Pengintegrasian Nilai-Nilai Agama Dan BAM Ke Dalam Mata Pelajaran Ekonomi

0
1374

Di tengah kuatnya arus globalisasi dan modernisasi serta perkembangan teknologi saat ini, kita dihadapkan dengan berkembangnya budaya gatget yang memberikan akses bagi generasi muda untuk bebas membuka teknologi dengan budaya apapun, bebas berkomunkasi, bebas berpendapat dan bebas berekspresi serta bebas membina hubungan dan berkomunikasi dengan siapapun. Hal ini berpotensi merubah tatanan budaya turun temurun yang sudah ada. Konsekuensinya, para generasi muda akan kehilangan jati dirinya akibat tergerus oleh perkembangan zaman, sesuai dengan pantun dibawah ini :
Putik Bunga Mulai Berkembang
Banyak Rama-Rama Terbang Menari
IPTEK Semakin Berkembang
Banyak Siswa Kehilangan Jati Diri
Berdasarkan pengamatan dilapangan kebanyakan peserta didik zaman sekarang bertingkah laku kurang sesuai dengan norma agama dan budaya adat minang kabau, sesuai dengan motto adat minang “dima bumi dipijak disitu langit dijunjung”, motto budaya minang ini sudah mulai pudar karena terhimpit oleh teknologi canggih yaitu HP, peserta didik sekarang asyik dengan gatget berada disekolah, kurang peduli lagi dengan guru, berada dirumah kurang peduli lagi dengan orang tua/keluarga, masyarakat dan tetangga, tegur menegur sudah mulai berkurang, kepedulian peserta didik tentang artinya suatu kegiatan mulai berkurang, mereka sibuk dengan urusannya sendiri atau kemauannya sendiri. Untuk meminimalisir terjadinya situasi yang semakin buruk lagi, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat berusaha menemukan solusi untuk membentengi generasi muda Sumatera Barat dengan mengintegrasikan nilai muatan lokal yang terkait dengan nilai agama dan nilai adat Minangkabau dalam pembelajaran di kelas.
Upaya pengintegrasian nilai agama dan budaya Minangkabau pada mata pelajaran melibatkan semua mata pelajaran di SMA. Salah satunya adalah mata pelajaran Ekonomi. Mata pelajaran Ekonomi menjadi bagian penting dari kurikulum SMA/SMK. Mata Pelajaran Ekonomi merupakan salah satu ruangg lingkup dari pembelajaran ilmu pengetahuan sosial yang fokus pada menelaah peristiwa ekonomi dan masalah ekonomi. Melalui pembelajaran ekonomi siswa diharapkan mampu untuk memahami fakta yang terjadi didunia nyata seperti kejadian-kejadian ekonomi yang terjadi dilingkungan dan bagaimana memecahkan masalah ekonomi.
Dalam memahami mata pelajaran ekonomi maka perlu kita meningkatkan ilmu pengetahuan yang dalam agama islam juga kita diharuskan menuntut ilmu pengertahuan, sesuai dalam surat Al Quran surat Mujadalah ayat 11 :
يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ.
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Dalam hal ini berarti Allah meninggikan pula (orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat) di surga nanti. (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan). Ilmu pengetahuan tentang ekonomi semuanya ada dalam kandungan nilai-nilai alquran seperti riba , perbankan syariah , jual beli pendapatn, pasar , pembukuan, dan lain-lain.
Sesuai dengan perkembangan zaman, semakin susahnya memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka mencapai kemakmuran, semakin langkanya alat pemuas kebutuhan, penduduk semakin padat susah mencari lapangan pekerjaan, tindakan kriminal semakin banyak untuk mencapai kesehjateraan sehingga kemakmuran tidak tercapai, karena kesibukan teknologi canggih.
Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan lokal seperti budaya, dan keagamaan yang lebih dikenal dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Sumatera Barat perlu diintegrasikan kedalam pembelajaran Bahasa Ekonomi. Sehingga pembelajaran abad 21 berpikir global dan berpikir lokal dapat tercapai dengan baik.
Konsep integrasi nilai agama dan budaya Minangkabau ke mata pelajaran Ekonomi ini tidak mempengaruhi beban belajar peserta didik. Setiap minggunya peserta didik tetap belajar Ekonomi selama 3 jam pembelajaran dengan mempedomani KI dan KD pada permen No. 24 tahun 2016. Dalam hal ini, tidak ada penambahan content materi. Tapi, yang ada adalah menginternalisasikan/mengintegrasikan nilai agama dan dan budaya Minangkabau yang menjadi falsafah orang Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam pembelajaran di kelas.
Tidak semua Kompetensi Dasar (KD) yang bisa diintegrasikan dengan nilai agama dan budaya Minangkabau. Penentuan KD yang bias dintegrasikan ini dilakukan setelah menganalisis keterkaitan SKL, KI, KD. Produk analisis ini menghasilan silabus yang mengintegrasikan nilai agama dan budaya Minangkabau. Selanjutnya, silabus diikuti dengan perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. RPP dilengkapi dengan penilaian yang jelas. Dalam hal ini, nilai agama dan budaya Minangkabau itu tidak perlu dinilai. Yang dinilai hanya konten materi yang di ada di KD. Langkah-langkah membuat tetap silabus dan RPP sejalan dengan amanat Permen No.22 tahun 2016.
Tahun pelajaran 2017/2018 ini akan menjadi tahun pertama pelaksanaan program integrasi muatan lokal terkait nilai agama dan budaya Minangkabau di seluruh SMA Provinsi Sumatera Barat. Penyelenggaraan program ini diyakini dapat memperkuat jati diri peserta didik dengan membekali mereka dengan nilai ABS-SBK yang menjadi falsafah masyarakat Minangkabau. Sehingga, peserta didik tidak tercerabut dari akar budaya Minangkabau itu sendiri.
Untuk mendukung pelaksanaan program integrasi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan buku panduan untuk pelaksanaan program ini di sekolah untuk semua mata pelajaran, termasuk Ekonomi. Sekolah diharapkan dapat menggunakan panduan tersebut dalam melaksanakan pembelajaran Ekonomi di kelas.
Melalui panduan ini diharapkan implementasi integrasi nilai-nilai Agama dan Budaya Alam Minangkabau pada mata pelajaran Ekonomi dapat berjalan dengan baik, sehingga terwujudnya generasi penerus Sumatera Barat yang berkarakter dan membudayakan adat Minangkabau. Sesuai dengan pantun dibawah ini :
Kecap Campur Kuah
Makanan Sehat Buat Kemanakan
Ucap Syukur pada Allah
Dinas Pendidikan Buat Buku Pedoman

Abdullah Pergi Ke Pakan
Menerima Sirih Anak Dara
Alhamdulillah Kami Ucapkan
Terima Kasih Bapak Ibuk Semua

Taman Semakin Ke Hulu
Rama-rama dan Lalat Mulai Terbang
Zaman Semakin Maju
Nilai Agama dan Adat Mulai Hilang

Panas Makanan buat Dimakan
Dibeli Dari Pasar Bandar Buat
Dinas Pendidikan Buat Buku Pedoman
Mengembalikan Nilai Agama dan Adat

Mau Makan dengan Gulai
Minum Air lima gelas
Buku Panduan sudah selesai
Melahirkan siswa yang cerdas.

Views All Time
Views All Time
919
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY