Penilaian Kinerja

4
705

BAB I

PENDAHULUAN

 Latar Belakang Masalah

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memeroleh data atau informasi mengenai proses dan hasil belajar siswa. Penilaian dilakukan dengan cara menganalisis dan menafsirkan data hasil pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Penilaian dilakukan untuk memeroleh informasi tentang sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks yang sesuai. Teknik penilaian keterampilan dilakukan melalui penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian produk dan penilaian portofolio.

Penilaian kinerja (Performance Assessment) merupakan salah satu penilaian keterampilan. Penilaian kinerja dapat dilakukan untuk menilai peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dalam yang dibutuhkan dalam situasi yang sesungguhnya. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penilaian kinerja beserta contoh penerapannya dalam bentuk instrument dan rubrik.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

  1. Apakah pengertian penilaian kinerja?
  2. Apa kelebihan dan kekurangan penilaian kinerja?
  3. Bagaimana instrument penilaian kinerja?
  4. Bagaimana langkah-langkah penilaian kinerja?
  5. Bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian kinerja?
  6. Apa rambu-rambu dalam penilaian kinerja?
  7. Bagaimana contoh instrument penilaian kinerja dan penskorannya?

 

  1. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah :

  1. Mengetahui pengertian penilaian kinerja,
  2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan penilaian kinerja,
  3. Mengetahui instrument penilaian kinerja,
  4. Mengetahui langkah-langkah penilaian kinerja,
  5. Mengetahui perencaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian kinerja,
  6. Mengetahui rambu-rambu penilaian kinerja,
  7. Mengetahui contoh instrument penilaian kinerja dan penskorannya.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Penilaian Kinerja (Performance Assessment)

Penilaian perbuatan atau unjuk kerja adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat digunakan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku atau keterampilan yang diharapkan muncul dari dalam diri peserta didik. Penilaian unjuk kerja dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang meminta peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan ke dalam konteks yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan (Kunandar, 2013).

Penilaian unjuk kerja ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik shalat, praktik olahraga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, mencangkok, berpidato, dan lain-lain. Jadi, penilaian kinerja dapat digunakan hampir pada semua mata pelajaran yang ada di sekolah. Cara penilaian ini dianggap lebih autentik dari pada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya (Kunandar, 2013).

Penilaian kinerja menurut Permendikbud Nomor 53 tahun 2015 adalah penilaian untuk mengukur capaian pembelajaran yang berupa keterampilan proses dan/atau hasi (produk). Penilaian kinerja dilakukan dengan cara mengamati kegiatan peserta didik untuk melakukan sesuatu). Penilaian performance atau kinerja menurut Kurinasih (2014:62) adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya tugas memainkan alat musik, menggunakan mikroskop, menyanyi, bermain peran dan menari.

Elemen kinerja yang dapat diukur dalam penilaian unjuk kerja menurut Mulyasa (2013:144) adalah kualitas penyelesaian pekerjaan, keterampilan menggunakan alat-alat, kemampuan menganalisis dan merencanakan prosedur kerja sampai selesai, kemampuan mengambil keputusan berdasarkan aplikasi informasi yang diberikan dan kemampuan membaca, menggunakan diagram, gambar dan simbol.

Aspek-aspek yang dapat dinilai atau diukur dalam penilaian unjuk kerja/kinerja (Performance Assesment) adalah sebagai berikut:

  1. Kualitas penyelesaian pekerjaan, yaitu bagaimana kualitas dari pekerjaan peserta didik ketika mengerjakan tugas tertentu, seperti harus sesuai dengan kaidah-kaidah kerja yang telah ditentukan.
  2. Keterampilan menggunakan alat-alat, yaitu bagaimana peserta didik mampu menggunakan alat-alat yang digunakan dalam unjuk kerja untuk menyelesaikan tugas tertentu secara baik dan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS).
  3. Kemampuan menganalisis dan merencanakan prosedur kerja sampai selesai, yaitu bagaimana siswa mampu melakukan analisis dan merencanakan prosedur kerja dari awal sampai selesai secara baik.
  4. Kemampuan mengambil keputusan berdasarkan aplikasi informasi yang diberikan.
  5. Kemampuan membaca, menggunakan diagram, gambar-gambar, dan simbol-simbol.

Menurut Suwandi dalam Kunandar (2013), terdpat beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian kinerja yaitu sebagai berikut:

  1. Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
  2. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
  3. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
  4. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
  5. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati.
  6. Peserta didik telah memperoleh semua bahan, alat, instrumen, gambar-gambar, atau semua peralatan penyelesaian tes.
  7. Peserta didik telah mengetahui apa yang harus dikerjakannya dan berapa lama waktunya serta aspek-aspek apa saja yang akan dinilai.
  8. Guru sebaiknya jangan memberi bantuan kepada peserta didik, kecuali menjelaskan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan kepadanya (Kunandar, 2013).

 

  1. Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Kinerja

Beberapa kelebihan penilaian unjuk kerja adalah sebagai berikut:

  1. Dapat menilai kompetensi yang berupa keterampilan (skill).
  2. Dapat digunakan untuk mencocokkan kesesuaian antara pengetahuan mengenai teori dan keterampilan di dalam praktik, sehingga informasi penilaian menjadi lengkap.
  3. Dalam pelaksanaan, tidak ada peluang peserta didik untuk menyontek.
  4. Guru dapat mengenal lebih dalam lagi tentang karakteristik masing-masing peserta didik.
  5. Memotivasi peserta didik untuk aktif.
  6. Mempermudah peserta didik untuk memahami sebuah konsep dari yang abstrak menjadi konkret.
  7. Kemampuan peserta didik dapat dioptimalkan.
  8. Melatih keberanian peserta didik dalam mempermudah penggalian ide-ide.
  9. Mampu menilai kemampuan dan keterampilan kinerja siswa dalam menggunakan alat dan sebagainya.
  10. Hasil penilaian langsung dapat diketahui oleh peserta didik (Kunandar, 2013).

Beberapa kelemahan dari penilaian unjuk kerja adalah sebagai berikut:

  1. Tidak semua materi pelajaran dapat dilakukan penilaian ini.
  2. Nilai bergantung dengan hasil kerja.
  3. Jika jumlah peserta didiknya banyak, guru kesulitan dalam melakukan penilaian ini.
  4. Waktu terbatas untuk mengadakan penilaian seluruh peserta didik.
  5. Peserta didik yang kurang mampu akan merasa minder.
  6. Sulit melakukan pengawasan pada pesera didik dengan jumlah banyak.
  7. Memerlukan sarana dan prasarana penunjang yang lengkap.
  8. Memakan waktu yang lama, biaya yang besar, dan membosankan.
  9. Harus dilakukan secara penuh dan lengkap.
  10. Keterampilan yang dinilai melalui tes perbuatan mungkin sekali belum sebanding mutunya dengan keterampilan yang dituntut oleh dunia kerja, karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu lebih cepat dari pada apa yang didapatkan di sekolah (Kunandar, 2013).

 

  1. Instrumen Penilaian Kinerja

Dalam mengamati penilaian unjuk kerja peserta didik dapat digunakan alat atau instrumen lembar pengamatan atau observasi dengan daftar cek (check list) dan skala penilaian (Rating scale). Jenis-jenis instrumen penilaian kinerja adlah sebagai berikut:

  1. Daftar cek (check list)

Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik atau tidak baik, bisa atau tidak bisa). Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai baik atau mampu apabila yang ditampilkan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh guru. Apabila peserta didik tidak mampu menampilkan sesuatu sesuai dengan kriteria yang teah ditetapkan, maka peserta didik dinyatakan belum mampu untuk kriteria tersebut.

Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, mampu-tidak mampu, terampil-tidak terampil, dan kategori sejenisnya. Dengan demikian, skor yang diperoleh peserta didik bersifat rigit atau kaku dan tidak terdapat nilai tengah. Namun, daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar dan hasilnya kontras (Kunandar, 2013).

  1. Skala penilaian (rating scale)

Penilaian unjuk kerja menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1= kurang kompeten, 2= cukup kompeten, 3= kompeten, 4= sangat kompeten. Dalam rangka memperkecil faktor subjektivitas diperlukan penilaian yang dilakukan oleh lebih dari  satu orang agar hasil penilaian lebih akurat (Kunandar, 2013).

Alat atau instrument untuk mengamati unjuk kerja menurut Majid (2014:273-275) sebagai tambahan dari yang dijelaskan Kunandar di atas  adalah:

  1. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records)

Digunakan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan. Dari laporan ini, guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan.

  1. Memori atau ingatan (memory approach)

Digunakan guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum.

D. Langkah-Langkah Penilaian Kinerja

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penilaian unjuk kerja adalah:

  1. Tetapkanlah KD yang akan dinilai dengan teknik penilainan unjuk kerja beserta indikator-indikatornya
  2. Identifikasi semua langkah-langkah penting yang harus diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir (out put) yang terbaik.
  3. Tulislah perilaku kemampuan-kemampuan spesipik yang penting diperlukan untuk menyelesaikan  tugas dan menghasilkan hasil akhir (out put) yang terbaik
  4. Rumuskan kriteria kemampuan yang akan diukur (tidak perlu terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama peserta didik melaksanakan tugas)
  5. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan-kemampuan yang akan diukur, atau karakteristik produk yang dihasilkan ( harus dapat diamati)
  6. Urutkan kreteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang akan diamati.
  7. Kalau ada periksa kembali dan bandingkan dengan kriteria-kreteria kemampuan yang sudah dibuat sebelumnya oleh orang lain dilapangan

Langkah-langkah penilaian unjuk kerja secara efektif menurut Mulyasa (2013:145-146) adalah :

  1.  Tetapkan kinerja yang akan dinilai,
  2. Buat daftar yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dari masing-masing mata pelajaran dan butir yang dipertimbangkan untuk menentukan apakah pekerjaan itu memenuhi standar yang telah ditetapkan,
  3. Tentukan pekerjaan untuk peserta didik yang mencakup semua elemen kinerja yang dinilai dan alokasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan,
  4. Buat semua daftar bahan, alat dan gambar yang diperlukan peserta didik untuk mengerjakan penilaian,
  5. Siapkan petunjuk tertulis yang jelas untuk peserta didik,
  6. Siapkan sistem penskoran (scoring).

Langkah umum penilaian kinerja menurut Permendikbud Nomor 53 tahun 2015 adalah :

  1. Menyusun kisi-kisi
  2. Mengembangkan/menyusun tugas yang dilengkapi dengan langkah-langkah, bahan dan alat
  3. Menyusun rubrik penskoran dengan memperhatikan aspek-aspek yang perlu dinilai
  4. Melaksanakan penilaian dengan mengamati siswa selama proses penyelesaian tugas dan/atau menilai produk akhir berdasarkan rubrik
  5. Mengolah hasil penilaian dan melakukan tindak lanjut

Pelaksanaan penilaian unjuk kerja menurut Mulyasa (2013:146) perlu memperhatikan hal berikut:

  1. Peserta didik telah memperoleh semua bahan, alat, instrumen, gambar, atau semua peralatan penyelesaian tes,
  2. Peserta didik telah mengetahui apa yang harus dikerjakan dan lama waktu yang dibutuhkan,
  3. Peserta didik harus mengetahui butir- butir yang akan dinilai,
  4. Bahan, mesin, alat yang digunakan tiap peserta didik memiliki kondisi yang sama,
  5. Bila waktu yang dinilai, cek dulu dengan teliti,
  6. Bila kemampuan merencanakan pekerjaan atau pemakaian alat yang diukur, amati peserta didik selama bekerja,
  7. Guru jangan memberikan pertolongan kepada peserta didik, kecuali menjelaskan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan kepadanya.

 

  1. Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan penilaian Kompetensi Keterampilan Melalui Kinerja

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan penilaian unjuk kerja atau praktik, yaitu:

  1. Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui tes praktik
  2. Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan dinilai
  3. Menguraikan kriteria yang menunjukkan capaian indikator hasil belajar
  4. Menyususn kriteria kedalam rubrik penilaian
  5. Menyusun tugas berdasarkan rubrik penilaian
  6. Mengujicobakan tugas jika terkait dengan kegiatan praktikum atau penggunaan alat
  7. Memperbaiki berdasarkan hasil uji coba, jika dilakukan uji coba
  8. Menyusun kriteria/ batas kelulusan/ batas standar minimum capaian kompetensi peserta didik

Sedangkan langkah yang seharusnya dilakukan dalam melaksanaan penilaian unjuk kerja atau praktik adalah:

  1. Menyampaikan rubrik sebelum pelaksanaan penilainan kepada peserta didik
  2. Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang kriteria penilaian
  3. Menyampaikan tugas kepada peserta didik
  4. Memeriksa kesediaan alat dan bahan yanmg digunakan untuk tes praktik
  5. Melaksanakan penilaian selam rentang waktu yang direncanakan
  6. Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penilaian
  7. Melakukan penilaian dilakukan secara individual
  8. Mencatat hasil penilaian
  9. Mendokumentasikan hasil penilaian

Sementara itu, pelaporan hasil penilaian sebagai umpan balik terhadap penilaian melaui penilaian unjuk kerja atau praktik harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Keputusan diambil berdasarkan tingkat capaian kompetensi peserta didik
  2. Pelaporan diberikan dalam bentuk angka atau katagori kemampuan dengan dilengkapi oleh deskripsi yang bermakna.
  3. Pelaporan bersifat tertulis
  4. Pelaporan disampaikan kepada peserta didik dan orang tua peserta didik
  5. Pelaporan bersifat komunikatif, dapat dipahami oleh peserta didik dan orang tua perta didik
  6. Pelaporan mencantumkan pertimbangan atau keputusan terhadap capaian kinerja peserta didik
  1. Rambu–Rambu Penilaian Kinerja

Tugas-tugas untuk penilaian unjuk keja atau praktik harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut:

  1. Tugas unjuk kerja mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar
  2. Tugas untuk kerja dapat dikerjakan oleh peserta didik
  3. Mencantumkan waktu/ kurun waktu pengerjaan tugas
  4. Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik
  5. Sesuai dengan konten/ cangkupan kurikulum
  6. Tugas bersifat adil (tidak bais gender ataupun latar belakang sosial ekonomi)

Sementara itu, rubrik penilaian unjuk kerja atau praktik harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

  1. Rubrik memuat seperangkat indikator untuk penilaian kompetensi tertentu
  2. Indikator dalam rubrik diurutkan berdasarkan urutan langkah kerja pada tugas atau sistematika pada hasil kinerja peserta didik
  3. Rubrik dapat mengukur kemampuan yang akan diukur (valid)
  4. Rubrik dapat digunakan  (fleksible) dalam penilaian kemampuan peserta didik
  5. Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik
  6. Rubrik disertai dengan penskoran yang jelas untuk pengambilan keputusan

 

  1. Contoh Intrumen Penilaian Kinerja dan Penskoran
  2. Penilaian unjuk kerja diskusi dengan menggunakan check list

Sekolah           : SMP N Padang         Tahun Ajaran  : 2016/2017

Nama siswa     : Aufa                          Kelas/ semester: VII/I

No Aspek yang dinilai Ya Tidak
1 Berdiri tegak saat menjelaskan
2 Meandang kearah teman-teman
3 Sistematika baik
4 Mimik baik
5 Intonasi baik
6 Penyampaian gagasan jelas
Skor yang dicapai 4
Skor maksimum 6

 

Nilai =  x 100

Nilai =  x 100

= 66.67

Keterangan penilaian :

  1. Sangat kompeten bila mendapatkan nilai 91 -100
  2. Kompeten bila mendapatkan nilai 71-90
  3. Cukup kompeten bila mendapatkan nilai 61-70
  4. Kurang kompeten bila mendapatkan nilai kurang dari 61

Dari perolehan nilai unjuk kerja diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan atau kompetensi peserta didik tersebut dalah cukup kompeten.

  1. Penilaian Kinerja dengan Skala (Rating Scale)
  2. Kisi-kisi penilaian kinerja:
No. Kompetensi Dasar Materi Indikator Teknik penilaian
1 Melakukan penyelidikan untuk menentukan sifat larutan yang ada di lingkungan sekitar menggunakan indikator alami dan buatan Larutan asam dan basa Siswa dapat menentukan larutan asam dan basa menggunakan indikator kertas lakmus Kinerja

 

 

  1. Contoh tugas penilaian kinerja :
  • Lakukan uji asam basa terhadap percobaan delapan bahan yang tersedia!
  • Ikuti langkah-langkah percobaan sesuai prosedur!
  1. Alat dan bahan
Alat Bahan
Pelat tetes Air jeruk
Pengaduk Cuka
Kertas lakmus merah dan biru Asam klorida
Pipet tetes Air sabun
Obat maag cair
Kapur sirih
Garam
Air

 

  1. Langkah kerja:
  1. Mengambil larutan uji yang akan ditentukan jenis asam atau basanya dengan menggunakan pipet tetes
  2. Meneteskan larutan pada kertas lakmus yang ditaruh di atas pelat tetes
  3. Mengamati perubahan warna pada kertas lakmus
  4. Mencatat perubahan warna kertas lakmus

Kriteria penulisan laporan kerja:

  1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, data pengamatan, pembahasan dan kesimpulan)
  2. Data, pembahasan dan kesimpulan benar
  3. Komunikatif
  1. Contoh rubrik penilaian kinerja
No. Indikator Rubrik
1. Menyiapkan alat dan bahan 2=menyiapkan seuruh alat dan bahan yang diperlukan

1=menyiapkan sebagian alat dan bahan yang diperlukan

0=tidak menyiapkan alat dan bahan

2. Melakukan uji asam dan basa 4=melakukan empat langkah kerja dengan tepat

3=melakukan tiga langkah kerja dengan tepat

2=melakukan dua langkah kerja dengan tepat

1=meakukan satu langkah kerja dengan tepat

0=tidak melakukan langkah kerja

3. Membuat laporan kerja 3=memenuhi 3 kriteria

2=memenuhi 2 kriteria

1= memenuhi 1 kriteria

0=tidak memenuhi kriteria

 

 

  1. Contoh lembaran observasi penilaian kinerja
No. Aspek yang dinilai Skor
0 1 2 3 4
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Melakukan uji asam dan basa
3. Membuat laporan
Jumlah
Skor maksimal

Nilai = skor perolehan / 9 x 100

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penilaian kinerja adalah penilaian untuk mengukur capaian pembelajaran yang berupa keterampilan proses dan/atau hasi (produk).
  2. Kelebihan dari penialan kinerja adalah dapat menilai kompetensi berupa keterampilan, sedangkan kekurangannya adalah tidak semua materi pembelajaran dapat dilakukan penilaian kinerja.
  3. Penilaian kinerja memiliki dua instrument yaitu daftar cek dan skala penilaian.
  4. Langkah penilaian kinerja adalah menetapkan KD dan indikator, perilaku untuk menyelesaikan tugas, kriteria kemampuan yang diukur, dan melakukan penilaian dengan instrument.
  5. Penilaian kinerja dimulai dengan perencanaan berupa menentukan kompetensi yang penting, menyusun indikator, mengurai kriteria, menyusun tugas dan ujicoba tugas terkait kegiatan praktikum.
  6. Rambu penilaian kinerja berupa tugas harus mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil kerja, tugas dapat dikerjakan peserta didik, mencantumkan waktu, menyesuaiakan dengan taraf perkembangan peserta didik, sesuai dengan konten atau cakupan kurikulum dan tugas bersifat adil

DAFTAR RUJUKAN

Kunandar. 2013. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Pesera Didik Berdasarkan Kurikulum 2013) Suatu Pendekatan Praktis Disertai dengan Contoh. Jakarta: Rajawali Pers.

Kurinasih, Imas. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Konsep dan Penerapan. Surabaya: Kata Pena.

Majid, Abdul. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Kajian Teoritis dan Praktik. Bandung: Interes Media.

Mulyasa. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 tentang Implementasi Penilaian Kurikulum 2013.

 

Views All Time
Views All Time
648
Views Today
Views Today
1

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY