PerJALAnAnKU KArIrKU (Oleh: Yuninar)

0
17

Aku lahir di Surabaya pada tahun 1970. Menjadi guru bukanlah cita-citaku. Menjadi guru bukanlah tujuan hidupku. Sebagai siswa SMP saat itu aku sangat menyukai pelajaran yang berhubungan dengan angka. Yang paling ku sukai adalah matematika. Selain itu pelajaran tata buku saat itu merupakan pelajaran ke dua yang ku sukai. Karena aku suka maka bagiku mudah sekali mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Karena hal tersebut aku bercita-cita selepas SMP aku akan melanjutkan pendidikan ke SMEA. Namun ternyata keinginanku tersebut tidak didukung oleh ayahku. Beliau menginginkan aku menjadi seorang guru. Sehingga tidak mengizinkan aku melanjutkan ke SMEA. Aku harus masuk SPG walau di SPG Swasta tidak apa-apa yang penting SPG atau tidak bersekolah. Karena hal tersebut akhirnya aku bersekolah di sebuah SPG Swasta di kotaku. Karena kurang sesuai dengan minatku aku bersekolah asal-asalan. Tidak pernah belajar dan hanya sekedar bersekolah. Yang penting sekolah. Sampai saat naik kelas 3 wali kelasku memanggilku dan menasehati. “Kamu bukan anak yang bodoh, kamu sebetulnya bisa dan mampu menduduki ranking di kelas ini. Tapi kenapa kamu malas-malasan. Coba kah kamu belajar. Apa yang sebetulnya kamu inginkan dalam hidupmu?’Dan banyak lagi nasehat yang beliau berikan untukku. Mendapat pertanyaan seperti ini dan juga petuahpetuah dari wali kelasku pikiranku mulai terpengaruh. Yaa, apa yang ku inginkan? Begitu banyak pikiran yang muncul dalam benakku. Akan jadi apa aku nantinya?

Sejak itu aku mulai sedikit demi sedikit mengubah pola belajarku. Yang semula hanya belajar saat ada di sekolah sejak saat itu aku sedikit demi sedikit mulai membuka buku pelajaran saat ada di rumah. Yang semula sehari-hari hanya membaca buku-buku novel dan majalah remaja, aku mulai beralih membuka buku pelajaran. Usahaku tidak sia-sia. Aku mampu menyelesaikan ujian akhir SPG ku dengan hasil yang sangat memuaskan. Setelah menamatkan SPG di tahun 1988, alhamdulillah aku langsung diterima di sebuah sekolah swasta yang cukup bonafit yang ada di kotaku. Karena basicku adalah guru TK maka aku di tempatkan di play grup. Walaupun sekolah ini adalah sebuah yayasan yang tidak sekepercayaan denganku, namun sekolah ini memberi kesempatan kepada guru-guru yang berbeda kepercayaan untuk berkarir di tempat tersebut. Setelah setahun mengajar kemudian aku menikah. Dan dibawalah aku ke Irian Jaya (saat itu). Sesampai di Jayapura aku tidak langsung bisa melanjutkan menjadi guru. Kurang lebih 4 tahun aku hanya menjadi ibu rumah tangga. Sampai akhirnya pada tahun 1997 sebuah sekolah TK yang baru dibuka memintaku mengajar di sekolah tersebut. Mengajar di sekolah yang baru berdiri tentu saja berbeda dengan sekolah yang sudah berdiri sejak lama. Di sekolah ini dituntut untuk mampu berinovasi, berkreasi. Dituntut untuk mencurahkan segenap perhatian serta tenaga agar sekolah tersebut mampu bertahan dan berjalan seperti yang diingankan pendiri sekolah tersebut.

Setelah 3 tahun mengajar di sekolah tersebut karena tempat tinggalku pindah akupun mengundurkan diri. Setelah mengundurkan diri tahun 2000 itu juga ada tawaran untuk mengajar di sebuah sekolah yang sudah cukup punya nama. Sekolah satu atap yang terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di bawah naungan yayasan Islam. Tapi aku bukan lagi mengajar di TK melainkan di SD. Dengan basic ku sebagai guru dengan lulusan PGTK aku mengalami kesulitan untuk mengikuti penerimaan CPNS untuk guru. Karena rata-rata yang diterima adalah untuk menjadi guru SD. Sedangkan penerimaan guru TK sangat jarang sekali. Setelah 3 tahun mengajar tepatnya di tahun 2003 aku memutuskan kuliah PGSD dengan harapan bisa ikut tes CPNS. Lulus DII PGSD tahun 2006. Saat aku mendaftar sebagai CPNS tidak diterima dengan alasan usiaku sudah lewat. Yag usiaku saat itu sudah 36 th. Pupuslah harapanku menjadi guru PNS. Namun karena kecintaanku kepada pekerjaanku sekarang aku tidak putus asa. Aku tetap mengajar di sekolah tersebut. PNS bukan lagi tujuanku. Di akhir 2006 ada tes untuk mengikuti S1 PGSD yang dibiayai oleh dikti. Dan ternyata aku berhasil lolos seleksi. Walau harus kuliah lagi selama 3 tahun semua tetap ku jalani. Dan aku berhasil lulus S1 PGSD tahun 2010 tepat sesuai jadwal yang diberikan dengan nilai yang memuaskan.

Setelah menyelesaikan S1 kegiatanku di sekolah semakin banyak. Banyak even-even peningkatan profesional guru yag ku ikuti. Akhirnya pada tahun 2014 aku tersaring masuk K2. Syukur alhamdullilah ku, ucapkan atas berkah yang diberikan Allah kepadaku. Walau tidak langsung diangkat sebagai CPNS tapi saat itu aku sudah cukup puas. Di tahun 2016 akhirnya semua harapanku untuk menjadi CPNS terwujud. Aku resmi memiliki SK CPNS. Dan yang lebih membuat aku bersyukur aku mendapat nilai tertinggi saat mengikuti UKG tahun 2015. Yang diumumkan pada tanggal 2 Mei 2016 di lapangan kantor Bupati. Sebuah kebanggan tersendiri buatku. Dengan mendapat nilai tertinggi ini aku diberi kesempatan menjadi IN Guru Pembelajar (sekarang IN PKB). Bukan itu saja berkah yang kuterima. Di awal Januari 2017 aku mendapat telepon langsung dari Direktorat Pendidikan Dasar untuk mengikuti kuliah singkat kerjasama pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia. Program ini memberi kesempatan kepada guru SD dan SMP untuk menjalani kuliah singkat di Australia. Ada 5 batch yang dilaksanakan program ini dan aku masuk pada Batch 3. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan yang kuperoleh selama satu bulan penuh di negeri Kanguru. Pengalaman tinggal di negeri orang, belajar bersama guruguru hebat seluruh Indonesia, belajar dengan profesor dan juga doktor dari negara lain. Mengenal Australia lebih dekat. Belajar budaya dan mengunjungi sekolah-sekolah percontohan di sana. Diberi kesempatan selama 1 minggu tinggal dengan warga Australia. Selama 1 minggu pula diberi kesempatan mengenalkan Indonesia melalui pembelajaran di sekolah. Sebuah pengalaman yang mungkin tidak saya dapatkan untuk yang kedua kalinya. Bukan itu saja berkah yang kuterima tahun itu. Sepulang dari Australia aku dipanggil masuk Diklat Prajabatan. Walau baru 3 hari pulang dari Australia tapi ku ikuti diklat prajabatan selama 10 hari tersebut dengan langkah yang ringan. Ibarat kata nasi sudah di sendok langsung di makan jangan lagi diletakkan di piring. Jadi walau rasa capek masih belum berkurang kegiatan Diklat Prajabatan ku ikuti dengan baik. Dan resmilah aku menjadi PNS. Selesai mengikuti diklat aku kembali mendapat email dari Dirjen Dikdasmen untuk mengikuti TOT Fasilitator PPK yang dilaksanakan di Hotel Sahid Jakarta. Dan harus berangkat ke Jakarta 3 hari kemudian. Bertumpuk-tumpuk keberkahan yang kuperoleh. Setelah mengikuti TOT selama 1 minggu ternyata aku dinyatakan Lulus sebagai Fasilitator Nasional untuk PPK. Dan setelah itu berbagai kegiatan tentang PPK ku ikuti. Aku bersyukur ayahku telah memberikan jalan kepadaku. Walau pada awalnya aku menolak dan membelot dengan apa yang diputuskan ayah tapi seperti kata orang bijak bahwa tidak ada orang tua yang akan mencelakakan anaknya. Semua orang tua ingin anak-anaknya bahagia. Walau saat ini kedua orang tuaku sudak tidak lagi bersamaku di dunia ini namun aku yakin di alam sana beliau berdua merasa bahagia melihat apa yang ku peroleh saat ini.

Views All Time
Views All Time
61
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY