Pengertian manfaat, jenis, dan prinsip umum pendekatan sentra

0
918

Pengertian manfaat, jenis, dan prinsip umum pendekatan sentra

  1. Sentra kadang disebut juga dengan area, sudut kegiatan (activity centre), sudut belajar (learning centre) atau sudut minat (interest centre). Pengertian sentra menurut Gilley dan Gilley (1980) adalah permainan dan kegiatan yang disusun sedemikian rupa untuk memberikan semangat pada kegiatan-kegiatan pembelajaran secara khusus yaitu yang berhubungan dengan kehidupan keluarga, musik,seni, balok bangunan dan seni berbahasa. Menurut Depdiknas, sentra adalah zona atau area main anak yang dilengkapi dengan seperangkat alat main yang berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis main
  2. Beberapa manfaat sentra bagi anak antara lain adalah sebagai berikut
  3. Meningkatkan kreativitas anak dengan memberikan kesempatan padanya untuk bermain, bereksplorasi, dan menemukan bahwa kegiatannya akan membantunya dalam memecahkan masalah, mempelajari keahlian-.keahlian dasar dan memahami konsep‑konsep baru.
  4. Melalui sentra, anak dapat memanipulasi objek dalam sentra-sentra yang disediakan, mengembangkan percakapan dan bermain peran serta belajar sesuai tingkatan dan langkah-langkah yang dia inginkan.
  5. Mengembangkan keahlian belajar yang mandiri karena adanya prinsip kehendak sendiri (self directing) dan koreksi diri (self correcting) yang alamiah terhadap berbagai alat di sentra kegiatan
  6. Memberikan individualisasi kegiatan karena gaya dan tingkat belajar anak yang berbeda-beda.
  7. Memudahkan anak dalam memahami materi dan mengambil kesimpulan karena melalui sentra materi akan masuk ke otak anak secara teratur, sistematis, dan terarah.
  8. Jenis bermain pada anak terdiri dari tiga macam, yaitu main sensorimotoris atau fungsional, main peran, dan main pembangunan; sedangkan jenis sentra tidak terbatas, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di mana KB/TPA tersebut berada. Secara tradisional, sentra-sentra yang biasanya diadakan, antara lain sentra keaksaraan atau persiapan, sentra bahan alam, sentra main peran, sentra bahan alam, sentra sains, sentra pembangunan, dan sentra seni, rumah tangga, sentra balok, sentra pasir dan air; sentra perpustakaan, sentra musik dan sentra menulis. Secara modern dapat kita kembangkan sentra-sentra, antara lain sentra luar angkasa, sentra mal, sentra pasar murah, sentra restoran, sentra peduli lingkungan, sentra pesta, pantai, sentra pom bensin.
  9. Terdapat 4 pijakan dalam pendekatan sentra yang perlu dilakukan pendidik, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan selama main dan pijakan sesudah main.
  10. Prinsip, rambu dan pengaturan kegiatan berbasis sentra di KB dan TPA
  11. Langkah persiapan yang harus dilaksanakan untuk pendekatan sentra di KB dan TPA adalah:
  12. penyiapan pendidik dan pengelola melalui latihan dan pemagangan;
  13. penyiapan empat dan Alat Permainan Edukatif (APE) sesuai dengan jenis sentra yang akan dibuka dan tingkatan usia anak;
  14. penyiapan administrasi kelompok dan catatan perkembangan anak;
  15. pengenalan pendekatan sentra kepada para orang tua.
  16. Prinsip-prinsip umum pendekatan sentra di KB dan TPA adalah keseluruhan proses pembelajaran dilaksanakan berlandaskan pada teori dan renga;aman empirik
  17. Tiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk tuk merangsang seluruh aspek kecerdasan– anak (kecerdasan jamak) melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan.
  18. Menempatkan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif, kreatif, dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri.
  19. Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran.
  20. Sebaiknya telah mengikuti pelatihan tentang pendekatan sentra sebelum menerapkannya.
  21. Melibatkan orang tua dan keluarga, sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mei dukung kegiatan anak di rumah.
  22. Menurut penelitian, anak dapat bergerak dengan bebas dan leluasa dalam memilih kegiatan jika disediakan 2,5 tempat main untuk setiap anak. Phelps (1986) menernukan bahwa variabel yang paling berdampak negatif terhadap perilaku anak usia dini adalah jumlah dan penataan kesempaian main yang tidal. tepat.
  23. Rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam menerapkan pendekatan sentra antara lain adalah sebagai berikut.
  24. Mempertimbangkan beberapa hal, seperti Apakah sentra kegiatan akan dibuka sepanjang hari setiap hari, paruh waktu atau hanya beberapa hari dalam seminggu? Apakan ruangan yang ada potensial untuk ditata dalam sentra-sentra? Perlukah pembatasan jumlah anak dalam pemakaian sentra-sentra tertentu? Bagaimana cara menentukannya dan bagaimana agar anak-anak mengetahui batasan tersebut? Sentra-sentra apa saja yang dapat dikembangkan sesuai tema yang ada? Bagaimana cara perpindahan anak keluar dan masuk pada tiap sentra? Bagaimana agar anak-anak tahu apa yang harus dikerjakan di tiap sentra?
  25. Menentukan rencana.
  26. Mempertimbangkan karakteristik anak-anak yang akan menggunakan sentra.
  27. Menentukan konsep keahlian yang akan dikembangkan.
  28. Merumuskan tujuan-tujuan yang diharapkan.
  29. Memilih kegiatan dan alat-alat yang sesuai.
  30. Mengevaluasi sentra-sentra.
  31. Melakukan implementasi terhadap perubahan-perubahan yang diperlukan.
  32. Mengembangkan tiap sentra sebagai suatu kesatuan yang mandiri, tidak tergantung pada peralatan dari sentra-sentra lain atau berebut sumber listrik.
  33. Menentukan sentra mana yang paling mudah aksesnya dengan sumber listrik, persediaan air atau cahaya matahari.
  34. Menyusun semua sentra sedemikian rupa sehingga kegiatan-kegiatan di dalamnya mudah dipantau pendidik.
  35. Mempertimbangkan alur perpindahan sentra dalam kelas dengan mengusahakan anak tetap mandiri.
  36. Membatasi jumlah anak-anak di tiap sentra pada waktu yang bersamaan.
  37. Mengarahkan anak-anak untuk berpartisipasi dalam tiap sentra sesuai periode waktu yang diberikan.
  38. Menambahkan alat dan bahan-bahan baru ke tiap sentra yang disesuaikan dengan minat anak.
  39. Membangun lima domain perkembangan anak, yaitu afeksi, kognisi, psikomotor, bahasa, dan keterampilan sosial.

Selain itu ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan dalam perencanaan sentra-sentra kegiatan yaitu sebagai berikut :

  1. Mengembangkan tiap sentra sebagai suatu kesatuan yang mandiri tidak tergantung pada peralatan dari sentra-sentra lain atau saling memperebutkan sumber listrik jadi sebaiknya tidak terjadi saling pinjam alat atau bahan antara satu sentra dengan sentra lain.
  2. Menentukan sentra mana yang paling mudah aksesnya dengan sumber listrik.
  3. Menentukan sentra mana yang senantiasa memerlukan persediaan air
  4. Menentukan sentra mana yang memerlukan cahaya matahari sehingga perlu ditempatkan dekat jendela.
  5. Menyusun semua sentra sedemikian rupa sehingga kegiatan-kegiatan di dalamnya mudah dipantau pendidik.
  6. Mempertimbangkan alur perpindahan sentra dalam kelas dengan mengusahakan anak tetap mandiri.
  7. Pengertian pijakan dan tahap perkembangan anak pada sentra persiapan
  8. Sentra persiapan merupakan sentra yang diadakan untuk mengembangkan keaksaraan anak di lembaga pendidikan anak usia dini. Sehingga anak siap untuk menempuh pendidikan selanjutnya. Sentra persiapan terutama ditujukan pada ranah perkembangan kognisi, (berpikir) dan motorik halus. Pada kelas yang kaya dengan keaksaraan, pengalaman bahasa seperti membaca dan menulis bukan merupakan kegiatan yang terpisah atau ditentukan di tempat khusus di sentra persiapan saja, tapi diupayakan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pada pelaksanaannya, sentra persiapan dapat dilengkapi dengan pojok perpustakaan, pojok pembuatan buku atau pojok menulis dan pojok menyimak. Penataan di sentra ini harus menyediakan kesempatan untuk percakapan individu antara pendidik dengan anak atau antar anak. Bahan-bahan dipilih yang dapat digunakan pada berbagai usia dan ketrampilan anak.Pendidik juga harus menyiapkan jenis kegiatan yang akan diarahkan baik langsung maupun tidak langsung. Apabila hanya ada satu pendidik saja di sentra tersebut maka seharusnya tidak ada kegiatan yang diarhkan langsung oleh pendidik. Sentra persiapan akan efektif jika pendidik menghargai usaha-usaha awal anak dalam membaca, menulis, berbicara dan mengeja. Penghargaan dilakukan dengan cara memberikan dorongan pada anak untuk mendapatkan pengalaman berkomunikasi yang bermakna. Anak akan belajar membaca dan akan menjadi orang yang gemar membaca sepanjang hidupnya jika pada usia dininya distimulasi dengan pengalaman keaksaraan yang penuh cinta, keramahan dan keberhasilan. Pada pelaksanaannya sentra persiapan dapat dilengkapi dengan pojok perpustakaan, pojok pembuatan buku atau pojok menulis dan pojok menyimak. Pojok-pojk ini harus dirancang sedemikian rupa agar dapat digunakan anak sehari-hari.
  9. Manfaat berbagai pojok di sentra persiapan adalah:
  10. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak;
  11. Mempelajari pentingnya media cetak sebagai alat komunikasi;
  12. Mendapatkan informasi dan menyesuaikan dengan pengalaman baru melalui membaca dan menyimak cerita;
  13. Belajar untuk berkompromi dengan berbagai situasi sulit;
  14. Memperoleh berbagai pengetahuan tentang sains, matematika, sejarah, kesehatan dan keselamatan, serta tokoh terkenal;
  15. Belajar tentang tanggung jawab sosial;
  16. Menjadi terbiasa dengan berbagai jenis media keaksaraan;
  17. Membantu anak memahami berbagai perasaan pertanyaan, dan masalah yang dialami;
  18. Memberikan insentif yang sangat ampuh agar anak senang membaca.
  19. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pijakan lingkungan main pada sentra persiapan adalah :
  20. Merencanakan pengalaman untuk intensitas dan densitas bermain;
  21. Menata tempat main untuk 2 anak atau lebih;
  22. Menghindari penatnan tempat main yang selalu harus diarahkan oleh pendidik;
  23. Memilih bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan;
  24. Menyediakan berbagai bahan yang mendukung keterampilan keaksaraan;
  25. Menyediakan berbagai kegiatan yang memungkinkan anak untuk melatih perkembangan motorik halus;
  26. Menyediakan berbagai macam bahan dan tempat untuk menulis;
  27. Menyediakan berbagai macam bahan bacaan yang dapat membantu anak dalam menulis;
  28. Menyediakan buku dalam berbagai topik, jenis dan ukuran;
  29. Memastikan ada cukup tempat untuk anak dalam memilih tempat main (2,5-3 tempat main untuk tiap anak).
  30. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pijakan sebelum main pada sentra persiapan adalah :
  31. Mulailah setiap waktu sentra dengan sebuah buku bacaan untuk mengawali diskusi dan gagasan untuk menulis atau menggambar;
  32. Mencontohkan beberapa cara untuk menggunakan bahan-bahan secara tepat;
  33. Menyampaikan aturan secara jelas dan ringkas;
  34. Memperbolehkan, anak. untuk memilih tempat dan teman bekerja yang mereka sukai;
  35. Merancang dan melaksanakan peralihan main dengan teratur;
  36. Menciptakan kondisi yang membuat anak-anak senang dengan semua kegiatan keaksaraan
  37. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pijakan selama main pada sentra persiapan adalah:
  38. Memberikan setiap anak kesempatan keaksaraan sepanjang hari dalam setiap pengalaman main;
  39. Memberikan setiap anak kesempatan berhubungan langsung secara kontinu dengan buku, bahasa, dan pengalaman motorik halus atau kasar anak;
  40. Merancang dan mengelola setiap pengalaman keaksaraan agar menjadi pengalaman yang menyenangkan;
  41. Menciptakan lingkungan yang menghargai semua usaha anak untuk menulis sehingga dia mau mengambil risiko untuk mencoba banyak hal;
  42. Selalu bersedia membantu anak untuk menulis;
  43. Membantu anak di tahapan yang mereka perlukan;
  44. Meningkatkan dan mengembangkan bahasa anak melalui pertanyaan dan diskusi;
  45. Mencontohkan komunikasi yang tepat melalui percakapan dengan anak;
  46. Menambah kesempatan berteman pada anak melalui hubungan dengan teman sebaya;
  47. Mengamati perilaku anak dan membuat dokumen perkembangan serta peningkatan keaksaraan dari tiap anak;
  48. Merasa turut bergembira dalam setiap usaha keaksaraan yang dilakukan anak.
  49. Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pijakan sesudah main pada sentra persiapan adalah:
  50. Mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya;
  51. Menggunakan waktu membereskan peralatan sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokan, urutan, dan penataan lingkungan keaksaraan secara tepat.
  52. Tahap perkembangan anak dalam menggunting adalah menggunting sekitar pinggiran kertas, menggunting dengan sepenuh bukaan gunting, membuka dan menggunting terus-menerus sepanjang kertas, menggunting di antara 2 garis lurus pada kertas, menggunting bentuk, tetapi tidak tepat mengikuti garis, menggunting pada garis tebal dengan rapi dan terkendali, dan menggunting berbagai macam bentuk.
  53. Tahap perkembangan anak dalam meronce adalah mengosongkan dan mengisi kembali manik-manik dalam berbagai wadah, merangkai sesuatu untuk digunakan dalam bermain peran, merangkai terus-menerus (merangkai manik-manik sepanjang tali), merangkai manik yang wamanya sama, merangkai manik yang bentuknya sama, merangkai manik-manik yang bentuk dan warnanya sama, merangkai manik-manik yang warna, bentuk dan ukurannya sama, membuat pola sendiri, dan membaca pola dari bermacam-macam tingkat kesulitan.
  54. Tahap perkembangan anak dalam menulis adalah coretan-coretan acak, coretan terarah, garis dan bentuk khusus diulang-ulang atau menulis garis tiruan, latihan huruf-huruf acak atau nama, menulis nama, mencontoh kata-kata dari lingkungan, menemukan ejaan, dan ejaan umum.
  55. Tahap-tahap perkembangan anak dalam menggunakan buku dimulai dari melihat-lihat buku, memahami urutan kejadian, mengenali tulisan kata sebagai simbol, memadankan ucapan kata dengan tulisannya, dan mengenali berbagai tulisan kata.
Views All Time
Views All Time
805
Views Today
Views Today
2

LEAVE A REPLY