Perbedaan PTK dan Non PTK

0
3521
adi suprayitno
Perbedaan PTK dan Non PTK

Perbedaan PTK dan Non PTK

Perbedaan antara penelitian formal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) disajikan dalam tabel berikut ini.

Penelitian Formal

 

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
·         Dilakukan oleh orang luar ·         Dilakukan oleh guru/dosen
·         Sampel harus representatif ·         Kerepresentatifan sampel tidak menjadi persyaratan penting
·         Mengutamakan validitas internal   dan eksternal ·         Lebih mengutamakan validitas internal
·         Menuntut penggunaan analisis statistik yang rumit ·         Tidak menuntut penggunaan analisis statistik yang rumit
·         Mempersyaratkan hipotesis ·         Tidak selalu menggunakan hipotesis
·         Mengembangkan teori

·         Tidak memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung

·         Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung
·         Hasil penelitian merupakan produk ilmu. ·         Hasil penelitian merupakan peningkatan mutu pembelajaran
·         Berlangsung linear (bergerak maju)

·         Tidak kolaboratif dan individual

·         Berlangsung siklis

·         Kolaboratif dan kooperatif

 

 

Tujuan

Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pengajaran (pembelajaran) melalui teknik-teknik pengajaran yang tepat sesuai dengan masalah dan tingkat perkembangan siswa.  PTK juga dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk memberdayakan guru dan  meningkatkan kemampuan guru dalam membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.

 

Manfaat

Manfaat dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah sebagai berikut:

  • Menumbuhkan budaya meneliti pada guru agar terjadi inovasi pembelajaran.
  • Meningkatkan profesionalisme guru terutama kemampuan dalam menjabarkan kurikulum sesuai dengan tuntutan lokal, sekolah, dan kelas.
  • Meningkatkan mutu pengajaran dan hasil belajar siswa berdasarkan temuan langsung dari kelas guru sendiri.
  • Mengembangkan kerjasama atau kolaborasi antar guru disekolah itu dan guru-guru disekolah lain dalam memecahkan masalah pengajaran dan pembelajaran.
  • Menumbuhkan kebiasaan guru melaksakan pembelajaran yang berwawasan penelitian (learning throught research).

Membiasakan guru/pihak lain untuk memecahkan masalah dan merumuskan program pembelajaran berdasarkan temuan empiris yang kontekstual.

Views All Time
Views All Time
3343
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY