PERJALANAN PELAIHARI-TANJUNG 2019. Bagian 6. Berkunjung ke Taman Kota Tanjung

0
21

Seusai melaksanakan shalat di Masjid Al Muhisin yang berada di pinggir jalan utama ke arah kota Tanjung dan Kalimantan Timur, pada Sabtu, 2 Februari 2019,  penulis bersama Muhammad Munawir Akbari, anak penulis yang ikut ke Tanjung, berangkat dengan mobil penulis menuju masjid, kembali ke rumah tempat kami sekelaurga bermalam di Tanjung, Tabalong ini. Sebelumnya, pada sore tadi anak keponakan penulis, Muhammad Aqli  yang berusia 8 tahun, meminta kepada penulis untuk dibawa ke  taman Tanjung Berseri Park nantinya, dan penulis berjanji akan membawanya setelah Magrib.

Tidak lama tiba di rumah penginapan, selanjutnya penulis berangkat lagi membawa anak keponakan ke Tanjung Berseri Park  kota Tanjung, yang berjarak sekitar 3 km dari rumah penginapan kami. Ikut berangkat ke Tanjung Berseri Park tersebut kedua anak penulis, Muhammad Munawir Akbari dan Maulidina Rizkia. Setelah memarkir mobil di halaman parkir Tanjung Expo  Center yang berada di samping Tanjung Berseri Park, penulis bersama anak dan anak keponakan berjalan-jalan untuk melihat situasi di taman tersebut.

Saat itu malam minggu, di Tanjung Expo  Center  mulai ramai didatangi oleh pengunjung  yang membawa keluarganya. Cuaca malam itu cukup bersahabat, meski siang tadi ada turun hujan yang tidak begitu lebat. Ada mobil-mobilan hias yang sedang beroperasi dan menjadi salah satu daya tarik  pengunjung, khususnya anak-anak. Setelah cukup lama berada di Tanjung Expo  Center,  penulis bersama anak dan keponakan menyebrang jalan berada antara Tanjung Expo  Center dan Tanjung Berseri Park.

Sesampai di Tanjung Berseri Park , penulis bersama anak dan keponakan berjalan-jalan menulusi taman tersebut dalam suasana malam.  Beberapa saat kemudian, Muhammad Munawir Akbari dan Muhammad Aqli berjalan ke arah dalam taman, sedangkan penulis dan Maulidina Rzikia berjalan ke depan taman.  Kondisi Tanjung Berseri Park malam itu tidak begitu ramai,  sehingga  terasa sunyi dan lengang. Sekitar 15 menit berada di taman ini, kemudian penulis bersama anak dan keponakan kembali ke taman Tanjung Expo  Center.

Sebelum kembali ke rumah penginapan, anak dan keponakan penulis menaiki mobil-mobilan hias yang bertarif Rp 10.000 per orang, sehingga meraka bertiga bayar Rp 30.000,-. Penulis sendiri hanya menunggu di pelataran Tanjung Expo  Center sambil berbincang dengan tukang parkir di taman tersebut. Sementara itu,  di sisi lain taman tersebut  ada aparat kepolisian dari Polres Tabalong sedang melakukan  persiapan untuk melaksanakan apel malam itu.

Setelah melakukan 2 (dua) kali putaran dalam taman  Tanjung Expo  Center Tanjung dengan mobi-mobilan hias yang disewa oleh anak dan keponakan penulis, maka penulis mengajak pulang mereka, karena sebelum isteri menelpon penulis untuk makan malam.  Pengunjung makin bertambah banyak ketika penulis bersama anak dan keponakan meninggalkan parkiran Tanjung Expo  Center dan Tanjung Expo  Center  Tanjung. Waktu saat itu menunjukkan pukul 20.30 WIT. Ternyata semakin malam pengunjung makin banyak datang untuk menikmati malam minggu di taman tersebu

Views All Time
Views All Time
36
Views Today
Views Today
1
Previous articlePERJALANAN PELAIHARI-TANJUNG 2019. Bagian 5. Berangkat dan Tiba di Tanjung
Next articlePERJALANAN PELAIHARI-TANJUNG 2019. Bagian 7. Membantu Acara Resepsi Perkawinan
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY