Penerapan Pendidikan Karakter

0
11

Pendidikan karakter merupakan aspek yang penting bagi generasi penerus.  Seorang individu tidak cukup hanya diberi bekal pembelajaran dalam hal intelektual belaka tetapi juga harus diberi hal dalam segi moral dan spiritualnya, seharusnya pendidikan karakter harus diberi seiring dengan perkembangan intelektualnya yang dalam hal ini harus dimulai sejak dini khususnya dilembaga. Pendidikan karakter di sekolah dapat dimulai dengan memberikan contoh yang dapat dijadikan teladan bagi murid dengan diiringi pemberian pembelajaran seperti keagamaan dan kewarganegaraan sehingga dapat membentuk individu yang berjiwa sosial, berpikir kritis, memiliki dan mengembangkan cita-cita luhur, mencintai dan menghormati orang lain, serta adil dalam segala hal. (-wikipedia)

Bermain peran dalam menanamkan pendidikan karakter yang sudah banyak dipublikasikan adalah membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan berbahasa, meningkatkan kreativitas dan akal, membuka kesempatan untuk memecahkan masalah, membangun kemampuan sosial dan empati, memberi mereka pandangan positif.

Contoh skenario bermain peran :

Prolog:
Selamat pagi anak-anak, apa kabarnya hari ini…?
“Sebelumnya Bu Guru akan bercerita dulu ya, Pada zaman dahulu kala di sebuah Desa yang jauh di sana ada seorang Saudagar kaya yang sangat jujur, dia mempunyai istri yang sabar merawat keluarga dan 3 orang anak lelaki yang sangat rajin. Nah pada suatu hari si Saudagar ini jatuh sakit sehingga dia tidak bisa pergi ke kota untuk berdagang. Untuk menggantikan pekerjaannya berdagang diutuslah ketiga anaknya berbagi tugas, Si Sulung pergi ke kebun bersama-sama pekerja lainnya memanen buah-buahan, Si Tengah ke kandang merawat dan mengawasi ternak-ternaknya, dan Si Bungsu pergi ke kota untuk menjual hasil kebun dan hewan ternak.
Menurut kalian, apa yang selanjutnya terjadi ya ?” Iya…. ternyata ketiganya bekerja dengan baik. Waktu berjalan dengan cepat dan siang harinya mereka pulang ke rumah dan Si Bungsu memberikan hasil penjualan yang diperoleh. Tibalah ketiganya membuat laporan kegiatannya Si Sulung dengan hasil panennya, Si Tengah dengan kindisi ternaknya dan Si Bungsu dengan hasil penjualannya, setelah dihitung hasil penjualannya banyak. Tentu saja keuntungan setelah dikurangi harga pokok ya. Nah disini Si Bungsu minta hasil yang lebih banyak anak-anak, tentu saja tidak adil ya anak-anak…? Bagaimana pemecahan masalahnya?

Selanjutnya kita bagi peran masing-masing sebagai Keluarga Saudagar Kaya..

“Siapa yang berani maju kedepan kelas dan berpura-pura jadi Saudagar kaya?
“Siapa ya? Oh ya Adi mau coba maju kedepan dan berperan menjadi Saudagar? Wah
kita masih butuh 4 orang lagi….
Siapa yang mau berperan menjadi Si Sulung? Siapa yang mau berperan menjadi Si Tengah? Siapa yang mau berperan menjadi Si Bungsu? Siapa yang mau berperan menjadi Ibu Saudagar?

Silakan diperankan, selanjutnya kalian buat kesimpulan dari cerita tersebut…

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY