     : Walas 4 E / Guru Kelas

 

36 Nama       : Suraidah, SIQ. S. Pd. I

TTL          : Uj. Gading, 26 Okt 1991

Jabatan     : Walas 4 F/Guru Al-Quran

 

37 Nama       : Rio Susanto, S. Pd

TTL          : Pariaman, 16 Sept 1984

Jabatan     : Walas 5 A / Guru Penjas

 

 

38 Nama       : Ali SibraMalisi, SHI

TTL          :SnmNenek, 17 Maret 1981

Jabatan     : Walas 5 B/Guru Al-Quran

 

39 Nama       : Mona Ekawati, S. Pd

TTL          : Tj. AurPdg, 12 Juli 1976

Jabatan     : Walas 5 C / Guru Kelas

 

40 Nama       : WirmaHenim, S.Pd. SD

TTL          : EkorParit, 21 April 1970

Jabatan     : Walas 5 D / Guru Kelas

 

 

41 Nama       : NurbaitiHusna H, S. Pd. I

TTL          : Adolina, 04 Juni 1983

Jabatan     : Walas 5 E/Guru Al-Quran

 

42 Nama       : Jumaiti, S. Pd

TTL          : Duri, 12 Mei 1972

Jabatan     : Walas 5 F / Guru Kelas

 

43 Nama       : Sulismanizar, S. Pd

TTL          : Ds. Klambir, 28 Maret 1982

Jabatan     : Walas 6 A / Guru Kelas

 

44 Nama       : BenySyapri, A. Md

TTL          : Duri, 2 November 1982

Jabatan     : Walas 6 B / Guru Kelas

 

45
Nama       : Rina Lestari, S. Pd

TTL          : Kota Kecil, 25 Juni 1982

Jabatan     : Walas 6 C / Guru Kelas

46 Nama       : Endang Mariati, S. Pd

TTL          : P. Kamis, 3 Maret 1978

Jabatan     :Walas 6 D / Guru Kelas

 

 

47 Nama       : Misfawati, S. Pd

TTL          :Minas, 29 Sept 1969

Jabatan     : Walas 6 E / Guru Kelas

 

48 Nama       : Safrina, S. Si

TTL          : Ldg Tibarau,16 Maret 1972

Jabatan     : Walas 6 F / Guru Kelas

 

49 Nama       : Yusnidar, S. Pd

TTL          : Pariaman, 11 Nov 1973

Jabatan     : Guru Kelas

 

 

50 Nama       : Drs. AlfianHelmi

TTL          :  Kubang, 11 Juli 1964

Jabatan     : Guru Kelas

 

51 Nama       : SitiAisah, S. Pd

TTL          : Solok. S, 12 Mei 1985

Jabatan     : Guru Komputer

 

 

52 Nama       : GustiSanti Nora, S. Ag

TTL          : Maur, 11 Agustus 1973

Jabatan     : Guru Al-Quran

 

53 Nama       : M. Safi’iLubis, SIQ, Sth. I

TTL          : Medan, 12 Oktober 1984

Jabatan     : Guru Al-Quran

 

 

54 Nama       : H.M. BakirKaffah, S. Pd. I

TTL          : R. Melintang, 04 Juni 1973

Jabatan     : Guru Al-Quran

 

55 Nama       : MuhrizalEfendi, S. Pd. I

TTL          : KaryaMaju, 18 April 1985 Jabatan   : Guru Al-Quran

 

56 Nama       : M. Fazarul Amin, SIQ

TTL          : Perdamaian, 6 Nov 1992

Jabatan     : Guru Al-Quran

 

 

57 Nama       : JainiAmri, S. PdI, MA

TTL          : Sampu, 08 April 1983

Jabatan     : Guru B. Arab

 

 

 

58 Nama       : Dina Elvia, S. Pd

TTL          : PdgKandis, 18 Mei 1986

Jabatan     : Guru Arab Melayu

 

 

59 Nama       : IdriaUtama MR, S. Pd

TTL          : Payakumbuh, 30 Jan 1973 Jabatan   : Guru Penjas

 

 

60 Nama       : BerlianRamadhan, S. Pd

TTL          : Duri, 08 Maret 1992

Jabatan     : Guru B. Inggris

 

 

61 Nama       : DelpaniSelpia, S. Pd

TTL          : Payakumbuh, 16 Juli 1990

Jabatan     : Guru B. Inggris

 

 

62 Nama       : Hj. ZamErni, A. Md

TTL          : PdmGadang, 2 Feb 1965

Jabatan     : Tata Usaha

 

 

 

 

 

63 Nama       : EkaDewi, SE

TTL          : Pekanbaru, 10 Okt 1980

Jabatan     : Tata Usaha

 

 

64 Nama       : LiliEkawati

TTL          : Duri, 1 Januari 1978

Jabatan     : Bendahara

 

 

65. Nama       : Rahmianti

TTL          : Padang, 25 Sept 1971

Jabatan     : Bendahara

 

 

66. Nama       : Emna

TTL          : Duri, 14 Oktober 1972

Jabatan     : Pustakawan

 

 

67. Nama       : Handra Putra

TTL          : Jakarta, 16 Februari 1984

Jabatan    : Jenitor

 

 

68. Nama       : Dal Zuarni

TTL          : Payakumbuh, 13 Okt 1969

Jabatan     : Jenitor

 

 

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

 A. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDS IT Mutiara tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini tepatnya dilakukan di bulan Agustus dan Septenber 2017 sebanyak 2 siklus. Siklus I terdiri dari 6 kali pertemuan dengan materi pada Tema II yaitu “Udara Bersih bagi Kesehatan “dengan materi  sub tema I yaitu “Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih”. Siklus II terdiri dari 6 kali pertemuan dengan materi subtema II yaitu “Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan”. Setiap pertemuan dilaksanakan 4 X 35 menit dan 6 X 35 menit.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Pada setiap akhir pertemuan siswa mengerjakan soal evaluasi yang berguna untuk melihat perkembangan siswa dan setiap akhir siklus I dan II diadakan ulangan harian (UH) yang hasilnya dipakai sebagai landasan untuk melakukan siklus berikutnya. Pelaksanaan observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa diamati oleh observer pada tiap pertemuan selama menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan lembaran observasi.Sebagai observer adalah guru kelas V SDS IT Mutiara Duri.

  1. Perencanaan Pelaksanaan Tindakan

Sebelum melaksanakan tindakan model pembelajaran Discovery Learning. Peneliti telah menyipakan instrument penelitian yang terdiri dari perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari bahan ajar berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk 6 kali pertemuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan guru dan lembar pengamatan siswa dan soal evaluasi hasil belajar tema II.

Alat evaluasi untuk Ulangan harian I dan II dipersiapkan soal dan kunci jawaban. Soal yang dipersiapkan sebanyak 20 (dua puluh) butir soal untuk UH I dan 20 butir soal untuk UH II.

B. Siklus I (pertama)

  1. Tahap Pelaksanaan

a. Siklus I Pertemuan I

            Pada perencanaan pada siklus I pertemuan I untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang dipersiapkan sebelum tindakan yang dilakukan adalah mempersiapkan silabus, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai silabus, membuat Lembar Kerja Siswa(LKS) yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan yaitu materi  tema II “Udara Bersih bagi Kesehatan “dan materi  sub tema I yaitu “Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih”. Siklus II terdiri dari 4 kali pertemuan dengan materi subtema II yaitu “Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan”, menyiapkan lembar evaluasi, membuat lembar aktivitas guru, membuat lembar aktivitas siswa yang sesuai dengan pembelajaran “Discovery Learning”.

Pada pertemuan ini jumlah siswa yang hadir 29 orang. Dalam proses pembelajaran pada pertemuan pertama berpandu pada RPP I tentang materi pada pembelajaran 1 dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran Discovery Learning. Kegiatan diawali dengan pendahuluan menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran, berdoa, absensi, apersepsi dengan menanyakan “Apakah semua makhluk hidup memerlukan oksigen?”Bagaimana proses mengambil oksigen terebut? Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menyebutkan informasi terkait dengan pertanyaan apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, dan mampu menemukan informasi tentang organ pernafasan pada hewan serta mampu membuat bagan organ pernafasan pada hewan. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yaitu siswa diminta untuk duduk berkelompok, siswa bekerjasama dalam diskusi kelompok  untuk mengerjakan LKS, siswa mampu menyampaikan hasil diskusi kelompoknya dan siswa diminta untuk mengerjakan evaluasi. Kegiatan inti terdiri dari :1. Guru mengajukan masalah dengan menanyakan “ Apakah perbedaan semua makhluk hidup yang ada pada gambar?( siswa dapat menjawab perbedaan dari anggota tubuh, cara berjalan, jenis makanan, tempat hidup, dan sebagainya), Apakah makhluk hidup tersebut membutuhkan oksigen dan bagaimana prosesnya?”.2. Merumuskan hipotesis dengan menanyakan “apa saja cara makhluk hidup mengambil oksigen?”. Guru memilih tiga orang siswa untuk menjawab pertanyaan dan menuliskan jawaban di papan tulis.3. Mengumpulkan data dengan cara berkelompok siswa diminta untuk membaca buku tentang bacaan “Dayu dan ikan Hias” dan siswa menggari bawahi kosa kata penting tentang organ pernafasan hewan.Kemudian mendiskusikan dengan kelompoknya LKS tentang Organ pernafasan hewan. 4. Analisis data, masing-masing kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusi tentang LKS pembelajaran 1. Guru memberikan penguatan kepada yang berhail melaporkan,memberikan penjelasan tambahan dan memberikan refleksi untuk meninjau ketercapaian materi dengan Tanya jawab.5. membuat keimpulan dengan cara siswa diminta untuk menyimpulkan pelajaran. Siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Guru menutup pembelajaran dengan membaca doa penutup majelis.

b. Siklus I pertemuan 2

Tahap perencanaan pada siklus I pertemuan 2 untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang dipersiapkan sebelum tindakan adalah mempersiapkan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan silabus, membuat LKS yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan yaitu tentang informasi terkait tentang apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, cara kerja organ pernafasan manusia, cirri-ciri tangga nada mayor, menyiapkan lembaran evaluasi dan kunci jawaban, membuat lembaran observasi guru dan siswa yang sesuai dengan model pembelajaran Discovery Learning.

            Pelaksanaan pertemuan kedua ini berpedoman pada RPP siklus I pertemuan 2 dengan indikator menyebutkan informasi yang terkait dengan pertanyaan apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana,menyebutkan organ pernafasan pada manusia, menjelaskan organ pernafasan pada manusia dan membuat bagan cara kerja pernafasan pada manusia serta dapat menyebutkan cirri-ciri tangga nada mayor.Pada pertemuan ini siswa yang hadir 29 orang. Kegiatan ini diawali dengan pendahuluan menyipakan siswa untuk mengikuti pembelajaran, berdoa, absensi, appersepsi dengan menanyakan “Bagaimana manusia bernafas?dan organ apa yang digunakan untuk bernafas? Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menggali informasi dari teks tentang kata tanya apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, mendeskripsikan organ-organ pernafasan pada manusia, menjelaskan bagan cara kerja organ pernafasan manusia, menjelaskan ciri-ciri tangga nada mayor.Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yaitu siswa diminta untuk duduk berkelompok, siswa diminta bekerjasama dalam diskusi kelompok untuk mengerjakan LKS, siswa menyampaikan hasil diskusi kelompok, dan siswa diminta mengerjakan evaluasi. Kegiatan inti terdiri dari 1. Guru mengajukan permaalahan dengan menanyakan “Bagaimana manusia bernafas? Dan organ yang digunakan untuk bernafas. 2. Merumuskan hipotesis dengan menanyakan “ Apa aja organ pernafasan pada manusia?. Guru memilih tiga orang siswa diminta untuk menuliskan jawaban di papan tulis. 3. Mengumpulkan data dengan cara berkelompok siswa diminta untuk membaca buku tentang teks bacaan “Sistem Pernafasan pada Manusia”. Kemudian mendiskusikan dengan kelompoknya LKS tentang sistem pernafasan pada manusia. 4. Analisis data. Masing-masing kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusinya tentang bagaimana sistem pernafasan manusia. Guru memberikan penguatan kepada siswa yang berhasil melaporkan, memberikan penjelasan tambahan dan memberikan refleksi untuk meninjau ketercapaian materi dengan Tanya jawab.5. Membuat kesimpulan dengan cara siswa diminta untuk menyimpulkan pelajaran. Siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Guru menutup pembelajaran.

c. Siklus I pertemuan 3

Tahap perencanaan pada siklus I pertemuan 3 untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang dipersiapkan sebelum tindakan adalah mempersiapkan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan silabus, membuat LKS yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan yaitu tentang informasi terkait tentang apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, makna dan wujud tanggung jawab sebagai warga masyarakat, dan jenis-jeni usaha, menyiapkan lembaran evaluasi dan kunci jawaban, membuat lembaran observasi guru dan siswa yang sesuai dengan model pembelajaran Discovery Learning.

Pelaksanaan pertemuan ketiga  ini berpedoman pada RPP siklus I pertemuan 3 dengan indikator menyebutkan informasi yang terkait dengan pertanyaan apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, menyebutkan makna tanggung jawab sebagai warga masyarakat, menjelaskan makna tanggung jawab sebagai warga masyarakat serta mengidentifikasi jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi. Pada pertemuan ini siswa yang hadir 29 orang. Kegiatan ini diawali dengan pendahuluan menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran, berdoa, absensi, appersepsi dengan menanyakan “Bagaimana perbedaan bernafas dibawah pohon dengan bernafas dibawah tanpa pohon? Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menggali informasi dari teks tentang kata tanya apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana,siswa dapat menjelaskan tentang makna dan wujud tanggung jawab sebagai warga masyarakat, dengan wawancara siswa dapat menyebutkan jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yaitu siswa diminta untuk duduk berkelompok, siswa diminta bekerjasama dalam diskusi kelompok untuk mengerjakan LKS, siswa menyampaikan hasil diskusi kelompok, dan siswa diminta mengerjakan evaluasi. Kegiatan inti terdiri dari 1. Guru mengajukan permasalahan dengan menanyakan “bagaimana tanggung jawab sebagai warga masyarakat?. 2. Merumuskan hipotesis dengan menanyakan “Apa aja makna dan wujud tanggung jawab sebagai warga masyarakat?. Guru memilih tiga orang siswa diminta untuk menuliskan jawaban di papan tulis. 3. Mengumpulkan data dengan cara berkelompok siswa diminta untuk membaca buku tentang teks bacaan “Hari Menanam Pohon”. Kemudian mendiskusikan dengan kelompoknya LKS tentang makna dan wujud tanggung jawab serta jenis-jeni usaha dan kegiatan ekonomi. 4. Analisis data. Masing-masing kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusinya tentang bagaimana makna, wujud tanggung jawab sebagai warga masyarakat serta jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi. Guru memberikan penguatan kepada siswa yang berhasil melaporkan, memberikan penjelasan tambahan dan memberikan refleksi untuk meninjau ketercapaian materi dengan Tanya jawab.5. Membuat kesimpulan dengan cara siswa diminta untuk menyimpulkan pelajaran. Siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Guru menutup pembelajaran.

d. Pertemuan Keempat ( UH 1 Siklus I)

Pada pertemuan keempat ini guru mengadakan ulangan harian I siklus I, ulangan harian dilaksanakan selama 60 menit, soal diberikan sebanyak 20 butir dan dibagikan kepada 29 orang siswa. Sebelum soal dibagikan, siswa diperingatkan tidak boleh bekerjasama. Jika terdapat kesulitan hanya diperbolehkan bertanya kepada guru dan tidak boleh bertanya kepada teman karena akan membuat keributan. Bagi yang mendapat nilai seratus disediakan hadiah dari guru.

Sebelum ulangan akhir siklus dilaksanakan, terlebih dahulu dibuat kisi-kisi soal. Sebagai nilai perbandingan untuk melihat peningkatan maka peneliti telah menyiapkan data awal dari ujian harian materi sebelumnya.

Selama mengerjakan soal guru mengawasi siswa bekerja. Suasana ulangan harian berjalan tertib, siswa menjawab pertanyaan dengan tenang, tidak ada siswa yang mencoba meminta jawaban dari temannya.Setelah mengerjakan, guru mengumpulkan jawaban dengan tertib. Dan sisa waktu yang ada guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit dalam ulangan harian I.

Hasil ulangan harian I dipergunakan untuk melihat peningkatan hasil belajar tema II sub tema I pembelajaran 1, 2 dan 3. Ulangan Harian I diperiksa berdasarkan kunci jawaban ulangan harian I.

  1. Refleksi Siklus I

Setelah dilakukan refleksi antara observer dan peneliti melalui pengamatan selama tiga kali pertemuan masih banyak kekurangan-kekurangan yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran diantaranya, permasalahan yang diberikan guru kurang tepat, dalam merumuskan hipotesis pertanyaan yang diberikan guru kurang dipahami siswa dan pada waktu diskusi guru kurang mengarahkan siswa dalam menganalisis data, sedangkan kekurangan yang diamati pada siswa yaitu dalam merumuskan hipotesis mereka bertanya-tanya sehingga agak ribut. Pada waktu mengumpulkan data mereka kurang serius sehingga pekerjaan mereka ada yang belum selesai, ketika menganalisis data dengan diskusi mereka kurang menanggapi presentasi yang disampaikan oleh temannya dan ketika mengerjakan evaluasi masih ada yang tidak tertib.

Dari hasil pembahasan antara peneliti dengan observer pada siklus I maka peneliti melakukan perencanaan perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II adalah :

  1. Memaksimalkan pelaksanaan pendahuluan kepada siswa untuk lebih percaya diri dan teliti dalam mengerjakan tugas yang diberikan serta mengerjakannya dengan penuh rasa tanggung jawab terutama pada saat evaluasi
  2. Menganalis dan mencari kata-kata yang tepat untuk memberikan permasalahan kepada siswa sehingga mereka mengerti permasalahan yang diberikan
  3. Memfokuskan dan mengarahkan siswa sehingga menemukan hipotesis dari permasalahan yang diajukan.
  4. Lebih tegas dan disiplin terhadap siswa sehingga evaluasi bisa berjalan dengan lancer dan tertib.

C. Siklus II (dua)

  1. Tahap pelaksanaan

a. Siklus II pertemuan 1

Pada perencanaan pada siklus II pertemuan I untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang dipersiapkan sebelum tindakan yang dilakukan adalah mempersiapkan silabus, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai silabus, membuat Lembar Kerja Siswa(LKS) yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan yaitu materi  tema II “Udara Bersih bagi Kesehatan “dan materi Siklus II terdiri dari 4 kali pertemuan dengan materi subtema II yaitu “Pentingnya Udara Bersih bagi Pernapasan”, menyiapkan lembar evaluasi, membuat lembar aktivitas guru, membuat lembar aktivitas siswa yang sesuai dengan pembelajaran “Discovery Learning”.

Pada pertemuan ini jumlah siswa yang hadir 29 orang. Dalam proses pembelajaran pada pertemuan pertama berpandu pada RPP I tentang materi pada pembelajaran 1 dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran Discovery Learning. Kegiatan diawali dengan pendahuluan menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran, berdoa, absensi, apersepsi dengan menanyakan “Apakah gambar yang terdapat pada teks yang dibaca?. Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menyebutkan informasi terkait dengan pertanyaan apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, dan mampu menemukan informasi tentang penyebab gangguan organ pernafasan pada manusia serta mampu membuat bagan penyebab gangguan pada organ pernafasan pada manusia. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yaitu siswa diminta untuk duduk berkelompok, siswa bekerjasama dalam diskusi kelompok  untuk mengerjakan LKS, siswa mampu menyampaikan hasil diskusi kelompoknya dan siswa diminta untuk mengerjakan evaluasi. Kegiatan inti terdiri dari :1. Guru mengajukan masalah dengan menanyakan “ Apakah penyebab gangguan pernafasan pada manusia?”.2. Merumuskan hipotesis dengan menanyakan “apa saja penyebab gangguan pernafasan pada manusia?”. Guru memilih tiga orang siswa untuk menjawab pertanyaan dan menuliskan jawaban di papan tulis.3. Mengumpulkan data dengan cara berkelompok siswa diminta untuk membaca buku tentang bacaan “Ganguan Pernafasan pada Manusia” dan siswa menggaris bawahi kosa kata penting tentang penyebab gangguan organ pernafasan manusia. Kemudian mendiskusikan dengan kelompoknya LKS tentang penyebab gangguan pada organ pernafasan manusia. 4. Analisis data, masing-masing kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusi tentang LKS pembelajaran 1. Guru memberikan penguatan kepada yang berhasil melaporkan,memberikan penjelasan tambahan dan memberikan refleksi untuk meninjau ketercapaian materi dengan Tanya jawab.5. Membuat keimpulan dengan cara siswa diminta untuk menyimpulkan pelajaran. Siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Guru menutup pembelajaran dengan membaca doa penutup majelis.

b. Siklus II pertemuan 2

Pada perencanaan pada siklus II pertemuan 2 untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang dipersiapkan sebelum tindakan yang dilakukan adalah mempersiapkan silabus, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai silabus, membuat Lembar Kerja Siswa(LKS) yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan yaitu materi  tema II “Udara Bersih bagi Kesehatan “. Pada pertemuan ini jumlah siswa yang hadir 29 orang. Dalam proses pembelajaran pada pertemuan kedua berpandu pada RPP 2 tentang materi pada pembelajaran 2 dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran Discovery Learning. Kegiatan diawali dengan pendahuluan menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran, berdoa, absensi, apersepsi dengan menanyakan “Apakah nama organ pernafasan pada manusia?. Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menyebutkan informasi terkait dengan pertanyaan apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, dan mampu menemukan informasi tentang penyakit yang berhubungan dengan  organ pernafasan pada manusia serta mampu membuat bagan penyakit pada organ pernafasan pada manusia serta menyebutkan karya tari daerah menggunakan properti. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yaitu siswa diminta untuk duduk berkelompok, siswa bekerjasama dalam diskusi kelompok  untuk mengerjakan LKS, siswa mampu menyampaikan hasil diskusi kelompoknya dan siswa diminta untuk mengerjakan evaluasi. Kegiatan inti terdiri dari :1. Guru mengajukan masalah dengan menanyakan “ Apakah penyakit yang menyerang organ pernafasan pada manusia?”.2. Merumuskan hipotesis dengan menanyakan “apa saja penyakit yang menggangu organ pernafasan pada manusia?”. Guru memilih tiga orang siswa untuk menjawab pertanyaan dan menuliskan jawaban di papan tulis.3. Mengumpulkan data dengan cara berkelompok siswa diminta untuk membaca buku tentang bacaan “Penyakit Organ Pernafasan pada Manusia” dan siswa menggaris bawahi kosa kata penting tentang penyakit organ pernafasan manusia. Kemudian mendiskusikan dengan kelompoknya LKS tentang penyangkit yang mengganggu organ pernafasan manusia. 4. Analisis data, masing-masing kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusi tentang LKS pembelajaran 1. Guru memberikan penguatan kepada yang berhasil melaporkan,memberikan penjelasan tambahan dan memberikan refleksi untuk meninjau ketercapaian materi dengan Tanya jawab.5. Membuat keimpulan dengan cara siswa diminta untuk menyimpulkan pelajaran. Siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Guru menutup pembelajaran dengan membaca doa penutup majelis.

c. Siklus II pertemuan 3

Pada perencanaan pada siklus II pertemuan 3 untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang dipersiapkan sebelum tindakan yang dilakukan adalah mempersiapkan silabus, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai silabus, membuat Lembar Kerja Siswa(LKS) yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan yaitu materi  tema II “Udara Bersih bagi Kesehatan “. Pada pertemuan ini jumlah siswa yang hadir 29 orang. Dalam proses pembelajaran pada pertemuan ketiga berpandu pada RPP 3 tentang materi pada pembelajaran 3 dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran Discovery Learning. Kegiatan diawali dengan pendahuluan menyiapkan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran, berdoa, absensi, apersepsi dengan menanyakan “Apakah kita perlu bermusywarah? Apakah musyawarah itu?.” Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menyebutkan informasi terkait dengan pertanyaan apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana, dan mampu menemukan informasi tentang haka, kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat, serta mampu menentukan jenis usaha yang dikelola sendiri dan berkelompok. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yaitu siswa diminta untuk duduk berkelompok, siswa bekerjasama dalam diskusi kelompok  untuk mengerjakan LKS, siswa mampu menyampaikan hasil diskusi kelompoknya dan siswa diminta untuk mengerjakan evaluasi. Kegiatan inti terdiri dari :1. Guru mengajukan masalah dengan menanyakan “ Apakah hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat? Apakah jenis-jenis usaha sendiri dan kleompok?”.2. Merumuskan hipotesis dengan menanyakan “apa saja hak, kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat? Apa saja jenis-jenis usaha sendiri dan kelompok?”. Guru memilih tiga orang siswa untuk menjawab pertanyaan dan menuliskan jawaban di papan tulis.3. Mengumpulkan data dengan cara berkelompok siswa diminta untuk membaca buku tentang bacaan “Kerja Bakti”. Kemudian mendiskusikan dengan kelompoknya LKS tentang hak, kewajiban serta jenis-jenis usaha sendiri dan kelompok. 4. Analisis data, masing-masing kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusi tentang LKS pembelajaran 1. Guru memberikan penguatan kepada yang berhasil melaporkan,memberikan penjelasan tambahan dan memberikan refleksi untuk meninjau ketercapaian materi dengan Tanya jawab.5. Membuat kesimpulan dengan cara siswa diminta untuk menyimpulkan pelajaran. Siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Guru menutup pembelajaran dengan membaca doa penutup majelis.

d. Pertemuan Keempat ( UH 1I Siklus 2)

Pada pertemuan keempat ini guru mengadakan ulangan harian II siklus II, ulangan harian dilaksanakan selama 60 menit, soal diberikan sebanyak 20 butir dan dibagikan kepada 29 orang siswa. Sebelum soal dibagikan, siswa diperingatkan tidak boleh bekerjasama. Jika terdapat kesulitan hanya diperbolehkan bertanya kepada guru dan tidak boleh bertanya kepada teman karena akan membuat keributan. Bagi yang mendapat nilai seratus disediakan hadiah dari guru.

Sebelum ulangan akhir siklus dilaksanakan, terlebih dahulu dibuat kisi-kisi soal. Sebagai nilai perbandingan untuk melihat peningkatan maka peneliti telah menyiapkan data awal dari ujian harian materi sebelumnya.

Selama mengerjakan soal guru mengawasi siswa bekerja. Suasana ulangan harian berjalan tertib, siswa menjawab pertanyaan dengan tenang, tidak ada siswa yang mencoba meminta jawaban dari temannya.Setelah mengerjakan, guru mengumpulkan jawaban dengan tertib. Dan sisa waktu yang ada guru bersama siswa membahas soal yang dianggap sulit dalam ulangan harian II.Ulangan Akhir siklus II berpedoman pada soal ulangan akhir siklus II dan kunci jawaban kertas soal dan lembar jawaban disediakan oleh peneliti.

Hasil ulangan harian II dipergunakan untuk melihat peningkatan hasil belajar tema II sub tema II pembelajaran 1, 2 dan 3. Ulangan Harian II diperiksa berdasarkan kunci jawaban ulangan harian II.

  1. Refleksi Siklus II

Setelah dilakukan refleksi antara peneliti dan observer pada siklus II yang dilakukan selama 3 pertemuan, aktivita guru dan aktivita siswa sudah lebih baik dari kegiatan yang dilakukan pada siklus I begitu juga dengan hasil ulangan siswa lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan kegiatan yang direncanakan peneliti, guru telah mampu mempergunakan waktu dengan baik dan membagi alokasi waktu yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan yang dilakukan, guru telah berhasil memberikan motivasi dan membimbing siswa dalam pembelajaran sehingga siswa termotivasi dan mampu menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan yang diharapkan pada proses pembelajaran dengan baik. Siswa sudah mengerti dengan langkah dan pembelajaran discovery learning, hal ini dapat dilihat dari aktivitas dan kreativitas dalam proses pembelajaran, keantusiasan, dan kemandirian serta tanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan dapat selesai dengan baik. Dengan demikian peneliti tidak melakukan perencanaan untuk siklus selanjutnya.

D. Analisis Hasil Tindakan

  1. Aktivitas Guru

Data hasil pengamatan observasi guru selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus I dan II dengan penerapan model pembelajaran Discovery Learning di kelas V SDS IT Mutiara kecamatan Pinggir dapat dilihat pada lampiran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat analisis data observasi aktivitas guru pada tabel 4.1.

Tabel 4.1

Peningkatan Aktivitas Guru selama Proses penerapan

model Discovery Learning siklus I dan Siklus II

 

Siklus Pertemuan Persentase Aktivitas Kriteria
I 1 85,72 % Baik
2 89,29 % Baik
3 92,86 % Baik Sekali
II 1 92,86 % Baik Sekali
2 96,43 % Baik Sekali
3 96,43 % Baik Sekali

 

Dari tabel diatas dapat dilihat aktivitas guru selama tiga kali pertemuan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I pertemuan I dengan presentase 85,72% dengan kategori baik tetapi masih banyak kekurangan dalam mengajukan permasalahan dan merumuskan hipotesis serta membimbing siswa dalam menganalisis data. Pada pertemuan 2 mengalami peningkatan dengan presentase yang diperoleh 89,29 % kategori baik. Pada pertemuan ini guru sudah bisa mengarahkan siswa dalam mengajukan masalah dan hipotesis serta pada pertemuan ketiga presentase yang diperoleh yaitu 92,86% kategori baik sekali. Pada pertemuan ini guru sudah bisa mengarahkan siswa dalam menganalisis data. Pada siklus II pertemuan 1 persentase aktivitas guru yaitu 92,86 % dengan kategori baik sekali guru lebih mengontrol siswa dan menguasai kelas. Pada siklus II peretemuan 2 aktivitas guru tetap yaitu 92,86%. Pada siklus II ini guru sudah membenahi pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran Discovery Learning yang disarankan observer sehingga proses pembelajaran berjalan lancer.

 

 

 

  1. Aktivitas Siswa

Peningkatan hasil siswa dan nilai perkembangan siswa tidak lepas dari aktivitas siswa yang terlihat pada hasil observasi aktivitas siswa pada tabel 4.4 dibawah ini :

Tabel 4.4

Aktivitas Siswa selama proses pembelajaran Discovery Learning

 

Siklus Pertemuan Persentase Aktivitas Kriteria
I 1 78,57 % Baik
2 85,72 % Baik
3 89,28 % Baik
II 1 85,72 % Baik
2 89,28 % Baik
3 96,43 % Baik Sekali

 

Dari tabel diatas terlihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran Discovery Learning mengalami peningkatan terlihat dari siklus I pertemuan 1 yaitu 78,57 % kategori baik, Pada siklus I pertemuan 2 mengalami peningkatan yaitu 85,72 % dengan kategori baik. Terjadi peningkatan pada pertemuan 3 yaitu 89,28 % dengan kategori baik. Pada siklus II pertemuan 1 aktivitas siswa meningkat menjadi 85,72 kategori baik, pertemuan 2 yaitu 89,28 kategori baik sekali dan begitu pula pada pertemuan 3 yaitu 96,43% kategori baik sekali. Hasil peningkatan dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini:

 

Siklus II pertemuan 1,2 dan 3

Berdasarkan grafik diatas dapat terlihat aktivitas siswa meningkat dari siklus I pertemuan 1 dengan persentase 78,57% meningkat pada pertemuan 2 dengan persentase 85,72% dan meningkat lagi pada pertemuan 3 yaitu 89,28% dan meningkat lagi pada pertemuan 3 siklus II menjadi 96,43%, hal ini dikarenakan siswa telah melakukan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan baik.

  1. Hasil Belajar Siswa

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II pada Tema II sub tema I dan sub tema II melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas V SDS IT Mutiara tahun pelajaran 2017/2018 dilakukan analisis terhadap hasil ulangan akhir siklus untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu dan klasikal.

a. Hasil belajar Siklus I

Berdasarkan hasil belajar siswa dari ulangan siklus I setelah penerapan model pembelajaran  Discovery Learning berikut ini dapat dilihat perolehan hasil belajar sesuai dengan kategori hasil belajar.

Tabel 4.6

Kriteria Nilai Hasil Belajar Siswa pada siklus I di kelas V

SDS IT Mutiara tahun pelajaran 2017/2018

 

Interval Kategori Hasil Belajar
80-100 Baik sekali 13 (44,83%)
70-79 Baik 11(37,93%)
60-69 Cukup 2 (6,89%)
50-59 Kurang 2 (6,89%)
0-49 Kurang sekali 1(3,4%)

 

Tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa pada siklus I dari nilai hasil ulangan Akhir siklus I yang mendapat nilai baik sekali 13 (44,83%) orang, kategori baik 11 orang (37,93%), kategori cukup 2 orang (6,89%), kurang 2 orang (6,89 %) dan kurang sekali 1 orang (3,4 %).Data nilai ulangan dapat dilihat pada lampiran.

Jika diperhatikan pada hasil ulangan akhir siklus I terdapat beberapa orang siswa yang mendapat nilai dengan kategori kurang dan kurang sekali. Hal ini disebabkan karena masih banyak siswa yang belum mengerti dan belum terbiasa dengan model pembelajaran Discovery Learning.

b. Hasil belajar siklus II

Berdasarkan hasil belajar siklus II setelah penerapan model pembelajaran Discovery Learning mengalami peningkatan, dapat diketahui seperti yang terlihat pada tabel 4.7 dibawah ini:

Tabel 4.7

Kriteria Nilai Hasil Belajar Siswa pada siklus II di kelas V

SDS IT Mutiara tahun pelajaran 2017/2018

 

Interval Kategori Hasil Belajar
80-100 Baik sekali 23 (79,31%)
70-79 Baik 4(13,79%)
60-69 Cukup 2 (6,89%)
50-59 Kurang 0 (0%)
0-49 Kurang sekali 0(0%)

 

Tabel di atas terlihat bahwa hasil belajar siswa berdasarkan ulangan akhir siklus I dan ulangan harian siklus II mengalami peningkatan. Pada ulangan akhir siklus II siswa yang mendapat nilai dengan kategori baik sekali meningkat menjadi 23 orang(79,31%) kategori baik sekali, kategori baik 4 orang, kategori cukup 2 orang dan kategori kurang dan kurang sekali tidak ada.

Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa semakin meningkat. Terjadinya peningkatan hasil belajar siswa ini dikarenakan karena siswa telah melakukan langkah-langkah model pembelajaran Discovery Learning dengan baik. Siswa telah mampu menemukan masalah dan pemecahan masalah berdasarkan data yang diperoleh dari pengalaman, buku dan sumber pendukung.

Berdasarkan grafik diatas hasil belajar siswa siklus II mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I. peningkatan ini terjadi karena siswa telah melakukan langkah-langkah pembelajaran discovery learning dengan baik, sehingga siswa mendapat nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum semakin sedikit dan jumlah siswa yang mendapatkan kategori baik sekali semakin meningkat. Untuk melihat nilai siswa pada setiap ulangan dapat dilihat lampiran.

Ketuntasan hasil belajar siswa dari ulangan siklus I dan II mengalami peningkatan sesuai nilai rata-rata ulangan siswa . tabel peningkatan nilai rata-rata siswa dan ketuntasannya dapat dilihat tabel 4.9.

Tabel 4. 9

Perbandingan ketuntasan belajar siswa sebelum dan sesudah Tindakan

 

No Tahapan Jumlah siswa Ketuntasan Klasikal Nilai rata-rata
Tuntas Tidak Tuntas
1 Data awal 29 12(41,37%) 17 (58,62%) Tidak tuntas 55,60
2 Siklus I 29 22(75,86%) 7(24,13%) Tidak tuntas 72,17
3 Siklus II 29 27(93,10%) 2(6,89%) tuntas 82,66

 

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat perbandingan peningkatan ketuntasan belajar siswa tema II subtema I dan sub tema II dari data awal 12 orang tuntas dan 17 orang tidak tuntas. Setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning pada siklus I 22 orang siswa tuntas dan 7 orang tidak tuntas. Jika diperhatikan pada siklus I masih ada siswa 7 orang yang tidak tuntas. Tidak tuntasnya 7 orang siswa ini karena masih belum terbiasa dan mengerti dengan penerapan model Discovery Learning. Maka guru mengadakan remedial diluar jam pelajaran kepada siswa yang tidak tuntas sampai semua siswa menjadi tuntas dalam belajar.

Siklus II siswa yang tuntas 27 orang dan yang tidak tuntas 2 orang secara klasikal sudah tuntas. Ketuntasan belajar siswa dikatakan telah tuntas yaitu 93,33% melebihi nilai yang ditentukan dari 75 yang harus mencapai KKM. kan Untuk melihat peningkatan ketuntasan belajar berdasarkan data awal, siklus I dan siklus II di kelas V SDS IT Mutiara dapat dilihat grafik 4.10 berikut ini:

 

Grafik 4.10

Perbandingan Sebelum dan Sesudah Tindakan

Keterangan:

Tuntas

 

 

Tidak Tuntas

  1. Data awal
  2. Siklus I
  3. Siklus II

 

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa pada setiap ulangan harian jumlah siswa yang tuntas setiap siklus mengalami peningkatan dibandingkan dengan data awal. Dengan meningkatnya aktivitas guru, aktivitas siswa dan ketuntasan hasil belajar siswa pada setiap siklus baik siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar sesuai dengan hipotesis penelitian yaitu jika diterapkan model pembelajaran Discovery Learning maka hasil belajar siswa kelas V SDS IT Mutiara Duri tahun pelajaran 2017/2018 pada tema II akan meningkat.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

            Setelah diuraikan pada bab sebelumnya tentang penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas V SDS IT Mutiara Duri, dapat meningkatkan hasil belajar Tema II.peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari rata-rata belajar siswa yaitu dari skor dasar sebesar 55,60 meningkat pada UH I menjadi 80.10 dari skor dasar ke UH I.dari UH 1 ke UH 2  sebesar 89.1 meningkat pada UH 2 menjadi 89,1.

Persentase aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran pada pertemuan 1 siklus I yaitu 85,72%, pertemuan 2 siklus I yaitu 89,29% dan pertemuan 3 siklus I yaitu 92,86 % dengan kategori baik sekali. Pada siklus 2 II pertemuan 1 yaitu 92,86 %, pertemuan 2 yaitu 96,43 % dan pertemuan 3 yaitu 96,43 % dengan kategori baik sekali. Persentase aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 yaitu 78,57 %, pertemuan 2 yaitu 85,72% dan pertemuan 3 yaitu 89,28%. Dan pada siklus II akativitas siswa pada pertemuan 1 yaitu 85,72, pertemuan 2 yaitu 89.28% dan pertemuan 3 yaitu 96,43% dengan kategori baik sekali.Berdasarkan skor dasar ketuntasan hasil belajar secara individu , 12 orang yang tuntas kemudian meningkat pada siklus I sebanyak 22 orang yang tuntas atau mencapai KKM. kemudian meningkat pada siklus II sebanyak 27 orang yang tuntas.persentase ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada skor dasar yang hanya 41,37 % kemudian terjadi peningkatan pada siklus I yaitu 75,86% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 91,10 %.

B. Saran-saran

            Penulis ingin menyimpulkan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam melengkapi penulisan karya tulis  ini. Adapun saran-saran yang dapat penulis kemukakan adalah :

  1. Bagi guru menerapkan model pembelajaran Discovery Learning sebagai alternatif pembelajaran dengan strategi yang berbeda untuk siswa kelas V Sekolah Dasar khususnya pada pembelajaran Tematik tema II.
  2. Bagi peneliti, untuk dapat mengembangkan perangkat pembelajaran model pembelajaran Discovery Learning pada materi lainnya.
  3. Bagi peneliti lainnya dapat menggunakan sebagai bahan pengembangan hasil penelitian ini dalam ruang lingkup yang lebih luas.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Ahmadi,dkk, 2010. Prosedur Pembelajaran Kreatif dan inovatif dalam kelas.Jakarta: Pustaka Raya

Arikunto, Suharsimi,2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi,2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :Bumi Aksara

Dahlan, 2012, Pengembangan pembelajaran berbasis Quantum Learning pada materi Sistem Pencernaan Manusia. Padang :tesis

Farhatani, 2014, Pembelajaran Discovery Learning.Jakarta: Aritem

Hamalik, Oemar. 2011. Proses belajar Mengajar. Jakarta: Buku Akasara

Kemendiknas. 2010a. Petunjuk Teknis Pengembangan Bahan Ajar SMA. Jakarta: Kemendiknas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

__________. 2010b. Petunjuk Teknis Penilaian Afektif. Jakarta: Kemendiknas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

_________. 2010c. Petunjuk Teknis Penilaian Psikomotor. Jakarta: Kemendiknas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

_________. 2010d. Petunjuk Teknis Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Jakarta: Kemendiknas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

__________. 2010e.Petunjuk Teknis Penyusunan Pedoman Penilaian di Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Kemendiknas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Rusman. 2010. Model – Model Pembelajaran , Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Suprijono,Agus.2010. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. Surabaya: Pustaka Pelajar.

Trianto.2010.Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi, Dan Implementasinya Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp). Jakarta: Bumi Aksara

Yondridefi,2012.Penerapan model Pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa kelas IV SDS IT Mutiara Kecamatan Pinggir. Pekanbaru

 

 

Views All Time
Views All Time
768
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY