Pentingnya Komunikasi dalam Sebuah Kebersamaan

0
15

Yang disebut organisasi atau instansi atau lembaga selalu terdiri dari sejumlah orang dengan jabatan tertentu. Biasanya dalam Bahasa harian orang sebut posisi. Masing-masing orang memiliki peran dan tanggungjawab tertentu.
Ada tugas dan fungsi pokok (tupoksi) yang diemban oleh setiap orang yang terdapat di dalamnya.
Sebuah organisasi ataupun instansi dapat berperan sesuai visi dan misi serta tujuannya dengan baik jika setiap pihak yang terlibat di dalamnya bertanggungjawab atas apa yang diperankannya.
Gagasan demikian merupakan dasar fundamental bagi sebuah organisasi, instansi, lembaga atau apapun sebutan bagi sekelompok orang dalam satu wadah perkumpulan tertentu.
Sejumlah orang dengan kapasitas yang berbeda-beda bersinergi dan secara bersama “memikul” bangunan organisasi menuju arah tertentu yang dicita-citakan bersama.
Bersinergi dan bekerjasama atau istilah lain yang mungkin lebih tepat berinteraksi dalam sebuah organisasi atau lembaga mengandaikan sebuah komunikasi yang intens.
Komunikasi dalam arti ini mengandung pesan dan tanggapan atas pesan tersebut. Ada yang menyampaikan sesuatu; dan sebaliknya terdapat tanggapan dari orang lain terhadap pesan yang disampaikan tersebut.
Jika boleh mengerucut ke lembaga dalam skala yang lebih kecil seperti sekolah-sekolah, tugas pokok dan fungsi dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah diatur dengan tertib, bahkan dilegalisasi dengan surat keputusan pimpinan sekolah.
Demikian pun seorang kepala sekolah, memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi), yang harus ia jalankan.
Dengan aneka peran pada sejumlah titik fungsi, sebetulnya peran seorang kepala sekolah telah direalisasi secara sporadis dalam diri rekan-rekan kerjanya.
Kurikulum diurus oleh seorang wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Kadang ia dibantu oleh satu tim tersendiri. Orang-orang ini yang merencanakan, menyelenggarakan pembelajaran dan mengevaluasi pada periode tertentu selama 1 tahun pembelajaran.
Urusan kesiswaan ditangani oleh seorang wakil kepala sekolah kesiswaan didampingi oleh Pembina OSIS dan tim kesiswaan.
Menyangkut sarana prasana, asset dan keuangan diurus oleh wakil kepala sekolah urusan sarana prasarana dengan timnya.
Sedangkan menyangkut data dan informasi ditangani oleh seorang pejabat lain yang disebut wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana.
Terdapat pula sejumlah perangkat lainnya seperti bendahara, wali kelas, koordinator kegiatan ekstrakurikuler, perpustakaan, laboratorium (Biologi, Kimia, dan Fisika), tata usaha (perkantoran), bimbingan dan konseling (BK), dan yang tidak kalah pentingnya adalah penjaga sekolah, pelayanan P3K dan orang sakit dan lain-lain.
Bagi seorang kepala sekolah kondisi pluralistik demikian merupakan kekayaan di sekolah tersebut. Kelak sangat bermanfaat. Sebab “pelayanan” seluruh aktivitas sekolah itu berjalan secara sporadis di semua lini. Sebagai koordinator hanyalah merencanakan bersama seluruh aktivitas tahunan. Lalu memantau dan pada akhirnya mengevaluasi juga secara bersama pada akhir tahun pelajaran setelah memanen hasil kerja keras semua pihak.
Semua itu hanya bisa terlaksana dengan baik, jika ada komunikasi internal lembaga itu. Komunikasi baik secara lisan maupun tertulis dalam bentuk laporan kerja. Komunikasi lisan tentunya tidak menunggu saat rapat. Informasi timbal balik harusnya seiring perjalanan kerja. Sedangkan komunikasi dalam bentuk tulisan bisa saja dibuat mingguan, bulanan ataupun semesteran dan tahunan sesuai kesepakatan dan mungkin sesuai kebutuhan. Hanya dengan komunikasilah semua aktivitas dalam berlangsung dengan baik di atas rel visi, misi dan tujuan sebuah lembaga.
Demikianlah sebuah ulasan singkat sesuai pengalaman nyata.

Views All Time
Views All Time
41
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY