PERJALANAN LITERASI SIAP DI ISBN-KAN

0
21

Kata  Pengantar

“Menulislah agar engkau tetap dikenang sampai 1000 tahun”. Lewat menulis kita dapat berbagi kepada orang lain, menulis merupakan  suatu ketrampilan yang sangat berguna bagi penulis sendiri dan orang lain, menulis dapat menjadi sarana seseorang untuk mengungkapkan berbagai gagasan dan ide supaya dibaca oleh para peminat bacaan.

Literasi adalah ruh kemajuan pendidikan, dimana saja dan negara mana saja di dunia ini bila ingin negaranya menjadi negara cerdas dan maju harus menjadikan literasi sebagai pondasi dasar untuk meraih pendidikan bermutu. Allah SWT menurunkan wahyu pertama melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yaitu surat Al-‘Alaq yang isinya adalah Iqra’ artinya baca. Ironis bila kita sebagai ummat Nabi Muhammad tidak menjadikan filosifi Iqra’ tersebut sebagai pegangan dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis.

Harapannya, siswa dan siswi SD dan SMP di Kabupaten Aceh Besar lebih peka terhadap kecakapan siswanya dan menjadi motivasi untuk aktif berkreasi dalam literasi serta meningkatkan budaya karakter bangsa,sehingga dapat menambah perbendaharaan sastra budaya di Aceh Besar serta menjadi motivasi untuk mengapresiasi karya seni, menjadi lebih eksis dalam berkarya, dan membangkitkan semangat para guru dan kepala sekolah untuk lebih peka terhadap kreatifitas siswa dan siswinya di sekolah.

 

Wacana Terimakasih

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji dan syukur kehadirat Allah SWT, berkat karunia dan hidayah Allah terbentang kemudahan untuk kami sehingga penulis dapat menyelesaikan serta mengabadikan ulasan kunjungan gerakan literasi sekolah di beberapa sekolah SD dan SMP dalam wilayah Aceh Besar menjadi sebuah buku, berupa testimoni hasil kegiatan dari tugas penulis sebagai 100 coach literasi versi IGI.

Ucapan terimakasih para penulis untuk  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar  Bapak Dr. Silahuddin, M. Ag yang sangat mendukung dan mensuport kegiatan GELIS. Terimakasih kepada Kabid GTK Dinas Pendidikan Aceh Besar Bapak Agus Jumaidi,S.Pd,M.Pd yang sangat mendukung gerakan literasi sekolah di Aceh Besar bersama IGI. Terimakasih berikutnya kepada kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Aceh Besar yang sudah mau bekerjasama dan menerima kunjungan penulis untuk gerakan awal literasi di sekolah yang dipimpinnya beserta dewan guru yang sudah membangkitkan semangat literasi  para siswa agar mau berkarya hingga menerbitkan buku ber-ISBN.

Pra Ulasan

Hidup itu bukanlah panggung sandiwara bagi orang hebat yang sukses, tetapi hidup adalah kenyataan yang berubah kearah yang lebih baik. Manusia hebat dan sukses tidak akan pernah bosan untuk menginspirasi dan memotivasi diri dan orang lain untuk giat dan yakin menekuni apapun profesi pekerjaannya yang dianugerahi Allah SWT.

Guru dalam mengajarkan ilmu pengetahuan pada generasi bangsa mungkin hanya butuh satu hari agar mereka paham, tetapi untuk membentuk karakter pada generasi bangsa guru butuh waktu bertahun, dan kunci penentu adalah guru wajib  terlebih dahulu membentuk karakter dirinya.

Ingat ! Dengan literasi kamu akan mendekap dunia. Dengan literasi kamu akan berselancar di samudera. Dengan literasi kamu akan terbang ke angkasa. Hanya dengan literasi kamu akan tahu luasnya dunia, kamu akan tahu dalamnya samudera, dan kamu akan tahu tingginya angkasa.

Visi misi Bupati Aceh Besar periode berjalan sekarang melalui dinas pendidikan dan kebudayaan sedang menggalakkan program sistem pendidikan terpadu (SPT) di 23 sekolah tingkat SD dan 10 sekolah tingkat  SMP. Dalam program SPT selain menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan agama juga mengeksiskan budaya membaca dan menulis melalui program gerakan literasi sekolah. Penulis diminta oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar untuk membantu mensosialisasikan gerakan literasi sekolah ke satuan pendidikan yang menjadi sasaran hingga menerbitkan buku ber-ISBN bersama beberapa orang teman dalam satu tim. Penulis merupakan anggota IGI aktif sekaligus termasuk 100 coach pelatih gerakan literasi sekolah (GELIS), maka penulis menkontribusikan ilmu literasi bersama Ikatan Guru Indonesia( IGI ) Aceh Besar dalam mendukung Upaya  Literasi Nasional dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan literasi sekolah bertujuan untuk memperkuat karakter siswa melalui hamonisasi olah hati( etik), olah rasa (estetik), olah pikir  (literasi). Dukungan semua pihak terkait adalah kunci keberhasilan gerakan literasi di di Aceh Besar khususnya dan Indonesia pada umumnya..

Gerakan literasi yang penulis abadikan menjadi sebuah buku merupakan kisah perjalanan yang penuh suka duka baik yang penulis lakukan bersama IGI Kabupaten Aceh Besar maupun bersama program literasi sekolah SPT dalam lingkup Dinas Pendidikan dan kebudayaan Aceh Besar. Dalam buku ini merupakan pengalaman yang penulis abadikan dalam tulisan sebagai rekam jejak gerakan literasi di sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP diwilayah Aceh Besar.

Daftar Isi

Kata Pengantar ………………………………………….

Wacana Terima Kasih …………………………………….

Pra Ulasan……………………………………….

Daftar Isi …………………………………………………

SPEKTAKULER LITERASI DI SDN 1INDRAPURI………………………….

WISATA LITERASI DI SDN 2 INDRPAPURI………………………………….

WISATA LITERASI DI SDN LIMO……………………………………….

LITERASI ASYIK DI SDN MESALEE……………………………………………………

LITERASI LESTARI DI SDN MUREU……………………………………………..

LITERASI BESTARI DI SDN SIHOUM……………………………………………..

GERAKAN LITERASI DI SDN LAMPEUNEURUT………………………………………………

GERAKAN LITERASI DI SDN SAMAHANI…………………………………………..

GERAKAN LITERASI DI SDN 2 KOTA JANTHO …………………………………………

GERAKAN LITERASI SDN BANDA SAFA…………………………………….

GERAKAN LITERASI SDN COT MEURAJA……………………………

GERAKAN LITERASI SDN KRUENG RAYA……………………………………

GERAKAN LITERASI SDN LAMBARO ANAGN…………………….

GERAKAN LITERASI SDN LAYEUN………………………………

GERAKAN LITERASI SDN SIMPANG TIGA………………….

GERAKAN LITERASI SDN 1 SAREE………………………………………….

GERAKAN LITERASI SMPN SEULIMUM………………………………………..

GERAKAN DAN MOTIVASI LITERASI SMP AL-FAUZUL KABIR………………………..

GERAKAN LITERASI SMPN 1 KOTA JANTHO………………………………………………….

GERAKAN LITERASI SMPN SUKA MAKMUR………………………………………………….

GERAKAN LITERASI SMPN PEUKAN BADA…………………………..

PROFIL PENULIS………………….

 

SPEKTAKULER GERAKAN LITERASI DI SDN 1 INDRAPURI

OLEH : JUWITA,S.Pd

Senin 3 Desember 2018 gerakan literasi penulis lakukan di SDN 1 Indrapuri. SDN 1Indrapuri merupakan sekolah tempat penulis bertugas. Jam 7.30 penulis sudah berada di sekolah,   dewan guru beserta siswa sangat antusias ingin segera digelar kegiatan literasi, dibantu oleh siswa penulis membentangkan sanduk tepat di didepan kelas empat dibawah pohon.   Di pintu ruang kepala sekolah Bapak Mukhtaruddin,S.Pd selaku kepala sekolah SDN 1 Indrapuri memandang aktifitas kami dibawah pohon sambil tersenyum. Gerakan literasi di SDN 1 Indrapuri guru dan siswa sepakat untuk menulis cerita mini, dan siswa yang dilibatkan mulai dari kelas IV sampai kelas VI. Acara sosialisasi langsung dilaksanakan di halaman sekolah, dilanjutkan dengan gerakan menulis cerita mini dibawah pohon kupula yang rindang. Guru yang mendampingi terlihat sangat antusias membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide-ide dalam menulis karya.

Jam hampir menunjukkan pukul 9.30 wib, saya, guru dan beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis cerita mini. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 10.00 wib.

Disela-sela kegiatan siswa menulis datang kepala sekolah memberikan sedikit arahan kepada siswa, dalam arahannya beliau menyambut baik program literasi hingga menerbitkan buku yang dilaksanakan oleh IGI, beliau juga menyampaikan kita patut bersyukur dan bangga karena yang mengajarkan literasi di sekolah kita adalah guru kita sendiri, ilmu yang diberikan dapat bermanfaat, dengan kegiatan ini akan muncul siswa-siswi yang memiliki bakat dan minat untuk menulis yang selama ini mungkin tidak tersalurkan dan masih tersimpan, kedepan diharapkan akan memberi dampak yang sangat positif untuk memajukan dunia pendidikan. Beliau juga menyatakan siswa-dan guru harus bisa memciptakan sebuah karya berupa buku.

Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikann kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Tidak lupa pula penulis, guru pendamping beserta siswa melakukan sesi poto bersama.

CERMIN KARYA SISWA SDN 1 INDRAPURI

Adik Baru

( Karya : Zakia )

 

Namaku Zakia saya baru saja punya adik baru, adik saya diberi nama oleh ibu Padlan Afdilah. Adikku laki-laki lho. Aku sangat sayang dan cinta padanya. Aku sangat gemas melihatnya dan selalu menciumnya setiap pulang sekolah seakan aku tidak mau jauh dari adik baruku, aku pikir sebelum dia lahir adikku perempuan namun setelah lahir ternyata adik laki-laki.

Malam hari aku tidur didekat adik,  malam hari dia merengek meminta susu ibu, ibuku sedang sakit karena ketika melahirkan adik baru ibu harus dioperasi. Satu minggu kemudian ibu sudah sembuh. Walaupun sudah sembuh tapi ibu tidak boleh banyak bergerak, aku membantu ibu di rumah, ayah juga ikut membantu bila pulang kerjanya cepat. Aku membantu ibu seperti mencuci piring, memasak nasi, menyapu rumah, mengangkat jemuran dan lainnya, setelah membantu ibu baru aku berangkat sekolah. Suatu hari ketika aku di dapur sedang memasak nasi tiba-tiba adik baruku nangis lalu ibu menggendongnya dengan kain. Aku senang sekali punya adik baru, dia dinina bobok oleh ibu di ayunan dan tidurnya sangat nyenyak.

Pernah suatu hari adikku sakit dan badannya panas, aku sangat khawatir dan sedih takut terjadi sesuatu pada adik, lalu ayah membelikan obat untuk adik, tidak lama kemudian adik sudah sembuh kembali aku kembali senang dan bahagia. Sekarang adikku ada dua teman-teman. Demikian teman-teman kisah adik baruku semoga keluargaku sehat dan selalu  dalam lindungan Tuhan.

 

WISATA  LITERASI  DI SDN 2 INDRAPURI

OLEH : JUWITA,S.Pd

Selasa pagi 27 November 2018, gerakan literasi penulis lakukan di SDN 2 Indrapuri. SDN 2 Indrapuri merupakan sekolah imbas dari gugus XII SDN 1Indrapuri. Jam 8.30 penulis sudah berada di sekolah. Sebelum kegiatan sosialisasi dan gerakan menulis terlebih dahulu kami melakukan sesi poto bersama. Penulis langsung dipersilahkan oleh dewan guru masuk ke ruang kantor terlebih dahulu, para guru menyampaikan kepala sekolah belum hadir ke sekolah karena harus ke toko photo copi dahulu untuk menphoto copi administrasi sekolah. Jam 9.00 wib acara sosialisai kami lakukan di halaman sekolah, dewan guru beserta siswa sangat tertib mendengarkan penjelasan dari penulis tentang literasi, serta tujuan akhir dari gerakan literasi ini.

Gerakan literasi di SDN 2 Indrapuri guru dan siswa sepakat untuk menulis puisi, siswa yang dilibatkan mulai dari kelas IV sampai kelas VI. Acara sosialisasi langsung dilaksanakan di halaman sekolah. Guru yang mendampingi yaitu ibu Isna Wardatun,S.PdI dan ibu Safariah,S.Pd terlihat sangat aktif membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide

-ide dalam menulis puisi.

Jam hampir menunjukkan pukul 9.30 wib, saya, guru dan beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis puisi. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 10.00 wib.Setelah semua siswa siap menulis puisi lalu dikumpulkan oleh ibu pembimbing.

Selesai kegiatan siswa menulis puisi terlihat kepala sekolah bapak Mukhsin,S.Pd sudah tiba di sekolah. Penulis langsung menjumpai kepala sekolah dan menyampaikan maksud dari kegiatan literasi tersebut, Alhamdulillah kepala sekolah  sangat respon dan mensuport gerakan literasi serta mengucapkan banyak terimakasih kepad penulis. Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga menyampaikan ini merupakan gerakan awal dan jangan berhenti terus berkarya dengan berliterasi sepanjang masa.

 

PUISI KARYA SISWA SDN 2 INDRAPURI

IBUKU SURGAKU

( Karya  : Sumayyah )

 

Ibu…

Ibu sudah melahirkanku

Sembilan bulan ibu mengandung

Ibu yang merawatku

Ibu yang menjagaku siang dan malam

Penuh kasih sayang

Ibu…

Ibu yang membesarkanku

Dalam suka dan duka

Ibu sangat berjasa bagiku

Ibu selalu ada untukku

Ibu sandaran jiwaku

Ibu…

Sangatlah besar pengorbananmu

Aku sangat menyayangimu

Ibu segala – galanya bagiku

WISATA LITERASI DI SDN LIMO

OLEH : JUWITA,S.Pd

Didepan pagar halaman sekolah penulis disambut dengan senyuman manis oleh dewan guru SDN Limo yaitu ibu Susi Susanti, S.Pd dan ibu Rita Maulidar, S.Pd.Rabu 28 November  2018 gerakan literasi penulis lakukan di SDN Limo. SDN Limo masih satu gugus dengan  gugus XII SDN 1Indrapuri. Sebelum  berangkat menuju ke SDN Limo penulis menelpon guru disana terlebih dahulu. Jam 9.00 penulis sudah berada di sekolah. Penulis langsung dipersilahkan oleh dewan guru masuk ke ruang kantor terlebih dahulu, para guru menyampaikan kepala sekolah belum hadir ke sekolah karena ada keluarga yang sakit. Jam 9.15 wib acara sosialisai kami lakukan di halaman sekolah, dewan guru beserta siswa sangat tertib mendengarkan penjelasan dari penulis tentang literasi, serta tujuan akhir dari gerakan literasi ini.

Gerakan literasi di SDN Limo penulis menyepakati bersama siswa dan guru  untuk menulis cerita pendek tentang kisah keseharian, siswa yang dilibatkan mulai dari kelas IV sampai kelas VI. Acara sosialisasi langsung dilaksanakan di halaman sekolah. Guru yang mendampingi yaitu ibu Susi Susanti,S.Pd dan ibu Rita Nursanti,S.Pd terlihat sangat aktif membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide-ide dalam menulis cerpen.

Jam hampir menunjukkan pukul 10.30 wib, beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis cerpen. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 11.00 wib. Setelah semua siswa siap menulis cerpen lalu dikumpulkan oleh ibu guru pendamping.

Selesai kegiatan siswa menulis cerpen terlihat kepala sekolah ibu Nurbaiti,S.Pd sudah tiba di sekolah. Penulis langsung menjumpai kepala sekolah,memberikan surat rekomendasi izin pelaksanaan GELIS dan menyampaikan maksud dari kegiatan literasi tersebut walaupun sebelumnya penulis sudah menyampaikan juga tentang gerakan literasi bersama IGI Alhamdulillah kepala sekolah  sangat respon dan mensuport gerakan literasi serta mengucapkan banyak terimakasih kepada penulis. Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga berpesan kepada guru dan siswa di sekolah tersebut agar jangan berhenti meningkatkan kompetensi lewat literasi. Akhir kegiatan kami melakukan sesi photo bersama.

CERMIN KARYA SISWA SDN LIMO

SETULUS KASIH ORANG TUA

(Karya : Arib )

 

Semua orang tua pasti sangat menyanyangi dan mencintai anak-anaknya. Tidak ada orang tua yang berpikiran untuk mengecewakan anaknya dengan memaksakan keinginannya.

Akan tetapi lain yang aku rasakan, aku harus merasakan  kekecewaan karena harus mematuhi keinginan orang tuaku, mereka menginginkan aku melanjutkan sekolah bersama paman keluar daerah, dan harus meninggalkan keluarga besar, adik,kakak dan semuanya. Aku hampir tidak percaya, apa orang tua sudah tidak sayang lagi kepadaku, bahkan aku sempat berpikir mereka ingin membuangku jauh dari keluarga.

Demi membahagiakan orang tua, saya rela menerima keputusan itu, jujur sebenarnya aku sangat sedih dan berat untuk menerimanya. Namun aku berserah diiri kepada Tuhan dan rela menjalaninya asalkan orang tua  bahagia apapun akan aku lakukan. Aku yakin pasti ada kebahagiaan dibalik kekecewaan.

Untuk orang yang aku sayangi kepentingan pribadi tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana senyum kebahagiaan bisa selalu aku berikan kepada mereka. Aku yakin orang tua pasti memikirkan yang terbaik untuk anaknya, dan itulah yang ayah dan mamak aku lakukan. Aku berjanji semoga aku dapat sukses dan memberikan prestasi yang terbaik buat orang tua.

 LITERASI ASYIK DI SDN MESALEE

OLEH : JUWITA,S.Pd

SDN Mesalee masih satu gugus dengan gugus xII SDN 1Indrapuri yaitu sekolah tempat penulis bertugas, namun jaraknya lumayan jauh dari gugus. Senin 3 Desember 2018 penulis meluncur ke Mesalee untuk misi gerakan literasi, ditengah perjalanan menuju ke Mesalee, penulis banyak  menemui sapi-sapi yang asyik tiduran dijalan,anehnya sapi tersebut meskipun sudah diklakson namun ogah untuk bangun, terpaksa penulis turun dari kereta dan mengusirnya. Jam 9.30 wib sampai juga di sekolah SDN Mesalee, penulis melihat murid sedang melaksanakan shalat dhuha bersama guru agama dan juga ibu kepala sekolah. Sambil menunggu usai shalat dhuha penulis dipersilahkan masuk ke ruang kantor terlebih dahulu oleh guru yang lain. Asyik berbincang-bincang dengan para dewan guru lalu kepala sekolah masuk ke kantor, penulis langsung menyalami kepala sekolah serta tidak membuang waktu langsung menyerahkan surat izin GELIS serta menjelaskan maksud kedatangan. Kepala sekolah ibu Nazaryani,S.Pd sangat antusias menyambut gerakan literasi tersebut, dan mempersilahkan penulis untuk melakukan acara sosialisasi gerakan literasi di ruang mushalla. Guru pendamping ibu Rahmi,S.Pd dan Hafidhah,S.PdI membantu penulis menyiapkan spanduk serta mengatur posisi duduk siswa.

Gerakan literasi di SDN Mesalee penulis menyepakati bersama siswa dan guru  untuk menulis puisi tentang kisah-kisah keseharian, tentang guru , tentang orang tua dan sebagainya, siswa yang dilibatkan adalah siswa kelas atas yaitu  dari kelas IV sampai kelas VI. Guru pendamping terlihat sangat aktif membimbing siswa bersama penulis untuk memberikan ide-ide dalam menulis puisi.

Siswa duduk dengan tertib saat mendengarkan penjelasan dari penulis dan langsung kami sepakat untuk menulis puisi dengan durasi waktu 1 jam. Jam sudah menunjukkan pukul11.00 wib, ternyata siswa di SDN Mesalee sangat pintar-pintar membuat puisi, bagi siswa yang sudah selesai  mereka mengumpulkan karya pada guru pendamping.

Selesai siswa membuat puisi  diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus merampungkan karya siswa dan bila ada siswa yang ingin menulis lagi puisi silahkan ditulis lagi, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga berpesan kepada guru dan siswa di sekolah tersebut bahwa sekolah harus peka terhadap bakat minat siswa serta jangan berhenti meningkatkan budaya membaca dan menulis dan berkompetensi lewat literasi.Tidak lupa kami untuk mengabadaikan kegiatan dengan photo bersama.

 

PUISI KARYA SISWA SDN MESALEE

IBU

( Karya : Raisya  Amalia Putri 

Ibu,,,

Betapa susahnya kau mengandungku selama 9 bulan

Betapa susahnya kau melahirkanku

Engkau memanjakanku dengan kasih sayang

Engkau menimangku dengan buaian

Ibu,,,

Engkau bekerja dengan sabar

Engkau tiada peduli keringat bercucuran

Engkau tiada peduli hujan membasahi

Demi keluarga dan sekolahku

Ibu,,,

Jasamu tiada terbalas

Engkau merawatku hingga ku besar

Termakasihku untukmu Ibu

Do’aku setiap waktu selalu untukmu  ibu

Semoga Allah mengampuni dosamu

memberimu balasan surga

LITERASI LESTARI DI SDN MUREU

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Kamis 29 November 2018 tepat jam 9.00 wib penulis tiba di sekolah SDN Mureu, SDN Mureu masih dalam gugus XII SDN 1 Indrapuri. Di pintu pagar sekolah penulis disambut ramah oleh ibu Mutia Irawati,S.PdI, beliau guru  agama di sekolah tersebut merupakan teman seperjuangan menulis antologi puisi yang meruapakan buku perdana kami, dan satu buku lagi berjudul “guru hebat bersyariat menuju abad 21” yang sudah diterbitkan oleh CV. Arga Pustaka dan ber-ISBN. Penulis langsung dipersilahkan masuk ke ruang guru, disana kepala sekolah ibu Zarraton,S.Pd menyambut penulis dengan sangat ramah. Dewan guru juga mempersilahkan penulis untuk mencicipi makanan kecil yang sudah disiapkan diatas meja beserta teh hangat. Sambil menikmati teh hangat penulis langsung memberikan surat izin GELIS kepada kepala sekolah dan menjelaskan maksud kedatangan ke sekolah tersebut. Tanpa buang waktu guru pendamping ibu Mutia Irawati,s.PdI langsung mempersiapkan siswa yang menjadi sasaran yaitu siswa kelas IV dan V untuk berkarya, tidak semua siswa diikutsertakan karena SDN Mureu memiliki banyak rombel dan siswanya juga banyak. Acara sosialisasi dan gerakan menulis perdana kami laksanakan di halaman sekolah, kami sepakat untuk menulis pantun dan durasi waktu selama 1 jam, dan penulis menekankan tdak boleh karya pantun yang plagiat.

Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 wib, beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis pantun, meskipun sesekali meminta bu guru dan penulis untuk melihat pantunnya. Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 11.00 wib. Setelah semua siswa siap menulis pantun lalu dikumpulkan oleh ibu guru pendamping.

Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus mengetik karya siswa tersebut, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga menitip pesan kepada guru dan siswa di sekolah tersebut agar jangan berhenti meningkatkan kompetensi lewat literasi. Akhir kegiatan kami tidak lupa pula melakukan sesi photo bersama.

 

 

 

PANTUN KARYA SISWA SDN MUREU

Buah langsat berkarang empat

Buah rambutan berkarang tiga

Kalau sudah sampai waktu shalat

Segeralah kita menunaikannya               Oleh : Riska Nadia Safitri

 

Jalan-jalan ke kota Fajar

Di sana banyak batu koral

Sekolah tempat kita  belajar

Belajar ilmu beserta moral              Oleh : Muarrini Syifa

 

Sayang-sayang anak yatim

Lebih sayang anak piatu

Sayang-sayang hidup miskin

Lebih sayang hidup tak berilmu               Oleh : Durratun Nafisah

 

 LITERASI BESTARI DI SDN SIHOUM

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Kamis 10 Januari 2019 tepat jam 8.20 wib penulis tiba di sekolah SDN Sihoum, SDN terletak di kecamatan Indrapuri namun tidak satu gugus dengan gugus XII SDN 1Indrapuri. Kehadiran penulis disambut hangat oleh kepala sekolah dan ibu Lisa Fiyerni, ibu Lisa Fiyerni,S.Pd adalah teman sejawat penulis, kami kawan dalam satu karya yaitu buku antologi puisi dan satu buku lagi yang berjudul ”guru hebat bersyariat menuju abad 21 yang sudah diterbitkan oleh CV. Arga Pustaka dan ber-ISBN. Penulis langsung dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah, kepala sekolah bapak  Zarhadi,S.Pd menyambut penulis dengan sangat ramah serta menyuguhkan makan sarapan pagi, beliau juga sangat mendukung GELIS yang diprakarsai oleh IGI dan beliau merupakan salah satu pengurus aktif IGI Aceh Besar. Dewan guru juga mempersilahkan penulis untuk mencicipi makanan kecil yang sudah disiapkan diatas meja beserta teh hangat. Sambil menikmati teh hangat penulis langsung memberikan surat izin GELIS kepada kepala sekolah dan menjelaskan maksud kedatangan ke sekolah tersebut. Tanpa buang waktu guru pendamping ibu Lisa Fiyerni,S.Pd dan ibu Ernawati,S.Pd langsung mempersiapkan ruang dan siswa kelas IV, V dan VI untuk berkarya. Acara sosialisasi kami lakukan dii halaman sekolah tetapi saat siswa berkarya kami laksanakan di dalam ruang  kelas, kami sepakat untuk menulis puisi dan durasi waktu selama 1 jam, dan penulis menekankan tdak boleh karya puisinya plagiat.

Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 wib, beberapa siswa terus aktif dan terlihat sangat serius menulis puisi, Penulis dan siswa sepakat waktu untuk menulis sampai jam 11.00 wib. Setelah semua siswa siap menulis puisi lalu dikumpulkan oleh ibu guru pendamping. Penulis dan guru tidak membatasi puisi untuk hari itu saja tapi memberi kesempatan pada siswa untuk menulis puisi selama satu minggu kedepan dan puisinya dikumpulkan lagi sama guru pendamping.

Diakhir gerakan literasi penulis menyampaikan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah harus mengetik karya siswa tersebut, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan CV Arga Pustaka sehingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN. Penulis juga berpesan kepada guru dan siswa di sekolah tersebut agar jangan berhenti meningkatkan kompetensi lewat literasi. Akhir kegiatan kami tidak lupa pula melakukan sesi photo bersama.

                             PUISI  KARYA SISWA SDN SIHOUM

Pahlawan Pendidikan

( Karya :  Lutfi Al Sidiq )

 

Andai kata matahari tiada

Dunia akan beku dan bisu

Pelangi tiada akan pernah terpancar

Kehidupan tiada akan pernah terlaksana

Di saat kami ditengah kegalauan dalam mencicipi ilmu pengetahuan

Terpancar secercah cahaya dari bilik bibirmu…

 

Guruku…

Bekal yang kau tanami kepada kami

Akan kami gali untuk masa depan kami

Akan kami ingat ketulusan dan kesabaranmu dalam mendidik

Jasa-jasamu yang selalu sabar membimbing kami

Tak kan pernah bisa terganti

 

Guruku…

Terimakasih atas semua nasehat yang telah engkau beri

Terimakasih atas segala kebaikan yang telah engkau saji

Tak dapat kami balas segala kebaikanmu selama ini

Kau hadir bak mentari di pagi hari

Yang selalu bersinar sepanjang hari

 

Guruku…

Maafkan atas segala kesalahan kami

Maafkan atas segala kenakalan kami

Doakan kami agar kami menjadi anak yan berbakti

 

Guruku…

Tiada kata yang pantas kami ucapkan

Selain terimakasih atas semua jasa-jasamu

Engkau adalah pahlawan pendidikan bagi kami

Engkau pahlawan yang tak pernah mengharap balasan

Jasa-jasamu akan kami semat abadi

Sepanjang hidup kami

Terimakasih guruku, engkau pahlawanku

 

GERAKAN LITERASI DI SDN LAMPEUNEURUT

OLEH : JUWITA,S.Pd

Sabtu 9 Februari 2019 jam 7.15 wib saya sudah berada di sekolah SDN Lampeuneurut, sempat menyalami siswa dipintu pagar sekolah bersama ibu guru di sekolah tersebut serta ikut senam bersama siswa. Jam 8.00 tepat bel masuk berbunyi dan siswa masuk ke kelas masing-masing.

Jadwal perdana di sekolah SDN Lampeuneurut semua tim gerakan literasi sepakat hadir untuk mensosialisasi gerakan literasi secara bersama-sama. Penanggung jawab Bapak Agus Jumaidi, S.Pd,M.Pd, koordinator Bapak Rusydi Adi,S.Ag, ketua tim Juwita, anggota Annisatul Fajri, S.Pd, Sri Amelia, S.Pd, Lisa Fiyerni, S.Pd, Ailisa Mevta,S,Pd.

Kami disambut baik oleh kepala sekolah beserta dewan guru, kebetulan salah satu anggota tim literasi Annisatul Fajri, S.Pd berasal dari SDN Lampeuneurut. Sambil menunggu semua tim hadir, kami yang terlebih dahulu hadir bersama dewan guru  mempersiapkan semua keperluan untuk kelancaran sosialisasi.

Siswa di SDN Lampeuneurut lumayan banyak, kelas IV dan  V masing-masing berjumlah 4 rombel, kapasitas tampung ruang pertemuan tidak mencukupi, maka tim dan dewan guru memutuskan untuk memilih  siswa dari kelas IV dan V yang masuk peringkat 10 besar, dan jumlah siswa yang terpilih untuk melakukan gerakan literasi sebanyak 50 orang. Jam menunjukkan pukul 9.30 wib anggota tim semua sudah hadir, acara segera dimulai.

Agus Jumaidi, S.Pd,M.Pd sebagai penangggung jawab program literasi, juga sebagai kabid GTK dalam sambutannya mengatakan sebagaimana diketahui Dinas pendidikan dan Kebudayaan Aceh sedang menjalankan program sistem pendidikan terpadu (SPT) yang merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah Aceh Besar. Dalam program SPT selain menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan keagamaan juga dimantapkan dengan kegiatan ekstra seni dan literasi. SDN Lampeuneurut harus bisa bersaing dengan sekolah-sekolah favorit lainnya di Aceh Besar. Melalui program literasi ini diharapkan siswa mampu dan dapat menghasilkan karya-karya lewat tulisan yang nantinya akan dipublikasikan serta diterbitkan buku berlabel-ISBN. Dalam sambutannya lebih lanjut Bapak Agus Jumaidi, S.Pd,M.Pd menjelaskan bahwa Indonesia masih sangat jauh ketinggalan dibidang literasi khusus membaca dan menulis, jadi dengan kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan menulis untuk siswa dan guru. Kelanjutan program agar berjalan efektif akan dibentuk tim literasi dimasing-masing sekolah SPT minimal 3 orang. Tim inilah nantinya akan turun kesekolah-sekolah SPT untuk menggerakkan literasi baik internal atau menulis karya hingga menerbitkan buku.

Kegiatan inti disampaikan oleh Ibu Juwita, S.Pd, dalam sosialisasi tim memaparkan tentang apa itu literasi dan teknis pelaksanaannya di sekolah. Tim dan siswa saling melakukan tanya jawab, siswa yang bertanya dan mampu menjawab diberikan hadiah berupa buku yang sudah disediakan sekolah.

Tim bersama guru dan siswa sepakat untuk menulis puisi dan waktu yang disepakati kepada siswa untuk menyelesaikan tugas menulis yaitu satu jam. Usai siswa mengerjakan tugas menulis, tim mengumpulkan karya siswa tersebut dan diserahkan kepada guru penanggung jawab. Akhir sesi penutupan tim menyampaikan tenggang waktu yang diberikan selama 2 bulan untuk pembenahan sarana pendukung literasi serta mengetik hasil karya siswa untuk dapat diterbitkan menjadi buku, akhir Juli tim akan turun kembali ke sekolah untuk mengevaluasi kegiatan literasi. Hari hardikda akan diumumkan sekolah yang mendapat juara dalam berliterasi serta akan diberikan penghargaan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

 

KARYA SISWA SDN LAMPEUNEURUT

     LIBURAN DI PANTAI

    ( KARYA : PUTRI )

Pada hari minggu ayah, ibu, abang dan Putri akan bersiap siap berlibur ke pantai. Mereka sedang sibuk menyiapkan keperluan masing-masing. Ibu smenyiapkan makana dan kudapan selama kami di sana, ayah sedang menyiapkan alat pancingnya, abang sudah dengan baju renangnya dan aku hanya meyiapkan baju ganti untuk mandi nanti.

“ apakah sudah siap semua” tanya ayah dari balik mobil

“udah yah…” sahut ibu

“Kalu begitu ayok kita berangkat” sahut ayah kembali. Kami pun masuk kemobil dan ayah siap menyetir. Sangat senang dalam perjalanan menuju pantai yang telah lama menjadi tujuan kami. Setibanya dipantai terlihat pantai sudah ramai, dengan sigap ayah dan abang menurunkan barang-barang dan mencari lokasi untuk beristirahat dan tempat kami duduk.

“ sekarang waktunya ganti baju” ujar ayah

“iya yah” sahut Abang dan putri. Setelah ganti baju mereka pun berjemur dan putri bermain pasir.

“ Ayah, Putri boleh mandi yah?..tanya Putri.

“Boleh tapi dipinggir saja ya, jangan sampai ke tengah nanti tenggelam” ingat Ayah

“iya yah “ shut Putri kegirangan. Putripun langsung cebur ke dalam air yang sedang pecah gelombang.

“ Abang mau ikut putri aja ah yah” tiba-tiba menyahut abang yang dari tadi sibuk memperhatikan putri.

“ yaudah sana” jawab ayah. Putri dan abang bersenang-senang dipinggir laut. Lalu abang menarik tangan Putri.

“ yuk balik dulu ke Ibu” katanya

“iya bang, Putri juga udah capek nih” kata putri juga. Sesaat kemudian ayah berkata.

“ ayo kalian ganti baju, biar kita siap-siap pulang” kata ayah.

“Iya yah….” kata mereka.

“Anak anak minum dan makanlah dulu” seru ibu. Merekapun makan dengan lahapnya sambil meninkmati nikmatnya makanan dan sejuknya hembusan angin pantai. Serasa mata mulai mengantuk. Setelah cukup waktu mereka habiskan dipantai maka merekapun bersiap untuk pulang ke rumah. Dengan rasa yang senang menikmati liburan bersama ayah ibu dan abang. Mungkin lain kali putri dan keluarga dapat berlibur ketempat yang lain lagi.

GERAKAN LITERASI DI SDN SAMAHANI

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Rabu ceria tanggal Februari 2019 merupakan hari ke empat tim 1 literasi Aceh Besar turun ke sekolah untuk sosialisasi gerakan membaca dan menulis (literasi) ditingkat sekolah SPT. Hari begitu cerah, jam 7.15 saya sudah berada di sekolah, saya disambut oleh dewan guru dan kepala sekolah Bapak Nasruddin,S.Pd serta disalami oleh siswa-siswi. Bapak koordinator tim literasi Aceh Besar Bapak Rusydi Adi, S,Ag dengan sigap dan gerak cepat mendokumentasikan kegiatan pagi di sekolah tersebut. Aktifitas pagi yang saya lihat mereka bersama-sama membacakan Asmaul Husna dan membaca nama-nama surat dalam Al-qur’an. Hasil bincang-bincang dengan kepala sekolah aktifitas sebelum jam 8.00 wib atau sebelum belajar yaitu hari Senin  bendera, Selasa baca ayat pendek, hari Rabu membaca Asmaul-Husna, hari Kamis membaca Juz-‘Amma, hari Jum’at membaca Yasin, dan hari Sabtu senam pagi.

Pelaksanaan acara dilakukan didalam ruangan kelas, karena gugus Samahani tidak memiliki ruang pertemuan, dan di SD Samahani tidak memiliki ruang pustaka khusus, ruang pustaka di fungsikan dengan ruang guru.

Jumlah peserta dalam gerakan literasi di SDN Samahani sebanyak 66 siswa dari kelas 4, 5 dan 6, serta 3 orang guru pendamping. Tim, guru dan siswa bersama-sama menuju keruang kelas dimana kegiatan diadakan. Langsung saja kepala sekolah membuka acara dengan menyampaikan bahwa siswa harus mengikuti dengan serius memperhatikan ketika tim menjelaskan tentang literasi, dan kita harus bersama-sama menuju kearah yang lebih baik.

Dilanjutkan arahan dari Bapak koordinator tim literasi, program literasi di sekolah SPT merupakan program literasi dinas, dengan harapan kedepan siswa mampu berkarya sampai menghasilkan buku. Siswa mampu mengabadikan pengalaman pribadi, dan lainnya. Selama ini kita hanya membaca karya orang lain, jadi mari sekarang kita berkarya  dan membaca buku karya sendiri. Jadikan membaca dan menulis sebagai budaya untuk berhijrah dengan hal positif untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Sesi sosialisasi dilanjutkan oleh ibu Juwita, S.Pd, dan dibantu oleh ibu Lisa Fiyerni,S.Pd. Sosialisasi berlangsung tertib, walaupun didalam ruangan yang agak sempit, siswa memperhatikan dengan serius, tidak lupa diselingi dengan menyanyi lagu “ literasi” bersama. Tim sepakat dengan siswa di sekolah tersebut untuk menulis cerita mini, dan memberikan waktu selama satu jam kepada siswa untuk menulis, mengingat tempat duduk yang berdesakan tim dengan sekolah sepakat untuk membuat dua ruangan, siswa laki-laki semuanya dimasukkan kedalam ruang kelas yang lain.

Selesai siswa selesai menulis cerita mini, tim memilih karya siswa-siswi yang baik untuk sampel presentasi. 1 orang siswi yang karyanya sangat bagus diantara lainnya yaitu Dara Arsita siswi kelas 6 dengan judul cermin “bersikap jujur”.

Penutupan sesi tim menjelaskan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah dengan tim akan selalu berkoordinasi untuk merampungkan karya siswa selama dua bulan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN, serta dilakukan penilaian untuk perlombaan di bulan  Juli 2019, dan September nanti di hari HARDIKDA akan diumumkan pemenang beserta reward untuk tingkat sekolah SPT.

 

KARYA SISWA SDN SAMAHANI

BERSIKAP JUJUR

( KARYA : DARA ARSITA )

 

Suatu hari di sekolahku ada penyerahan buku, buku ini akan  disimpan di perpustakaan sekolah, nanti buku-buku ini akan kami pinjam dan baca. agar buku yang diserahkan tidak hilang dan rusak,  ibu guru menyuruh aku dan temanku Aisy untuk menyimpan bukunya diperpustakaan.

Terdengar suara bu guru memanggilku dan Aisy.

Aisy ! Dara!.

Yabu, jawab kami, ada apa bu ?tanya saya.

Dara , Aisy tolong bantu ibu bawakan buku ini ke pustaka.

Baik bu ! kami serentak menjawab.

Kami segera mengambil buku dan membawa ke perpustakaan.

Tiba-tiba, pada saat Aisy membawa buku, tanpa sengaja bukunya terjatuh kedalam genangan air, dan bukunya terkena genangan air tersebut. Aisy dengan cepat mengambilnya kembali, dan Aisy langsung membawa buku tersebut ke pustaka.

Jam istirahat tiba, aku melihat raut wajah Aisy sangat ketakutan, Aisy sepertinya sangat gelisah, aku menghampirinya, dan bertanya.

Aisy, kamu kenapa, kamu sedang ada masalah ya?

Lalu Aisy menjawab dengan suara yang gugup ;

Hem,hem,aku tidak kenapa-napa,aku baik saja, jawab Aisy ;

Lalu aku bertanya lagi, Si kamu jawab dengan jujur.

Dengan ketakutan Aisy lalu menjawab.

Begini Dara, sebenarnya aku tadi saat ibu guru menyuruh kita menympan buku diperpustakaan, aku tidak sengaja menjatuhkan bukunya, dan buku basah terkena genangan air,aku takut bu guru marah, bagaimana ini Dara ? tanya Aisy.

Lalu aku menjawab, sudah Aisy kamu tidak usah takut,ibu guru pasti mengerti kalau kamu tidak sengaja menjatuhkan bukunya.

Kemudian aku membawa Aisy ke ruang guru untuk menceriakan kejadian yang sebenarnya. Aisy masih kelihatan ketakutan sekali, aku berbisik kepada Aisy bahwa Rasulullah tidak menyukai orang-orang yang berbohong.

Ibu guru bertanya kepada kami, ada apa Dara, Aisy,silahkan duduk !

Aisy langsung berbicara kepada bu guru,

Begini bu, saya minta maaf,tadi sebenarnya waktu ibu meminta kami menyimpan buku di pustaka, tidak sengaja buku terjatuh dan bukunya terkena genangan air.

Maafkan saya bu, saya tidak sengaja kata Aisy.

Ibu guru menjawab,

Aisy ibu bangga padamu, kamu berani mengatakan dengan jujur.

Aisy pun menjadi lega dan sangat senang.

Akupun berkata, orang jujur pasti akan mendapat kesuksesan.

Iya, jawab Aisy,terimakasih Dara, sahut Aisy.

Teman-teman mari kita bersikap jujur, sesungguhnya orang yang jujur akan sangat disenangi serta disayangi oleh orang lain.

 

GERAKAN LITERASI DI SDN 2 KOTA JANTHO

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Senin 11 Februari 2019 tim literasi Aceh Besar mensosialisasikan gerakan literasi di sekolah SPT tingkat SD,ini merupakan hari kedua dalam jadwal yang sebelumnya hari Sabtu tanggal 9 Februari sudah melaksanakan sosialisasi di SDN Lampeunerut. Hari kedua ini tim satu melakukan gerakan di SDN 2 Kota jantho, sedangkan tim 2 melakukan gerakan di SDN Sibreh.

Tim 2 yaitu Juwita dan Lisa Fiyerni, disambut dengan hangat oleh kepala sekolah dan dewan guru di sekolah SDN 2 Kota Jantho. Tanpa membuang waktu tim bersama guru di sekolah tersebut langsung mempersiapkan perlengkapan untuk kegiatan sosialisasi gerakan literasi.

Dalam kunjungan sosialisasi tim satu ke SDN 2 Kota Jantho, Nurlaili, S.Pd selaku kepala sekolah memberikan arahan pada awal acara gerakan tersebut, dengan menyampaikan bahwa gerakan literasi ini adalah suatu sikap yang sangat bagus ditengah-tengah krisisnya bakat minat membaca dan menulis siswa, tidak menutup mata guru di daerah kita Aceh Besar masih bisadikatakan kurang minat baca, serta perlu didukung oleh semua pihak,  khususnya di sekolah yang beliau pimpin saat ini. Secara umum beliau mengatakan bahwa literasi  sudah dipahami oleh guru disekolah tersebut, akan tetapi untuk pendalamannya serta pelaksanaan yang detail hingga menerbitkan buku belum dipahami oleh guru, maka dengan adanya gerakan dan perhatian serius dari dinas sekolah tersebut,maka kedepan akan berusaha untuk melakukan sesuai dengan tutntutan yang benar. Harapannya siswa dan guru disekolah yang beliau pimpin akan lebih termotivasi untuk berliterasi.

Selesai kepala sekolah memberikan arahan, lalu dilanjutkan dengan inti sosialisasi yang diisi oleh Ibu Juwita, S.Pd, dan Ibu Lisa Fiyerni,S.Pd, siswa didampingi oleh guru wali kelas dari sekolah tersebut.Jumlah peserta sebanyak 40 siswa dan 4 orang guru pendamping. Siswa sangat antusias memperhatikan acara sosialisasi, saling tanya jawab, dan dilanjutkan dengan gerakan menulis puisi langsung diruang pertemuan.  Selesai semua siswa berkarya, lalu beberapa siswa yang puisi sangat bagus diminta untuk maju kedepan membacakan puisi hasil karya sendiri. Kegiatan berlangsung selama setengah hari.

Akhir sesi, tim menjelaskan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah dengan tim akan selalu berkoordinasi untuk merampungkan karya siswa hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN, serta dilakukan penilaian untuk perlombaan di bulan  Juli 2019, dan September nanti di hari HARDIKDA akan diumumkan pemenang beserta reward untuk tingkat sekolah SPT.

 

KARYA SISWA SDN 2 KOTA JANTHO

AL-QUR’AN

( KARYA  : IHSAN )

 

Al-Qur’an,,,

Penenang dalam kegundahanku

Al-Quran pedoman hidup dan matiku

Al-Qur’an petunjuk dalam hidupku

Al-Qur’an penyejuk jiwa sepiku

 

 

Apa jadinya manusia tanpamu  Al-Qur’an

Dunia akan sesat tanpamu Al-Qur’an

Manusia akan laknat tanpamu Al-Qur’an

 

 

Mari kita membaca  Al-Qur’an

Mari kita pedomani  Al-Qur’an

Kelak hidup tiadalah sesat

Hidup kita akan terarah

 

GERAKAN LITERASI DI SDN BANDA SAFA

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Pagi yang cerah,Selasa 12 Februari 2019 tepat pukul 7.30 tim literasi dari tim1 yaitu Juwita dan Lisa Fiyerni hadir di sekolah SDN Banda Safa, melihat kedatangan tamu siswa berlarian untuk memberi salam kepada kami, bahagianya hati kami dapat bersalaman satu persatu dengan siswa di sekolah tesebut, sepertinya penanaman budaya karakter salam,senyum,dan sapa sudah nampak di sekolah Banda Safa. Kepala sekolah Bapak Ahmadi,S.Pd dengan menyungging senyum dari raut wajah yang nampak memasuki usia senja, akan tetapi masih terlihat energik dengan sangat ramah menyambut kedatangan kami.

Di kantor kami saling tanya jawab tentang maksud kedatangan tim pada hari ini, beliau mengatakan bahwa pada saat pertemuan kepala-kepala sekolah SPT hari Kamis tanggal 7 Februari 2019 tidak dapat hadir karena dalam keadaan sakit.

Rutinitas Selasa pagi di sekolah SDN Banda Safa sebelum jam 8.00 wib adalah membaca Asmaul- Husna, kami keluar dari kantor untuk ikut membacakan Asmaul-Husna bersama-sama dengan siswa.

Selesai membacakan Asmaul-Husna kami langsung diarahkan  oleh kepala sekolah untuk membuat kegiatan di ruang pertemuan guru, dengan sigap tim bersama guru, serta siswa langsung menuju keruang pertemuan yang ada dihalaman belakang sekolah untuk mempersiapkan sosialisasi gerakan literasi. Selesai persiapan dan mengarahkan siswa untuk duduk dengan rapi karena acara segera dimulai.

Dalam sambutannya kepala sekolah SDN Banda Safa Bapak Ahmadi, S.Pd mengatakan bahwa mari kita semua warga sekolah guru dan siswa menggali ilmu dari tim yang turun kesekolah, mari kita berkarya dengan berliterasi, selama ini belum ada ilmu untuk berkarya sampai menerbitkan buku, kita hanya bisa membaca buku yang orang lain buat. Bahkan mungkin bukan hanya buku, semua barang-barang yang kita gunakan adalah produk hasil cipta orang lain. Khusus bidang literasi ini mari kita tingkatkan skill untuk dapat membuat karya sendiri, tentunya dengan banyak membaca dan setelah dibaca ditulis dalam sebuah buku agar tidak hilang karya kita tersebut. Dalam sambutannya lebih lanjut beliau mengatakan pihak sekolah sangat mendukung program literasi ini, mudah-mudahan ada perubahan yang lebih baik setelah sosialisasi ini dilakukan.

Selesai kepala sekolah memberikan arahan, lalu dilanjutkan dengan inti sosialisasi yang diisi oleh Ibu Lisa Fiyerni, S.Pd, dan Ibu Juwita,S.Pd, dan koordinator gerakan literasi Bapak Rusydi Adi,S.Ag, siswa didampingi oleh guru wali kelas dan beberapa orang guru lainnya dari sekolah tersebut. Jumlah siswa dalam kegiatan gerakan menulis  sebanyak 66 siswa dari kelas IV dan kelas V, serta 5 orang guru pendamping. Siswa sangat bersemangat memperhatikan acara sosialisasi, kami bernyanyi lagu “literasi” bersama dipimpin oleh ibu Juwita, saling tanya jawab, dan dilanjutkan dengan gerakan menulis cerita mini yang dilaksanakan langsung diruang pertemuan.  Selesai semua siswa menulis cerita mini lalu beberapa siswa yang ceritanya sangat bagus diminta untuk maju kedepan membacakan cerita mini hasil karya sendiri yang dipandu oleh koordinator literasi Bapak Rusydi Adi, S.Ag. Dalam audiensinya koordinator menyampaikan beberapa pesan dan motivasi untuk terus meningkatkan literasi.

Akhir sesi tim menjelaskan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah dengan tim akan selalu berkoordinasi untuk merampungkan karya siswa selama dua bulan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN, serta dilakukan penilaian untuk perlombaan di bulan  Juli 2019, dan September nanti di hari HARDIKDA akan diumumkan pemenang beserta reward untuk tingkat sekolah SPT.

 

KARYA SISWA SDN BANDA SAFA

SAHABATKU

( KARYA : YAZID AUFA )

Aku Yazid seorang siswa sekolah dasar kelas IV di SDN Bungcala Aceh Besar. Aku mempunyai seorang sahabat bernama Haikal. Haikal anaknya cerdas dan lincah, kulitnya lebih puth dari pada aku. Haikal pergi sekolah selalu diantar ayahnya dan aku selalu diajak untuk berangkat bersama dengan ayangnya ke sekolah. Jika sedang waktunya istirahat kami selalu bermain bola dan kami selalu satu tim bersama Syaukas. Kadang kala kalau aku pergi sekolah naik sepeda aku selalu mengajak Haikal untuk pulang bersama sambil aku bonceng.

Pada hari Senin ketika kami sedang mengikuti upacara. Sedang asik mendengar pengarahan dari pembina upacara dengan kasar ada yang menarik kain bajuku.

“Siapa tadi yang usil” tanya ku teriak dengan suara pelan. Teman ku yang kutanya malah diam.

“ sedang upacara, jangan ribut dulu” kata Syaukas. Dengan menyimpan marah aku melirik kekanan dan kekiri sambil selidik. Terlihat Haikal tersenyum kegirangan melihat ekspresiku. Dalam hatiku “Awas kau Haikal “ yang dipandangi hanya tersenyum.

Setelah selesai upacara Haikal mengejarku sambil menarik tanganku. Dengan spontan ku balas tarik tanganku.

“Aku ngak mau kawan lagi sama kamu” kata ku kepada Haikal. Haikal kaget mendapatkan reaksi Ku yang tiba tiba marah. Dia tidak pernah membayangkan kalau aku akan semarah itu.

“ Tunggu Yazid. Maaf, Aku mInta maaf” kata Haikal. Aku masih terdiam

“ Yazid, kitakan kawan. Masak beitu aja kamu marah” mohon Haikal. Aku masih diam. Melihat wajahnya yang sungguh sungguh minta maaf aku jadi kasihan. Tapi aku belum mau memaafkannya.

“ kamu tau Haikal, kalau keributan kita tadi ketahuan oleh bapak ibu Guru ?” tanya ku menyadarkan Haikal.

“ kita berdua bisa dijemur di halaman sekolah dan disuruh hormat bendera sampai jam pulang seperti waktu lalu” sambungku lagi. Dengan muka yang memelas dan terlihat minta dikasihani Haikal mendekatiku dan memegang tanganku.

“Maaf ya Yazid, aku menyesal. Tidak akan ku Ulangi lagi” kata Haikal dengan senyum tulus diwajahnya. Melihat mukanya yang tulus itu akupun tersenyum sambil kugenggap erat tangannya dan tersenyum.

“Sudahlah lupakan, jangan terulang lagi” kataku. Haikal tersenyum lebar dan setelah lelah bermain tiba waktunya pulang sekolah, kami berpegangan tangan sambil melangkah menuju tempat parkir sepeda disamping kantin sekolah. Sambil berjalan pulang tiba tiba Haikal mengejutkanku.

“Jajan dulu kita yazid” tanya Haikal

“ ga Aku ga punya uang”kata ku

“Tenang aku yang bayarin” kata Haikal sambil tersenyum

“Hitung-hitung sebagai permohonan maafku soal upacara tadi” kata Haikal sambil mengangkat angkat alisnya yang lucu itu.

“ ok deh Sip. Makasih ya” kata ku senang. Syukurlah sebentarlagi rasa hausku akan hilang karena dibaleni Haikal.

Pagi itu terdengar suara bel istirahat berbunyi. Terlihat keramaian anak anak disamping kantin sepertinya ada perkelahian Setelah ku dekati ternyata Haikal lagi berkelahi dengan Syaukas. Aku datang dan berusaha menengahi perkelahian diantara mereka. Dan seperti biasa lagi Aku, Haikal dan Syaukas masuk ruang Ibu Kepala Sekolah. Setelah memberi penjelasan apa yang sebenarnya terjadi kami diberi arahan Oleh ibu kepala sekolah. Untung Aku boleh keluar duluan dari ruangan Ibu Kepala Sekolah, sementara Haikal dan Syaukas masih harus mengerjakan sesuatu sebagai hukuman mereka. Aku langsung menuju Musholla sekolah untuk sholat zuhur, dan tak lama Haikal dan Syaukaspun menyusul.  Setelah selesai sholat baru kami diperbolehkan pulang. Dalam perjalanan pulang Aku dan Haikal berjanji akan pergi sholat magrib bersama di meunasah ( Mushalla ) dekat rumah.

Tak lama menjelang magrib Haikal sudah sampai di depan rumahKu sambil teriak memanggil.

“Yazid, Ayo ke Meunasah” Kata Haikal.

“ Iya, tunggu sebenta’ teriakku dari dalam rumah. Dan tak lama akupun mengeluarkan sepeda dari teras rumah dan kami pun berangkat ke Meunasah. Dalam perjalanan ke Meunasah, bukan Haikal namanya kalau tidak membuat kegaduhan. Haikal melempari seekor anjing yang sedang melintas didepan kami. Kami kanget, karena anjing tersebut tiba-tiba mengejar kami. Ya ampun dengan kencang ku kayuh sepeda dengan kuat sambil teriak teriak ketakutan karena dikejar anjing. Untung kami selamat sampai ke Meunasah. Tapi dengan nafas yang setengah setengah karena kelelahan. Kami sholat magrib dan pulang setelah sholat isya. Dalam perjalanan pulang kami berjanji untuk berangkat sekolah besok pagi bersama. Itulah Haikal sahabatku yang selalu usil namun baik hati. Semoga Allah SWT selalu menjadikan kami sahabat sejati sampai kami dewasa nanti. Itulah pintaku dalam doa usai sholat isya tadi.

 

GERAKAN LITERASI DI SDN COT MEURAJA

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Perjalanan dari Indrapuri menuju ke SD Cot Meuraja menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 20 menit. Senin18 Februari 2019 tim 1 yaitu Juwita,S.Pd dan Lisa Fiyerni,S.Pd melakukan gerakan literasi menulis di SDN Cot Meuraja.Jam 8.00 wib tim 1 sudah tiba di sekolah. Aktifitas di sekolah guru dan siswa sedang melakukan upacara bendera.Tim sejenak berdiri diluar dekat pagar sekolah, karena upacara sedang berlangsung khidmat, dan tim hanya dapat melihat kegiatan rutin hari Senin di sekolah tersebut dari luar sekolah.

Upacara selesai siswa dan guru terlihat membubarkan diri, lalu kami masuk ka halaman sekolah dan disambut hangat oleh guru serta saling bersalam-salaman. Kami dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah, diruang kepala Bapak Drs.Sudirman sebagai kepala sekolah menyambut kami dengan sangat ramah, dan selalu memberikan  senyuman manis walaupun jelas terlihat usianya sudah memasuki usia senja, beliau mempersilahkan kami untuk mengisi buku tamu terlebih dahulu. Beliau meminta kami untuk sedikit menjelaskan teknis pelaksanaan gerakan literasi karena beliau tidak dapat hadir pada saat forum diskusi yang diadakan di SDN Pagar Air beberapa waktu lalu. Penuh semangat tim menjelaskan dan sesekali kami saling bergurau.

Tim dibantu oleh beberapa guru mempersiapkan ruang dan perlengkapan kelancaran sosialisasi, sama seperti beberapa sekolah yang sudah tim 1  kunjungi, seperti SDN Samahani, SDN Simpang Tiga, sekolah SDN Cot Meuraja juga tidak memiliki ruang khusus pertemuan, jadi harus mengosongkan salah satu ruang kelas untuk acara gerakan literasi.amatan tim sekolah Cot Meuraja termasuk sekolah yang tidak ramah anak, halaman yang sempit, dan ruang kelas tidak mencukupi per rombel bahkan di sekolah Cot Meuraja ada jadwal masuk jam 11 pulang jam 2 untuk siswa kelas II karena, harus menunggu giliran rombel pertama belajar terlebih dahulu.

Jam 8.30 tim melaksanakan acara sosialisasi gerakan literasi, arahan pertam sekali dilakukan oleh Bapak Kepala sekolah Drs. Sudirman.Dalam arahannya beliau menyampaikan terimakasih kepada tim yang sudah mau datang untuk melakukan perubahan dalam berliterasi, siswa-siswi dan guru disekolah tersebut sedikit mengerti, namun untuk mendalamnya hingga terbit buku perlu sosialisasi lagi, beliau meminta kepada guru dan siswa untuk serius memperhatikannya dan bila tidak memahami silahkan bertanya kepada tim literasi.

Sesi inti diisi oleh bu Lisa Fiyerni,S.Pd, dan diberi penguatan oleh bu Juwita,S.Pd, tidak lupa untuk penyegaran tim mengajak siswa bershalawat serta bernyanyi lagu literasi bersama.

Pemaparan selesai siswa, guru, dan tim sepakat untuk menulis puisi, dan tim memberikan waktu untuk siswa-siswi berkarya selama 1 jam. Ternya tidak sampai 1 jam siswa-siswi sudah siap mengerjakan tugasnya, dan hasilnya sangat memuaskan, 90 % siswa-siswi di sekolah SDN Cot Meuraja pintar membuat puisi dengan kata yang sudah baku dan puisinya sangat bermakna, Disaat beberapa orang siswa lagi merampungkan tugasnya, tiba-tiba dibelakang tim sudah berdiri Bapak koordinator Rusydi Adi,S.Ag, saya agak terkejut, boleh dikatakan seperti penampakan memang, karena beliau sanggup lari kesana-kemari untuk mengkooridinir kegiatan, tidak salah beliau dijadikan sebagai koordinator program literasi. Mengingat beliau harus pergi lagi ke sekolah yang lain, karena mulai Senin dan seterusnya sampai selesai jadwal kami dibagi menjadi tiga tim, dan gerakannya pun dalam satu hari 3 sekolah, kami terlebih dahulu photo bersama di halaman sekolah.

Selesai photo bersama kami masuk kedalam ruang kembali, Bapak Koordinator menyempatkan diri untuk memberi motivasi kepada siswa. Beliau memperkenalkan diri terlebih dahulu, lalu menginspirasi siswa bahwa menulis itu mudah, tuliskan apa yang ada disekitar, pengalaman mengikuti lomba, bersama orang tua, bersama guru. Menulis mebuat kita menjadi terkenal, selama ini kita hanya membaca karya orang mari kedepan kita buat karya sendiri, membaca karya sendiri, dan karya kita akan dibaca oleh semua orang yang ada di Aceh, Indonesia bahkan dunia. Berkarya butuh kemauan dan kerja keras, bila tidak ada kemauan apapun tidak akan berhasil, begitu motivasi yang beliau sampaikan.

Tim melanjutkan menseleksi hasil karya siswa yang sangat diantara yang bagus, terpilih 3 karya siswa yaitu : “Ibu Pahlawanku” karya Annisa Febrian Trisna dari kelas V, “Guruku” Karya Buna Raihan kelas IV, dan “ Indah dunia karena sahabat “ karya Zafiratul Hanum kelas V. Siswi yang puisinya terpilih diminta untuk maju kedepan membaca karya masing-masing, serta tim memberikan hadiah untuk siswa yang karyanya terpilih,serta karya mereka akan dimasukkan ke santer daily oleh Bapak koordinator.

Akhir sesi penutupan tim menyampaikan bahwa akan memberi tenggang waktu 2 bulan kepada sekolah untuk menyelesaikan pengetikan serta kajian karya siswa hingga menjadi sebuah buku yang siap dicetak berlabel ISBN. Setelah lebaran tim akan turun kembali untuk mengevaluasi terhadap program literasi, di hari HARDIKDA Septemmber 2019 akan diumumkan sekolah pemenang literasi, serta akan diberikan penghargaan oleh pihak terkait, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar. Tim menutup kegiatan dengan meminta maaf bila ada kesilapan dan kesalahan dan meminta sekolah agar terus berkoordinasi denagn tim bila hal yang belum dipahami.

Demikian catatan memori gerakan literasi Senin 18 Februari bersama tim 1 Juwita,S.Pd dan Lisa Fiyerni, S.Pd. Salam literasi.

 

KARYA SISWA SDN COT MEURAJA

IBU PAHLAWANKU

( KARYA  : ANNISA FEBRIAN TRISNA )

 

Ibu,,,

Engkau teteskan keringat melahirkanku

Kau pertaruhkan nyawa demi hadirku ke dunia

Penuh cinta kasih merawatku

Tiada pernah lelah menjagaku

Ibu,,,

Engkau bangun di malam hari menyelimutiku

Dari dinginnya angin malam

Dengan ikhlas kau penuhi kebutuhanku

Tanpa berharap balasan

Ibu,,,

Kau adalah wanita termulia

Kau adalah wanita terhebat

Sungguh jasamu ibu

Tak akan dapat dibalas dengan apapun

Hanya do’aku padamu setiap waktu

Terimakasih ibu

GERAKAN LITERASI DI SDN KRUENG RAYA

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Kembali menunggu kawan seperjuangan Lisa Fiyerni,S.Pd di simpang Sibreh untuk berangkat menggerakkan literasi, hari Rabu 20 Februari 2019 tim 1 dalam jadwal bertempat di SD Krueng Raya. Tepat jam 7.30 bu Lisa sampai ke Sibreh, kami berangkaat bersama-sama. Perjalanan dari Indrapuri menuju ke SD Krueng raya menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 1 jam, maklum ibu-ibu mengendarai kereta agak perlahan. Tim sempat bertanya kepada orang-orang disekitar jalan dimana letak SD Krueng Raya. Rute yang kami lalui lewat Bakoi lurus menuju kearah Darussalam melewati Krueng Cut dan lurus kearah Krueng Raya, ada jalan pintas memang lewat Blang Bintang kata orang-orang yang sempat kami tanyakan SD Krueng Raya, tetapi tim belum pernah melintasi jalan pintas tersebut.

Alhasil, meski sudah kelewatan hampir sampai ke pelabuhan tim kemudian balik arah lagi dan dapat juga menemukan sekolah tersebut. Kami disambut hangat oleh Ibu Erniati,S.Pd selaku kepala sekolah beserta beberapa orang dewan guru. Tim langsung diajak masuk keruang pertemuan, di ruang pertemuan tim melihat beberapa dewan guru sedang mempersiapkan infocus serta kursi, langsung saja tim bersama dewan guru tersebut ikut juga membantu dan mempersiapkan keperluan untuk sosialisasi literasi. Sebelum acara dimulai ibu kepala sekolah meminta kami untuk melihat-lihat ruang kelas, beliau mengatakan baru bertugas disini masih 4 bulan, Alhamdulillah sudah banyak perubahan, begitulah figur kepala sekolah hebat dalam waktu singkat mampu membuat perubahan, ini merupakan salah satu ciri-ciri orang sukses adalah yang tidak pernah menunda-nunda pekerjaan. Tiba-tiba tim melihat  pengawas Bapak Mohammad Isa,S.Pd,M.Pd, beliau sebelum mutasi kemarin adalah pengawas saya di SDN 1 Indrapuri, saya langsung menyapa dan menyalami beliau, dan kami saling menanyakan kabar. Bapak  sedang jadwal mensupervisi guru?, tim bertanya kepada ibu kepala sekolah, tetapi kata kepala sekolah bapak pengawas saya undang untuk mengikuti gerakan sosialisasi, jadi sambil menunggu tim datang Bapak pengawas menyempatkan diri melihat-lihat aktifitas belajar mengajar. Alhamdulillah lagi Ya Allah, ternyata besar perhatian kepala sekolah SDN Krueng Raya terhadap program litersi ini. Ibu Erniati,S.Pd sempat menanyakan Kabid GTK selaku penaggung jawab program, sepertinya beliau sangat mengharapkan Pak Kabid untuk datang karena berulang-ulang menanyakan mengapa Pak Kabid tidak bisa datang, beliau mendengar percakapan saya lewat Hp dengan pak Agus, yang menghubungi saya mengatakan beliau tidak bisa hadir dan meminta tim untuk melanjutkan kegiatan.

Arahan kegiatan pertama disampaikan oleh kepala sekolah, dalam arahannya beliau mengatakan bahwa ini merupakan ilmu baru yang nantinya akan disampaikan oleh tim literasi,walau sebenarnya kita setiap hari melakukan literasi yaitu membaca dan menulis, akan tetapi tehnis membaca yang benar, berkelanjutan hingga menerbitkan buku adalah hal baru, harapannya guru dan siswa dapat mendengarkan dengan baik dan juga harus tertib. Arahan selanjutnya disampaikan oleh Bapak pengawas Mohammad Isa, M.Pd, dalam arahannya beliau menyampaikan program literasi merupakan program yang sangat bagus, literasi memang harus dibudidayakan secara aktif, cara mengelola pustaka yang benar, dan dengan berliterasi kita akan mengenal dunia dan dunia akan mengenal kita. Kegiatan ini harus diikuti seksama oleh guru dan siswa serta mendapat berkah dari Allah SWT.

Sesi inti sosialisasi diisi oleh ibu Lisa Fiyerni,S.Pd, selesai sosialisasi, tim, guru dan siswa menyepakati untuk menulis karya berupa cerita mini. Kepala sekolah sangat antusias selama kegiatan, beliau beberapa kali mengambil mikropon untuk memberi semangat dan penguatan kepada siswa agar aktif menulis.

Diberikan waktu untuk menyelesaikan karya selama 1 jam, tim bersama dewan guru aktif membimbing siswa-siswi selama kegiatan menulis, selesai siswa-siswi menulis dan terkumpul lalu tim menseleksi karya siswa-siswi yang terbaik diantara yang baik. Cerita mini dengan judul ”Liburan Ke Jakarta “ karya Puan Aisyah Gebrina kelas V,  “Pengalaman Lomba Pidato ” karya Marisa kelas V, dan “ Sekolahku Indah “ karya Fanni Fadhillah kelas V, terpilih sebagai 3 karya terbaik yang nantinya akan dimuat dalam blog Santer Daily Aceh Besar. Siswi yang karyanya terpilih maju kedepan untuk membacakan karya sendiri, dan tim memberikan sedikit hadiah untuk menyemangati siswa.

Tim menutup kegiatan dan menyampaikan bahwa waktu yang diberikan untuk proses penyempurnaan kajian dan pengetikan selama 2 bulan hingga menerbitkan buku, setelah lebaran tim akan turun lagi untuk mengevaluasi gerakan literasi yang nantinya akan diperlombakan serta diumumkan pada saat hari Hardikda September 2019.

Demikian ulasan dalam tulisan oleh tim 1 dari SDN Krueng raya Aceh Besar. Salam Literasi Tingkatkan Kompetensi Raih Berjuta Prestasi.

 

KARYA SISWA SDN KRUENG RAYA

SEKOLAHKU INDAH

( KARYA : FANNI FADHILAH )

 

Sekolah kami sekarang terlihat bersih dan indah,setiap pagi kami yang mendapat tugas piket harus lebih cepat datang ke sekolah untuk membersihkan kelas masing-masing. Jam 7.30 wib bel berbunyi, kami semua bersiap-siap berbaris di depan kelas masing-masing dan masuk kelas dengan  mengantri sambil menyalami bu guru.

Hari Senin kami selalu mengadakan upacara bendera, petugas piket upacara diberikan jadwal bergantian oleh guru. Selesai upacara hari Senin kami semua masuk kelas untuk belajar dengan tertib.

Ketika sedang jam istirahat, ketua kelas VI mengajak kami untuk gotong royong esok hari, semua siswa di kelas IV, V dan VI setuju gotong royong membersihkan kelas dan halaman sekolah. Ketua kelas menyampaikan kepada guru bahwa kami semua besok akan gotong royong bersama., bu guru sangat setuju.

Keesokan harinya kami semua bergotong royong. Semua siswa terlihat sangat rajin, ada yang menyapu, mengepel, mengutip sampah, merapikan kelas dan lainnya. Kami saling bahu membahu dan tidak ada yang duduk-duduk sebelum semuanya benar-benar bersih. Senda gurau dan canda bersama membuat kami sangat senang dan lebih bersemangat bergotong-royong.

Kini kelas dan halaman sekolah kami terlihat sangat bersih dan indah, kami mejadi lebih senang dan nyaman belajar di sekolah. Sekolah kami akan juga akan terbebas dari penyakit bila bersih. Bu guru selalu mengingatkan kami tentang sebuah hadis yang bunyinya : “kebersihan bagian dari iman”.

GERAKAN LITERASI DI SDN LAMBARO ANGAN

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Jam 7.00 wib tim 2 Juwita,S.Pd dan Lisa Fiyerni,s.Pd sudah berangkat untuk menggerakkan literasi di SDN Lambaro Angan. Lumayan jauh perjalanan dari Indrapuri menuju ke SDN Lambaro Angan, tim sempat berkali-kali menanyakan pada orang dipingir-pinggir jalan arah menuju ke Lambaro Angan, karena memang tim belum pernah tahu dimana lokasi sekolah tersebut. Sekitar 1 jam tim baru dengan selamat sampai ditempat tujuan, terasa sedikit melelahkan akan tetapi setelah sampai di sekolah SDN Lambaro Angan semua kelelahan hilang dan terbayar seketika. Alhamdulillah tim disambut oleh kepala sekolah dan dewan guru dengan sangat ramah. Selasa 19 Februari merupakan hari ke 7 tim literasi Aceh Besar melakukan sosialisasi literasi untuk 23 sekolah SPT. Bapak Jarimin,S.Pd selaku kepala sekolah langsung mempersilahkan tim untuk masuk ke ruangan pertemuan, sampai di ruang pertemuan tim merasa terharu, semua persiapan untuk sosialisasi sudah beliau persiapkan bersama dewan guru, bahkan pihak sekolah membuatkan spanduk sendiri dengan tulisan ” Selamat Datang Tim Gerakan Literasi Pada Sekolah Sistem pendidikan Terpadu ( SPT ) Jenjang Sekolah Dasar SD Negeri Lambaro Angan Tahun 2019”

Tanpa membuang waktu guru langsung mempersiapkan siswa-siswinya, disekolah SDN Lambaro Angan rombel masing-masing kelas berjumlah 2 rombel, mengingat kapasitas ruang yang terbatas tim dan dewan guru sepakat untuk mengikuti gerakan literasi masing-masing kelas 1 rombel saja. Acara sosialisasi diikuti juga oleh pengawas sekolah Bapak Drs.Amiruddin, kepala sekolah,  4 dewan guru dan 50 siswa dari kelas IV dan kelas V.

Pembukaan sekaligus arahan pertama disampaikan oleh Bapak kepala sekolah Jarimin, S.Pd, Dalam arahannya beliau menyampaikan terimakasih banyak atas kehadiran tim, semoga apa yang disampaikan nantinya dapat menjadi motivasi kepada guru dan siswa di sekolah tersebut, program yang sangat bermamfaat, dan kepada siswa diharapkan dapat mengikuti dengan serius tidak boleh ribut.

Sosialisasi inti disampaikan oleh saya sendiri Juwita, S.Pd dibantu  penambahan oleh ibu Lisa Fiyerni,S.Pd. Selesai sosialisasi guru, siswa dan tim sepakat untuk menulis cerita mini, waktu yang diberikan untuk menulis selama 1 jam. Ibu Fitriani,S.PdI guru kontrak di sekolah tersebut terlihat sangat super aktif sekali membimbing siswa-siswi bersama tim untuk menulis karya. Saat siswa larut dalam tulisannya dan tim bersama dewa guru tiba-tiba datang koordinator literasi Aceh Besar Bapak Rusydi Adi,S.Ag. Beliau memperkenalkan diri dan melihat-lihat sambil sesekali  mendokumentasikan siswa yang sedang bekerja. Beliau menyampaikan bahwa sebentar lagi Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar akan datang ke sekolah SDN Lambaro Angan. Kami sangat gembira, dengan tidak sabar ingin Kepala Dinas segera sampai.

Tiba-tiba hp saya berbunyi, tapi tidak terekam namanya, nomor yang masuk yaitu 08126909485. Langsung saya angkat dan menyapa dengan mengucapkan “ hallo, Assalamu’alaikum” dengan siapa ini. Lalu dijawab “ini dengan Pak Kadis”.Oya maaf Pak Alhamdulillah, bagaimana Pak ada apa ya, ini kami sedang literasi di SD Lambaro Angan, jawab saya.Ya saya ini hampir sampai kesana bu, mau melihat proses gerakan literasi, jawab beliau, saya menjawab : baik pak kami tunggu.

Tidak lama kemudian sampai juga Pak Kadis, Bapak koordinator langsung meminta Pak kadis untuk menyampaikan motivasi kepada siswa-siswi yang setia menunggu Pak Kadis, padahal sudah jam istirahat. Arahan dan motivasi beliau menyampaikan bahwa menulis itu enak dan mudah, seperti air mengalir, tumpahkan semua yang ada dipikiran dan apa yang terpikirkan langsung ditulis. Literasi banyak jenisnya seperti literasi digital,literasi numerasi dan lainnya. Setiap saat kita berliterasi dari SD,SMP,SMA hingga perguruan tinggi. Beliau meminta siswa untuk mencari di google penulis cilik yang terkenal di Indonesia.Semua orang hebat dimulai dari tulisan, Orang-orang hebat dan terkenal itu karena menulis, beliau mengulang berkali-kali kalimat tersebut. Harapan beliau bahwa di sekolah ini nanti dimasa yang akan datang akan lahir orang-orang hebat, tetapi harus terus berjuang dan terus berjuang, tidak ada orang sukses karena bermain game, tidak ada orang sukses karena menonton filem, karena dunia game dan filem itu palsu, di dunia nyata yang sukses adalah orang yang mau belajar, membaca dan menulis. Diakhir motivasi beliau menyatakan sepakat bersama siswa untuk rajin belajar, membaca dan menulis, dan mengharapkan kepada pihak sekolah agar program gerakan literasi akan terus berlanjut.

Selesai motivasi kepala Dinas kami melakukan sesi photo bersama diluar ruang pertemuan, Kepaladinas mohon izin dan tim bersama koordinator masuk kembali ke ruang pertemuan untuk melanjutkan kegiatan. Arahan selanjutnya dilanjutkan oleh Bapak koordinator, beliau meminta kepada siswa-siswi mulai hari ini mari menulis dan menulis agar terkenal seperti anak bernama Aliya pada buku yang beliau bawa sebagai motivasi untuk berkarya dengan menulishingga menerbitkan buku, selama ini kita hanya membaca buku karangan orang , mari kedepan kita menulis dan membaca buku sendiri, bahkan buku kita akan dibaca oleh orang- orang di daerah lain di Indonesia.

Selesai koordinator memberikan motivasi, tim menseleksi karya siswa, dan memilih 3 karya yang terbaik untuk nantinya tampil kedepan membacakan karyanya sendiri. Sambil menunggu tim selesai memilah dan memilih karya, diselingi dengan penampilan kreatifitas dari sisw-siswi sekolah tersebut, diantaranya pembacaan puisi oleh Afifah siswi kelas V dengan judul” Pahlawanku”, “Guru” yang dibacakan oleh Audia Salsabila darikelas V, dilanjutkan dengan lantunan shalawat dan Asmaul Husna, dan bacaan dalail khairat.Ternyata siswa-siswi disekolah tersebut memiliki keberanian yang luar biasa hampir semuanya berebutan  meminta tampil kedepan, namun mengingat waktu tim memutuskan untuk mengakhiri acara selingan, dan dilanjutkan dengan pengumuman karya sangat baik diantara yang terbaik.

Hasil musyawarah tim dan guru,terpilih 2 siswi dan 1 siswa, mereka yang terpilih diminta untuk tampil kedepan membacakan karyanya. Mereka yang terpilih adalah Nova Raudhalia dari kelas V dengan judul cermin ”Liburan Ke Sabang “, Arifathul Nauradari kelas V dengan judul “ Mengikuti Pustakawan Cilik”, dan Muhammad Haris Al-Amin dengan judul “ Sahabat Dekatku “.

Diakhir kegiatan tim menyampaikan bahwa waktu yang diberikan untuk menyelesaikan karya siswa mulai dari pengetikan hingga pengkajian oleh guru selama 2 bulan, dan nanti akan dicetak buku berlabel ISBN. Usai lebaran tim akan turun kembali melakukan evaluasi kepada sekolah sasaran terhadap keterlaksanaan literasi di sekolah. Tim menyerahkan karya siswa-siswi kepada guru penanggung jawab dan mengakhiri kegiatan dengan meminta maaf atas kesilapan dan kekurangan, serta berharap literasi terus dijalankan dimasa-masa yang akan datang, jangan lagi membuang karya yang dibuat siswa-siswi, kedepan karya tersebut dapat dijadikan sebuah buku.

 

KARYA SISWA SDN LAMBARO ANGAN

MENGIKUTI PUSTAKAWAN CILIK

( KARYA : ARIFATHUL  NAURA )

 

Sekolah kami mendapat undangan untukmengikuti kegiatan pustakawan cilik dari UIN – Ar Raniry, kegiatannya berturut-turut 3 hari, yaitu Senin, Selasa, dan hari Rabu. Saya dan teman-teman ikut kegiatan pustakwan cilik di UIN Ar-Raniry. Disana kami banyak berjumpa dengan teman-teman baru, dan bertemu dengan kakak-kakak dan abang-abang yang ada di UIN.

Hari Senin pada saat kegiatan kakak disana memberikan pita kepada kami,supaya tidak bercampur dengan kelas lainnya.Bukan hanya sekolah kami yang mengikuti kegiatan pustakawan cilik, tapi dalam satu kelas dicampur dengan sekolah lain, kami saling berkenalan satu sama lain yang ada dalam kelas.

Peserta dari sekolah saya mendapat pita warna merah jambu,disana kami diajarka tentang perpustakaan,kami juga diajarkan supaya teman-teman di sekolah gemar membaca, kata kakak  tersebut bila kita suka membaca kita menjadi cerdas. Esoknya hari Selasa kami pergi lagi ke kampus UIN untuk belajar lagi tentang perpustakaan.

Pada hari ketiga yaitu hari Rabu, kami dibagikan pin pustakawan cilik, dan siapa yangmenjadi pustakawan aktif akan diberikan hadiah, dan ada juga kategori pustakawan remaja. Pada hari terakhir tersebut kami diajak pula berkunjung ke perpustakaan Unsyiah. Tiba waktu shalat zhuhur kami shalat bersama secara berjama’ah dengan kakak dan abang-abang.

Pengumuman  pustakawan cilik akhirnya dilkukan dan yang menjadi juara pustakawan cilik adalah Zaim, dia berasal dari SD Nurul Fikri.

Senangnya kami dapat mengikuti kegiatan pusakawan cilik,  kepada kami juga diberikan sertifikat tapi sebelumnya kami berbaris untuk antri terlebih dahulu supaya tertib. Selanjutnya kami saling  bersalam-salaman dengan kakak-kakak dan abang-abang yang sudah memberi banyak ilmu kepada kami, lalu saya dan teman-teman segera pulang

 

GERAKAN LITERASI DI SDN LAYEUN

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Cuaca yang sedikit gerimis, terlintas gundah dalam hati, apakah hujan akan segera turun, Alhamdulillah hanya gerimis lalu reda kembali. Kamis 21 Februari 2019 tim 1 Juwita,S.Pd dan Lisa Fiyerni,S.Pd mendapat jatah menggerakkan literasi di SDN Layeun. Menuju  ke  SD Layeun kami sepakat mengambil jalan pintas lewat Peukan Biluy tembus ke Lampeuneurut. Lisa Fiyerni berangkat dari Indrapuri, saya menunggu di rumah, karena rumah saya melintasi jalan Peukan Biluy menuju ke Lampeuneurut. Jam 7.45 Bu Lisa sampai juga ke rumah saya, lalu kami berangkat bersama-sama.

Kami terus berjalan beriringan, pemandangan yang sungguh sangat indah dan sejuk menemani perjalanan kami, dikelilingi gunung mengingatkan saya ke kampung halaman daerah asal saya, kota kesayangan Sabang, jalan berliku naik turun hampir sama persis seperti di Kota Sabang. walaupun sedikit jauh tapi tidak terasa, sambil melintas sesekali kami tertawa bersama, kami sangat menikmati perjalanan ini, pengalaman yang sangat indah bagi kami. Menuju ke SDN Layeun sebenarnya tidaklah berliku-liku, hanya saja untuk memastikan tim juga sempat bertanya pada orang yang ada di warung pinggir jalan. Akhirnya setelah melewati sedikit tempat penjualan ikan asin tim sampai juga di gapura Gampong Layeun, Lurus 200 meter dan berbelok ke kanan tibalah kami di SD Layeun dengan selamat pada jam 9.30 wib. Kami disambut hangat oleh dewan guru yang sudah mengetahui kedatangan tim literasi. Mengingat waktu yang menunjukan pukul 9.30 wib dewan guru dan tim secepatnya melakukan persiapan untuk acara sosialisasi, memasang infocus, memasang spanduk, guru mengatur duduk siswa dengan tertib.

Acara gerakan sosialisasi dimulai, kepala sekolah SDN Layeun Ibu Cinta Malem, S.Pd tidak bisa hadir ke sekolah karena menurut informasi dari guru, 2 minggu yang lalu beliau mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera tulang rusuk, sekarang berada di Medan untuk menjalani pengobatan. Arahan awal dibuka oleh guru kelas VI mewakili kepala sekolah yaitu ibu Yana. Dalam arahannya beliau menyampaikan terimakasih atas kehadiran tim literasi, diharapkan siswa mendengarkan dengan baik, mengerjakan tugas yang diberikan dengan tertib, jangan malu untuk bertanya. Jumlah siswa-siswi yang mengikuti gerakan literasi sebanyak 40 orang dari kelas IV dan kelas V.

Sesi inti sosialisasi disampaikan oleh Juwita,S.Pd, serta diberikan penguatan oleh Ibu Lisa Fiyerni,S.Pd. tidak lupa tim mengajak siswa  bernyanyi lagu “ literasi” bersama. Siswa terlihat sangat aktif mengerjakan tugas menulis, ketika jam istirahat mereka tidak mau istirahat terlebih dahulu, dan tetap semangat untuk terus melanjutkan menulis.Tim, guru dan siswa sepakat bersama untuk menulis cerita mini. Waktu yang diberikan kepada siswa untuk gerakan menulis selama1 jam, namun tidak sampai 1 jam hampir semua siswa sudah siap menulis karangannya, lalu siswa mengumpulkan karya, disela tim memilih dan memilah 3 karya terbaik, siswa-siswi SDN Layeun menampilkan bakat mereka ke depan, Mawawil kelas V membawakan shalawat, Milata Amalia menampilkan bakat berpidato, dan Nur Azmi Nazwa bercerita dengan sangat bagus.

Selesai seleksi karya terbaik, maka terpilih 3 cerita mini terbaik diantara yang baik yaitu “Cita-citaku” karya Milata Amalia dari kelas IV, “Berkebun” karya Zahratun Muhibbah dari kelas V, dan ”Pergi ke Sekolah” karya Raisya Febrianti dari kelas V. Siswi yang karyanya terpilih diminta maju kedepan untuk membacakan cerita sendiri, serta tidak lupa tim memberikan sedikit hadiah untuk 3 siswi tersebut.

Akhir sesi penutupan tim menyampaikan kembali secara detail out put dari gerakan literasi, dan september 2019 di hari Hardikda akan diberikan reward serta penghargaan untuk sekolah pemenang literasi tingkat dasar sekolah SPT.Tim akan turun kembali setelah lebaran untuk melakukan evaluasi terhadap tindak lanjut dari gerakan sosialisasi yang dilakukan hari ini, dilanjutkan serah terima karya siswa untuk diperbaiki dengan tepat tata bahasanya, diketik serta dikaji dengan benar oleh tim literasi sekolah.Terutama adalah kita jaga selalu silaturrahmi yang sudah terjalin pada hari ini, serta meminta maaf atas kesalahan juga kesilapan.

Saat sedang bersalam-salaman untuk berpisah, tiba-tiba salah seorang guru menarik tangan tim, ternyata mereka menitipkan buah tangan untuk kami.Tim sempat menolak tapi terus semua guru memaksa, ya,,, akhirnya kami menerima masin-masing amplop, dewan guru bersikukuh untuk tim membeli mie Aceh khas Leupung. Tim mengucapkan terimakasih dan Alhamdulillah atas kebaikan serta perhatiannya kepada kami, semoga ilmu yang kami berikan mendapat berkah serta bermamfaat, dan literasi kedepannya dapat berjalan secara berkesinambungan.

Sekian kenangan dalam ulasan yang tidak terlupakan dari tim1 literasi di SDN Layeun. “ Ikhlas berbagi, tidak terduga Allah membalas”

Salam Literasi,,,,,

 

KARYA SISWA SDN LAYEUN

BERKEBUN

( KARYA : ZAHRATUN MUHIBBAH )

 

Setiap hari ibu pergi ke kebun, saya sangat sayang dan kasihan melihat ibu sendirian pergi ke kebun, tapi saya setiap hari harus pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu. Ibu tidak membiarkan saya bolos sekolah. Kebun kami ada di gunung Paro, disana ibu banyak menanam jenis sayur-sayuran seperti bayam , terong, cabai, pisang, singkong, tomat dan lainnya.

Di hari-hari libur dan setiap hari Minggu, saya selalu pergi ke kebun bersama ibu dan juga adik, keluarga kami sudah tidak lengkap lagi, ayah kami sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Saya sangat rindu kepada ayah. Sering  kami meminta ibu untuk menceritakan  tentang kisah ayah ketika masih hidup.

Pagi- pagi kami sudah berangkat ke kebun, siang hari kami pulang ke rumah, sampai di rumah saya membantu ibu mencuci piring dan ibu mempersiapkan makan siang, setelah itu kami shalat zhuhur bersama ibu.

Hasil panen sayur-sayuran di kebun ibu menjualnya ke pasar, dan uangnya ibu gunakan untuk keperluan kami sehari-hari serta sisanya ditabung oleh ibu.

Bila musim tanam padi saya juga pergi ke sawah, di sawah saya melihat paman sedang mencangkul, saya ingin membantu paman mencangkul sawah, tapi sayang, paman tidak mengizinkannya, kata paman saya belum pandai mencangkul dan paman takut terjadi apa-apa dengan saya.

GERAKAN LITERASI DI SDN SIMPANG TIGA

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Tepat di pintu pagar sekolah SDN Simpang Tiga berdiri seorang laki-laki  mengenakan baju batik kecoklatan,dengan ramah dan selalu tersenyum menyambut kedatangan siswa-siswi yang akan menuntut ilmu serta menyalami satu persatu, nampak sangat bersahaja dari penampilan dan kepribadiannya itulah sosok kepala sekolah SDN Simpang Tiga Bapak Jamaluddin, M.Ag. Beliau belum lama menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut, namun hasil amatan kunjungan tim gerakan literasi Aceh Besar, sudah  banyak perubahan yang dapat dilihat dari tampilan fisik sekolah. Jam 7.20 saya sudah berada disekolah  tersebut, awal kedatangan saya disambut dengan senyuman manis oleh kepala sekolah dan beberapa dewan guru, lalu beliau mempersilahkan saya untuk masuk keruang guru.

Acara sosialisasi gerakan menulis dilaksanakan di dalam ruang pertemuan guru, namun gugus Simpang Tiga tidak memiliki ruang pertemuan guru khusus. Informasi dari guru yang ikut membantu saya mempersiapkan tempat dan perlengkapan lainnya, guru-guru di gugus menggunakan ruang kelas tersebut bila ada kegiatan KKG. Bila diamati area sekolah SD Simpang Tiga memang sempit, boleh dikatakan area yang kurang ramah anak.

Jam hampir menunjukkan pukul 8.00 wib, saya, guru dan beberapa siswa terus sibuk mempersiapkan segala sesuatu hal untuk kelancaran acara sosialisasi gerakan literasi, tiba-tiba saya mendengar suara hand phone berbunyi, ternyata yang menelpon saya adalah Bapak Koordinator tim literasi Aceh Besar Bapak Rusydi Adi,S.Ag. Beliau menanyakan dimana SD Simpang Tiga, dan beliau mengatakan  sudah tersesat.

Tidak lama kemudian Bapak koordinator sampai juga ke sekolah, sesudah beliau menemui kepala sekolah dan sejenak berbincang-bincang lalu acara segera dimulai.

Jam 8.15 wib acara dimulai, ternyata PLN tidak mau bersahabat dan lampu mati. Tim tidak kehabisan akal, daripada menunggu lampu menyala, lalu tim mengarahkan siswa-siswi untuk keluar ruangan, kita terlebih dahulu poto bersama untuk dokumentasi di halaman sekolah tersebut. Bapak koordinator dengan lihai menjepret cameranya, giliran Bapak koordinator poto, beliau meminta bantuan guru di sekolah untuk menjepret kamera. Kepala sekoalh, guru ikut serta poto bersama.

Tak lama kemudian lampu menyala kembali, kami semua segera masuk keruang pertemuan. Acara segera dimulai lagi, arahan pertama disampaikan oleh kepala sekolah. Dalam sambutannya beliau menyambut baik program yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan, ilmu yang diberikan oleh tim literasi dapat bermamfaat, dengan kegiatan ini akan muncul siswa-siswi yang memiliki bakat dan minat untuk menulis yang selama ini mungkin tidak tersalurkan dan masih tersimpan, kedepan diharapkan akan memberi dampak yang sangat positif untuk memajukan dunia pendidikan. Beliau juga menyatakan siswa-dan guru harus bisa memciptakan sebuah karya berupa buku.

Arahan selanjutnya disampaikan oleh Bapak koordinator timliterasi bapak Rusydi Adi, s.Ag. dalam arahannya pertama beliau menganalogikan makna tersirat dari nama sekolah yaitu simpang tiga artinya banyak simpang atau jalan menuju keberhasilan, jika tidak berhasil dengan satu jalan maka cobalah cara yang lain, selanjutnya beliau memaparkan bahwa menulisitu sangat mudah semudah kita berbicara, tuliskan apa saja seperti pengalaman sehari-hari, cerita pribadi, cerita di sekolah, bersama teman dan lainnya.

Tiba kegiatan inti sosialisasi gerakan literasi untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis yang diisi oleh Juwita, s.Pd dan Lisa Fiyerni, S.Pd. Jumlah peserta sebanyak 49 orang dari kelas IV dan kelas V, serta 5 orang guru. Sosialisasi diawali dengan bernyanyi bersama, kami menyanyikan lagu” literasi”, siswa terlihat sangat gembira ketika diajak bernyanyi. Tim melakukan tanya jawab dengan siswa dalam sosialisasi. Sepakat bersama untuk membuat karya yaitu menulis cerita mini, dan tim memberikan waktu kepada peserta selama 1 jam untuk dapat menyelesaikan tulisannya. Sesudah semua siswa menyelesaikan tugas menulis lalu timmenseleksi karya siswa serta memilih 3 diantara sekian karya siswa. Siswa yang terpilih karyanya dimintakan untuk tampil kedepan membacakan hasil karya sendiri, siswa yang terpilih yaitu Alif Maulidi dari kelas V, Eva Muliani dari kelas IV, dan Khairunnisak dari kelas V.

Diakhir sosialisasi untuk penutupan tim menjelaskan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah dengan tim harus selalu berkoordinasi untuk merampungkan karya siswa, dan tenggang waktu adalah 2 bulan, nantinya karya siswa tersebut akan dikirim kepercetakan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN, serta dilakukan penilaian di bulan Juli 2019. September 2019 di hari HARDIKDA akan berikan penghargaan bagi sekolah pemenang tingkat sekolah Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) Kabupaten Aceh Besar.

 

KARYA SISWA SDN SIMPANG TIGA

MAMAKU PENULIS

( KARYA : MUHAMMAD HAIKAL )

 

Mamaku bernama Juwita, dia seorang guru dan bertugas di SD 1 Indrapuri, Jam 6.00 pagi ibu membangunkan aku untuk shalat shubuh, terkadang aku malas bangun pagi tapi mamaku tidak membiarkan, berkali-kali mamak tetap membangunkan aku.  Jam 7.00 mamakku sudah siap berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor sendiri.

Suatu hari aku bertanya kepada mamak.

Mak, hobi mamak apa ya ? tanyaku.

Mamak hobinya membaca dan menulis serta bersih-bersih,

jawab mamakku.

Ohhh, pantasan mamak pintar menulis karena hobinya membaca, gumamku.

Iya, kamu juga harus rajin membaca supaya jadi anak pintar.

Tiap hari pulang sekolah mamakku selalu mengetik dilaptop, banyak tugas sekolah yang mamak kerjakan di rumah. Selama ini aku melihat mamak sibuk mengetik karya siswa dari sekolah-sekolah lain seperti puisi, cerita pendek, cerita mini, pantun, termasuk karya kami siswa SDN Simpang Tiga, kata mamak karya kami tersebut akan dibuatkan buku, selama ini kita hanya membaca buku orang nanti kita akan membaca buku sendiri dan karya kita akan dibaca oleh orang lain, begitu kata mamaku.

Mamaku sekarang menjadi penulis, sudah menerbitkan beberapa judul buku, salah satunya yang sudah aku baca adalah buku antologi puisi. Aku diajak mamaku untuk membuat karangan, sebenarnya aku tidak pandai membuat karangan tapi setelah mamakku mengajarkannya, sedikit-sedikit aku sudah bisa menulis karangan. Aku juga sangat senang satu cerita miniku yang berjudul ”Peci” dimasukkan ke santerdaily Aceh Besar dan dibaca oleh puluhan orang.

Setelah besar nanti aku juga ingin seperti mamaku pandai mengarang buku, aku harus belajar mengarang dari sekarang, biar dapat berbagi ilmu untuk generasi penerus dan orang-orang lain.

 

GERAKAN LITERASI MENULIS DI SDN 1 SAREE

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Kembali menapaki perjalanan di hari Sabtu tanggal 23 Februari 2019 untuk berbagi ilmu menggerakkan literasi untuk anak bangsa, dipagi hari yang sangat mendukung dengan cuaca cerah tim 1 yaitu Juwita, S.Pd dan Lisa Fiyerni jam 7. 30 wib sudah siap dan bersemangat 45 pantang menyerah, walaupun perjalanan terbilang cukup jauh melintasi jalan Banda Aceh-Medan menuju ke Saree, dengan sigap tim masing-masing mengendarai sepeda motor. Perjalanan yang kami tempuh lebih kurang 1 jam, akhinya tim sampai dengan selamat di SDN Saree. Sungguh sejuk terasa di Kota Saree karena letak Sareee memang diatas gunung Seulawah, merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di daerah Aceh, Saree terkenal dengan keripiknya yang khas sebagai oleh-oleh, beraneka jenis keripik  tersedia di Saree.

Selama kegiatan gerakan literasi ke sekolah sasaran, sekolah yang menjadi tujuan tim1 dipastikan hampir 70 persen agak sedikit jauh, namun inilah yang membuat pengalaman tim 1 bertambah seru, kami semakin lebih banyak mengetahui lokasi diwilayah Aceh Besar, dapat menyambung silaturrahmi dengan sesama rekan guru yang lebih luas dan jauh, yang paling seru dapat melihat pemandangan dan tempat wisata yang selama ini belum kami lihat, ibaratnya “ My Trip My Adventure”, serta mengasah keberanian agar dapat menjadi pembalap wanita level lokal, penulis mengajari bu Lisa untuk jadi wanita tangguh, dan harus mampu mengejar waktu dengan tidak berlama-lama dijalan.

Tim disambut dengan ramah oleh dewan guru, kebetulan Bapak kepala sekolah Agus Mawardi,S.Pd tidak bisa berada di sekolah karena harus mengikuti rapat koperasi diluar, dan meminta dewan guru untuk menerima kedatangan tim literasi mewakili beliau. Tim dipersilahkan masuk keruang pertemuan, dimana semua keperluan untuk acara sosialisasi sudah dipersiapkan oleh dewan guru bersama operator di sekolah tersebut, lalu dewan guru mengarahkan siswa untuk masuk ke ruangan dan duduk dengan tertib. Jumlah siswa yang mengikuti gerakan sosialisasi sebanyak 44 siswa dari kelas IV dan V, serta 4 orang dewan guru.

Acara segera dimulai, pengarahan dan sambutan pertama disampaikan oleh ibu Shinta Putri yang mewakili kepala sekolah. Dalam arahannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim yang sudah mau hadir dan berbagi ilmu kepada guru dan siswa di sekolah tersebut, beliau menyampaikan bahwa selama ini siswa disekolah tersebut aktif mengunjungi pustaka, dan diruang kelas sudah tersedia sudut baca, selanjutnya beliau berharap ilmu yang disampaikan nantinya akan bermamfaat serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,serta diharapkan kepada siswa untuk dapat memperhatikan dengan baik, tertib, bila ada hal yang belum dimengerti dapat ditanyakan langsung kepada tim literasi.

Sesi inti sosialisasi disampaikan oleh saya sendiri Juwita,S.Pd, diberikan tambahan dan penguatan oleh bu Lisa Fiyerni,S.Pd. Siswa dan guru terlihat sangat serius mengikuti sosialisasi, semua siswa memperhatikan kedepan,dan 3 orang guru tidak berpindah tempat, setia duduk disamping tim selama menyampaikan materi. Acara diselingi dengan membaca surat Al-Alaq dan bernyanyi bersama.

Karya yang disepakati sampai menghasilkan buku  adalah antologi puisi, dan waktu yang diberikan tim untuk menulis puisi selama 1 jam, siswa tampak yakin dan cepat menyelesaikan tugas menulisnya, tidak sampai 1 jam sudah banyak siswa yang mengumpulkan karyanya. Ternyata siswa di SDN Saree sangat pintar menulis puisi, terbukti tim sedikit sulit untuk memilih 3 karya yang terbaik diantara yang baik, hampir semua puisinya bagus dan bermakna.

Akhirnya selesai juga tim menyeleksi karya yang terbagus, yang pertama adalah karya Rifqa Zanjabila darikelas V membuat 2 puisi sekaligus dengan judul “ Guru” dan “Ibu”, kedua karya Nur Salsabila.S dari kelas V dengan judul” MamakuTercinta”, dan yang ketiga karya Nauratul Mazaya dari kelas V dengan judul “ Guru”. Siswa yang karyanya terpilih diminta membacakan puisinya kedepan, tidak lupa tim memberikan sedikit hadiah untuk mengapresiasi siswa.

Sesi akhir Lisa Fiyerni,S.Pd menyampaikan bahwa teruslah untuk berkarya dengan rajin membaca dan menulis, agar kita menjadi hebat, sukses dan terkenal. Tim juga menyampaikan ini gerakan awal  kedepan harapannya dapat dilakukan secara berkelanjutan, dan tim akan turun kembali setelah 2 untuk evaluasi terhadap tindak lanjut dari program literasi ini.

Tim, guru, dan siswa keluar ruangan bersama karena akan dilkakukan sesi photo bersama. Tidak disangka kembali terjadi, disaat asik bersalam-salaman ternyata tangan lembut bu Shinta Putri menempelkan sesuatu ditangan kami, apalagi kalau bukan angpao, tim sempat tolak menolak, tapi dewan guru di sekolah terus memaksa, ya tim akhirnya dengan senang hati serta mengucap syukur Alhamdulillah untuk ikhlas menerima.

 

KARYA SISWA SDN 1 SAREE

GURU

( KARYA : NAURATUL  MAZAYA )

 

Guru,,,

Engkau yang mendidik kami

Engkau mengajari kami membaca dan menulis

Engkau membimbing kami

Menjadi anak berprestasi

Guru,,,

Engkau cahaya dalam gulita

Pembawa cahaya ilmu

Dulu kami tidak mengerti apapun

Berkatmu kami dapatkan ilmu

Guru,,,

Tanpa kenal lelah mengajari kami

Tak pernah putus asa mendidik kami

Sungguh berharga pengorbananmu

Guru,,,

Maafkan kami jika terkadang membuatmu marah

Kau hiasi kesabaran dengan kasih sayangmu

Tulus niatmu untuk mencerdaskan kami

Generasi yang berguna

Untuk agama nusa dan bangsa

Terimakasih guru atas semua jasa-jasamu

 

GERAKAN LITERASI DI SMPN SEULIMUM

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Setelah semua tim literasi selesai melakukan gerakan turun langsung ke 23 sekolah tingkat dasar untuk mensosialisasikan program Dinas pendidikan untuk sekolah SPT yaitu gerakan literasi internal serta puncaknya menerbitkan buku di tingkat Sekolah Dasar, kini tim literasi Aceh Besar kembali melaksanakan sosialisasi tahap ke 2, dengan sasaran gerakan ke 10 sekolah SPT tingkat menengah.

Gerakan hari pertama tingkat SMP tim literasi kabupaten Aceh Besar yakni hari Selasa tanggal 19 Maret 2019 dilaksanakan oleh tim 1 yaitu Juwita, S.Pd dan Annisatul Fajri,S.Pd di SMP Negeri Seulimum.

Dengan mengendarai mobil avanza suami bu Anissatul Fajri tim menuju ke sekolah sasaran. Jam 9.15 tim sudah sampai di SMP Seulimum dengan selamat. Suasana pagi yang cerah kedatangan tim disambut dengan seyuman ramah oleh kepala sekolah dan dewan guru, tim terlebih dahulu dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah, sambil menyalami para guru satu persatu tim dengan langkah pasti langsung menuju ke ruang kerja kepala sekolah. Di ruang kepala sekolah tim bersama kepala sekolah Ibu Aisyah, SPd berbincang-bincang tentang banyak hal, kami saling memperkenalkan diri, lalu beliau menyampaikan bahwa bertugas di sekolah tersebut mulai bulan Sepember 2018 kemarin, jadi masih berkisar sekitar 7 bulan menjadi kepsek di SMP Seulimum, beliau juga menceritakan beberapa pengalaman selama menjadi kepala sekolah di tempat tersebut, tentang karakter siswa yang perlu pengembangan kearah yang lebih baik kedepannya.

Kepala sekolah mengatakan, pertemuan diadakan didalam ruang mushalla, karena disekolah tersebut belum ada ruang pertemuan khusus, lalu tim menuju keruang pertemuan yang disediakan, tepat jam 10.00 tim bersama dewan guru serta dibantu oleh siswa mempersiapkan keperluan untuk acara sosialisasi setelah itu langsung melaksanakan kegiatan sosialisasi. Pembuka sekaligus arahan pertama disampaikan oleh Ibu kepala sekolah Aisyah,S.Pd, beliau menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada tim literasi Aceh Besar, selanjutnya beliau mengatakan bahwa yang disampaikan nantinya adalah tentang hal baru bagaimana meningkatkan minat baca siswa, bagaimana literasi yang sebenarnya sampai menerbitkan karya siswa dan guru, lebih lanjut diharapkan kepada siswa agar mau mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh tim literasi serta mau mengerjakan apa yang akan ditugaskan nantinya dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas, bila suatu hal dilakukan dengan tidak ikhlas maka akan terasa seperti beban yang berat. Jumlah siswa yang mengikuti sosialisai dari kelas I dan kelas II sebanyak 120 siswa.

Selesai arahan kepala sekolah lalu dilanjutkan kesesi inti yang disampaikan oleh Juwita, S.Pd, dalam pemaparannya disampaikan apa itu literasi, filisofi literasi, regulasi, tujuan program literasi, sarana pendukung literasi hingga output akhir dari kegiatan tersebut, serta tidak lupa diselingi dengan bernyanyi lagu literasi bersama siswa. Annisatul Fajri,S.Pd melanjutkan sosialisasi untuk membuat kesepakatan bersama siswa menentukan jenis karya yang akan ditulis oleh siswa, karena jumlah siswa yang banyak maka sepakat untuk menulis 3 jenis karya yaitu cerpen, puisi dan pantun.

Tim memberikan waktu untuk siswa berkarya selama 1 jam,  karena ruang yang agak sesak siswa diarahkan untuk berkarya didalam ruang kelas atau ditempat-tempat yang nyaman lainnya, ada juga yang mengerjakan didalam ruang mushalla.

Tim bersama dewan guru aktif melakukan pendampingan kepada siswa untuk berkarya lewat tulisan, tiba-tiba koordinator literasi Aceh Besar Bapak Rusydi,S.Ag datang dan sudah berada di ruang pertemuan, sekilas lalu beliau asyik mengabadikan siswa dan siswi yang sedang berkarya. Satu persatu siswa mengumpulkan hasil karya lewat tulisannya, saat itu juga tim menyeleksi dan membaca satu persatu karya yang diserahkan siswa, akhirnya tim memilih 3 karya terbaik diantara yang baik. “Kemalasan Yang Menghancurkan” karya Humairatul Kamilia dari kelas VII-1, “Kisah Sedih”karya Ilyana Taskia Hondro kelasVII-6, dan yang ketiga puisi dengan judul “Sekolah” karya Munawarah dari kelas VIII,lalu satu persatu siswa yang karyanya terpilih maju kedepan membacakan karya sendiri yang dipandu oleh Bapak koordinator dan Bu Annisatul Fajri.

Sesi penutupan disampaikan oleh Bapak koordinator, dalam argumennya beliau menyampaikan tentang filosofi literasi  surat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW bunyinya yaitu  Iqra’ artinya baca dalam surat A-‘Alaq, lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa tidak ada  yang tidak mungkin asalkan ada kemauan, begitu juga dalam hal menulis ini, tidaklah sulit asalkan ada kemauan dan selalu berlatih untuk berkarya.

Tim menjelaskan kepada guru dan siswa  bahwa sekolah dengan tim akan selalu berkoordinasi untuk merampungkan karya siswa selama dua bulan hingga menghasilkan karya menjadi sebuah buku ber-ISBN, serta dilakukan penilaian untuk perlombaan di bulan  Juli 2019, dan September nanti di hari HARDIKDA akan diumumkan pemenang beserta reward untuk tingkat sekolah SPT.

 

KARYA SISWA SMPN SEULIMUM

KERAJAAN DISIPLIN

( KARYA  :  HUMAIRATUL KAMILIA )

 

Sering bersikap yang sangat tidak menyenangkan kepada teman sekolahnya, sering bolos sekolah, tidak patuh apa yang disampaikan guru, keluar tanpa izin saat pelajaran berlangsung, sering melanggar aturan sekolah, inilah perilaku dua sekawan yang bernama Ahmad dan Dani.

Bel masuk berbunyi semua siswa berbaris dan masuk ke kelas masing-masing untuk mulai belajar, seperti perilaku biasanya Ahmad dan Dani malas mengerjakan tugas, ketika ibu guru menyuruh mengerjakan tugas mereka selalu membantah dan terlihat mereka tidak betah berada di kelas, sering mondar-mandir keluar kelas dengan bermacam alasan.

Suatu hari Ahmad dan Dani cabut sekolah, mereka meloncati pagar belakang sekolah, mereka pergi kesungai yang tidak jauh berada dari sekolah. Guru sudah lelah mencari namun guru tidak menemukan mereka. Saat sampai di sungai mereka berlari-lari dengan kencang sehingga tiada melihat ada sebuah jurang yang sangat dalam, akhirnya mereka terperosok masuk ke dalam jurang tersebut.

Tolong ! tolong ! tolong ! mereka berteriak minta tolong, lama mereka berteriak untuk minta tolong, tapi tidak ada satu orang pun yang menolong mereka.

Setelah beberapa jam berada di dalam gua, datanglah seorang pangeran yang kebetulan lewat bersama pasukannya, lalu pengeran menghampiri mereka.

Mengapa kalian bisa ada dalam jurang ini ?, tanya Pangeran.

Sebenarnya kami ingin pergi ke sungai itu, sambil menunjuk ke sungai.

Tapi ketika berlari kesungai kami terjatuh kedalam jurang, jawab Ahmad dan Dani.

Pangeran memerintahkan pasukannya untuk mengangkat mereka dari jurang, lalu pangeran mengajak untuk pergi ke istananya.

Ikutlah mereka bersama Pangeran ke istana, sampai di kerajaan mereka melihat orang-orang disana sangat ramah dan baik.

Apakah ini istana pangeran ? tanya Ahmad dan dani.

Iya ini istana saya, jawab pangeran sambil tersenyum, mereka semua rakyat saya, mereka semua orang baik dan sangat disiplin, santun, bertanggung jawab serta setia, tidak ada orang jahat disini, dan tidak boleh ada orang jahat di kerajaan ini, kata pangeran.

Maaf pangeran, jika ada orang jahat disini bagaimana, tanya Dani.

Kami akan mengusir mereka dari sini, jawab pangeran lagi.

Oh,,, kalau begitu kami akan diusir ! celutuk Ahmad.

Ada apa dengan kalian, tanya Pangeran.

Dengan jujur mereka mengaku kepada pangeran.

Tidak pangeran, sebenarnya kami sering bolos dan cabut sekolah, kata Ahmad.

Kalau begitu sekarang juga kalian harus minta maaf pada guru kalian, kata Pangeran.

Baiklah, kami akan minta maaf pada guru.

Keesokan harinya Ahmad dan Dani langsung meminta maaf pada guru, berjanji menjadi anak yang baik dan tidak mengulanginya lagi perilaku yang tidak baik, akhirnya mereka menjadi anak yang disiplin dan sangat disukai oleh teman-temannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GERAKAN DAN MOTIVASI LITERASI DI SMP AL-FAUZUL KABIR

OLEH : JUWITA, S.Pd

 

Meningkatkan mutu pendidikan yang berkarakter adalah tujuan bersama dari tri pusat pendidikan. Salah satu upaya yang urgen mewujudkan hal tersebut dengan meningkatkan budaya baca yang kompeherensif. Walaupun tidak termasuk dalam sekolah SPT yang merupakan sasaran program gerakan literasi yang diprakarsai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ini, namun kepedulian dan antusiasme SMP Al-Fauzul Kabir Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar patut diapresiasi dalam meningkatkan budaya literasi. Kepala sekolah Bapak Fakhruddin,S.Ag optimis menghubungi koordinator tim literasi Aceh Besar untuk membantu mensosialisasikan gerakan literasi hingga menerbitkan karya siswa berupa buku. Persiapan gerakan literasi di SMP Al-Fauzul Kabir cukup maksimal, mereka sudah mempersiapkan banner dengan tema : Pembekalan dan motivasi program literasi siswa dengan tema ”Ayo membaca, ayo merangkai Kata, anda akan dikenal dunia”. Sungguh tema yang sangat super.

Selasa 9 April 2019  anggota tim yaitu penulis sendiri sudah hadir di sekolah tepat jam 7.10, berangkat dari Simpang Tiga menuju Kota Jantho waktu yang ditempuh lebih kurang 30 menit, begitu tiba tim disambut oleh seorang perempuan setengah baya yang sangat ramah serta dipersilahkan masuk ke ruang informasi yang masih satu gedung dengan ruang kepala sekolah. Sambil menunggu koordinator datang kami sempat berbincang-bincang dengan perempuan separuh baya tersebut,cerita dan terus bercerita ternyata perempuan tersebut adalah tukang masak di sekolah tersebut bernama Bu Murni, beliau ternyata orang satu kelurahan dengan saya di Kota Sabang, Cuma saya agak lupa, setelah  memperkenalkan diri dan memberi tahu siapa orang tua beliau memukul-mukul bahu saya, beliau mengatakan tidak menyangka saya sudah berubah, dahulu waktu kecil saya selalu ikat rambut satu diatas kepala dan orangnya hitam, sekarang saya sudah berubah,lalu saya bertanya apa yang berubah, apa saya sudah tua atau bagaimana, ibu tersebut menjawab dengan tersenyum bahwa sekarang wajahnya manis, tidak lupa saya mengucapkan terimakasih sambil tersenyum.

Asyik berbincang tiba-tiba koordinator datang dengan mengendarai sepeda motor,tidak berapa lama kepala sekolahpun menyusul hadir. Tidak membuang waktu karena pada hari yang sama tim harus turun ke sekolah lain yaitu SMP 1Kota Jantho yang masuk dalam sekolah SPT sasaran gerakan literasi  untuk sosialisasi gerakan literasi, kami segera bergegas menuju ke ruang pertemuan yang sudah disediakan,di ruang pertemuan operator sekolah aktif mempersiapkan keperluan sosialisasi, siswa dan guru sudah masuk dan duduk dikursi masing-masing, terlihat juga guru mempersiapkan kertas buram yang dibagikan kepada siswa. Jumlah siswa yang diikut sertakan siswa dari kelas I dan II ada juga 3 orang siswa dari kelas III semuanya berjumlah lebih kurang 35 orang, dan 2 orang guru.

Arahan dan sambutan pertama disampaikan oleh kepala sekolah Bapak Fakhrudin,S..Ag, beliau menyampaikan penghormatan kepada tim literasi yang sudah ikhlas datang kesekolah mereka untuk memberikan pencerahan tentang literasi, lebih lanjut disampaikan bahwa dengan menulis kita akan dikenal dunia, untuk sukses dalam melaksanakan sesuatu kita  harus fokus, tim datang ke sekolah untuk mengajarkan siswa menulis dengan baik dan benar, maka siswa harus memperhatikan dengan baik juga. Beliau menyampaikan bahwa setiap hari Selasa dan Rabu merupakan hari literasi di SMP Fauzul Kabir.

Sesi selanjutnya diisi oleh koordinator, dalam motivasi pertama beliau menyapa dengan meneriakkan Allahuakbar-Allahu Akbar !, dan disambut dengan menggema oleh semua peserta didalam ruangan. Penghormatan kepada kepala sekolah dan dewan guru serta kepada siswa yang hebat, tidak lupa penghormatan kepada teman timnya yaitu penulis sendiri Juwita, beliau menanyakan apa arti Juwita, spontan penulis menjawab itu dari  Yunani bahasa Sansekerta artinya anak muda, riuh tawaan tidak dapat dielakkan didalam ruangan karena mungkin orangnya sudah tua tapi mengapa anak muda, penulis menyampaikan makna muda itu kearah positif selalu bersemangat dalam bekerja, ternyata setelah diseleksi ada seorang siswa laki-laki yang menulis cerita tentang kedatangan tim literasi hingga soeorang tim bernama Ibu Juwita yang arti dari namanya anak muda. Sungguh luar biasa seru acara gerakan literasinya dan semua terlihat gembira.

Lebih lanjut Bapak koordinator menyampaikan, Dinas Pendidikan Aceh Besar sudah melaksanakan program SPT dari tahun 2018, meskipun SMP Fauzul Kabir tidak masuk dalam sekolah SPT namun kegiatan dan proses pembelajaran sudah terpadu bahkan sistem boarding school. Program Dinas Pendidikan berjalan sangat bagus dan harus kita dukung. Tidak lupa pula beliau menanyakan asal siswa yang ada dalam ruangan apakah ada yang dari luar Aceh Besar. Beliau menyampaikan bahwa literasi itu sekarang sangatlah luas, namun khusus pada hari ini kita fokus pada membaca dan menulis,di daerah lain sudah ada sekolah yang menghasilkan buku dan mereka menjadikan buku sendiri sebagai bahan bacaan, selama ini kita Cuma membaca buku karangan orang lain kedepan harapannya adalah siswa SD dan SMP di Aceh Besar harus bisa menulis buku. Menulis itu mudah asalkan ada kemauan yang besar serta tidak ada paksaan. Beliau terus mengulang-ngulang bahwa menulis itu mudah asal ada kemauan,dan menulis itu simpel hanya terdiri dari 3 suku kata, dan menulis itu harus fokus.Harapan lebih lanjut bahwa menulis bukan hanya hari ini saja,hari ini adalah gerakan pertama menulis, kedepan siswa dan guru harus terus menulis dan menulis., karangannya boleh tentang apa saja aslkan yang positif, seperti pengalaman pribadi, kisah inspirasi orang lain, fiksi dan non fiksi dan sebagainya, karya siswa tersebut nantinya akan dipajang dipapan pajangan atau mading sekolah. Dalam menulis itu jangan takut salah karena setiap penerbitan buku ada editor yang mengedit tulisan kita.

Selama kegiatan terlihat siswa memperhatikan dengan tertib.Penyampaian materi selanjutnya disampaikan oleh Penulis. Tidak lupa pula diselingi dengan lagu literasi yang dinyanyikan bersama.Usai sosialisasi materi lalu siswa dimintakan untuk memilih karya yang akan dikerjakan hari ini, siswa sepakat untuk untuk membuat cerpen atau karangan. Timdan siswa sepakat menyelesaikan karyanya selama 30 menit, memang waktu sangat sempit namun terlihat semua siswa aktif menulis karyanya.  Selesai menulis karya lalu siswa mengumpulkannya dan tim langsung menyeleksi karya yang terbaik. Tim sempat bingung memilih ynag terbaik karena hampir 90 persen karya siwa bagus dan bermakna. Akhirnya  terpilih 5 hasil karya terbaik diantara yang terbaik, yaitu karya Uly Zahrati dengan judul “Semangat Meraih Prestasi”, kedua karya Lukmanul Hakim dengan judul “Obat Saket Hate”, ketiga karya Febriani Ananda Putri dengan judul” Gotong Royong”, keempat karya Sabila Ikrami dengan judul” Teman Sejati”, dan yang kelima karya Khairun Nisak dengan judul” Singa Raja Hutan dan Tikus”. Siswa yang karyanya terpilih dipanggil kedepan untuk membacakan karangannya, serta diberikan sedikit hadiah untuk memotivasi siswa berupa buku yang disediakan pihak sekolah, hadiah diserahkan langsung oleh Bapak kepala sekolah, serta 5 karya siswa tersebut akan dipublikasi oleh tim di blog santerdaily.com.

Selayang pandang penutupan disampaikan oleh Bapak koordinator,kembali diharapkan untuk terus menulis dan menulis, ini bukan akhir selesai sosialisasi selesai kegiatan,namun akan terus berlanjut kedepannya. Semua kita harus hijrah dari yang belum baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik, dari belum bisa menulis menjadi bisa menulis dengan lebih baik. Acara selesai jam10.30wib dan diakhiri dengan sesi photo bersama.

Demikian pengabadian dalam tulisan kegiatan gerakan literasi di SMPN Al-Fauzul Kabir oleh tim literasi kabupaten Aceh Besar.

 

KARYA SISWA SMP AL-FAUZUL KABIR

GOTONG ROYONG BERSAMA

            ( KARYA : FEBRIANI  ANANDA PUTRI )

 

 

Gotong royang adalah bagian dari kebersihan, dalam bahasa Arab disebut dengan ”Qism Nazafah”. Gotong royong merupakan kegiatan yang sudah ditekuni sejak zaman dulu, gotong royong dilakukan secara bersama-sama,atu istilah lainnya adalah kerja bakti.

Setiap hari Minggu, kami di asrama selalu mengadakan gotong royong bersama,mulai dari membersihkan kamar masing-masing, mushalla, halaman sekolah dan asrama, kamar mandi, dan juga halaman belakang asrama.Asrama putri mempunyai 3 kamar, namanya adalah kamar Mekkah,Safa, dan juga Marwa. Dalam setiap kamar dibagi  beberapa kelompok yang mengatur gotong royong.

Kegiatan gotong royong sangat berguna, karena dengan kegiatan yang sudah terjadwal dan rutin dilaksanakan halaman sekolah dan asrama menjadi bersih, terhindar dari wabah penyakit dan membuat mata sejuk bila memandang disekitar. Kebersihan adalah bagian dari iman, manusia yang beriman pasti hidupnya bersih, selalu menjaga kebersihan  diri sendiri dan kebersihan lingkungannya, tidak membuang sampah sembarangan, dan melakukan hal-hal lainnya untuk menjaga kebersihan.

Mulai dari kecil kita harus membiasakan diri untuk selalu menjaga kebersihan, supaya besar nanti kita terbiasa hidup dalam keadaan selalu menjaga kebersihan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PESONA LITERASI DI SMPN 1 KOTA JANTHO

OLEH : JUWITA, S.Pd

 

Mau hidup 1000 tahun maka menulislah”. Kalimat kunci yang penulis tangkap dari arahan pembukaan kepala sekolah Bapak Iskandar, S.Pd di acara sosialisasi gerakan literasi Selasa 9 April di SMPN 1Kota Jantho. Makna tersirat dari kalimat “mau hidup 1000 tahun maka menulislah” artinya dengan menulis nama kita akan tetap abadi walaupun kita sudah tiada.

Jam 10.30 wib tim literasi Aceh Besar Bapak Rusydi, S.Ag bersama penulis memulai acara sosialisasi setelah melakukan gerakan sosiaisasi hari yang sama di SMPN Al-Fauzul Kabir. Tim disambut langsung oleh kepala sekolah serta dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu untuk menikmati sedikit hidangan ringan yang sudah disediakan.

Tanpa buang waktu tim menuju ruang pertemuan yang ditunjuk untuk langsung melakukan kegiatan. Terlihat siswa masuk ke ruang dengan tertib bersama dewan guru yang mendampingi, jumlah siswa sekitar 30 dan 3 dewan guru.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala sekolah,dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tim literasi merupakan tim yang dinanti untuk perubahan kearah yang lebih baik khususnya bidang literasi,yang akan menyampaikan tentang hal-hal berkaitan dengan baca tulis. Lebih lanjut disampaikan bahwa hadirnya Nabi kita Muhammad SAW untuk melek huruf, maka kita harus bersyukur atas kehadiran nabi dengan terus meningkatkan semangat membaca. Indonesia anak-anak masih kurang motivasi membaca sehingga ketika ujian sulit memahami soal-soal ujian. Hari ini merupakan gerakan awal untuk membuat karya bila besar nanti diharapkan dapat menjadi penulis. Arahan selanjutnya beliau menyampaikan bahwa orang sukses tidak memiliki sifat malas dan untuk menghilangkan rasa malas itu ada 3 cara yaitu, pertama hidup itu harus memiliki target, kedua ada punishment atau hukuman yang membangun,dan ketiga adalah ada penghargaan.

Motivasi inti disampaikan oleh koordinator Bapak Rusydi, S.Ag, beliau memulai dengan terlebih dahulu memberi semangat kepada siswa bahwa Kota Jantho pusat ibukota Kabupaten Aceh Besar maka dalam semua hal diharapkan harus lebih unggul dan maju dari kecamatan lain yang ada di Aceh Besar, lalu beliau menceritakan sedikit tentang biografinya, menjelaskan tujuan tim turun ke sekolah-sekolah sasaran yang termasuk sekolah SPT, lebih lanjut dijelaskan bahwa program ini diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, dan program ini Insya Allah nantinya akan dilanjutkan juga kesemua sekolah SD dan SMP di Aceh Besar, dengan harapan semua sekolah di Aceh Besar dapat menjadi sekolah yang berliterat. Gerakan hari ini literasi kita khusus fokus pada membaca dan menulis. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa menulis itu mudah dengan memulai dari yang terdekat,yang ada didepan mata, yang kita rasakan dan sebagainya, menulis mudah asalkan ada kemauan dan kemauan,minat baru terakhir bakat. Aceh masih tertinggal dalam hal menulis buku, daerah lain di pustaka sudah banyak tersedia buku karangan siswa atau guru sendiri. Beliau juga mennyakan apakah selama ini sudah pernah turun tim untuk melakukan, ternyata belum ada dan kita harus berterimakasih kepada pemerintahan sekarang khususnya Dinas Pendidikan yang sudah memprakarsai program literasi di Aceh Besar. Harapan terakhir semoga karya-karya siswa dapat dibukukan.

Sesi penyampaian materi literasi disampaikan oleh penulis, siswa terlihat tertib dan antusias mendengarkan, lalu tim bersama siswa sepakat untuk menulis puisi dan pantun, siswa laki-laki menulis pantun dan siswa perempuan menulis cerpen atau karangan. Waktu yang disepakati selama 30 menit, usai menulis karya siswa mengumpulkannya dan tim langsung memilih 3 karya yang terbaik. Karya pertama adalah “Kesabaran Seorang Penjual Keripik” karya Afratun Najmi, kedua “Impianku menjadi Dokter” karya Intan Isma Fitrah”, dan ketiga “ Pengalaman Ikut Lomba Pidato” karya Cut Putri Ramadhani. Siswa yang karyanya terpilih diminta untuk maju kedepan membacakan karya sendiri serta tim memberikan hadiah yang disediakan sekolah.

Harapan kepada pihak sekolah dan semua siswa di SMPN 1Kota Jantho  disampaikan dalam sesi penutupan oleh koordinator tim literasi agar siswa jangan berhenti untuk menulis, dan gerakan hari ini merupakan awal, semoga siswa SMPN Kota Jantho dapat menghasilkan minimal 1 buku bahkan bisa lebih dari 1 buku.

Demikian ulasan kunjungan tim literasi Rusydi,S.Ag dan Juwita, S.Pd di SMPN 1 Kota Jantho, semoga diberikan keberkahan oleh Allah SWT, salam literasi untuk Aceh Besar yang literat.

 

                         KARYA SISWA SMPN 1 KOTA JANTHO

  PENGALAMAN IKUT LOMBA PIDATO

   (  KARYA : CUT  PUTRI  RAMADHANI  )

 

Pagi yang cerah saya tiba di sekolah, sampai di sekolah saya langsung masuk ke kelas, belum sempat meletakkan tas sekolah tiba-tiba datang seorang guru menghampiri.

Putri, kamu ibu daftarkan dilomba pidato agama ya!.

Iya bu! saya mau ikut, jawab saya dengan sangat senang.

Guru menyampaikan bahwa perlombaan akan diadakan satu minggu lagi,saya sangat bersemangat latihan. Setiap hari selama satu minggu saya melakukan latihan dan dibimbing oleh ibu guru Bahasa Indonesia, beliau sangat hebat mengajarkan cara berpidato yang baik dan benar kepada saya.

Hari perlombaan akhirnya tiba, pagi tepat jam 8.00 wib saya dan bu guru berangkat ke tempat diadakan lomba, sampai disana saya melihat sudah banyak peserta dari sekolah lain. Para peserta lomba harus mengambil nomor antrian terlebih dahulu dan saya mendapat nomor undian 3. Satu persatu peserta dipanggil juri untuk berpidato diatas panggung.

Nomor undian 3 ! saya mendengar juri membacakan nomor undian.

Sekarang giliran saya dipanggil juri. Gugup dan tegang menyelimuti perasaan saya, bu guru mengatakan agar saya “jangan takut tapi lakukan yang terbaik, menang atau kalah itu hal biasa dalam perlombaan”. Dengan percaya diri saya naik keatas panggung serta langsung berpidato yang sudah saya hafal dengan baik. Selesai berpidato saya turun dari panggung.

Sampai dibawah panggung saya benar-benar merasa lega, sambil menunggu semua peserta selesai berpidato saya dan bu guru beristirahat. Waktu yang kami tunggu tiba, disitu saya sempat merasa dag-dig-dug lagi dan bertanya dalam hati apa saya mendapat juara. Jumlah peserta lomba sebanyak 10 peserta, nantinya akan diumumkan yang mendapat juara juara 2, dan juara 3 serta beberapa juara umum.

Terlihat juri naik keatas panggung untuk mengumumkan pemenang lomba, namun juri memulai dengan mengumumkan juara azan dan shalawat Nabi terlebih dahulu. Saat pengumuman lomba pidato juri memulai dari juara 3 terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan juara 2, saya merasa semakin gugup karena dalam benak takutnya saya tidak mendapat juara atau jangan-jangan saya juara 1.

Juara 1pidato diraih oleh,,,,,,,Cut Putri Ramadhani, juri membacakan nama saya.

Alhamdulillah,,, saya berucap syukur, bu guru terlihat sangat bahagia.

Dengan perasaan gembira dan bangga saya naik keatas panggung, lalu juri memberikan sebuah piala berwarna emas bercampur warna pink. Tersenyum lega saya turun dari panggung dan menghampiri bu guru untuk mempersembahkan piala.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GERAKAN LITERASI DI SMPN SUKAMAKMUR

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Jadwal gerakan literasi hari kedua oleh tim satu untuk tingkat sekolah menengah yaitu di SMP Suka Makmur, dilaksanakan hari Rabu tanggal 20 Maret 2019. Jam 9.00 wib penulis sudah berada di sekolah tersebut dan disambut hangat oleh beberapa dewan guru yang sudah mengetahui maksud kedatangan tim. Penulis dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah namun karena belum semua anggota tim hadir, lagi pula acaranya dimulai setelah jam istirahat, sambil menunggu teman satu tim dan koordinator tim literasi penulis duduk-duduk didepan ruang guru sambil berbincang-bincang dengan dewan guru. Acara gerakan literasi dimulai setelah jam istirahat, jadi tim tidak perlu terburu-buru untuk hadir di sekolah tersebut.

Tidak berapa lama Anissatul Fajri, S.Pd sudah sampai, lalu kami dipersilahkan untuk masuk ke ruang kepala sekolah, dengan mengucap salam kami berdua langsung masuk dan dipersilahkan duduk oleh Bapak kepala sekolah Bapak Mukhtar, S.Pd. Kami berbicara panjang lebar dan saling berkenalan, juga membicarakan tentang teknis pelaksanaan gerakan literasi mulai dari ruangan hingga pemilihan siswa untuk menjadi peserta yang siap berkarya hari ini.

Tiba-tiba terdengar dari luar ruangan orang yang memberi salam, begitu kami lihat ternyata yang datang Bapak koordinator Bapak Rusydi, S.Ag, tepat jam 10 beliau datang, pertama beliau menginjakkan kaki di ruang kepala sekolah terlontar dari mulut beliau bahwa ruangan kepala sekolah seperti ruangan Presiden, memang ukuran ruangan kepala sekolah di SMP Suka Makmur sedikit luas. Penulis mendengarkan perbincangan bahwa ada ruang kepala sekolah SMP di Aceh Besar ada yang sempit,dan ada yang disekat dengan ruang lainnya. Mengingat sudah waktu jam istirahat maka tim dan pihak sekolah sepakat  sosialisasi dilakukan setelah siswa istirahat terlebih dahulu, kamipun melanjutkan perbincangan sambil menikmati teh yang dihidangkan.

Selesai siswa istirahat tim bersama kepala sekolah dan 3 dewan guru langsung menuju ke ruang pertemuan, SMP Suka Makmur sama seperti SMP Seulimum yang tim kunjungi kemarin tidak memiliki ruang pertemuan khusus, untuk kegiatan sosialisasi menggunakan ruang laboratorium IPA. Jumlah siswa yang mengikuti gerakan literasi menulis hari ini sebanyak 50 orang siswa yang terdiri dari siswa kelas 1 dan kelas 2 yang dipilih secara acak oleh wali kelas, serta 3 orang guruyang nantinya akan menjadi tim literasi sekolah.

Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak kepala sekolah Bapak Mukhtar, S.Pd, dalam arahannya beliau menyampaikan penghormatan kepada tim literasi, terutama kepada Bapak Rusydi yang sudah turun kebanyak sekolah untuk melakukan sosialisasi literasi, sebenarnya di sekolah sudah melakukan literasi seperti membaca 15 menit sebelum belajar, namun yang lebih mendalam perlu kita perbaiki dan budayakan bersama, mari kita budayakan membaca dan menulis, kita tulis yang sudah kita baca dan jika sudah dibaca harus kita tulis agar tidak hilang, lebih lanjut beliau mengutarakan bahwa literasi merupakan program sangat penting di dunia pendidikan. Harapan beliau kepada siswa khususnya menjadi motivasi dan dapat bermamfaat kedepan, bila ada yang tidak dipahami ditanyakan langsung kepada tim.

Arahan dilanjutkan oleh koordinator tim literasi Rusydi,S.Ag, beliau memperkenalkan diri beserta tim, dan dalam motivasinya beliau menyampaikan bahwa gerakan literasi sekolah merupakan program awal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar untuk sekolah SPT, bila program ini berhasil maka semua sekolah diwilayah Aceh Besar akan dilanjutkan program literasi hingga menerbitkan buku. Hari ini kita menulis apa yang sudah dibaca serta diceritakan dalam bentuk tulisan,selanjutnya sekolah harus membentuk tim literasi sekolah sebanyak 3 orang guru yang nantinya akan menjadi pemandu depan untuk literasi di sekolah. Motivasi selanjutnya menulis itu sangat mudah asalkan ada kemauan, walaupun orang pintar sekali bila tidak mau menulis kepintarannya seiring berjalannya waktu akan hilang dan sirna tetapi jika mau menulis akan abadi dan berbekas selamanya. Dalam orientasi terakhir beliau menekankan satu kata kunci yaitu “ Menulis itu mudah asalkan ada minat dan kemauan”.

Sesi inti disampaikan oleh Bu Anissatul Fajri, dengan terlebih dahulu memotivasi siswa agar bisa mendapatkan juara di hari Hardikda nanti serta tidak kalah dengan karya anak SD. Siswa terlihat tertib mengikuti acara sosialisasi, penambahan dan penguatan dilanjutkan oleh penulis Juwita,S.Pd. Tim dan siswa sepakat untuk menulis cerpen serta waktu yang diberikan selam1 jam.

Sesuai waktu yang dijanjikan akhirnya satu persatu siswa mengumpulkan karyanya, sambil menunggu semua selesai tim terus memilih 3 karya terbaik diantara yang baik. Tim sempat kebingungan memilih dan memilah karena hampir semua karya siswa sangat bagus dan ini sangat sayang jika dibuang, tim sempat menyampaikan kepada guru bahwa semua karya siswa tersebut harus dijadikan buku, siswa di SMP Suka Makmur hebat, karangan mereka luar biasa dan mengandung makna yang bagus setelah dikaji. Karya yang terpilih yaitu “ Pengorbanan orang tua”karya Aina, “ Terang dibalik Gelap” karya Alipa Saida, dan “singa dan Tikus” karya M.Faiz Darmawansyah.J, karya yang terpilih akan  kami ketik dan di publish di Santer Daily .com Aceh Besar.

Berhubung waktu yang hampir azan zhuhur maka siswa yang sempat tampil membacakan karyanya hanya satu orang saja, dan karya yang dibacaka adalah “ Pengorbanan Orang Tua”oleh Aina. Isi cerpen yang dibuat sangat mengharukan sempat membuat tim dan semua peserta meneteskan air mata, alur yang diceritakan tentang kisah ayahnya yang meninggal dunia waktu dia masih kecil, yang lebih sedih lagi saat ayahnya meninggal adiknya masih berada dalam kandungan, selanjutnya ibunya seorang diri meniti perjuangan untuk menghidupi keluarga, dan di ending cerita dia berjanji akan membahagiakan orang tuanya dengan rajin menuntut ilmu dan akan melanjutkan kuliah di UIN.

Penutupan disampaikan oleh Bapak koordinator dengan menyampaikan kembali penguatan-penguatan untuk terus berkarya, jangan berhenti disini, karena hari ini baru permulaan. Semua peserta keluar ruangan untuk mendokumentasi kegiatan gerakan literasi.

Sekian ulasan dalam tulisan dari SMP Suka Makmur Aceh Besar bersama koordinator dan tim1 literasi Aceh Besar.

Salam Literasi,Tingkatkan Kompetensi Raih Berjuta Prestasi !

 

 

KARYA SISWA SMPN 1SUKA MAKMUR

SABAR BERBUAH MANIS

( KARYA : ALIPA SAIDA )

 

Seorang remaja SMP bernama Ozi, pagi-pagi sekali sudah terlihat  berada di sekolah, Ozi anak yang disiplin, dan pandai di sekolah. Ozi selalu mendapat juara di sekolah,Ozi juga sangat taat beribadah, di sekolah dia sering menjadi imam shalat berjama’ah. Ayah Ozi mengajarkan kesabaran dalam hidupnya, pekerjaan ayah Ozi sebagai pemulung tapi dia tidak malu atas pekerjaan ayahnya,dia juga sering membantu ayah untuk memulung. Ozi tinggal bersama ayah karena ibunya sudah meninggal.

Ozi sekarang sudah kelas III SMP, sebentar lagi dia akan tamat sekolah, dia terlihat sangat rajin belajar. Di sekolah Ozi sering diejek teman-temannya, tapi dia tidak menghiraukannya. Saat bel istirahat berbunyi semua teman Ozi jajan di kantin akan tetapi dia tidak ikut jajan karena tidak mempunyai uang, dia memamfaatkan waktu istirahat untuk belajar. Bel pulang berbunyi semua anak-anak pulang ke rumah masing-masing, namun Ozi tidak langsung pulang, dia menuju ketempat kerja yaitu disebuah pabrik padi, dia bekerja sebagai pengangkut padi. Ozi bekerja sampai sore hari, gaji yang diterima hanya 20,000 rupiah, dia merahasiakan pekerjaan pada ayahnya karena tidak mau ayah menjadi sedih.

Ketika sedang bekerja tiba-tiba ada temannya yang memangil-manggil namanya.

Ozi, Ozi, cepat pulang Ozi ! panggil temannya.

Ya, ada apa ! jawab Ozi

Cepat pulang Ozi ayahmu meninggal, jawab temannya.

Sambil menangis Ozi dan temannya pulang ke rumah, di rumah Ozi melihat sudah banyak orang didalam rumahnya. Ozi terus berdo’a untuk ayahnya, sungguh dia terlihat sangat sedih memikirkan ayah dan ibunya yang sudah tiada.

Kini Ozi hidup sebatang kara, ayah dan ibu sudah meninggal, dia merenungi nasib seorang diri dipinggir jalan, tiba-tiba datang seorang kakek menghampiri.

Nak, mengapa kamu sendirian disini, sapa kakek tersebut.

Maaf, kakek siapa? Tanya Ozi.

Kakek orang daerah sekitar disini juga, tapi mengapa kamu disini sendirian ?, tanya kakek lagi.

Tidak kek, saya lagi sedih ayah dan ibu sudah meninggal, saya sekarang hidup sendirian, jawab Ozi.

Lalu kakek bertanya lagi kepada Ozi.

Maukah kamu menjadi cucu kakek, kakek juga sendirian sekarang, harta kakek tidak ada yang mengurusnya.

Terlihat Ozi berpikir terlebih dahulu, apa benar yang  didengar, dalam pikiran dia apakah ini hanya mimpi.

Ternyata Ozi tidak bermimpi, kakek tersebut bertanyalagi.

Bagaimana apaka kamu bersedia menjadi cucu kakek ?.

Ya, saya mau kek ! jawab Ozi.

Akhirnya Ozi dibawa oleh kakek pulang ke rumahnya, sekarang hidup ozi sudah berkecukupan dan dia sangat menyayangi kakek tersebut seperti orang tuanya sendiri, meskipun sudah kaya Ozi tidak menjadi orang yang sombong, dan dia tetap rajin beribadah serta suka membantu orang yang membutuhkan.

Ozi sekarang sudah pintar memimpin perusahaan yang kakek hibahkan kepadanya, menjadi pemuda yang tampan dan kaya raya.

 

 

 

 

 

 

 

 

GERAKAN LITERASI DI SMPN  PEUKAN BADA

OLEH : JUWITA,S.Pd

 

Mengawali acara gerakan literasi Wakil kepala sekolah SMPN Peukan Bada Aceh Besar Ibu Nursa’adah,S.Pd dalam sambutannya pada acara sosialisasi gerakan literasi tingkat SMP sekolah SPT Kamis 21 Maret 2019 menyampaikan  penghormatan kepada tim literasi yang sudah bersedia hadir ke sekolah mereka untuk menyampaikan ilmu pengetahuan khususnya tentang literasi, selanjutnya  agar menjadi sukses dan berhasil harus banyak membaca dan mambaca, dan diharapkan kepada siswa untuk mendengarkan dengan khidmat serta tidak malu bertanya bila ada hal belum dipahami.

Sambutan dan arahan selanjutnya disampaikan oleh kepala sekolah SMPN Peukan Bada Bapak Ismairi,S.Pd, dalam sambutannya beliau awali dengan Iqra’ yang artinya baca lalu menyampaikan isi permen no 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti salah satunya dengan budaya karakter membaca, selanjutnya beliau menyampaikan agar kita semua dapat mengaplikasikan dalam hidup mana yang baik dan mana yang buruk.

Kegiatan gerakan literasi menulis dimulai jam 10.00 wib tepat, ruang yang digunakan untuk acara di ruang mushalla, dewan guru sudah mempersiapkan semua keperluan untuk kelancaran sosialisasi, satu persatu siswa masuk ke ruangan dan siswa duduk dengan tertib. Jumlah siswa yang mengikuti sosialisasi sebanyak 50 siswa dari kelas I dan II yang dipilih secara acak serta 2 orang dewan guru. Usai sambutan dari wakil dan kepala sekolah, kegiatan inti langsung diisi oleh Ibu Juwita,S.Pd, dalam pemaparannya disampaikan apa itu literasi, filisofi literasi, regulasi, tujuan program literasi, sarana pendukung literasi hingga output akhir dari kegiatan tersebut. Saat tim mempresentasikan gerakan literasi tiba-tiba koordinator timliterasi Rusydi,S.Ag hadir dan langsung masuk ke ruang pertemuan, nampak sesekali terlihat mendokumentasikan kegiatan. Penambahan dan penguatan untuk memilih karya yang dibuat hari ini dipandu oleh Ibu Anissatul Fajri, S.Pd. Tim dan siswa sepakat untuk menulis cerpen dan menyelesaikan karyanya selama 1 jam, namun ditengah perjalanan menulis karya saat terkumpul karya siswa ternyata bervariatif, ada yang menulis puisi, ada yang menulis pantun dan ada yang menulis cerpen.

Disela-sela menunggu siswa menulis karya, tim diajak oleh guru pengelola pustaka untuk melihat-lihat pustaka, beliau menyampaikan bahwa masih baru menjadi sebagai pengelola pustaka, namun tampak pustaka di sekolah tersebut berjalan dengan baik, ada jadwal kunjungan, penataannya juga bagus serta ada hiasan pohon ilmu karya siswa dan guru.

Seperti yang sudah dijanjikan, waktu untuk menulis sudah usai, tim meminta siswa untuk mengumpulkan karyanya. Satu persatu karya yang terkumpul dibaca dan diseleksi oleh tim. 3 karya yang terpilih yaitu puisi dengan judul “If the Truth Have Tongue” karya Nazwa Evina dari kelas VII-1, kedua cerpen dengan judul” pengalaman Mengerikan” karya Atanaya Ramadhani Oktaviadari kelas VIII-1, dan yang ketiga pantun asli hebat karya Fikram Fahlevi dari kelas VII-1. Siswa yang karyanya terpilih diberikan hadiah dari pihak sekolah.

Akhir sesi penutupan ditutup oleh Bapak Koordinator, beliau menyampaikan bahwa ini gerakan pertama bukan akhir, kedepan teruslah berkarya, tim akan turun lagi untuk melakukan penilaian terhadap penerapan literasi yang akan diumumkan saat Hardikda 2019, lebih lanjut teruslah menulis agar kita menjadi orang yang terkenal dan hebat. Tidak lupa dengan photo bersama yang dilakukan di halaman sekolah untuk mengabadikan kegiatan literasi di SMPN Peukan Bada.

Selesai photo bersama tim diarahkan untuk menuju ke aula pertemuan, di aula siswa dan dewan guru sedang melaksanakan acara kuliner lestari.

Demikian ulasan dalam tulisan di hari ketiga tim 1 Bu Juwita,S.Pd dan Anissatul Fajri,S.Pd yang didampingi oleh koordinator hebat Rusydi, S.Ag di sekolah SPT SMPN Peukan Bada Aceh Besar. Semoga berkah dan hikmah senantiasa dilimpahkan Allah SWT.

Salam Literasi, Tingkatkan Kompetensi Raih Berjuta Prestasi !

 

 

 

KARYA SISWA SMPN PEUKAN BADA

PANTUN NASEHAT

( KARYA : FIKRAM FAHLEVI )

 

Di Padang banyak makanan
Jangan lupa meminta berkat
Cepatlah taubat wahai teman
Karena kiamat hampir dekat.

Kepala senator diceplok telur
Diunggah di video ku
Orang islam tak pernah mundur
Meski peluru menembus kepalaku.

Pergi kehutan mencari bambu
Ditengah jalan bertemu kuda
Hormatilah ibunda mu
Karna surga dibawah kakinya

Siang hari mandi kolam
Waktu mandi bertemu dana
Perkenalkan nama saya fikram
Saya sekolah di SMP peukan bada

Jalan-jalan ke Amerika
Jangan lupa membawa ibu
Rajin rajinlah kamu membaca
Karena membaca gudangnya ilmu

 

 

 

 

                  SINOPSIS

 

“Hidup indah dengan berbagi dan dengan berbagi akan bahagia dunia akhirat”.

Motto hidup penulis dimana penulis aplikasikan dalam satu gerakan nyata untuk berbagi ilmu, membuka mata serta mengingatkan kembali dengan landasan Islam yakni filisofi Iqra’ khususnya bagi para guru dan siswa, umumnya bagi pemangku kepentingan pendidikan serta masyarakat untuk ikut berperan mengaktualisasi diri guna meningkatkan dan membangkitkan kembali budaya literasi menjadi karakter bangsa kuat menuju bangsa yang cerdas, selektif dan berkompetensi.

Literasi adalah suatu kegiatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan semua unsur untuk membudayakan membaca dan menulis agar terjadi perubahan pemikiran untuk memperkuat karakter siswa melalui hamonisasi olah hati( etik), olah rasa (estetik), olah pikir  (literasi).

Penguasaan literasi dalam segala aspek kehidupan merupakan urat nadi kemajuan peradaban suatu bangsa. Semua sadar bahwa tingkat literasi dikalangan sekolah semakin tidak diminati oleh peserta didik, hal ini jangan sampai menunjukkan ketidakmampuan dalam mengelola sistem pendidikan yang hakikat  tujuannya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu sudah saatnya budaya literasi harus ditanamkan sejak usia dini agar anak cerdas mengenal bahan bacaan dan menguasai dunia tulis-menulis.

 

SALAM LITERASI !

TINGKATKAN KOMPETENSI RAIH BERJUTA PRESTASI !

MEMBACA! MERANGKAI KATA!, ENGKAU AKAN DIKENAL DUNIA

 

 

 

PROFIL PENULIS

Juwita,S.Pd, kelahiran  Aceh Besar 15 Maret 1978, Lulusan Sarjana FKIP Biologi di Universitas Serambi Mekkah tahun 2010. Menjadi sebagai guru PNS tahun 2006 – 2007 bertempat tugas di SDN Mureu, dan dari tahun 2007-sekarang bertugas di SDN 1 Indrapuri. Mempunyai hobi membaca, menulis, dan juga bersih-bersih. Alamat tempat tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar. Email : j.ita78@yahoo.co.id. No hp. dan WA 085261769323.

Motto: “ Hidup Indah Dunia Akhirat Dengan Berbagi ”

 

Views All Time
Views All Time
29
Views Today
Views Today
1
Previous articleLITERASI BESTARI DI SDN SIHOUM OLEH : JUWITA,S.Pd
Next articleBagian 43. Buku ToR : Lebaran dan Arus Balik Mudik
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY