Pengalaman Menggunaan Alat Peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) dalam Pembelajaran IPA Pada Peserta Didik Kelas IV SDN Jamban Bungur

0
8

Pengalaman Menggunaan Alat Peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) dalam Pembelajaran IPA Pada Peserta Didik Kelas IV SDN Jamban Bungur

Andi Wibowo

SD Negeri Jamban Bungur OKU Timur Sumatera Selatan

andi.bowo84@gmail.com

 Penekanan konsep pada setiap mata pelajaran sangat penting dilakukan bagi seluruh tenaga pendidik pada saat melaksanakan pembelajaran di kelas. Jika seorang pendidik mengajarkan satu konsep yang salah pada mata pelajaran tertentu akan berdampak dikemudian hari dalam jangka yang sangat panjang. Sehingga penulis mempunyai ide untuk memodifikasi alat tersebut sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran IPA di SD Negeri Jamban Bungur. Permasalahan dalam best practice ini adalah apakah penggunaan alat peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) tersebut dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam konsep penghematan dan penggunaan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari?.  Pengalaman belajar menggunakan alat peraga PATAS dalam kegiatan belajar bertujuan untuk mendapatkan pengalaman tentang pentingnya penekanan konsep yang benar, mendapatkan pengalaman secara langsung, mengembangkan pembelajaran berorientasi HOTS. Metode yang digunakan untuk memperoleh pemahaman secara mendalam adalah menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kontekstual. Selama proses pembelajaran teramati aktifitas perserta didik selama pembelajaran berlangsung dan keinginan mendemonstrasikan alat peraga tersebut. Alat peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya)  mampu meningkatkan aktifitas peserta didik sehingga dapat memahami dengan baik kegunaan alat peraga ini untuk menekankan konsep tentang perpindahan panas, sifat benda cair, budaya hidup hemat dan penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan.

 Kata kunci : alat peraga;  PATAS; pembelajaran IPA  

  1. Pendahuluan
  2. Latar Belakang

Penekanan konsep pada setiap mata pelajaran sangat penting dilakukan bagi seluruh tenaga pendidik pada saat melaksanakan pembelajaran di kelas. Jika seorang pendidik mengajarkan satu konsep yang salah pada mata pelajaran tertentu akan berdampak dikemudian hari dalam jangka yang sangat panjang. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi prestasi pengetahuan belajarnya.

Pembelajaran IPA di SD/MI sebaiknya dilaksanakan secara ilmiah, sehingga mampu menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mampu  mengkomunikasikannya sebagai aspek penting dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu muatan pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Pembelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Mahaesa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya, mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif  dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam, meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.

Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan, benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana, bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

Penggunaan energi alternatif  dipelajari di kelas IV Sekolah Dasar semester 2 dalam KD 3.5. yaitu mengidentifikasi berbagai sumber energi, perubahan bentuk energi, dan sumber energi  alternatif (angin, air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nuklir) dalam kehidupan sehari-hari. Presentasi berupa alat peraga pemanas air tenaga surya  tersedia di beberapa website pendidikan, tetapi belum dilengkapi data yang jelas hanya bentuk gambar. Hal-hal tersebut menyulitkan peserta didik memahami konsep penyerapan radiasi cahaya matahari. Sehingga penulis mempunyai ide untuk memodifikasi alat tersebut sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran IPA di SD Negeri Jamban Bungur.

Tingginya intensitas cahaya menuntut penulis untuk berinovasi membuat alat peraga pemanas air tenaga surya sederhana yang dapat digunakan dalam dunia pendidikan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta didik terkhusus dalam satu konteks muatan pelajaran IPA SD.

Pemanas air tenaga surya merupakan peralatan yang ramah lingkungan dan bersumber pada energi alternatif cahaya matahari. Jika dibandingkan dengan pemanas air buatan yang lebih dominan menggunakan listrik, sehingga begitu seseorang mempunyai pemanas air tenaga matahari, maka sedikitpun tidak akan  mengeluarkan biaya sama sekali untuk pengadaan air hangat bagi keperluhan sehari-hari.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan analisis masalah, maka alternatif pemecahan masalah atau tindakan yang dilakukan adalah melakukan pembelajaran langsung agar suasana belajar lebih bermakna guru menggunakan benda nyata berupa alat peraga pemanas air tenaga surya.

Adapun permasalahan yang akan dipaparkan adalah  apakah alat peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam konsep penghematan dan penggunaan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari?

  1. Tujuan

Pengalaman belajar menggunakan alat peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) dalam kegiatan belajar bertujuan.

  • Mendapatkan pengalaman tentang pentingnya penekanan konsep yang benar dalam pembelajaran dan mengaitkannya dengan pembelajaran satu dengan pembelajaran yang lain.
  • Mendapatkan pengalaman secara langsung dengan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar dan mengkomunikasikan.
  • Mengembangkan pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills)
  • Manfaat

Manfaat yang ditimbulkan dalam penerapan menggunakan alat peraga  PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) adalah sebagai berikut :

  1. Bagi peserta didik untuk menperjelas konsep, memberikan gambaran fakta tentang perubahan energi radiasi cahaya matahari dalam pemanfaatan kehidupan sehari-hari dan mampu mengaitkan dengan muatan pembelajaran yang lain.
  2. Guru, untuk menambah wawasan  dan pengetahuan guru dalam memahami dan menerapkan proses muatan pembelajaran IPA SD agar pembelajan lebih, aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, sehingga aktivitas dan daya serap   belajar peserta didik semakin meningkat.
  3. Kepala sekolah, untuk memberikan sumbangan yang bermanfaat dan berguna dalam rangka memperbaiki proses proses pembelajaran IPA SD di SD Negeri Jamban Bungur dan selanjutnya  dapat lebih meningkatkan kemampuan guru dalam memperbaiki proses  pembelajaran IPA SD.
  4. Kajian Pustaka
  5. Konsep Karya Inovatif

Nasution, dkk (2002:73), berbicara tentang alat peraga sebagai media pendidikan pengajaran kita dapat melihat dalam pengertian yang luas maupun terbatas. Menemukan/menciptaan karya seni adalah proses perefleksian nilai-nilai dan gagasan manusia yang diekspresikan secara estetik dalam berbagai medium seperti rupa, gerak, bunyi, dan kata yang mampu memberi makna transendental baik spriritual maupun intelektual bagi manusia dan kemanusiaan.

Karya inovatif lainnya adalah mengikuti  pengembangan  penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya. Kegiatan penyusunan standar/pedoman/soal ini diselenggarakan oleh instansi tingkat nasional atau provinsi. Dengan demikian, joke guru melakukan kegiatan tersebut namun penyelenggaranya instansi tingkat kabupaten belum dihargai dengan angka kredit.

  1. Karya Teknologi Tepat Guna (Karya Sains/Teknologi)

Kurangnya keberhasilan seorang guru kemungkinan besar terjadi pada proses pembelajaran, penyesuaian gaya belajar peserta didik dan guru sangat diperlukan. Pembelajaran di kelas dapat dilihat pada rancangan pembelajaran berikut : (Alpiyanto, 2012:180)

Agar penerapan alat peraga pemanas air tenaga surya berfungsi efektif, guru hendaknya menggunkan metode yang bervariasi, memberikan pujian dan penguatan kepada peserta didik seperti keantusiasan, keaktifan, kebermaknaan, menghindari respon yang negatif, juga harus diingat dalam pemberian pujian dan perhatian guru hendaknya memperhatikan hal-hal sasaran pujian, waktu pujian dan variasi penggunaannya.

Karya sains/teknologi mempunyai ciri bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di sekolah/madrasah atau bermanfaat untuk menunjang kehidupan masyarakat dalam hal kejuan pendidikan. Bila sebelumnya sudah pernah ada haruslah ada unsur modifikasi/inovasi. Karya sains/teknologi dapat dikategorikan sebagai karya inovatif yang kompleks atau sederhana dilihat dari tingkat inovasi, kesulitan dalam pembuatan, dan tingkat modifikasinya (Murwati Widiani:2018)

Karya teknologi dikategorikan sederhana apabila memenuhi kriteria:

  1. Memiliki tingkat inovasi yang rendah;
  2. Pembuatannya memiliki tingkat kesulitan yang rendah;
  3. Memiliki konstruksi atau alur kerja yang rumit atau apabila berupa hasil modifikasi maka memiliki tingkat modifikasi yang rendah.

Berdasarkan hasil temuan penulis dapat diketahui kurangnya perhatian murid pada pelajaran IPA adalah sebagian peserta didik ada yang bermain, melamun, ngobrol, sehingga kelas tidak antusias menjawab dengan pasti. Hal tersebut akan berakibat pada rendahnya pemahaman peserta didik sebelum menggunakan alat peraga.

  1. Metode

Metode yang digunakan untuk memperoleh pemahaman secara mendalam tentang sejauhmana  efektifitas penggunaan alat peraga PATAS sebagai pengalaman terbaik adalah menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kontekstual dengan  menggunakan alat peraga.

  1. Hasil dan Pembahasan
  2. Pelaksanaan  Pembelajaran

Langkah langkah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pemanas air tenaga surya adalah sebagai berikut.

  1. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari yakni menjelaskan manfaat energi matahari sebagai energi alternatif bagi kehidupan. Guru menjelaskan alat peraga yang akan digunakan pada muatan pelajaran IPA yang akan berlangsung.
  2. Peserta didik dibagi menjadi 3 kelompok masing masing kelompok  beranggotakan 5 orang. Setiap  kelompok diberi LKPD dan 1 tabel eksperimen yang sudah disiapkan guru
  3. Peserta didik diajak untuk keluar ruangan untuk melakukan percobaan menggunakan alat percobaan yang sudah disiapkan oleh guru.
  4. Guru menjelaskan langkah langkah sebelum melakukan eksperimen dengan menggunakan alat peraga yang sudah disiapkan.
  5. Peserta didik melakukan diskusi kelompok menerjakan LKPD yang diberikan guru untuk melakukan pengamatan terhadap alat yang sudah disiapkan.
  6. Peserta didik melakukan percobaan yang pertama dengan menggunakan Alat Peraga Pemanas Air Tenaga Surya Model 1
  7. Peserta didik dengan bimbingan guru melakukan pengamatan suhu air didalam tabung erlenmeyer sebelum air melalui alat percobaan dengan melihat temperatur suhu air.
  8. Guru mengisi tabung penyimpanan air dingin sampai penuh
  9. Pada saat waktu yang telah ditentukan peserta didik membuka kran bagian atas secara perlahan sampai air memenuhi alat pemanas air.
  10. Pada waktu yang telah ditentukan peserta didik membuka kran bagian bawah menuju penyimpanan air panas.
  11. Peserta didik dengan bimbingan guru melakukan pengamatan suhu air didalam tabung erlenmeyer sebelum air melalui alat percobaan dengan melihat temperatur suhu air.
  12. Peserta didik mencatat suhu air pada alat termometer.
  13. Guru mempersiapkan percobaan dengan mengalirkan air secara perlahan kedalam pipa paralon
  14. peserta didik mencatat waktu awal dialirkan air sampai mengisi seluruh pipa paralon yang terkena cahaya matahari.
  15. Pada tabel pengamatan yang telah disiapkan guru, peserta didik mencatat waktu percobaan berlangsung dengan mencatat perubahan suhu yang terjadi pada termometer.
  16. Secara bergantian dari kelompok 1, 2 dan 3 mengamati perubahan suhu pada temperatur termometer didalam tabung erlenmeyer.
  17. Guru membimbing percobaan dengan mengatur debit air yang masuk didalam paralon agar terus mengalir secara perlahan.
  18. Setelah dari masing-masing kelompok melakukan percobaan, maka secara berkelompok peserta didik mendiskusikan hasil percobaan sesuai dengan tabel yang sudah disiapkan oleh guru.
  19. Peserta didik secara berkelompok menyimpulkan hasil percobaan kedalam format kesimpulan dari masing-masing kelompok.
  20. Agar pemahaman peserta didik lebih jelas maka peserta didik diajak melakukan percobaan yang ke 2 dengan menggunakan alat peraga pemanas air tenaga surya model 2 yang cara kerjanya sama dengan model 1 yang menjadi pembedanya adalah warna pada alat peraga. Hal ini untuk menjelaskan konsep warna apakah berpengaruh pada tingkat cepat dan rambatnya radiasi cahaya matahari berpindah kedalam alat peraga.
  21. Guru memberikan penguatan dengan penekanan konsep tentang pengunaan energi alternatif, baik keuntungan dan kerugian dalam penggunaan energi alternatif yang ada.
  22. Untuk memperjelas konsep bahwa air panas yang dihasilkan belum dapat dikonsumsi, maka guru bersama peserta didik melakukan percobaan merebus air dengan alat yang telah disediakan.
  23. Peserta didik mengamati perubahan suhu dari setiap menit yang telah diapkan guru dalam tabel pengamatan.
  24. Guru menjelaskan titik didih maksimal air di mana air dapat dikonsumsi jika telah mecapai proses pemanasan mencapai 1000C dalam waktu 10 menit.
  25. Setiap kelompok menyimpulkan hasil percobaan yang dilakukan secara bergantian didepan kelas.
  26. Guru memberikan penguatan bagaimana energi panas matahari dapat berpindah kedalam air dan pemanfaatan energi alternatif
  1. Pembahasan Masalah

Pelaksanaan pembelajaran pada kompetensi dasar 3.5 Mengidentifikasi berbagai sumber energi, perubahan bentuk energi, dan sumber energi  alternatif (angin,air, matahari, panas bumi, bahan bakar organik, dan nuklir) dalam kehidupan sehari-hari.

Alat peraga pemanas air tenaga surya didemonstrasikan untuk menunjukkan pemanfaatan energi alternatif radiasai cahaya matahari. Untuk mendapatkan data yang cukup, digunakan bantuan teman sejawat untuk mengamati proses pembelajaran dan aktifitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan teman sejawat selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan alat peraga pemanas air tenaga surya, teramati beberapa hal positif sebagai berikut :

  1. Peserta didik umumnya baru pertama kali mendengar dan melihat alat peraga pemanas air tenaga surya, sehingga menarik minat mereka untuk memperhatikan.
  2. Peserta didik antusias melakukan percobaan dengan sungguh-sungguh memperhatikan petunjuk dari guru.
  3. Secara berkelompok peserta didik melakukan dengan antusias melakukan pengamatan demi pengamatan dengan mencatat hasilnya pada tabel yang telah disiapkan oleh guru.

Tabel 3.1 Hasil Percobaan Alat Peraga Patas Model 1

No Kegiatan Waktu Pemanasan Suhu Volume Air Pada Gelas Kimia
1 Suhu air sebelum melewati alat peraga 2  Menit 320 C 200 ml
2 Suhu air sesudah melewati alat peraga Jam 10.30 WIB s/d

Jam 11.000WIB

= 30 Menit

580 C 200 ml

 

Tabel 3.2 Hasil Percobaan Alat Peraga Patas Model 2

No Kegiatan Waktu Pemanasan Suhu Volume Air Pada Gelas Kimia
1 Suhu air sebelum melewati alat peraga 2  Menit 320 C 200 ml
2 Suhu air sesudah melewati alat peraga Jam 10.30 WIB s/d

Jam 11.000WIB

= 30 Menit

380 C 200 ml

 

Tabel 3.3 Pengamatan Proses Pembelajaran

Pengamatan Jumlah Teramati Persentase Teramati
Peserta didik yang aktif 14 93,33%
Peserta didik yang bertanya 11 73,33%
Peserta didik yang menjawab 12 80%
Peserta didik yang menanggapi 13 86,67%%
Peserta didik yang berdiskusi 15 100%

 

Data analisis dari persentase pengamatan proses pembelajaran memperlihatkan bahwa secara klasikal peserta didik telah mencapai kompetensi dalam hal-hal berikut ini:

  1. Menjelaskan manfaat energi alternatif cahaya matahari yang sangat baik dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan
  2. Mejelaskan proses perpindahan panas
  3. Memahami konsep pengaruh warna dalam hal penyerapan panas dan dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
  4. Konsep pembiasaan sejak dini budaya hemat energi.
  5. Mampu mengukur debit air

Tindak lanjut terhadap pengembangan alat peraga disesuaikan dengan tingginya antusiasme peserta didik selama proses pembelajaran menggunakan alat peraga tersebut. Sebagai alat peraga yang mudah diduplikasi, diharapkan dapat menduplikasikan alat peraga menjadi lebih kecil dan mudah dibawa, dengan mengganti beberapa material. Dengan demikian peserta didik atau guru dapat menggunakannya sendiri disekolah atau dirumah dengan merekam pengalaman baik selama proses pembelajaran.

Hasil belajar peserta didik menunjukkan pencapaian yang sangat signifikan setelah proses pembelajaran menggunakan alat peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya), tindak lanjut akan diberikan kepada guru yang mengampu pelajaran dan kelas yang sama. Alat peraga akan diduplikasi untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran oleh rekan-rekan guru kelas lainnya.

  1. Keunggulan, kelemahan dan hambatan

Keunggulan  dari alat peraga ini adalah dapat menekankan beberapa konsep sains, penggabungan konsep beberapa mata pelajaran, menerapkan budaya menghemat energi dari dini, penekanan pendidikan karakter. Sedangkan kelemahan dari alat peraga ini adalah belum pernah diuji dengan suhu dan intensitas cahaya yang berbeda, belum diteliti dalam segi kesehatan, belum dapat digunakan sebagai air minum, tidak dapat difungsikan jika cuaca mendung.

Hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga adalah jika suasana mendung maka alat peraga ini tidak dapat digunakan karena bergantung dengan cahaya panas matahari dan pesedian air yang sangat susah karena letak geografis dari sekolah yang berada di dataran tinggi sehingga sumber mata air sangat sulit didapatkan.

  1. Dampak positif setelah melakukan pengalaman belajar

Dampak positif setelah melakukan pengalaman belajar menggunakan alat peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) adalah :

  1. Meningkatkan nilai religius peserta didik
  2. Peserta didik dapat memahami konsep keilmuan yang sesungguhnya
  3. Menumbuhkan kemandirian siswa untuk belajar bersama
  4. Meningkatkan rasa kebersamaan dan berkolaborasi antar kelompok
  5. Meningkatkan pengetahuan berpikir tingkat tinggi (HOTS)
  6. Mampu memecahkan permasalahan dengan belajar langsung dari pengalaman
  7. Meningkatkan aktifitas belajar peserta didik
  8. Setelah didesiminasikan dengan teman sejawat ditingkat sekolah, KKG dan KKG Kecamatan Madang Suku II, mendapat sambutan yang positif ada beberapa guru langsung membuat alat peraga tersebut untuk di praktikkan di sekolanya.
  9. Desiminasi

Best Practice tentang “Pengalaman Menggunaan Alat Peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya) Dalam Pembelajaran IPA Pada Peserta Didik Kelas IV SDN Jamban Bungur” telah di desiminasikan ditingkat Gugus Kecamatan Madang Suku II Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur hari Rabu Tanggal 24 April 2018. Kegiatan Desiminasi dilaksanakan dengan tujuan agar pengalaman terbaik yang dilakukan penulis dapat bermanfaat dan berguna untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya di wilayah KKG Kecamatan Madang Suku II, sehingga pengalaman terbaik yang pernah dilakukan penulis dapat diterapkan di sekolah yang lain, sehingga kebermanfaatan pengalaman terbaik ini dapat dirasakan langsung oleh semua peserta didik pada umumnya.

Kegiatan desiminasi ini diikuti oleh 83 peserta dari 25 SD Negeri se Kecamatan Madang Suku II yang terdiri dari guru kelas IV, kelas V dan kelas VI dan tim teknis/pakar dari tim penilai angka kredit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, 3 pengawas pembina tingkat SD dan Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan Madang Suku II.

  1. Simpulan

Penulisan best practice sebagai pengalaman yang berharga bagi penulis dalam aplikasi nyata (kisah nyata) dari apa yang telah diterapkan sehingga mendapatkan hasil yang siqnifikan dan berlangsung lama, alat peraga ini dapat digunakan pada jenjang SD saja tetapi dapat digunakan pada semua jenjang pendidikan selama sesuai dengan materi dan konsepnya sama. Alat peraga PATAS (Pemanas Air Tenaga Surya)  mampu meningkatkan aktifitas peserta didik sehingga dapat memahami dengan baik kegunaan alat peraga ini untuk menekankan konsep tentang perpindahan panas, sifat benda cair, konsep titik didih air, budaya hidup hemat dan penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Aktifitas belajar meningkat dilihat dari pengamatan proses pembelajaran, peserta didik yang aktif 93,33%, peserta didik yang bertanya 73,33%, peserta didik yang menjawab 80%, peserta didik yang menanggapi 86,67% dan peserta didik yang berdiskusi 100%, dan menyimpulkan hasil pengamatan dengan baik.

Best practice yang telah dilakukan penulis suatu saat akan dibukukan. Dengan media buku diharapkan alat peraga PATAS ini dapat menjadi inspiratif guru-guru, khususnya guru-guru yang mendapatkan tugas menjadi pembimbing penelitian peserta didik dan dapat dimodifikasi kembali agar alat peraga tersebut lebih sempurna dalam proses belajar mengajar.

Daftar Pustaka

Alpiyanto, 2012. Rahasia Mudah Mendidik dengan Hati (Hypno Heart           Teaching), Bekasi : Tujuh Samudera Alfat.

Irene MJK, dkk. 2017. Buku Penilaian, BUPENA untuk SD/MI Kelas IV Tema 8 dan Tema 9, hal 94-96. Jakarta: Erlangga.

Nasutioan, dkk. 2002. Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

  1. Rositawaty. 2010. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas IV SD/MI, hal 138-139, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Widiani, Murwati. 2018. Karya Inovatif Guru, http://karya inovatif guru.com/2018/03/. html., diunduh 25 Maret 2018.

Views All Time
Views All Time
10
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY